
Zeline dan Liam hari ini sudah ada butik yang sudah dipesankan oleh orang tua mereka.
Serta sudah disiapkan juga pakaian untuk pager ayu serta pager bagusnya.
Zeline segera mencoba kebaya putihnya, dia akan melaksanakan adat sunda yang memang dia damba-dambakan dari dahulu dan alhamdullilah sekarang terlaksana Liam menyetujuinya.
Bajunga sangat pas sekali ditubuhnya segera Zeline keluar dan menghampiri Liam, Liam melongo melihat calon istrinya itu memakai pakaian yang sangat pas ditubunya dan itu dimata Liam sangat seksi sekali semua lekuk tubuh calon istrinya diperlihatkan.
"Kakak gimana bagus ga, kok malah gitu sih liatin akunya " Zeline sangat kesal tak ada komentar sama sekali malah bengong seperti itu.
Perlahan Liam bangkit dari duduknya dan menghampiri calon istrinya lantas membalikan tubuh Zeline dan memeluknya dari belakang, Zeline yang diperlakukan seperti itu hanya diam dan menikmati pelukan dari calon suami itu.
"Lihat sayang tubuh kau sangat cantik memakai pakaian ini dan aku tak suka melihat lekuk tubuhmu diperlihatkan kepada orang lain " ucap Liam sambil menatap lekat mata Zeline di kaca yang mengadap pada mereka serta berbicara tepat di telingga Zeline serta tangan yang memeluk Zeline tadi tiba-tiba mengusap tangan Zeline dari lehernya perlahan turun ketangannya dengan perlahan sambil membelainya.
Zeline sangat geli diusap seperti itu sampai-sampai tadi bulu kuduknya merinding. Diambilnya tangan calon suaminya itu dan dipindahkan keatas perutnya untuk memeluknya lagi, dengan senang hati Liam melakukannya.
"Kak tapi ini tertutup lihat bagus kan, aku suka ini " ucap Zeline dengan sedikit gugup karena mata calon suami itu terus saja menatapnya lekat melalui kaca depan mereka.
"Baiklah sayang, hanya untuk pernikahan kita saja " ucap Liam sambil memegang pipi Zeline lalu membalikan wajah Zeline agar bertatapan dengannya dan lantas dilumatnya bibir itu sebentar lalu dilepaskannya.
"Kakak udah ah, sana kakak ganti baju dan coba jasnya, aku akan mencoba pakain yang lainnya untuk baju ganti nantinya" Zeline setelah mengatakan itu segera pergi takut nanti calon suami itu melakukan hal yang lebih lagi dari tadi kan malu sampai ada yang lihat.
Liam hanya terkekeh melihat tingkah calon istrinya itu yang malu-malu, segera Liam pergi menuruti kemauan sang calon istri untuk mencoba jasnya itu.
Untuk pager ayu dan pager bagusnya tak ikut mencoba bajunya karena mereka kan ada yang sedang bekerja dan sekolah jadi tak apa, disesuaikan saja dengan ukuran yang mereka minta, sedangakan kedua orang tua mereka sudah jauh-jauh hari mencobanya.
Jadi tingga pengantinnya saja yang pergi mencoba pakainnya.
Selesai juga mencoba semua pakainnya sungguh Zeline lelah copot pasang copot pasang pakaiannya, Namun tak apa itu kan untuk hari pernikahannya.
Dan sekarang Zeline sangat lapar perutnya belum di isi kembali "Kakak aku lapar ayo makan aku ingin makan ramen" minta Zeline sambil menunjuk kearah depan.
"Ayo tapi pedasnya sedikit "
__ADS_1
"Ahhh gamau kakak, ga enak kalau ga pedes " renggek Zeline.
"Yaudah makan yang lain saja "
"Hemmm yaudah deh ayo " sambil menarik Liam dan membawanya lari agar cepat sampai saja.
"Sayang kenapa harus berlari " ucap Liam saat sudah sampai ditempat ramenya dan sudah mendapatkan tempat duduk.
