Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Bukan perempuan nakal


__ADS_3

"Tora Tora "teriak Zeline.


"Iya nyonya ada apa "


"Tolong bantu Syifa dia mau lahiran ayo, Hamzah bawa mobil cepat "


Mereka berdua melaksanakan apa yang diperintahkan Zeline, sedangkan Zeline kembali berlari kearah rumah Syifa dan melihat Syifa yang sudah digendong Tora.


Segera Syifa dimasukan kedalam mobil dengan Zeline yang duduk memeluk Syifa dan Hamzah segera menancap gas pergi kerumah sakit terdekat.


"Kamu yang sabar ya kita sebentar lagi akan ke rumah sakit"


"Sakit banget perut aku sakit banget ini kak, aku nggak kuat, ini anak aku gak apa apa kan kak, aku takut dia kenapa napa "


"Kamu yang tenang ya, kamu percaya kalau anak kamu akan baik baik saja, "


Syifa hanya mengangguk saja dan Zeline mengusap ngusap dahi Syifa yang berkeringat dan akhirnya mereka sampai, segera Syifa dibantu dan dibawa keruangan bersalin.


Zeline menunggu diluar dan tiba tiba dokter datang menghampirinya "apa ibu keluargannya "


"Iya dok, ada apa dengan Syifa "


"Dia harus melakukan oprasi bu, karena kalau tidak anaknya tidak akan selamat "


"Baik dok lakukan yang terbaik ya untuk Syifa "


"Baik bu "


Dokter segera masuk dan meninggalkan Zeline sendiri, sedangkan Hamzah hanya diam di pojokan, Zeline segera menghubungi Andre.


"Hallo kak "


"Iya Line "


" Kakak cepet ya ke rumah sakit Syifa mau lahiran. Cepetan ya Kak Oh ya Kak aku mau minta maaf tadi aku mengambil keputusan sendirian, karena keadaan Syifa kritis banget dia harus dioperasi Kak"


" Hah melahirkan bukannya Shifa baru 7 bulan ya kenapa bisa melahirkan, Apa yang terjadi"


" Aku juga nggak tahu tadi tiba-tiba aja waktu aku ke rumah Syifa udah terduduk di lantai rumah, aku dengar Syifa teriak teriak sama perempuan tapi aku nggak tahu siapa perempuan itu karena dia langsung pergi gitu aja "


"Ya udah kamu tunggu di sana ya. Kakak akan ke sana nanti kamu ceritanya Semuanya disana, kirimin alamat rumah sakitnya Line"


Sambungan pun terputus dan Zeline hanya bisa mundar mandir menunggu kedatangan kak Andre kesini, dirinya sangat khawatir sekali, takut terjadi apa apa dengan Syifa. Ya allah semoga saja selamat.


**


Sedangkan dijalan Andre mencoba tenang, karena dirinya tak mau celaka dan malah membuat Syifa makin sendirian,


Tak lama kemudian Andre sampai dia berlari kedalam rumah sakit, banyak orang yang dirinya tabrak namun itu tak Andre hiraukan yang terpenting sekarang adalah istrinya.


"Line "


"Kak Andre "


"Gimana sekarang keadaannya Syifa "


"Aku belum tahu kak , dari tadi dokter belum keluar juga"


"Coba ceritain sama kakak apa yang terjadi kenapa ini bisa terjadi padahal masih dua bulan lagi Syifa melahirkan"


"Tadi Syifa lagi ngobrol sama aku Kak, tiba-tiba aja dia lihat ada orang yang berdiri di rumahnya, terus aku udah tawarin dia buat aku temenin. Tapi dia nggak mau, aku udah tunggu Syifa dia lama banget, sampai dia teriak-teriak sama perempuan itu. Aku juga nggak tahu pasti siapa dia karena waktu aku datang perempuan itu udah pergi aku lihat Syifa udah jatuh di lantai dengan darah yang bercucuran. Kak dia kayaknya syok banget"


