Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Dipijat teriak


__ADS_3

Liam pagi-pagi sekali sudah menyiapkan sarapan untuk sang istri, untuk menghilangkan kecurigaan dia padanya semoga saja pagi ini dia tak ingat dengan darah yang menempel di pakaiannya, dan tak membahas apa-apa lagi karena istrinya ini akan selalu mengkorek-korek semuanya sampai dia tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Saat Liam masuk ternyata sang istri sudah bangun dan menatapnya "pagi sayang bagaimana apakah tidurmu sangat nyenyak, aku sudah membuatkanmu sarapan. Ayo sekarang kau makan ya"


Liam segera menyimpan meja kecil di atas tempat tidur dan istrinya langsung duduk, mencium aroma wangi makanan yang dibuat suaminya ,ya meskipun hanya sandwich dan susu saja tapi itu sangat membuat dirinya senang.


Suaminya sudah kembali seperti dulu dan tak sibuk, tapi kan sibuk juga untuk memberikannya kejutan padannya, bukan karena sibuk dengan perempuan lain.


"Wahh makasih mas, aku makan ya "


"Iya sayang makan yang banyak," Zeline mengigit sandwich itu "bagaimana sayang rasanya, apakah enak, " Liam menampilkan wajah takutnya.


"Em aku suka enak sekali mas, kau hebat telah membuatnya, ayo kau juga sarapan mas, jangan diam saja dan menatap ku makan sendirian mas, ayo cepat, buka mulutmu "


Liam menurut dia membuka mulutnya dan sang istri menyuapinya, "Enak kan mas "


"Iya enak sekali, ternyata hebat ya aku, nanti aku akan membuatkannya setiap hari untuk mu "


"Yey beneran ya mas "


"Iya sayang beneran "


"Oh ya mas aku masih penasaran loh tentang darah yang menciprat sama pakaian kamu itu. masa sih Tora bisa seceroboh itu sampai terluka"


"Dia lagi banyak pikiran sayang makannya kayak gitu, dia sama istrinya selalu bertengkar dan Tora selalu saja kepikirkan bagaimana agar sang istri menjadi baik padanya dan tak mengajaknya bertengkar terus-menerus begitu, makannya Tora menjadi tidak fokus dan jadilah dia terluka, aku pun kasian dengan dia"


"Begitu ya mas, kasian sekali dia kenapa Tora tak membawa istrinya serta ibunya pindah kemari saja, disini kan akan banyak orang dan akan lebih menyenangkan ya kan, pasti istrinya bisa lebih menerima Tora lagi "


"Akan susah seperti itu sayang, sudahlah biarkan Tora disana, ayo cepat kau habiskan makan mu, nanti kita jalan jalan keluar ya,"


"Baiklah mas "


Liam mengusap ngusap dadannya, aman aman tak akan ada masalah lagi, semuanya aman terkendali.


***


Syifa yang sudah beres memandikan Nabil segera membawanya keluar seperti biasa dia menjemur anaknya agar hangat, "hallo anak bunda gimana anget gak, habis mandi enak kan disini "


"Kapan kamu gedenya sayang bunda udah gemes deh pengen bicara terus menerus saja kamu, kalau kamu udah bisa bicarakan enak bunda gak ngobrol sendiri kaya gini lagi "


Saat Syifa mendongakan kepalanya ada seorang laki laki yang terus menatapnya siapa itu, tiba tiba saja orang itu melemparkan batu dengan refleks Syifa membalikan badannya dan melindungi anaknya.


"Akhhh tolong " teriak Syifa.


Andre yang ada didalam rumah segera berlari dan menghampiri sang istri yang berteriak tadi "sayang ada apa, kenapa dengan mu ada apa "


"Paman tadi ada seseorang memakai baju hitam lalu melemparkan batu padaku dan juga Nabil "


"Ayo masuk kedalam rumah sekarang sayang "


Andre menutup jendela dan juga pintunya lalu membawa sang istri duduk dirung tamu "apa ada yang kena sayang "


"Hanya punggung ku saja, Nabil yak kena sama sekali aku melindunginya "


Andre segera mengecek punggung istrinya, disana ada lebam berarti lemparannya sangat kuat sampai istrinya seperti ini.


