Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Jadi dan lancar


__ADS_3

Liam segera menghampiri Andre dan akan menarik tangannya, Andre segera mengalihkan pandangannya, Andre mencoba menyakinkan Liam dengan cara mengangguk, kalau ini sudah keputusannya.


Liam akhirnya mundur dan diam, apalagi yang akan sahabatnya katakan, apakah akan lebih parah lagi.


"Saya benar benar yakin om ingin menikahi Syifa, saya yakin tanpa ada paksaan sedikit pun, hari ini saya akan menikahi Syifa dihadapan om tante dan juga sahabat sahabat saya "


"Andre apakah kamu benar akan menikahi anak om, dia sedang mengandung anak Nabil, apakah nanti kau bisa menerimannya seperti anak mu sendiri. Dan nanti setelah kalian berdua punya anak apakah kamu masih akan menyayangin anak Nabil dengan sepenuh hati "


"Iya om Andre akan menyayangi anak Nabil seperti anak Andre sendiri, tak akan Andre membeda bedakan mana anak Andre dan mana anak Nabil, semuanya sama "


"Baiklah jika kamu sudah siap dengan konsekuensinya om mengizinkan kamu meminang anak om. Terimakasih kamu sudah menyelamatkan putri om, kamu sudah mau menerima Syifa dengan keadaan apapun itu. Om sangat bersyukur ada kamu disini Andre "


"Iya om sama sama, Andre mencintai Syifa dan sampai kanpun Syifa akan selalu ada dihati Andre, Andre akan bersiap dahulu ya om "


"Baiklah nak, om sangat bahagia masih ada orang baik seperti mu "


Andre segera keluar, di ikuti oleh Liam dan juga Zeline sedangkan Jo masih disana menemani Syifa dan mamihnya.


"Andre apa lo nikahin Syifa gara gara amanat dari Nabil, kalau iya batalin " ucap Liam.


Zeline yang binggung hanya diam saja tak mau ikut campur, nanti ada saatnya dirinya bertanya, sekarang hanya perlu diam.


"Engga gue emang yakin bakal nikahin Syifa bukan karena amanat dari Nabil, karena memang ini kemauan dari diri gue sendiri, lo tau kan gue sangat mencintai Syifa dan gue sampai kapan pun akan menunggunya, dan Allah telah memberi gue kesempatan dan sekarang gue akan menebus kesalahan apa yang telah gue lakuin sama Syifa "


"Baiklah jika keputusan lo udah bulat dan lo yakin bukan karena kepaksa gue gak akan melarang, gue kagum sama lo yang bisa hadapin ini semua dengan santai, gue belum tentu bisa terima perempuan yang udah hamil sama orang lain, hebat banget lo bisa melakukan itu semua "


"Iya gue belajar dari lo, kejarlah cintamu sampai kebandung, iya kan bener gitu "

__ADS_1


"Ya elah beda lah ini, iya iya kejar cinta lo sampai mana pun"


Zeline yang mendengarnya hanya tersipu malu, ada ada saja dua orang ini. Disaat sedang serius seperti ini malah membuat guyonan.


**


Sedangkan didalam saat Andre sudah tak ada Syifa segera menghampiri papihnya "pih apakah papih yakin "


"Tentu Syifa kenapa, kenapa papih gak yakin dengan Andre,, dia orang yang selama ini selalu menjaga kamu, lalu kenapa engga. Papih percaya pada Andre, kalau Andre bisa menjadi suami yang baik untuk kami, menjadi ayah yang baik untuk anak kami. Kamu seharusnya bersyukur masih ada yang mau menikahimu, menutub aib keluarga kita, kalau tidak ada Andre bagaimana Syifa "


"Maafin Syifa yang udah buat mamih sama papih malu, dengan kelakuan Syifa yang seperti ini. Syifa memang salah pergaulan dan mengakibatkan Nabil melakukan ini, Syifa anak durhaka ya pih "


