
Liam langsung membaringkan sang anak disisi ibunya, Zeline segera menyimpan gelasnya dan memeluk sang anak yang tertidur nyenyak.
"Segeralah tidur Lucas sudah ada di sampingmu aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu sayangg "
"Baiklah "
Zeline mensejajarkan tidurnya bersama anaknya lalu memeluknya kembali "maafkan mamih nak, mamih tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan diri mamih lagi, mamih tidak akan meninggalkan mu, mamih akan ada disini "
Zeline mencium kening sang anak, lalu memejamkan kedua bola matanya, rasannya sangat melelahkan sekali.
Liam tak lama kemudian keluar sudah lengkap dengan pakaian tidurnya saat dirinya melongok istri dan anaknya sudah tidur, Liam segera bergabung dan memeluk anaknya pula, menatap istrinya yang sudah nyenyak tertidur.
"Kenapa sayang dari dulu kau selalu saja gegabah melakukan hal apapun dengan semaumu. Kenapa kau tidak menyelidikinya dengan benar dan bertanya terlebih dahulu padaku bukannya langsung melakukan sesuatu seperti itu"
**
Airin yang sudah sampai langsung masuk kedalam kamarnya, tak mau berbicara lagi dengan siapa pun itu, sekarang dirinya sangat lelah dan ingin tidur.
Tiba tiba saja Tora masuk dan menutup pintunya " aku ingin setelah anak ini lahir kita berpisah aku akak mengejar masa depanku aku tidak mau mengurus anak ini dan diam di rumah, aku ingin menjadi wanita karir "
Tora menghembuskan nafasnya selalu saja ini pembicaraan mereka tak ada yang lain, dirinya sedang lelah malah diajak membicarakan hal yang seperti ini.
"Lalu siapa yang akan mengurus anak itu bukannya kau dulu yang ingin mempertahankan anak itu dan tidak mau menggugurkan nya, aku sudah bilang kan dari awal kalau kau tidak mau anak itu, maka kau gugurkan saja, sekarang saat anak itu sebentar lagi akan keluar kau menjadi tak mengiginkannya "
"Kau juga kan mempertahankan anak ini, kenapa jadi aku saja yang disalahkan kalau kau memang belum siap untuk menjadi Ayah kenapa kau menghamiliku, kenapa kau lakukan itu padaku, kenapa jawab aku "
"Tak ada alasan lebih baik dia dan tidur, aku muak berbicara dengan mu terus aku sudah lelah mencari nyonya, jadi jangan membuatku marah dengan kata katamu yang tak ada gunanya, lebih baik kau segeralah tidur jangan menganggu aku "
Tora segera menarik selimbutnya dan memejamkan kedua bola matanya, namun dia ingat lagi dimana kejadian saat Airin hamil dan kenapa dirinya bisa menikah siri dengan Airin.
Flasback on
"Ada apa denganmu kenapa kau dari tadi muntah-muntah terus dan setiap mau makan selalu saja kau mrmuntahkannya tak pernah ada yang masuk ke dalam perutmu itu ada apa sebenarnya denganmu ini"
"Aku juga tidak tahu ada apa dengan diriku ini baru pertama kali aku merasakan ini dan setiap mencium wangi-wangian yang menyengat aku selalu mual. Aku pun tidak tahu beberapa bulan ini aku selalu begitu"
"Apakah kau sudah haid "
"Aku, seingatku belum 3 bulan ke belakang ini aku belum haid Aku sampai lupa apakah aku hamil? "
"Tidak mungkin setiap aku melakukannya aku selalu memakai pengaman"
"Kalau aku hamil aku tidak akan mau kau sudah memaksaku kau sudah memperkosaku, lalu sekarang apakah aku hamil juga, hidupku hancur sepertinya olehmu"
Tora tanpa kata pergi keluar dari dalam rumah, dia akan membeli tespek ingin mengeceknya apakah benar hamil atau tidak semoga saja tak hamil kan.
