
Sedangkan Jo yang baru saja membereskan pekerjaannya segera pergi dari kantor, memang bosnya pak dosen dan juga Tora pergi untuk mengurus pekejaan yang katanya ada diluar kota jadi tadi dirinya diruangan sendiri.
"Apakah aku harus pergi kekantornya Riyan dan membawannya makanan "
"Apakah aku harus mengabarinya dulu, atau aku langsung saja datang kesana, emm lebih baik aku langsung saja datang kesana deh agar menjadi sebuah kejutan kita lihat apa dia akan kaget saat aku datang kekantor tanpa menghubunginya "
Jo bergegas masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kearah kantor suaminya, "semoga saja semua firasatku tak benar semoga saja suamiku tak seperti itu, semoga saja dia setia padaku "
**
Sedangkan dikantor Riyan sendiri dia sedang makan bersama Lisa dan juga chelsea, dia sekarang mulai berani karena Zeline juga ternyata tidak berbicara apa apa pada Jovanka.
Saat dirinya menjemput Jovanka dan ya menghabiskan setengah waktunya bersama Jovanka ternyata Zeline tak ada menelpon ataupun berbicara apa-apa dengan Jovanka.
Berarti dirinya aman dan tidak akan terjadi apa-apa dan Jovanka pun tidak akan tahu kejadian apa yang terjadi di rumah sakit.
Selama menghabiskan waktu dengan Jovanka juga tak ada membahas tentang itu, kalau memang Zeline sudah bicara sebelumnya mungkin saja Jovanka sudah marah-marah pada dia dan pergi pulang ke rumah ibunya, namun tidak kan dia masih ada di sampingnya.
"Bagaimana Yan enak kan masakan aku "
"Ya enak Lis , masakan kamu tuh selalu enak dan gak ada tandingannya deh, dari jaman kuliah aku tuh udah suka banget sama masakan kamu "
"Kalau gitu ayah kapan mau kerumah dan nginep lagi, udah lama kan ayah gak nginep dan bobo bertiga sama aku dan mamih "
Riyan mengusap rambut anak kecil itu "nanti ya kapan kapan ayah akan menginap disana ok "
"Saat di rumah sakit kau tidak mau Chelsea memanggilmu ayah kembali. Tapi sekarang kau tidak melarangnya sama sekali"
"Bagaimana lagi Chelsea pasti akan sakit hati bila tiba-tiba aku melarangnya untuk memanggil Ayah padaku. Ya sudahlah sudah terlanjur juga ini juga gara-gara mu kan menyuruh Chelsea untuk memanggil aku ayah, tapi ingat jika ada Jovanka jangan sampai dia memanggil aku seperti itu"
"Namanya juga anak kecil dia tidak akan tahu yang mana Jovanka dan mana orang lain, yang pasti dia akan terus memanggilmu ayah di depan siapapun itu Riyan "
"Hemm terserah kau saja, sudah lebih baik kita sekarang makan saja dan kalu Lisa segeralah pulang bersama Chelsea bukannya kau juga ada pekerjaan"
"Iya kita juga ini sedang makan kan, ya aku memang ada pekerjaan. Bisakah Chelsea di sini bersamamu"
"Jangan aneh-aneh Lisa jika ada orang kantor yang tahu dan berbicara pada Jovanka bagaimana kau jangan macam macam antarkan saja Chelsea ke rumah biarkan dia bersama pengasuhnya. Untuk apa kau memperkerjakan pengasuh jika Chelsea masih dititipkan padaku, aneh aneh saja kau ini ya"
"Ya aku tak akan menitipkan anak ku padamu, aku tau kau sangat takut dengan Jovanka makanya kau seperti ini kan sembunyi-sembunyi denganku pergi kemana-mana saja harus sembunyi sembunyi tidak bisa bebas "
"Ya mau bagaimana lagi aku bukan pria lajang aku ini Pria beristri"
"Ya ya aku tau , ayo Chelsea makananmu sudah habis kan mamih juga sudah habis ayo kita pulang"
"Ayo mamih tapi apakah ayah tak akan ikut kita pulang, apakah ayah masih bekerja "
__ADS_1
"Iya ayah masih bekerja dan tak bisa kau pulang ya bersama mamih mu "
Riyan mencium pipi Chelsea lalu Lisa menunjuk pipinya juga "aku apakah kau tak akan memberikan aku sebuah kecupan "
"Lisa yang benar saja "
"Ayolah kau tak mau yah "
Riyan menciumnya sekilas lalu dengan senang Lisa langsung pergi sambil mengendong anaknya.