"Siapa ya dia, apa kamu pernah lihat perawakan badan perempuan itu "


"Aku inget inget dulu "


Tiba tiba saja Zeline ingat " aku baru ingat kak, aku ingat perempuan yang waktu itu datang ke rumah sama teman-teman kakak sama Liam juga dia yang hina aku itu loh Kak ingat gak sih Kakak"


"Ya aku tau Milla, bener dia "


"Nah dia kak, aku inget iya dia Milla rambutnya juga sama kok kaya Mila "


"Keterlaluan banget dia "

__ADS_1


Andre segera melengos akan pergi namun tiba tiba ada Liam dan menahannya mendudukannya dikursi "tenang sekarang yang harus lo fikirin adalah Syifa bukan orang lain "


Andre akhirnya mengangguk dan menunggu disini "Hamzah kau pulang, bilang pada Tora jaga Lucas "


"Baik tuan "


Liam segera menghampiri istrinya dan memeluk bahunya "kamu kenapa bisa tau mas "


"Tadi Hamzah telfon aku "


"Oh iya mas "


Liam segera menyuruh istrinya duduk dan memegang tangannya dengan erat, tak melepaskannya sama sekali.


**


"Jo kenapa kau pulang cepat tak seperti biasanya " tanya mamihnya.


" Iya mih Syifa melahirkan jadi pak dosen harus ke sana dulu jadi dipulangin deh aku"


"Kenapa kamu gak kesana "


"Engga mih aku cape, aku keatas dulu ya mau istirahat "


"Sebentar Jo ada yang mau mamih bicarakan "


"Apa mih, kalau tentang anak aku mundur mih "


"Denger dulu aja, maafin mami yang mudah maksa kamu buat punya anak, mamih sadar punya anak itu nggak segampang apa yang mami ucapkan, kamu pasti stress kan mikirin itu terus mamih minta maaf ya, mamih mulai sekarang tidak akan menuntut kamu untuk memberikan Mamih cucu, mamih akan menunggu dengan sabar, mamiu tidak mau membuat anak mamih ini menjadi stres dan kepikiran terus"


Jo tersenyum, akhirnya mamihnya bisa sadar juga " akhirnya Mami bisa ngerti juga makasih ya Mi, Mami udah mau sedikit bersabar juga, kita kan nggak pernah tahu kapan Tuhan kasih Jo anak kita harus sabar aja ya mih, Jo emang kepikiran banget Mami selalu bilang anak anak-anak dan anak Jo pusing banget"


" Iya maafin Mami, Mami udah egois nyama-nyamain kamu sama mami dulu Kita kan beda ya, mamih juga menyesal udah buat kamu pusing kaya gini, pokoknya mulai sekarang Mamih nggak akan pernah minta untuk kamu buru-buru lagi punya anak sedikasihnya aja sama Allah Mami akan menunggu cucu mami nanti"


Jo mengangguk dan langsung memeluk mamihnya dengen senang akhirnya mamihnya tak memaksa lagi dirinya untuk mempunyai anak, sudah pusing dirinya ini kalau misalnya mamihnya meminta kembali seorang anak padanya.


Semua akan ada waktunya kan, jadi bersabar saja, pasti Allah akan memberinya kalau kita sabar dan selalu berdoa padanya dan selalu berusaha untuk membuatnya. Membuat adonannya.


**


"Bagaimana keadaan istri saya "


"Dia baik baik saja pak, dia masih pingsan karena masih terpengaruh obat bius "


"Lalu untuk anak saya bagaimana "


"Dia harus di rawat kembali pak karena prematur jadi belum bisa untuk bertemu dahulu "


Tiba tiba saja anak Syifa dibawa dan dibawa menjauh" sebentar lagi bapak akan bisa melihat istri bapak dan sekarang sedang dibersihkan dulu ya"


Andre hanya mengangguk saja dan menunggu, ingin sekali dirinya melihat anaknya namun belum diperbolehkan oleh dokter semoga saja anaknya baik baik saja.