__ADS_1
Airin yang melihat Tora pergi hanya bisa terduduk diam dan tak tau apa yang harus dirinya lakukan, kalau memang benar dirinya hamil, bagaimana dengan masa depannya, bagaimana dengan mimpi mimpinya.
Tak lama kemudian Tora datang melempatkan sebuat tespek kearah Airin "cek sekarang "
Airin tanpa banyak bicara langsung pergi kearah kamar mandi dan mengeceknya, menunggunya beberapa saat dan tak lama kemudian muncul garis dua, Airin yang kaget menjatuhkan alat itu, " tidak tidak mungkin aku hamil tidak mungkin aku tidak mungkin merusak masa depanku dengan anak ini aku tidak mau dan aku belum siap"
Tora yang kesal karena Airin lama mengedor pintunya, tak lama Airin membuka pintunya "bagaimana hasilnya " namun tak ada jawaban Airin hanya diam menatap kearah depan dan berjalan kearah kamarnya tanpa menghiraukan kata kata dari Tora.
Tora segera masuk dan melihat taspek yang tergeletak garis dua, Tora yang tak mengerti mengambil kertas pembungkusnya dan membaca keterangan disana "dia hamil apakah aku tidak salah, apa aku akan mempunyai anak, benarkah " tora tersenyum senang dan keluar kembali untuk merayakan kedatangan anaknya.
Sedangkan dikamar Airin sedang menangis dan memukul mukul perutnya "kenapa harus sekarang kenapa, aku belum siap untuk mengandung, aku masih ingin pergi ketempat yang aku mau, aku masih ingin bekerja dan mengejar masa depan ku, kenapa aku malah seperti ini, kenapa seperti ini, aku aku tak mau seperti ini"
Tiba tiba saja ingatan Airin teringat kedalam kulkas yang ada beberapa nanas, dengan cepat Airin berlari kearah sana dan mengambil nanas dan memakannya dengan lahap, semoga saja benar bisa membuat anak ini mati didalam perutnya.
Namun sudah beberapa saat tak ada sama sekali reaksi malahan biasa saja "kenapa tak ada reaksi apa apa, apa yang harus aku makan agar anak ini keluar dari dalam perutku,"
Airin terduduk dilantai menangis kembali, percobaannya gagal, malahn tak ada yang dia rasakan biasa biasa saja.
"Kenapa harus aku yang menanggung semua ini kenapa harus aku yang disekap oleh laki-laki itu dan kenapa aku yang harus diperkosa dan mengandung anak haram ini, aku tak sudi aku tidak mau, bagaimana dengan sekolahku masa depanku. Aku pun ingin kuliah seperti orang lain. Aku tidak mau seperti ini ya Tuhan tolong aku "
"Aku tidak mau masa remajaku hancur seperti ini aku tidak mau, aku sungguh tak mau dan tak akan sanggup mengurus bayi diumurku ini dan juga harus mengandungnya, aku juga tidak mau menikah dengan laki laki jahat itu, aku tidak mau menghabiskan masa remajaku dan masa tua ku dengan laki laki jahat itu, aku tak mau "
Airin kembali bangkit dan mencari benda tajam, lebih baik dirinya bunuh anak ini dari pada harus seperti ini, lebih baik keluar kan saja olehnya sedirian, dari pada dibiarkan didalam perutnya dan malah menyusahkannya nanti dikemudian hari.
