
Sekarang Andre dan juga Liam sudah ada dipemakaman, itu info dari Tora dan Tora juga sudah ada sipemakaman menjaga Syifa.
Andre segera turun di ikuti Liam, namun Liam segera menajak Tora pulang, karena dirinya tak mau menganggu Andre dan Syifa.
Andre segera duduk disamping Syifa, Syifa yang sadar segera mengalihkan pandangannya "kenapa paman ada sini "
"Untuk menjemput istri kecil paman, kenapa kau ada disini, kenapa kau tak berbicara pada paman kalau kau mau kesini"
"Aku takut paman melarangku dan tak membiarkan ku untuk menemui Nabil "
"Sejak kapan aku akan melarangmu untuk pergi kesini, aku tak akan melarangmu, asal kau tau waktu Syifa, aku tak akan marah atau pun melarangmu, sekarang mari pulang jangan terus menerus disini apakah kau tak kasian dengan anak mu ini "
Syifa meneteskan air matanya, lalu mengangguk. Andre segera menuntun Syifa pergi dari sini. Untuk pulang kerumah.
Saat didalam mobil Andre membuka kantong yang berisi makana dan juga minumnya.
"Sekarang kau makan ya, paman tau kau belum makan "
"Tapi aku tidak ingin makan "
"Harus Syifa, lihat paman membelikan makanan kesukaan mu, apakah kau bisa menolaknya "
Andre segera membukannnya dan memberikan Syifa minum terlebih dahulu, lalu menyuapkan suapan pertamanya pada sang istri awalnya Syifa ragu, tapi karena Andre terus saja mengasongkannya akhirnya Syifa melahapnya.
"Dalam keadaan apapun kau harus makan Syifa, karena didalam perutmu ini bukan hanya dirimu saja yang hidup namun ada yang lain, kau jangan hanya memikirkan tentang dirimu saja, tapi fikirkan tentang apa yang ada didalam perut mu "
Syifa hanya mengangguk tak bisa menjawab apa apa, karena mulutnya masih penuh.
**
Zeline masih setia menunggu suaminya pulang, saat mendengar deru mobil Zeline segera keluar dari dalam rumah dan langsung memeluk suaminya yang baru keluar dari dalam mobil.
"Sayang kau mengagetkan ku saja "
Zeline segera menyalimi tangan suaminya dan Liam mencium kening istrinya.
"Bagaimana mas, apakah tak ada masalah dikantor, dan Syifa apakah dia sudah ketemu " tanya Zeline sambil berjalan kedalam rumah.
"Alhamdullilah dalam pekerjaan tak ada masalah sayang, sudah ketemu dia ada dipemakaman dia sedang duduk dimakamnya Nabil "
"Ya allah Syifa masih belum menerima semuanya ya mas, aku jadi kasian sama kak Andre, kenapa dia bisa sesabar itu dan mau mengambil keputusan ini dengan cepat "
__ADS_1
"Ya begitulah, kalau Andre sudah mencintai seseorang dia pasti akan mengejarnya dan mempertahankannya. Dia akan sulit melepaskan perempuan itu. Mau keadaan perempuannya seperti apapun itu, Andre akan menerima dengan sepenuh hati dia adalah salah satu laki-laki yang sabar dan ya dia mau menerima semua keadaan perempuan yang dia cintai"
"Iya benar juga ya ke Andre sama Syifa nanti kedepannya bakal bahagia"
" Iya sayang, Lucas di mana biasanya kan sama kamu "
"Lagi tidur mas, kamu lihat deh ke tempat tidur dia ada di sana lagi tidur baru aja dia tidur, mas aku udah siapin air hangat buat kamu mandi gih cepat mandi"
"Iya sayang tapi temenin"
"Aku udah mandi mas, dan nanti kalau Lucas bangun gimana"
"Gak akan sayang, aku jamin Lucas nggak akan bangun kok"
Tanpa mendengarkan jawaban terlebih dahulu dari sang istri, Liam langsung membawa istrinya ke dalam kamar mandi tanpa menutup pintu kamar mandinya.