Riyan kembali kemeja kerjanya dan kembali mengerjakan tugas tugasnya yang menumpuk.
**
Jo yang sudah sampai dikantor suaminya segera memarkirkan mobilnya dan membawa makanan yang sudah dirinya beli tadi, makanan kesukaan suaminya.
Jo tersenyum pada setiap karyawan yang menyapanya, saat dirinya berbelok akan masuk kedalam lift dan saat Lift terbuka dirinya melihat Lisa yang keluar dan memangku seorang anak.
"Hayy Jovanka "
Jo hanya diam saja dan hanya tersenyum saja "Kau kemari pasti akan menemui suami mu yakan, bagaimana kabar mu apakah kau sudah mengandung "
"Aku baik dan sekarang aku sedang mengandung, aku sendiri"
"Syukurlah akhirnya kau bisa mengandung juga ya, aku baik tentu, kau bisa melihat dari keadaan ku, aku sangat baik sekali "
"Oh iya bukan suami sih aku sudah bercerai dengan suamiku. Pacarku ada di sini makanya ke sini bersama anakku untuk makan. Ya sekedar melepas kerinduan saja karena dia begitu sibuk dengan pekerjaannya dan juga dengan yang di rumah"
"Begitu ya ku kira kau menemui suamimu yang bekerja di sini. Ya sudah aku permisi dulu akan menemui suamiku"
"Yah silahkan silahkan "
Jo langsung masuk kedalam lift dan langsung tertutup " Dasar perempuan bodoh yang aku maksud itu adalah suamimu, dia telah selingkuh darimu. Ternyata dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah sama saja seperti itu, tak ada ubah ubahnya lebih cantik aku dan segalanya dari pada dirimu,"
**
Jovanka langsung membuka pintu "ada apa lagi kau kembali lagi kesini, apa ada barang yang ketinggalan "
"Memangnya siapa yang datang ke sini dan barang apa yang ketinggalan"
Riyan mendongakan kepalanya dan itu adalah istrinya, dirinya kita itu adalah Lisa yang akan membawa barang yang tertinggal.
"Sayang kau kesini " sambil menghampiri Jo dan membawa barang barang yang Jo bawa
"Iya aku ke sini memangnya kenapa, sebelum aku ke sini memangnya siapa yang datang sampai-sampai kau bertanya barang apa yang ketinggalan"
__ADS_1
"Tidak tadi asistenku membawa berkas kukira dia yang datang kemari makanya aku bertanya seperti itu"
"Memangnya asistenmu yang datang kemari dia tidak pernah mengetuk pintu ruangan bosnya. Apakah tidak sesopan itu karyawan baru mu yang seorang perempuan itu"
"Ya bukan begitu aku tidak mengharuskan karyawanku selalu mengetuk pintu"
"Begitu ya hadi kalau masuk ke ruanganmu itu bebas sekali ya, mau kita ketuk pintu atau tidak itu tidak apa-apa, aku kira hanya aku saja yang boleh bebas masuk sana sini tanpa mengetuk pintu ruangan mu "
"Ayolah sayang kau jangan marah-marah terus apa yang kau bawa kau membawakan aku apa"
"Tadinya aku ingin makan sama-sama, sama kamu tapi sepertinya udah ada orang yang makan sama kamu ya, sampai-sampai bekas makannya belepotan dimeja dan piring-piringnya pun belum diberesin"
Riyan langsung melihat kearah meja dan kembali menatap pada Jo " Aku tadi makan sendiri sayang aku tidak tahu kalau kau akan ke sini. Kenapa kau tidak menghubungiku dulu kalau aku tahu aku pasti tidak akan makan tapi tidak apa-apa aku akan menemanimu makan aku akan makan lagi"
