Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Terlambat


__ADS_3

Pagi pun tiba Liam dan Andre masih tertidur dengan mereka berdua memeluk ibunya Liam sungguh pagi yang sangat hangat. Bahkan ibuny Liam juga tidak merasa terganggu sama sekali .


Sedangkan Zeline terus saja menelfon kekasihnya itu namun tak ada satupun telfon yang diangkat,kemana coba kak Liam ini sudah sangat siang namun tak ada datang kerumah Zeline.


Biarlah dia pergi sendiri saja pasti telat, tapi tak apa dari pada tidak berangkat sama sekali kan.


Zeline cepat-cepat memesan gojeg dan sialnya sudah 2 kali dibatalkan terus, Zeline mencoba memesannya kembali dan berhasil tinggal menunggu saja.


Sekarang Zeline sedang diperjalanan ke kampusnya dijalan sangat macet padahal dia sudah naik motor namun tetap saja terjebak macet.


Dari tadi Jo menelfonya namun Zeline tak menganggatnya dia bukannya tak ingin mengangkatnya namun takut ada jambet nantinya. Jadi mending di diamkan saja dulu.


"Pak emang ga ada jalan pintas ya " tanya Zeline dengan tidak sabaran


"Tidak ada neng, memang kalau menjelang siang suka macet begini neng "


Zeline pun menghembuskan nafasnya dengan kasar sungguh hari yang sial, untuk pertama kalinya Zeline telat pergi ke kampus.


****


Akhirnya sampai juga dikampus Zeline pun membayar dan berterimakasih kepada pak gojeg, sepanjang lorong Zeline terus saja berlari dengan sekuat tenaga namun saat sampai di depan kelasnya, pelajaran sudah dimulai.


Perlahan Zeline mengetuk pintunya "Maaf pak saya telat "


Dosen itu pun mengalihkan pandangannya pada Zeline dan mendekatinya "kamu tau ini jam berapa, kamu sudah telat hampir setengah jam pelajaran saya, jadi kamu tak bisa ikut pelajaran saya dan untuk nilai kamu nanti datang keruangan saya untuk ambil tugas mu " ucap gurunya dengan tegas.


Zeline pun sangat lesu sekali, hari ini dalam sejarah hidupnya dia tak bisa masuk kelas, sekang harus kemana, peluh sudah bercucuran dari pelipisnya itu.


Daripada binggung mending pergi ke kantin saja lah, makan dan beli minuman yang dingin -dingin.


Setelah sampai di kanti Zeline pun menghampiri penjual jus yang merangkap pula menjadi penjual baso.


"Mang, Zeline pesen jus alpukat ya dan baso sekalian yang pedas dicampur pake sayut tauge ya" dengan nada yang lesu.


"Siap neng, kenapa neng mukanya kaya yang ga semangat aja ath, sok ath duduk dulu neng geulis " tanya mangnya


"Lagi badmoot aja mang, iya mang aku duduk paling ujung ya "


"Siap ath neng ditunggu aja ya, nanti sama mamang dianterin"


Zeline pun mengiyakan sambil berjalan seperti Zombi ketempat duduknya lalu mendudukan bokongnya dengan perlahan dan menundukan pandangannya mengambil handphonen dalam tas, sangat banyak panggilan dari Jo.


Sedangkan pangilan dari kak Liam tak ada satupun. Huh kemana kekasihnya ini tidak seperti biasanga, Zeline khawatir takut terjadi apa-apa dengan kekasihnya itu, sekali lagi Zeline mencoba menghubunginya namun tetap saja tak diangkat.


"Neng ini untuk pesannya, segera dimakan ya neng jangan murung terus ath neng"


"Eh iya mang makasih yah" ucap Zeline sambil tersenyum.


Zeline menambahkan kembali bumbunya terutama pedasnya dia tambahkan lagi satu sendok dan tentunya cuka, mumpung tak ada kak Liam kan jadi bebas mau makan pedas juga.