"Biar aku obati ya sayang, kau simpan Nabil disini "


Syifa mengangguk menyimpan sang anak didalam ayunannya dan untungnya Nabil tak menangis dia malah tertidur dengan nyenyak.


Andre sudah kembali lagi membawa air hangat dan juga handuk kering, Andre sedikir membuka pakain Syifa dan mengompresnnya "apakah sakit "


"Hanya sedikit paman, sebenarnya mereka itu siapa, apa mau mereka kenapa dia ingin menyakiti anak ku paman "


"Apakah ini ulah dari Milla, dia kan sangat nekat aku sudah beberapa kali menolaknya, "


"Masa sih dia biasa melakukan itu mas "


"Kita gak pernah tahu niat seseorang untuk menyakiti kita, aku akan menemuinya dan berbicara dengan dia, agar dia tidak seperti itu lagi dan dia sangat membencimu kan pasti dia bisa melakukan apa saja untuk bisa melukaimu. Jadi kau tenang saja aku akan berbicara padanya"


"Tapi Paman Ingat jangan melakukan kekerasan dia seorang perempuan, kau harus ingat itu, dan kau harus tanya baik-baik jangan sampai langsung menuduhnya kita juga tidak pernah tahu kan bagaimana kalau bukan dia yang telah menyakitiku bisa saja orang lain"


"Kalau bukan dia siapa lagi Syifa, tak ada orang lain yang membencimu selain perempuan itu, aku harus berbicara dengannya kau tenang saja aku akan menemuinya di rumahnya jadi akan ada suaminya yang mendengarkan langsung tentang kebusukan istrinya itu"


"Baiklah Paman apakah aku boleh ikut ke sana dan bertanya langsung padanya"


"Tidak usah sayang, yang ada dia akan semakin marah saat melihatmu lebih baik kau di sini bersama bi Nia dan juga Nabil, jaga dia baik-baik ya jangan sampai ada yang menyakiti Nabil, saat aku pergi kunci semua pintu dan jendela tak boleh ada yang terbuka satupun, takutnya aku akan lama, selalu ingat itu kunci semua pintu tak boleh ada yang terbuka satupun"


"Iya paman aku mengerti. Aku akan melakukan apa yang Paman perintahkan, Paman juga hati-hati ya di sana pokoknya Paman jangan emosi terlebih dahulu, Aku tidak mau Paman tiba-tiba saja menuduh orang lain ,kita harus mempunyai bukti dulu jika ingin menuduhnya ,sedangkan sekarang kita tak mempunyai satupun bukti ,jadi Paman harus bertanya dengannya baik-baik kalau dia sudah tidak mengaku ya sudah Paman pulang saja, jangan membuat dia merasa dituduh dan malah nanti suaminya yang akan marah pada paman"

__ADS_1


"Iya sayang aku tak akan memojokannya terus-menerus aku hanya ingin bertanya padanya dan ingin berbicara dengan suaminya, untuk menjaga istrinya agar tak mengejar-ngejar ku terus-menerus, aku lelah jika harus terus menerus berhadapan dengan dia apakah tak malu dia mengejarku laki-laki yang sudah beristri dan dia juga sudah bersuami"


"Ya sudah kau bicarakan semuanya dengan mereka, mungkin saja suaminya tidak tahu kalau Mila di belakangnya selalu berbuat begitu , kau hati-hati ya aku takut tiba-tiba kau diserang di jalan paman"


"Iya aku akan selalu berhati hati sayang, aku pergi " Andre mencium kening istrinya dan langsung pergi meninggalkan rumah, setelah itu Syifa langsung mengunci pintu dan juga jendela, lalu duduk melamun memikirkan siapa orang itu.


