Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
akhirnya mengerti


__ADS_3

"Tuan nyonya maaf didepan ada tamu "


"Siapa bi " tanya Liam


"Katanya pak Chiko sama bu Lala, pengen ketemu sana non Jo, tapi gak ada non Jonya "


"Yaudah bi nanti kita kesana, bibi bikin minum dulu aja ya buat mereka "


"Siap tuan "


"Males aku ketemu sama mereka mas, kamu ajalah "


"Ayo sayang temuin dulu yu, malu yu kamu harus tenang mereka katanya mau minta maaf udah kita kesana aja temuin mereka ya jangan kaya gini sayang "


"Yaudah ayo mas "


Akhirnya Zeline mau dan pergi kesana mengikuti suaminya yang sudah berjalan terlebuh dahulu dengan Lucas.


"Eh Liam sorry ya ganggu waktu libur kalian "


"Iya gak apa apa tenang aja, duduk duduk lagi dong"


Mereka berdua segera duduk disusul oleh Zeline dan duduk disebelah siaminya, dan datang juga bi Sari membawa minuman yang sudah di buatkan tadi.


"Silahkan diminum "


"Makasih bi " ucap Lala.


"Iya sama sama " bi Sari segera pergi lagi meninggalkan tamu tamunya untuk mengobrol dengan tuanya sekali tadi bi Sari mengambil Lucas.


"Jadi ada keperluan apa kalia kemari" tanya Zeline to the point.


"Kita mau minta maaf atas kesalan suami saya yang sudah menghancurkan rumah tangga Jovanka, kami ingin minta maaf " jawab Lala mewakili suaminya.


"Lalu apakah kamu gak akan minta maaf sama sahabat saya"


"Ya saya juga akan minta maaf atas kesalahan saya dan kecerobohan saya "

__ADS_1


"Hemm ceroboh ya, kalau apa apa ya mba diselidiki dulu dengan baik, jangan asal asalan bertindak tapi gak tau siapa yang salah, mba kan udah dewasa harus nya lebih bijak lagi dalam menyikapi semua masalah, gak semua masalah bisa diselesaikan dengan cara mba yang kampungan itu, melemparkan sampah kearah sahabat saya "


"Maafkan saya mba saya emosi, kalau mba ada diposisi saya gimana "


"Tentu saya gak akan lakuin apa yang mba lakukan, saya akan menyelidiku dahulu dengan sangat akurat baru bertindak"


Tiba tiba saja suara tawa Jo dan juga Andre datang membuat ketegangan antara Zeline dan juga Lal berhentinya dan melihat kearah Jo dan juga Andre.


"Eh ada tamu ya " celetuk Andre yang langsung menarik Jo kesana dan ikut duduk. Awalnya Jo tak mau melihat pasangan ini dan duduk satu ruangan namun Zeline menarik tangannya.


"Ada apa kalian kesini belum puad hancurin tangga saya, kenapa gak dibawa sama pelakornya kesini biar kumpul dan kalian membuat ulah kembali "


"Jo tolong dengarkan dulu saya, sungguh saya meminta maaf atas kejadian ini saya sungguh menyesal telag membuat kamu dan Riyan berpisah, saya juga menyesal telah menyakiti istri saya " sekarang Chiko yang berbicara.


"Emang semuanya bisa dengan kamu bicara dengan saya "


"Semua itu rencana saya dan juga Dini asisten saya, saya tertarik dengan kamu Jo. Makannya saya pengen milikin kamu dan Dini juga menyukai suami kamu, jadi kami berdua melakukan perjanjian untuk memisahkan kalian berdua "


"Dengar ya meskipun aku sudah berpisah nantinya dengab suami ku, aku tak akan sudi dengan mu "


"Aku kesini ingin memperbaiki hubunganmu dengan suami mu, aku sungguh minta maaf telah menghancurkan hubungan kalian berdua dan juga hubungan persahabatan kami, maafkan aku sekali lagi "


"Sudahlah kalian pergi, aku sudah tak mau mendengarkan penjelasan kalian berdua dan aku tak mau berhubungan lagi denganmu apalagi dengan istri mu ini "


"Maafkan saya mba maafkan saya "


"Maaf lalu dengan nama baik saya bagaimana, kamu sudah mempermalukan saya didepan banyak orang, apa kamu bisa mengembalikan semua itu mengambalikan nama baik saya, membuat orang orang itu bungkam, orang yang ada dikantor mencela saya mereka percaya dengan omongan kamu, dengan kebohongan yang kamu buat "


"Maafkan saya mba maaf "


"Sudahlah saya gak mau bicara sama orang kaya kalian "


Jo segera bangkit dan akan pergi namun tiba tiba Chiko mengentikannya "Riyan bakal pergi kejepang, dia akan kesana apa kamu gak akan melarangnya "


"Bodo amat, "


Jo yang sudah terlanjur Marah segera pergi meninggalkan mereka semua masuk kedalam kamar disusul dengan Zeline yang khawatir dengan keadaan sahabatnya.