Sedangkan dikediaman Liam dia kaget waktu sudah menunjukan pukul 09:12, dia telat dan Zeline bagaimana pasti menunggu, Liam terlebih dahulu membangunkan ibunya serta Andre mereka pun bangun dengan wajah mengantuknya .


Ibunya Liam tak masalah saat Andre memeluknya karna dia sudah menganggap Andre sama seperti Liam , sama-sama anaknya, karna dari dulu Andre memang suka menginap dirumah Liam dan selalu bersama-sama dengan keluarga Liam.


Liam bergegas mengambil handphonenya yang ada dinakas banyak sekali panggilan tak terjawab dari Zeline, ya ampun kenapa dia bisa kebablasan seperti ini dan kenapa nada deringnya tak terdengar.

__ADS_1


Liam pun mencoba menelfon kekasihnya dan pada panggilan pertama sudah diangkat oleh Zeline.


"Hallo sayang, Assalamualaikum kamu dimana "dengan suara yang khawatir


"Hallo Walaikumsalam kakak, aku sedang dikantin "


"Kenapa dikantin sayang, bukannya kekelas belajar "marah Liam


"Ih aku tuh udah kekelas tapi aku ga boleh masuk karna udah telat setengah jam pelajaran tau kak, kakak kemana aja aku telfonin ga diangkat terus " kesal Zeline


"Maafkan kakak sayang, kakak ketiduran, kemarin malam kakak kan main Ps sama Andre sampai hampir subuh dan sekarang baru bangun "


"Kakak ini kalau bermain apa-apa tuh jangan berlebihan, aku tuh khawatir sama kakak " dumel Zeline


Liam yang mendengarnya terus saja tersenyum kesenangan, ibunya dengan Andre yang melihat Liam tersenyum saat telfonan binggung kenapa.


"Kak apa kakak masih ada "


"Eh maaf sayang, iya-iya maaf. Sekarang kakak akan pergi kekampus ya, kamu tunggu kakak"


"Iya baik kak, tapi nanti aku sebentar lagi disuruh keruang guru, keruangan pak Johan "


"Mau apa kamu keruangannya " dengan nada yang tak suka.


"Ish kakak ya aku mau ambil tugas aku karna terlambat "


"Tidak usah biar kakak saja nanti minta kepada pak Johan untuk tidak memberi mu tugas "


"Tidak kak jangan aku tak mau, aku tak mau memanfaatkan jabatan kakak disini, aku ingin seperti mahasiswa lainnya sama tak ada yang di beda-bedakan antara aku dan yang lainnya "


"Emm aku membeli jus dan baso kak "


"Apa pedas basonya "


"Hehehehe maaf kak "


"Kamu yah awas nanti kakak hukum kamu sudah melanggar perintah kakak"


"Biarin aja, dah kakak "


Zeline tiba-tiba saja langsung mematikan telfonnga sunggung dia sangat takut Liam marah padanya jadi lebih baik dimatikan langsung olehnya.


Liam mengaga dengan lebar belum juga dia selesai menyelesaikan perkataannya sudah dimatikan begitu saja awas saja nanti Zeline akan Liam beri hukuman.


Liam pun pergi kekamar mandi tanpa menghiraukan dua manusia yang masih ada dikamarnya itu, Andre dan ibunya saling tatap dan bergegas pergi keluar dari kamar Liam.


"Tante Liam kenapa coba "


"Entah lah tante juga tak tau Dre mending kita sekarang ngopi aja yu ah "


"Ayo tante, aku mau kopi hitam ya"


"Iya kamu kaya bapak-bapak aja " cibir ibunya Liam.


Andre hanya menyengir kuda saja dan duduk dimeja makan beserta ayahnya Liam, ayah Liam sudah bangun dari tadi, saat dia menengok kekamar anaknya ternyata istri serta anak-anaknya ini masih tidur. Ayah Liam yang memang tak ingin mengganggunya akhirnya membiarkannya saja.

__ADS_1


Tak lama Liam datang dan menghampiri meja makan, ibunya sudah menyiapkan sarapan untuknya, habis juga sarapannya Liam bergegas berpamitan kepada ayah dan ibunya, serta kepada Andre untuk menjaga orang tuanya saat dia tak ada.