"Oh ya makan sendiri dengan piring 3 gelas 3. Apakah kau makan sendiri kau bisa menghabiskan ini semua sendiri, rasanya sepertinya Lisa kemari ingin bertemu denganmu kaukah pacarnya? "
"Apa maksudmu aku sama sekali tidak tahu Lisa ada di sini, kamu ini berbicara apa sih Jovanka. Aku sama sekali tidak selingkuh darimu"
"Memangnya aku mengatakan kalau kau selingkuh tidak akan" Jo merebut kembali makanan yang tadi dibawakan oleh Riyan
"Aku pun akan menghabiskan makanan ini sendiri, kau saja bisa menghabiskan 3 piring sekaligus aku kenapa tidak bisa"
Jovankan langsung membuka pintu dan pergi dari ruangan suaminya, Riyan langsung mengikuti istrinya dan memegang tangannya namun Jovanka terus saja melepaskanya " jangan kau berani memegang tangan ku tidak sudi dipegang oleh laki-laki yang sudah memegang perempuan lain"
"Aku sama sekali tidak selingkuh kenapa kau berbicara seperti itu. Aku tidak selingkuh Jovanka aku sama sekali tidak selingkuh "
"Begitu ya buktikan saja "
Jo langsung masuk kedalam lift dengan hati yang hancur, entahlah hatinya tiba tiba mengatakan kalau Riyan memang selingkuh dengan Lisa, dilihat dari gelagat Lisa saja sudah terlihat kalau Riyan dan Lisa selingkuh.
Siapa pacar Lisa kalau bukan suaminya, disini tak ada laki laki lajang setaunya, dirinya tau semua karyawan disini, lihat saja ada 3 piring dan 3 gelas, pas sekali Lisa, Riyan dan juga anaknya Lisakan.
Meskipun dirinya belum ada bukti namun dirinya sangat yakin"Lebih baik aku tanyakan saja pada Hamzah, lebih baik aku berbicara padanya "
Jovankan menelfon Hamzah dan langsung diangkat "Ya nona "
"Bisakah sekarang saja kau berikan bukti-bukti itu padaku aku yakin kau sudah memiliki bukti yang cukup banyak mungkin 80% kau sudah mengumpulkannya, dan kau juga pasti sudah tahu siapa perempuan yang sedang dekat dengan suamiku"
"Baiklah jika Nona ingin sekarang aku akan memberikan semuanya ya mungkin 80% ada dan aku sudah tahu semua kebenarannya, namun aku tidak bisa memberitahu sekarang suamimu selingkuh atau tidak jadi kita akan bertemu di mana Nona"
"Aku akan ke rumah Zeline sekarang kita akan ketemu di sana, kita bicarakan semuanya di sana. Aku ingin tahu hasilnya apakah suamiku memang benar-benar selingkuh atau hanya firasatku saja atau aku saja yang mengada-ngada"
"Baik nona saya akan menunggu"
Jo segera masuk kedalam mobilnya, namun saat mobilnya akan jalan suaminya ada didepannya " keluar dulu sayang kita bicarakan baik-baik, kita bicarakan semuanya baik-baik jangan seperti ini kita bicarakan dulu semuanya, jika terjadi apa-apa denganmu bagaimana kau menyetir sendiri kita bicarakan dulu ya kau turun sekarang"
__ADS_1
Tin tinn Jo sama sekali tak mendengarkan ucapan suaminya, dia terus saja mengklason, namun suaminya masih saja diam, dengan kesal Jo langsung melajukan mobilnya, dan menyingkir juga kan "aku tau kau tak akan mau mati demi diriku "