
Liam yang sudah sampai didepan rumah Jo melihat sang istri yang sedang berpamitan pada seorang ibu ibu paruh baya, mungkin dia adalah ibunya Jo
"Yaudah tante aku izin pulang dulu ya, nanti kapan kapan aku main lagi kesini ya tante itu suami aku udah jemput "
"Oh yang itu ya, yaudah hati hati ya, nanti Lucas main lagi ya sama nenek "
"Iya nenek dadah "
"Pulang ya Jo, "
"Iya Line hati hati ya "
Zeline mengangguk dan segera pergi kearah suaminya, masuk kedalam mobil dan mobil segera berjalan "papih bisa jemput kita juga ya "
"Iya dong bisa "
"Papih papih tau gak Lucas main sama nenek baru, baik banget, nanti mau ketemu lagi ah, boleh ya nanti papih aku main kesini lagi ya boleh "
"Emm boleh sayang boleh main lagi aja kesini, nanti papih akan menjemputnya lagi "
"Yey nanti kita kesana lagi ya mamih "
"Iya sayang "
Tiba tiba ponsel Liam berdering, Zeline segera membantu suaminya mengangkat telfonya..
"Hallo tuan maaf saya tidak bisa membereskan tugas yang tuan berikan hari ini, tapi saya sebisa mungkin akan membereskannya "
"Kenapa, ada masalah apa Tora "
"Istri saya tiba tiba pendarahan dan akan melahirkan sekarang saya sedang ada dirumah sakit bersama Troy "
"Baiklah kamu urus dulu saja istri kamu, nanti saya akan kesana bersama istri saya "
"Baik tuan terimakasih "
Liam segera mematikan sambungannya dan menatap sang istri "Airin akan melahirkan sekarang dan Tora sekarang sedang ada disana dirumah sakit, kita langsung kesana ya "
"Oh gitu ya, syukur deh kalau dia mau lahiran semoga saja lancar, anterin aja aku dulu mas, baru kamu kesana pergi kerumah sakit "
"Kenapa, kenapa kamu gak akan ikut dan temenin aku "
__ADS_1
"Gak mas aku gak mau, kamu aja kan cukup gak usah sama aku juga kan kesananya, "
"Ada apa sayang, ada masalah apa, apa kalian bertengkar atau sedang musuhan "
"Tidak mas aku sudah dewasa bukan anak smp lagi, aku baik baik saja dan tak ada masalah dengan dirinya, aku hanya lelah dan ingin beristirahat, kasian juga Lucas kalau dibawa kerumah sakit lagi "
"Beneran kamu gak ada masalah apa apa kan, jujur sama aku sayang, ayo "
"Gak mas gak ada apa apa kok, aku gak ada masalah dengan perempuan itu, kami berdua baik baik saja kamu gak usah khawatir mas "
Liam mengangguk saja dan masih curiga dengan kelakuan sang istri, tak seperti biasannya sang istri seperti ini, dari raut wajahnya pun berbeda seperti benci saja pada Airin, pasti ada sesuatu yang tak beres ini.
Nanti saja dirinya akan membongkar semuanya dan bertanya apa yang terjadi sebenarnya pada anak buahnya yang selalu mengawasi sang istri.
Tak lama kemudian mereka semua sampai dirumah, dan Zeline langsung membawa masuk sang anak tanpa berbicara dahulu dengan sang istri, sedangkan Liam segera menghampiri anak buahnya itu.
"Apa yang terjadi dengan nyonya dan juga Airin " tanya Liam sambil memakan coklat yang ada disakunya, dia baru ingat ada coklat disaku jasnya.
"Tadi nyonya bertengkar dengan Airin, Airin mencaci maki nyonya dan menumpahkan makanan yang nyonya berikan "
"Baiklah, selalu awasi semuanya "
Liam segera menyusul sang istri, dia berlari kedalam rumah dan saat masuk rumah sang istri sedang membuka aksesorisnya.
Liam langsung memeluk sang istri dari samping "kamu beneran gak mau ikut kesana sayang "
"Gak mas aku gak mau, kamu aja bilang aja aku cape dan pengen istirahat, males nanti kalau misalnya ibunya tiba tiba ada "
"Kamu bertengkar dengan ibunya atau dengan Airin "
"Aku tau mas kamu sudah tau jawabannya "
"Heheh kau tau saja " sambil mengecup pipi sanhmg istri "aku tak akan pergi kalau kamu gak pergi "
"Gak bisa gitu dong mas, kami harus pergi kasian Tora "
Liam tiba tiba menyingkirkan rambut sang istri yang menghalangi telinga sang istri " kau ingin aku apakan perempuan itu "
Zeline langsung mendelik pada sang suami "kamu ini bicara apa sih mas "
"Kamu sakit hati kan sama perempuan itu, aku tanya kamu mau aku lakuin apa buat bales rasa sakit itu pada perempuan itu, apa yang kau inginkan, apa biar aku kabulkan semuanya " .
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau apa apa mas, kamu jangan macem macem ya, kamu udah janji kan gak akan macem macem lagi dan tak akan membunuh orang lagi, aku gak mau ya kamu kayak gitu lagi "
"Tapi udah ada yang sakitin istri aku, maka dia sanggup berhadapan dengan ku"
Zeline segera mengelus pipi sang suaminya "tak usah mas aku baik baik saja dan aku sama sekali tak sakit hati "
"Yasudah kalau begitu kau ikut aku kesana sayang, aku tak akan pergi kalau kamu tak pergi juga, kalau kau memang tak sakit hati maka kau tak akan keberatan dan akan pergi bersamaku kesana "
"Hemm baiklah aku akan ikut bersama mu, aku akan ikut tapi kau tak boleh lama mas, aku tak mau lama lama disana "
"Baiklah sayang baik, kita hanya melihatnya sebentar lalu kita langsung pulang kerumah "
"Yaudah mas yaudah ayo kita berangkat sekarang aku gak mau lama "
"Iya sayang "
Liam mencium kening sang istri lalu segera pergi lagi dari rumah, sungguh melelahkan sekali kan, bolak balik sana sini, kalau gak diturutin suaminya bisa nekat dan melakukan sesuatu pada Airin.
Tidak tidak ditinya tidak mau ada korban lagi suaminya sudah cukup yang dulu jangan ada yang baru, sudah cukup pokoknya.
"Kenapa sayang masih cemberut kamu gak suka ya kalau kita pergi kesana atau mau putar balik lagi gitu, aku gak apa apa kok gak masalah "
"Gak usah mas, masa iya aku harus senyum senyum, itu gak mungkin banget kan mas, aku baik baik saja aku hanya sedang tak ingin bicara apa apa saja "
"Gara gara masalah mu dengan Airin "
"Bukan mas "
"Aku akan menegurnya nanti "
"Tidak usah mas tidak usah, aku sudah bilangkan sama kamu aku baik baik saja, kamu jangan sampai negur negur dia, udah lupain aja masalah itu "
"Tapi aku tak akan melupakan orang yang telah membuat istri ku sedih "
"Jika kau mencintaiku, kau tak akan melakukan apa apa pada Airin "
"Aku tak akan melakukan apa apa sayang ku cintaku, makannya jangan jemberut terus banyakin senyum "
Zeline langsung tersenyum pada sang suami meskipun terpaksa lalu segera melihat pemandangan diluar yang muali gelap gulita.
Liam akhirnya bisa tenang kembali menyetir, istrinya sudah terlihat baik baik, namun dirinya tak aakn bisa menepati janji tentang apa yang istrinya katakan
__ADS_1