"Jangan seperti itu Syifa, kamu bukan anak durhaka, papih sampai kapan pun tak akan menyebut mu seperti itu, kamu adalah anak papih yang baik, penurut dan manis, akan selalu seperti itu tak akan berubah. Jadi tolong demi papih kamu harus mau menikah ya dengan paman mu itu, papih tau kamu dari dulu mencintai paman mu itu "


"Iya Syifa akan menerima paman Andre pih "


Sebenarnya dirinya belum bisa menerima, tapi apalah daya, semunya sudah tak ada, kesedihan masih ada namun dirinya tak mau melihat mamih dan papihnya khawatir, jadi dengan sekuat tenaga dirinya akan menahan rasa sakit itu dihadapan kedua orang tuanya.


Entahlah bila nanti tak ada kedua orang tuanya mungkin saja rasa sakit itu tidak akan bisa tertahankan lagi, tak akan bisa.


**


Andre sekarang sudah siap dengan kemeja putih jas hitam dan tak lupa memakai peci, tadi Liam dan juga Zeline berbelanja untuk mas kawinnya dengan kilat, bahkan membeli cincin pun tak tau ukurannya karena memang sangat mendadak dan harus cepat cepat.


Pak penghulu sudah ada disana, semuanya sudah siap dengan papih Syifa yang masih berbaring melihat anaknya akan menikah.


Papihnya Syifa segera dibantu oleh pak penghulu untuk menikahkan anaknya, menang dirinya yang ingin langsung menikahkan anaknya.

__ADS_1


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara


Andre Akbar Razqa bin Alm bapak Akbar dengan anak saya yang bernama Syifa Aqilla Nadhifah dengan maskawinnya berupa alat sholat emas 20 gram dan uang 100 juta , Tunai.”


Andre segera menarik nafasnya "Saya terima nikahnya dan kawinnya Syifa Aqilla Nadhifah binti bapak Alif dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana para saksi sah " ucap pak penghulu


"Sah " ucap mereka yang menyaksikan


"Alhamdullilah "


Andre akhrinya bernafas lega, ini peluhnya sudah bercucuran, sangat gugup tapi alhamdulliah dalam satu kali ucapan lancar tak ada kendala sama sekali.


Doa pun dilantunkan, setelah selesai Syifa segera mengabil tangan Andre dan menyaliminya dengan masih bergetar Andre mencium kening Syifa dengan rasa syukur dan masih tak percaya dirinya bisa menikahi Syifa.


Sekarang pemasangan cincin dan ternyata cincinnnya malah kebesaran di Syifa, namun Syifa memakainnya dan langsung memeluk kedua orang tuanya.


Setelah Syifa selesai dengan orang tuanya, Andre segera memegang tangan papihnya Syifa "sekarang kamu panggil om papih sama seperti Syifa, terimakasih atas kamu yang mau menikahi Syifa, papih sangat bersyukur Andre karena adanya kamu Syifa tak akan kesepian, terimakasih tolong jaga anak papih ya, anak papih satu satunya "


"Iya pih Andre pasti akan menjaga Syifa seperti Andre menjaga ibu Andre dulu, dan Andre akan sama seperti dulu akan selalu menjaga Syifa dan juga anak kami "


Sekarang Andre beralih pada mamihnya Syifa, mamih Syifa segera memeluk Andre dan menangis, "terimakasih nak, kamu sangat berjasa didalam hidup anak mamih, kamu laki laki baik yang mau menerima Syifa dengan keadaan seperti ini, terimakasih nak "


"Mamih jangan menangis dan terus berterimakasih pada Andre, seharusnya Andre yang berterimakasih pada mamih karena sudah melahirnya Syifa "


Semua yang melihat pernikahan Andre dan juga Syifa menangis tak ada yang tak menagis kecuali penghulu yang tak tau apa apa.

__ADS_1


__ADS_2