**


"Gimana sayang segerkan jalan jalan kaya gini "


"Iya mas, seger anget "


"Iya biar kamu cepet sembuh kalau kenapa matahari "


"Lucas mana mas, aku belum lihat dia dimana dia, apakah dia sudah bangun "


"Udah sayang dia lagi dimandiin sama bi Sari waktu aku tenggok "


"Ih iya mas, mas lihat deh mangga yang aku tanam udah kuning kuning tuh udah mateng, mas manjat ya buat ambil mangganya "


"Tapi syaang itu tinggi banget, aku takut jatuh dan pasti banyak semutnya"


"Tapi mas aku mau, mau itu dan gak mau beli, apa kamu tega biarin aku gitu aja liatin mangga itu, yaudah aku yang manjat deh mas pasti bisa "


"Eh eh jangan sayang, jangan aku yang manjat kamu diem disini ya , aku akan ambilkan untuk kamu "


"Makasih mas "


Liam segera memanjat pohon itu, sangat sulit sekali tapi mau bagaimana lagi dia harus melakukan ini, dirinya harus memanjat dan memgambil buah yang istrinya mau.


Dan akhirnya Liam sudah ada diatas pohon itu, mendongak keatas banyak sekali mangga yang matang, Liam memetiknya satu persatu dan menyimpanya didalam saku celananya "apakah segini udah cukup sayang "


"Udah mas segitu aja cukup "


"Aku turun ya sayang "


"Iya hati hati mas "


Liam segera turun namun saat menginjak dahan yang paling kanan kakinya malah dikerubungi oleh semuat dan dengan refleks Liam melepaskan peganggan tangannya dan membuat dirinya jatuh kebawah.


"Mass " teriak Zeline dengan histeris sambil mendorong kursi rodannya kearah suaminya, Hamzah yang mendengae teriakan nyonyannya langsung berlari dan melihat tuannya yang sudah ada ditanah sambil memegang bokongnya.


"Hamzah tolong suami saya dia terjatuh, bawa dia ke dalam rumah, sepertinya pinggangnya sangat sakit. Ayo tolong dia Hamzah"


"Baik Nyonya "


Namun Liam langsung menolaknnya" aku baik baik saja kau tolong dorongkan saja kursi roda istriku ya "


"Baik tuan "


Hamzah berubah haluan dan mendorong kursi roda nyonyannya, sedangkan Liam dia berjalan sedikit bongkok, setelah ada diruang tamu Liam langsung membaringkan badannya telungkup.


Zeline langsung mengusap pinggang suaminya "maafkan aku mas malah menjadi seperti ini "


"Tidak sayang ini bukan salahmu aku yang ceroboh karena tidak berpegangan tadi aku baik-baik saja"


"Yasudah Hamzah tolong carikan tukang pijat "


"Tidak jangan Hamzah " tolak Liam


"Hamzah ayo cepat pergi dan cari tukang pijat aku tak mau tau kau harus mencarinya, ayo cepat pergi cari ya Hamzah jangan dengarkan suamiku, "


"Baik nyonya aku akan pergi "


"Jangan Hamzah atau ku potong gajihmu " Hamzah langsung berhenti dan mundur.


"Jangan dengarkan Hamzah aku yang akan mengajihmu, jadi kau pergi sekarang dan bawa tukang pijat kerumah ini ya "


"Siap nona laksanakan "


"Hamzaahhhh "


"Sudah mas jangan teriak-teriak, ini juga demi kebaikan kamu agar kamu tidak sakit lagi pinggangnya, lihat masa mau seperti ini terus-menerus kamu emang nyaman kayak gini, gak kan aku gak mau kamu kesakitan makanya aku Panggil tukang pijat"


"Tapi aku gak mau dipijat sayang, aku baik-baik saja beberapa hari pun akan kembali seperti biasa lagi l, aku tidak mau pasti rasanya akan sakit sekali aku tidak mau"


"Kau kan belum mencobanya jadi tenang dan rileks ya jangan tegang nanti saat kau dipijat, kalau tak di pijat takutnya ada tulang yang bergeser .Apakah kau mau masih muda tapi bungkuk tidak mau kan"


"Tidak aku tidak mau syaang "

__ADS_1


"Yaudah kamu yang tenang ya, jangan banyak bergerak. "


Lucas yang baru turun langsung berlari kearah mamihnya dan juga papaihnya "kenapa papih belbaling sepelti ini, apa papih lelah "


"Eh jagoan papih, papih baik baik saja hanya tadi terjatuh sedikit "


"Apakah sakit papih "


"Tidak tak ada rasannya sayang, wah anak papih sudah wanggi "


"Iya dong "


Lucas langsung berlari kearah mamihnya dan ingin duduk bersama mamihnya, Zeline langsung memangkunya, dan mencium anaknya dengan gemas.