Setelah mereka selesai membuka pakaian mereka langsung masuk ke dalam Beathub, Liam memeluk istrinya dengan erat.
"Sayang ayo buat dede bayi lagi yu "
"Nanti Lucas bangun mas "
Saat mereka akan memulainya tiba tiba datang sang anak sambil mengucek ngucek kedua bola batanya.
"Mih, mih "
Zeline segera mendorong suaminya "tuhkan apa kataku mas "
Lucas segera mendekat dan memaikan air yang ada di beathub.
"Tenang sayang, Lucas kemari lah kita mandi bersama "
Lucas dengan menurut segera menghampiri Liam dan Liam membuka seluruh pakaian anaknya lalu memangkunya dan memberiaknnya pada ibunya.
"Yey kita mandi bersama " sorak Liam dengan senang.
Zeline memukul tangan suaminya dengan kesal, kasian kan anaknya jadi mandi dua kali, padahal tadi sudah mandi.
**
"Mamih ngapain ada dirumah " tanya Jo yang kaget mamihnya ada didalam rumahnya.
__ADS_1
"Ya mamihkan udah bilang mamih akan kesini dan memantau kamu serta Riyan "
"Mih tapi gak gitu juga kali "
"Mana Riyan "
"Tuh lagi markirin mobil "
"Mamih " kaget Riyan sambil menyalimi mertuanya.
"Sini kalian berdua duduk ya, "
"Ada apa sih mih, Jo cape "
"Diem dulu dong Jo, mamih akan disini selama Jo belum hamil, mamih akan mengurus kalian berdua dan akan mengurus makanan kalian "
"Mih itu gak perlu, Jo bisa kok sendiri, Jo sama Riyan cuman belum dikasih aja, nanti kalau udah waktunya juga pasti akan dikasih kan "
"Iya tapi mamih gak bisa nunggu lama, mamih pengen cucu Jo, yang lain udah pada punya cucu, mamih itu udah tua jadi kamu jangan gitu dong harus cepet cepet kasih mamih Cucu "
"Iya mamih sabar dong, emang bikin anak pake adonan, Jo sama Riyan lagi berusaha kok, jadi tenang aja mih, Jo dan juga Riyan akan kasih mamih cucu. ya kan baby "
"Eh iya mih, kita berdua lagi berjuang kok, kita akan kasih cucu terbaik buat mamih tapi sabar ya "
"Sampai kapan mamih sabar Yan, dan ya rumah kalian mulai besok pindah,, jangan disini lagi ini terlalu sempit dan sumpek "
"Mih gak bisa gitu dong, Jo sama Riyan udah nyaman tinggal disini gak mau pindah kemana mana, lagian cape kan harus beres beres lagi mih ngerti dong " tolak Jo.
"Yaa Mamih tahu kalian berdua nyaman tinggal di sini tapi kalau ada tamu, kayak mamih gini main ke rumah kalian mau tidur di mana. masa mamih mau tidur di ruang tamu gitu atau sama bi Neneng nggak mungkin dong sekarang mamih harus pulang nih ke hotel kamu ini beli rumah kecil banget sih"
"Yaa buat apa mih Jo sama Riyan beli rumah gede, toh cuman kita berdua yang tinggalin dan bi Neneng bertiga. Nanti kalau udah punya anak baru Jo sama Riyan bakal pindah rumah dan beli rumah yang lebih besar"
"Gak bisa, besok barang-barang harus sudah siap nanti anak buah Mamih ke sini, buat jemput semua barang ini. Mamih9 sekarang pulang ke hotel nggak ada bantahan sedikitpun"
Mamih Jo segera pergi meninggalkan anaknya, Jo yang pusing memijat kepalanya.
"Sayang kamu yang sabar, sekarang ikutin aja mau mamih kamu dari pada nanti kamu malah berantem sama dia. Aku nggak mau kamu sama mamih kamu ada masalah ya"
"Aku pusing baby "
Jo segera pergi dari ruang tamu dan pergi kekamarnya.
__ADS_1