Sekarang giliran Syifa yang keluar dari dalam ruangan itu, didorong untuk dibawa kedalam ruang inapnya. Andre dan juga liam dan Zeline mengikuti kemana Syifa dibawa dan masuk kedalam ruangannya.


Andre terduduk dikursi dan memegang tangan istrinya "Syifa bangun paman sudah ada disini anak kita juga sudah lahir " sambil menciumi tanyan Syifa.


Liam dan Zeline saling pandang dan Liam langsung menghampiri Andre.


" Andre lo harus sabar lo pasti bisa hadapi ini semua, gue sama Zeline pulang dulu ya nanti kita balik lagi ke sini ya lo jaga Syifa dengan baik "


"Iya makasih Line makasih Liam "


"Iya kak Sama sama "


Mereka berdua segera pergi dari ruangan Syifa dan pulang, Liam membantu sang istri masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya dengan perlahan.


Saat sedang asyik asyiknya mengobrol tiba tiba saja ponsel Liam berbunyi namun Liam sana sekali tak mengangkatnya.


"Kenapa mas tidak mengangkatnya "


"Sudah tidak penting sayang "


Tiba tiba saja kembali berdering, Zeline segera mengambil ponsel itu dang mengangkatnya.

__ADS_1


"Hallo pak Liam, bagaimana tentang makan malam hari ini, kenapa sangat lama sekali di hubungi "


"Hallo ini siapa, suami saya sedang menyetir jadi dia tak bisa mengangkat telfon, makan malam apa maksud mu "


"Oh ini dengan istrinya saya Bulan rekan kerja suami mu, saya dengan pak Liam sudah janjian akan makan malam hari ini "


Zeline langsung menatap suaminya Liam yang dipandang seperti itu langsung binggung.


" Maaf ya suami saya malam ini dan malam-malam seterusnya tidak bisa makan malam berdua dengan anda selain untuk pekerjaan saja, karena suami saya sibuk dengan anak dan istrinya jadi mohon untuk bu Bulan mengerti kalau pak Liam itu sudah mempunyai istri. Kalau mengenai tentang pekerjaan mungkin saya akan mengizinkan tapi untuk makan malam berdua saja saya tidak akan mengizinkan Bagaimana apa Ibu mengerti"


"Tentu saya mengerti, padahal saya makan berdua pun untuk membicarakan tentang pekerjaan bukan untuk membahas apapun jadi ibu tenang saja saya tidak akan merebut suami ibu"


"Iya saya tahu suami saya tidak akan tergoda oleh wanita manapun, Setahu saya kalau untuk pekerjaan itu dibahas di kantor ya bu, bukan dengan makan malam berdua jadi menurut saya itu tidak lazim malam itu bukan waktunya kerja bu tapi untuk menghabiskan waktu bersama istri dan anak"


"Ya mungkin Ibu berkata seperti itu karena Ibu tidak bekerja jadi tidak tahu "


Iya langsung mengambil ponsel itu dari sang istri takut menjadi perang dunia 10 nanti" bu Bulan saya sudah bilang Kan tadi di kantor kalau saya tidak akan mau makan malam berdua, saya sudah menjelaskan tadi apakah itu kurang jelas, bu Bulan tadi ibu bilang sudah jelas lalu sekarang kenapa ibu menelpon saya kembali"


"Ya saya hanya memastikan saja tak lebih, jadi saya akhiri saja selamat sore "


Liam menyimpan ponselnya dan menatap istrinya "sayang "


"Apa mas "


"Kamu marah "


"Engga aku gak marah kok "


" Beneran kamu nggak marah, Aku beneran tadi nolak dia kok dia ngotot banget pengen ngajak aku makan malam, tapi aku nggak akan pernah mau aku udah punya kamu dan aku nggak akan mungkin berpaling dari kamu sayang"


"Iya aku tau mas, kamu gak usah khawatir aku percaya sama kamu, udah ya mas agak cepetan ya aku pengen cepet cepet pulang dan tidur "


Liam yang mendengar itu langsung lesu, sudah pasti ini istrinya marah pada dirinya, sudah lah tak ada harapan lagi pasti istrinya marah.


