
"Bagaimana ayah, mana Andre kenapa tak ada kenapa Andre tak ada, aku ingin segera pulang aku ingin diam dirumah, aku malas dirumah sakit terus ayo ayah mana Andre "
Milla segera celingak celingguk turun dari tempat tidur melihat kearah pintu namun tak ada siapa siapa, tak ada hanya lalu lalang orang lain saja tak ada Andre.
"Sudah Mila kita pulang berdua saja, kamu jangan berharap kalau suami orang akan menjemputmu, dari pada pekerjaan ayah yang jadi taruhan lebih baik kita pulang berdua ya, ayolah mengerti jangan seperti anak kecil kau sudah dewasa dan sudah mempunyai anak, lebih baik kita pulang berdua saja ingat Andre itu sudah mempunyai istri dan istrinya itu anak dari bos ayah, jangan membuat ayah dipecat, nanti siapa yang akan membiayayi kamu kalau bukan ayah "
Mila menghembuskan nafasnya dan memegang tangan ayahnya "Baiklah ayo kita pulang berdua, dari pada Pekerjaan ayah yang melayang si Syifa itu kan keras kepala sekali, padahal aku hanya ingin dijemput oleh Andre saja. Kita kan dulu berteman hanya itu saja tak lebih ayah "
"Iya kalian dulu berteman tapi sekarang berbeda, Andre sudah memiliki istri dan juga anak maka dia harus selalu berbicara pada istrinya apapun yang dia lakukan, jadi kamu harus ingat posisi kamu itu siapa kamu hanya seorang teman bukan istrinya"
"Iya aku tahu Ayah aku bukan istrinya, jadi aku tahu lebih baik kita pulang, rasanya aku tak berguna ya hidup di dunia ini tak ada yang menginginkanku aku sepertinya hanyalah perempuan tidak beruntung saja "
"Kenapa kau tidak dari tadi Mila bilang kalau kau ingin pulang, Ayah kan tidak usah bersujud pada Andre itu sangat memalukan untuk Ayah, hanya demi dirimu Ayah bersujud pada seorang laki-laki yang lebih muda dengan ayah dan hanya untuk memintanya menjemputmu pulang ke rumah kau sungguh membuat ayah malu "
"Bukannya begitu Ayah maafkan aku Milla tidak akan melakukannya lagi, Milla tak akan melakukan itu lagi maafkan Milla ayah Mila tadi terlalu egois dan menyuruh Ayah melakukan yang seharusnya Ayah tak lakukan, tapi ayah malah melakukannya Sungguh aku sangat menyesal telah melakukan itu pada ayah "sesal Milla
"Iya Ayah tak akan marah padamu. Tapi ingat jangan sekali-kali lagi melakukan itu, jangan sampai kau merebut suami orang itu tidak baik apa lagi kau jangan sampai mau berteman dengan suami orang , karena kita tidak tahu bagaimana perasaan istrinya. Ayah pun tidak mau sampai bersujud-sujud lagi pada suami oran,g hanya demi kamu yang ingin memuaskan hasrat kamu untuk berduaan bersama laki-laki itu "
__ADS_1
"Iya Ayah Mila janji tak akan melakukan itu lagi Ayo kita pulang Milla sadar seharusnya tidak melakukan itu dan egois serta seperti anak kecil rasanya Mila malu ayah "
"Ya sudah yuk nak kita pulang sekarang, jangan kau fikirkan itu lagi "
Mila hanya mengangguk saja dan segera mengambil tasnya dalam hatinya dia menggerutu, kalau dirinya tak rela Andre tak menjemputnya dan malah memilih Syifa hanya karena ketakutan oleh Syifa.
Kenapa sih apa sulitnya berbohong pada Syifa, kalau dia telah menjemput dirinya hanya menjemput saja tak lebih kenapa harus dipersulit seperti itu.
Demi membuat ayahnya percaya dia harus melakukan ini, agar ayahnya tahu kalau dirinya sudah berhenti mengejar ngejar Andre. Tapi itu tidak akan pernah mungkin terjadi jangan berharap dirinya akan selalu mengejar Andre sampai hati Andre dirinya dapatkan seutuhnya
**
"Apakah kamu gila memasukkan seorang pencuri ke rumah, sekarang kau pulang ke rumah dan usir mereka semua dari sini, jangan memasukan orang asing "
"Maksud ibu apa sih siapa yang pencuri "
"Pokoknya kamu pulang ke rumah sekarang. Ibu tidak mau tahu ibu tidak mau melakukan ini kau yang berhak mengusir mereka semua, karena ini rumah kamu jika Ini milik ibu pasti ibu akan mengusirnya, sekarang juga kamu lebih baik pulang, pekerjaan biar Jovanka dulu yang urus kamu pulang Ibu tidak mau tahu Ibu tunggu di rumah jangan lama, kamu yang telah memasukannya kamu juga yang harus mengusirnya "
__ADS_1
Sambungan pun langsung dimatikan Liam langsung menatap pada Andre dan mengedikan bahunya "gue gak jadi makan lagi nih Ndre gue harus pulang "
"Kenapa baru juga kita sampai udah mau pulang aja. Ada masalah apa sih sampai harus cepat-cepat pulang kayak gini, terus makannya gak jadi, emang lo gak laper tadi ngajak gue buru-buru buat makan. Tapi sekarang tiba-tiba aja mau pulang"
"Gak tahu ini ibu tiba-tiba suruh gue pulang dan usir orang siapa lagi yang harus gue usir. Apa sih yang terjadi di rumah rasanya sekarang tuh banyak banget kejadian yang buat gue pusing tahu gak sih "
"Usir orang bukannya lo nampung keluarganya Tora ya yang istrinya sama ibunya itu, yang istrinya apa sih istri apa siri ya istri sirinya Tora. Apa mungkin mereka membuat ulah sampai-sampai Ibu lo marah "
"Gak tahu tapi Ibu bahas tentang pencuri lah inilah itulah gue harus pulang. Udahlah gue pulang aja ya lo makannya sendiri di sini gak papa ya gue tinggal, lo kan laki masa ditinggal sendiri gak berani"
"Enggak ah gue ikut lo aja gue ikut pulang aja sama lo, gue juga jadi penasaran maksudnya apa coba usir pencuri siapa masa sih dua perempuan itu pencuri, yang satu lagi bunting yang satu nenek-nenek masa mau curi-curi, apa coba yang dicuri, yang dicuri guci yang ada didepan rumah lo emang "
"Ya udah kalau lu mau pulang, ayo sekarang jangan banyak ngomong dan banyak bacot deh udah yuk kita pulang sekarang gue juga gak tahu nanti yang ada gue malah diomelin lagi sama ibu gara-gara telat pulang "
"Iya iya ayo ayo kita pulang, nanti lah masalah perut kan di rumah lo banyak makanan, ya kita makan aja di sana, bener kan setelah masalah lo beres tentang si pencuri-pencuri itu orang asing orang asing itu kita makan yang banyak "
"Ya gimana lo aja deh, pikiran lo makan mulu kata gue juga makan aja lo sendiri di sini, gak usah ikut-ikutan penasaran dan kepo deh"
__ADS_1
"Yaelah lo jahat amat sih udah ah ayo cepetan gue yang nyetir deh kali ini, takutnya lo kepikiran nanti terjadi apa-apa lagi di jalan kan, gak enak baru juga mau membahas tentang itu orang dua malah kecelakaan kan"