__ADS_1


Zeline segera duduk dan mrmegang tangan Jo, "kamu yakin gak akan temuin kak Yan, kamu yakin Akan lepasin kak Yan gitu aja "


"Aku binggung aku harus percaya atau engga Line, Alyssa harus gimana aku gak bisa lakuin apa apa "


"Apa kamu mau dengerin nasihat aku "


"Tentu apa yang ingin kamu katakan Line "


"Mereka berdua sudah menjelaskannya kalau itu rencana mereka dan bukan salah kak Yan, Kay percaya itu kan"


"Iya mereka udah jelasin tapi aku takut kalau mereka bohong dan disuruh bilang kaya gini sama Yan "


"Tapi aku yakin kak Yan gak akan lakuin itu, mendingan kamu sekarang pergi temuin kak Yan Dan kasih apa yang perlu Dia dapat, kamu jangan takut semua Akan baik baik aja, aku yakin kamu bisa hadapin semuanya, Ini kamu jadikan sebagai ujian pertama rumah tangga kalian "


"Tapi aku masih takut Line aku takut "


"Lawan ketakutan kamu itu. Jangan jadikan trauma itu sebagai alasan kamu tak melayani suami kamu, kamu harus bisa Lawan itu semua, hilangkan semuanya Jo aku yakin kamu bisa aku Akan selali mendukung kamu, kamu tau itu kan "


"Iya Line seharusnya aku jangan egois kayak gini, Seharusnya dari awal aku tuh kasih apa yang perlu Yan dapatkan. mungkin semua ini nggak akan terjadi sama rumah tangga aku mungkin gak akan ada Dini , nggak akan ada penghancur itu kalau aku dari awal kasih apa yang seharusnya aku kasih, ini juga bukan salah Yan aja tapi salah aku juga karena terlalu takut menghadapi semuanya benar katamu aku seharusnya tidak percaya saat Yan melakukan hal itu dengan Dini. Seharusnya aku mendengarkan perkataan Riyan dulu bukannya aku langsung marah dan pergi begitu saja, aku pun di sini salah aku sama masalahnya dengan Yan "


" ya Makanya dari itu Jo kalian berdua Coba bicara berdua, luangkan waktu kalian berdua jangan sibuk bekerja. Aku tahu kak Yan Enggak mungkin hianatin Kamu kayak gini dia sayang banget sama kamu, mana mungkin kan dia dengan sengaja jalan berdama wanita di belakang kamu. Mungkin aja dia ngelakuin ini karena marah sama kamu marah karena kamu nggak bisa kasih apa yang dia perlukan emang nggak semuanya pernikahan harus selalu tentang **** dan **** tapi kenyataannya itu memang kebutuhan seorang laki-laki dan kita sebagai istri harus bisa melayaninya dengan baik"


" Iya Line kamu benar saat menikah aku tak memikirkan itu, Aku kira saat menikah aku dan Yan akan baik-baik saja, ternyata menikah itu nggak seindah apa yang kita tonton di drama-drama ya ternyata kalau kita yang menjalaninya sendiri itu sangat sulit, "


"Makanya benar kata kamu Line kita menikah harus siap semuanya Siap dengan Resiko yang akan kita terima nantinya dan aku bodoh nya nggak memikirkan itu dulu, tapi sekarang aku sadar bahwa aku akan mencoba untuk bisa melawan Rasa trauma aku ini, dan bisa membuat rumah tangga aku baik-baik lagi dan bisa menjauhkan orang ketiga dalam hubungan aku sama Yan, mungkin dulu aku egois bisa ninggalin dia gitu aja karena kita masih pacaran, tapi sekarang udah beda aku sama Yan udah nikah dan aku nggak mungkin kan harus ninggalin dia gitu aja kalau aku kayak gitu aku kayak mempermainkan sebuah hubungan pernikahan yang sakral ini kan Line " Sambungan Jo.


" Iya kamu benar kita nggak boleh mainin pernikahan Ini selagi pernikahan itu bisa diperbaiki Kenapa nggak, aku yakin kalian nggak akan kayak gitu lagi ini tuh cuma salah paham aja, kamu jangan percaya nantinya jika perempuan itu datang lagi pada kalian dan membual apapun itu, kamu jangan dengar dia tapi kamu tanyakan dulu pada suami kamu,


"Kamu jangan ge gabah pergi untuk ninggalin kak Yan. kalau perlu perempuan itu datang lagi ke rumah kamu atau gimana kamu lawan aja tapi bukan lawan dengan fisik Jo, kamu coba bicara sama dia dengan baik-baik jangan ada emosi ataupun Apa mungkin saja dengan kamu santai atau dengan kata-kata saja dia akan mengerti dan menjauhi suami kamu. Lihat apakah sekarang dia dateng sama Chiko sama Lala kesini untuk minta maaf sama kamu nggak kan berarti dia akan terus ngejar suami kamu dan kamu harus mempertahankan Kak yan dan mempertahankan rumah tangga kalian"


" Berjuanglah untuk kalian berdua dan aku yakin kak Yan pula akan berjuang untuk kamu untuk mengusir perempuan itu dari kehidupan kalian berdua, jadi kamu Perlihatkan pada perempuan itu kalau kamu dan kak Yan baik-baik aja nggak ada masalah apapun pasti dia akan malu sendiri dah Jo coba kamu lakuin itu siapa tahu kan gak ada yang tahu" jelaskeun Zeline dengan panjang lebar.


" Iya bener Line Aku bakal tunjukin sama perempuan itu kalau aku sama Yan baik-baik aja tapi gimana sekarang katanya Yan mau pergi ke Jepang terus gimana Line aku bingung aku harus gimana apa aku harus susul Dia ke Jepang"


" Ya udah kamu siap-siap buat pergi ke rumah kamu dulu cek Dia bener nggak sih Kak Yan pergi kamu cek dulu siapa tahu kak Yan masih ada di sana Jo, cepetan siap-siap dong Jo"


Jo dengan cepat bergegas mengganti pakaiannya, lalu berlari begitu saja Andre Liam Ciko dan Lala yang melihatnya Sampai kaget karena Jo tiba-tiba saja berlari begitu saja tanpa mengatakan apa-apa pada mereka. Andre yang khawatir dengan keadaan Jo langsung mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2