**


Andre masih menatap istrinya yang sudah sadar bahkan sudah diperiksa oleh dokter.


"Paman ayo antarkan aku melihat anak ku "


"Jelaskan dulu siapa yang membuat kamu seperti ini "


"Tidak ada paman, "


"Jujur Zeline sudah bilang tadi ada orang yang kerumah bertamu"


Syifa menundukkan kepalanya apakah perlu dirinya menceritakan semuanya pada Paman Andre. Apakah Mila akan baik-baik saja kalau dirinya menceritakan pada Paman Andre, takurnya nanti paman Andre malah nekat dan memarahi Mila tapi itu pantas sih Milla terima karena dia sangat jahat.


"Tapi apakah paman akan marah nanti pada orangnya "


"Tentu paman akan sangat marah pada orang itu, karena telah membuat kamu seperti ini ayo cepat bilang pada peman siapa"


"Tapi peman jangan apa-apa kan dia karena dia seorang perempuan paman"


" Iya paman tahu dia perempuan, paman juga sudah tahu siapa orangnya paman hanya perlu tahu dari kamu saja ayo cepat bilang siapa dia dan apa mau dia."


Syifa tiba tiba saja menangis " apa aku membebani Paman selama ini bersama anakku"


"Tidak kalian sama sekali bukan beban Paman malahan kalian adalah anugerah terindah yang Paman punya kenapa kau berkata seperti itu"


"Apakah paman nanti tidak akan menyayangi anak Syifa. Apakah Paman tidak akan keberatan jika nanti mengurus anak Shifa "


" Tidak kenapa harus keberatan, Paman kan sudah bilang kalau anak yang kamu kandung akan menjadi anak paman, meskipun nanti paman dan kamu akan mempunyai anak yang lain ya Paman tidak akan membeda-bedakan nya sama sekali. Ada apa sebenarnya dengan kamu kenapa kamu berbicara seperti itu terus menerus"


"Tidak aku hanya ingin memastikan nya saja"


"Cepat kau bilang siapa perempuan yang telah datang ke rumah, apa yang dia katakan"


"Dia Mila, Mila mengancamku untuk segera meninggalkan Paman dia bilang aku perempuan nakal dan aku hamil dengan orang lain dan enak sekali menikah dengan paman. Apakah Iya aku seperti itu Paman, Apakah seharusnya dulu aku menolak paman saja agar semua ini tidak terjadi dan paman bisa bahagai bersama mba Mila "


" Hei mengapa kau bilang begitu paman yang sudah mau menikahimu, kamu jangan mendengarkan kata-kata Mila Kenapa kau mendengarkannya dan kenapa kau terima dia, nanti Paman akan menemuinya dan akan berbicara dengan dia"


"Jangan Paman sudah biarkan saja aku memang perempuan nakal yang hamil diluar nikah. Memang kata kata Mbak Mila memang benar adanya, Kenapa Paman harus capek-capek berbicara dengan Mbak Mila Lebih baik diam saja aku beruntung dinikahi oleh Paman benar apa kata Mbak Mila"

__ADS_1


"Dengarkan kau bukan wanita nakal, jangan mengatakan apa-apa lagi Paman tidak suka kau mengatakan kalau dirimu adalah wanita nakal, dari dulu kau adalah orang baik dan tak pernah nakal sama sekali , kau juga di jebakan oleh temanmu, jadi bisa seperti ini Jangan rendahkan dirimu Paman tidak suka "marah Andre.


Andre langsung keluar meninggalkan Syifa sendirian di ruangannya dia sungguh marah saat mendengar Syifa mengatakan Kalau Dia perempuan nakal.


__ADS_2