"Hehehe engga kenapa napa kok cuman pengen cepet sampai aja aku udah ga sabar kakak "
"Kamu ini ya ada-ada saja yasudah cepat pesan "
"Baiklah kakak sayang "
Zeline lalu memanggil pelayannya, saat Zeline sedang mencatat semua menu yang dia mau serta kak Liam, pelayannya masih menunggu tak bergeming kemana-mana.
Zeline memanggilnya namun tak menyaut-nyaut untuk memberikan kertasnya yang sudah tadi Zeline tulis apa saja yang akan dipesan, pelayan itu malah berdiri diam memperhatikan kak Liam yang sedang fokus memainkan handphone.
"Eh iya mba, sabar ya " tak kalah ketusnya pelayan itu menjawabnya.
"Udah sabar kali dari tadi, mbanya aja yang terlalu fokus liatin suami orang, untung aja tu mata ga copotkan, kalau nanti copot jadi hantu lagi " Zeline malah makin sewot menghadapi mba-mba itu.
Dengan kesalnya pelayan itu pergi sambil membawa kertas pesanan Zeline.
"Sayang apa tadi katamu coba ulang lagi " ucap Liam dia tadi benarkan mendengar Zeline mengatakannya suaminya dia harus menanyakannya sekali lagi apa benar seperti itu.
"Kata-kata yang mana kak" Zeline binggung kata-kata yang mana coba
"Tadi kata-kata yang kamu lontarkan ke pelayan itu loh, katanya kakak suami kamu"
"Iya emang kenapa, ngaboleh gitu aku bilang kaya gitu, habisnya tu perempuan liatin kakak terus, emang kakak ga denger tadi aku marah-marah gitu sama dia"
"Iya kakak denger sayang, biarin aja dia kan cuman liatin kakak aja "
__ADS_1
"Ya tetep aja ga boleh kakak, kesel ih sama kakak, sama aja sama pelayan itu " marah Zeline
Segera Liam menghampiri calon istrinya itu dan duduk disambingnya sambil menoel-noel dagunya sangat gemas melihat Zeline yang sedang ngambek.
"Diem ah kakak, sana tuh samperin pelayan gatel itu "
"Rupa-rupanya ada yang cemburu ni " ucap Liam menggoda Zeline dengan masih menoel-noel dagunya.
"Ih siapa juga yang cemburu "
Liam lantas meluluk Zeline dan mencium pipinya itu bertubi-tubi namun Zeline tak bergeming sama sekali masih saja cemberut.
"Udah dong marahnya sayang, kan kakaknya juga tetep sayang kamu "
"Ga tau ah, harusnya tuh kakak, kalau ada yang liatin kakak sampai segitunya tuh tegur bukannya diem aja "
Setelah beberapa menit pelayan yang tadi datang dan membawa pesanan Zeline serta Liam langsung menghidangkan dihadapan keduanya, dia dari tadi cemberut saja melihat Liam memeluk Zeline sambil menciuminya sesekali. Sungguh dia sangat iri sekali.
"Apa liat-liat coba " marah Zeline.
"Kenapa sih mba sewot amat "
"Makannya kalau punya mata tuh dipakai bener-bener jangan jelalatan " sungguh entah kenapa Zeline sangat kesal Liam dialihat seperti itu oleh perempuan lain.
"Udah sayang, ayo cepat makan aku suapi ya " ucap Liam menenggahi.
Pelaya itu masih saja disana melihat perhatian yang dilakukan oleh Liam. Sungguh tak tau malu.
Liam yang melihat itu sangat jengah sekali, ada apa dengan perempuan itu " kenapa masih disini mba " tanya Liam menganggu saja.
Pelan itu gelagapan dan langsung tersenyum kearah Liam lantas pergi dengan masih senyumnya yang setia melekat di bibirnya itu.
"Tau ah kesel aku, jadi ga mood makan lagi aku mau pulang sekarang juga kakak "kesal Zeline sungguh tak menyenangkan hari ini
__ADS_1