Tak lamu kemudian Hamzah datang bersama tukang pijat "permisi tuan nyonya, mana yang mau di pijat, yang mana "


"Ini pak suami saya dia tadi terjatuh dari pohon mangga "


"Aduhh kenapa bisa, baik lah saya akan memjitaknya tuan jangan tegang ya, lemaskan badannya jangan berteriak nantinya tuan "


Liam hanya mengangguk dan merilekskan badannya, baru juga dipegang Liam sudah berteriak "akhhh "


"Belum dipijat pak, saya baru memegangnya "


"Refleks pak refleks "


Hamzah mencoba menahan tawannya, bosnya yang terkenal garang, bisa takut karena di pijat ada ada saja dengan bosnya ini, Hamzah segera keluar dan tak kuasa melihat tuannya yang dipijat dan ketakutan, seolah psikopat takut dipijat ada ada saja tuannya ini.


Tukang pijat itu langsung memijat Liam, selama itu juga Liam berteriak histeris tak karuan sampai sampai Lucas menangis karena kasian dengan papihnya, Bi Sari langsung membawa Lucas kekamarnya .


"Sudah tuan dipijatnya, jangan berteriak lagi, ayo coba duduk "


Liam mengangguk dan melakukannya duduk berhadapan dengan sang istri "bagaimana tuan apakah masih sakit "


"Wah wah sudah aku tak sakit lagi, " Liam berdiri dan meloncat loncat lalu menatap istrinya dan mengecup keningnya.


"Ini aku memeberikan uang tips padamu, dan ini bayarannya untuk mu "


"Tuan ini terlalu banyak "


"Tidak masalah ambilah, aku menberikannya untuk mu, kau hebat aku suka kerja mu "


"Baik terimasih tuan nyonya saya pulang dulu ya, terimasih atas tips nya tuan "


"Ya sama sama "


Setelah orang itu pergi Liam langsung memeluk istrinya "lihat aku sayang, aku hebatkan aku hebat "


"Hem tadi teriak terik sampai Lucas takut loh mas dia nangis "


"Sekarang dia dimana sayang, dimana Lucas "


"Dia ada dikamar sama bi Sari, coba kau liat dia disana kasian dia, "


"Sebentar ya sayang "


Liam langsung berlari kelantai atas dan melihat anaknya yang sedang dipangku oleh bi Sari sambil menangis.


"Papih apa tidak apa apa "


Liam langsung mengambil alih dan membawa anaknya kebawah "tidak sayang papih baik baik saja, kamu jangan menangis lagi ya "


"Tapi kenapa papih belteliak sampai Lucas kaget dan kasian dengan papih "


"Papih hanya pura pura sayang, lebih baik kita memotong mangga untuk mamih ya, katanya mamih tadi mau mangga "


"Yaudah ayo pih, kasian mamih "


Mereka berdua segera kearah dapur dan Liam segera mendudukan anaknya di kursi meja makan dan dirinya membasuh dulu mangga tadi dan memotong motongnya dengan kecil kecil.


"Sudah siap, ayo berikan pada mamih "


"Siap pihhh "


Lucas membawa piring berisi buah mangga dan memberikannya pada mamihnya "mamih ayo makan mangga yang mamih mau "


"Wah terimasih sayanh "


"Bial Lucas suapi "

__ADS_1


Zeline menundukan kepalanya dan memakan mangga yang diberikan sang anak, dari kejauhan Liam hanya tersenyum saja.


__ADS_2