****


"Woy Line pagi-pagi udah makan baso " ucap Jo seperti biasa megagetkan Zeline.


"Jo kamu tuh kebiasaan ya, gimana kalau aku keselek baso coba " kesal Zeline.


"Hehehe maaf dong Line, habisnya aku telfon ga diangkat-angkat kamu disuruh keruangan pak Johan katanya sekarang "


"Hemm iya deh, kamu bayarin ya makanan aku, dadah Jojo sayang " Zeline secepat kilat berlari meninggalkan Jo yang masih tak habis fikir Zeline yang makan dia yang bayar dasar tu anak kebiasaan ya.


Zeline pun sudah ada didepan pintu ruangan pak Johan perlahan diketunya pintu itu dan dari dalam suara pak johan menggema menyuruhnya untuk segera masuk.


Zeline pun secara perlahan membuka pintunya "selamat pagi pak "


"Duduk " dengan suara tegas bercampur dingin, tak menjawab sama sekali sapaan dari Zeline.


Zeline pum dengan cemberut duduk dan diam menunggu apa yang akan di berikan gurunya ini untuk tugas telatnya.


"Aku tidak akan jadi memberi mu tugas namun aku akan memperingati mu untuk tak telat lagi masuk kedalam kelasku, jika sampai telat kembali masuk kelasku, aku akan menghukummu serta memberi tugas yang banyak padamu " ucap pak Johan panjang lebar.


"Baik pak terimakasih " ucap Zeline dengan senangnya.


"Baik silahkan keluar dari ruangan saya "


Zeline pun keluar dengan sembriwingan akhrinya tak ada tugas untung saja pak Johan dengan baik hatinya tak memberikan tugas padanya sama sekali.


Zeline bergegas pergi kekelasnya dan tak sengaja perpapasan dengan Yuda, Zeline terus berjalan saja tanpa mengirauhkan tatapan Yuda padanya dan langsung masuk kekelasnya.


Untuk jam pelajaran kedua itu kak Liam yang ngajar tapi belum dateng juga tuh dia.


"Line parah ya kamu, udah nyuruh aku yang bayar, kamu ninggalin aku juga lagi "


"Hehehe maaf ath Jo jangan marah "


"Au ah kesel aku "


Semua murid pun berhamburan untuk masuk ternyata Liam sudah datang dan mengajar seperti biasa, Zeline sangat fokus mencatat apa yang ditulis oleh Liam di papan tulis sampai-sampai tak menyadari Yuda dari tadi menatapnya terus.


Pelajaran pun usai, Zeline masih berleha-leha saja di mejanya sambil memangku dagunya dengan kedua tanganya , hanya menatap Liam saja yang sedang membereskan mejanya, sedangkan untuk yang lain sudah pulang, dikelas tinggal Zeline dan Liam saja.


Liam pun yang ditatap Zeline seperti itu binggung ada apa dengan Zeline, dihampirinya Zeline dan masih seperti itu saja tak berubah sama sekali.


Dikecupnya kening Zeline oleh Liam dengan sayangnya dan di masukkannya semua buku serta alat tulis oleh Liam kedalam tas Zeline.


Karna Zeline sama sekali tak bergeming hanya menatap Liam saja "kau kenapa sayang memantapku seperti itu"


"Tidak kak hanya ingin menatap mu saja apa tak boleh"ucap Zeline sambil mendongakkan kelapanya.


Liampun menunduk kan kepalanya dan di kecupnya bibir Zeline dengan bertubi-tubi tanpa henti.


"Sudah kakak. Kau ingin membuat ku pingsan disini "


"Ya sudah makannya ayo cepat berdiri kita pulang " ucap Liam sambil mengandeng tangan Zeline.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada yang mengintip mereka dari tadi. Yaitu Yuda, dia sengaja tak pulang ingin mengajak Zeline pulang bersama namun dosennya itu tak pergi-pergi, malah dia melihat adegan yang sangat membuatnya marah dan pergi begitu saja.


__ADS_2