Airin mengambil pisau dan akan menusukannya keperutnya namun ada yang memegang pisau itu "apa yang kau lakukan apakah kau sudah gila, apakah kau ingin membunuh anak ini, membunuh anak yang tak tau apa apa, "
"Aku hanya ingin kau saja yang mengandung anakku. Aku tidak mau perempuan lain sekarang aku akan memberi pilihan kamu mempertahankan anak itu dan aku akan membawa ibumu kemari agar kalian bisa sama-sama lagi, atau kau boleh menggugurkannya tapi sampai kapanpun kau tak akan lepas dariku dan sampai kapanpun aku akan terus menghamilimu sampai kau mau menerima anakku nanti, bagaimana apakah persetuan yang adil "
"Atau aku yang akan mengeluarkan anak itu dari perut mu "
Tora segera maju mengambil pisau yang lainnya dan akan menusuk perut Airin, namun Airin menahan dengan tangannya, "jangan lukai anak ini, maafkan aku maaf jangan apa apa kan dia, aku ingin kau membawa ibuku kemari tolong sekarang aku butuh dia "
"Baiklah aku akan membawa ibu mu, tapi kau jangan gegabah dan aku juga ingin kau mengatakan pada ibu mu kalau kita berpacaran dan kau dengan sukarela memberikan dirimu padaku"
"Kenapa begitu tak adil, aku tidak mau, kau menculiku, lalu kenapa aku harus berbohong pada ibuku yang sebenarnya "
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan memanggil ibumu kemarin dan membuat dia tinggal di sini"
"Ya baiklah aku akan menuruti apa kata-katamu tapi tolong panggilkan ibuku sekarang juga aku butuh dia sekarang"
"Hapus air matamu ganti pakaianmu dan berdandanlah selayaknya perempuan yang dicintai olehku, jangan berpenampilan seperti ini, itu akan membuat ibumu curiga cepat kau masuk ke kamar dan bersihkan dirimu"
Airin tanpa banyak bicara dia langsung pergi dan masuk ke dalam kamarnya untuk menuruti apa kata-kata dari Tora.
"Kalau saja tidak demi Ibu aku tidak akan melakukan ini aku tidak akan berbohong dan pura-pura mencintai Tora, tapi aku harus melakukannya agar aku selalu bersama ibu aku tidak mungkin kan membiarkan ibu tinggal sendirian di rumah itu tanpa ada siapapun yang menafkahinya"
__ADS_1
Airin menghapus air matanya menatap kearah cermin dam melihat wajahnya yang lelah serta dilehernya masih ada bekas cumbuan Tora, Airin mengosok gosoknya dengan kesal dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tora yang sudah yakin Airin tidak akan keluar lagi. langsung tancap gas untuk menemui ibunya Airin, awalnya dirinya merantai Airin dan dia boleh berjalan kemana saja.
Namun dirinya melepaskannya karena mera kasian dengaan perempuan malang itu,, yang dirinya jadikan pemuas nafsunya dan sekarang malah mengandung anaknya.
"Kenapa aku bisa kebablasan seperti ini, padahal aku memakai pengaman tapi tidak apalah semua itu demi mengikat dia untuk selalu ada disampingku. Mungkin dengan cara ini dia bisa menerima semuanya. Aku tidak akan pernah melepaskan perempuan itu sampai kapanpun meskipun dia nanti pergi aku akan mencarinya sampai ketemu"
"Lalu sekarang apa yang harus aku katakan pada ibunya, sedangkan aku selalu bermain ke rumah dia dan tiba-tiba anaknya ada bersamaku dan berpacaran denganku. Bagaimana aku menjelaskannya semoga saja dia tak curiga deh "
" Pasti dia akan senang sekali saat mendengar anaknya sudah ketemu pasti akan senang ya pasti, dia tak akan curiga padaku jangan sampai, "
Tora sudah sampai di depan rumah Airin dia langsung turun dan melihat ke sekitar di sini sangat sepi jarang sekali orang-orang lewat. Tora segera mengetuk pintunya dan takk lama kemudian ibu Airin langsung membukanya.
"Eh ada Tora gimana kamu udah temuin anak ibu belum, Ibu udah kangen banget sama Airin, Ibu udah gak sanggup hidup tanpa Airin. Airin sangat berarti bagi ibu dan sekarang dia tak ada menghilang begitu saja tanpa jejak Ibu sangat khawatir dengannya ibu takut terjadi apa-apa dengan Airin Tora"
*Apakah aku boleh masuk dulu Bu"
"Tentu boleh, oh iya maaf ibu tidak mengajak mu masuk tiba-tiba saja nyerocos dan menanyakan keberadan ?Airin sungguh ibu minta maaf. Ayo masuk Tora ayo maafkan ibu ya "
"Tidak apa-apa bu aku mengerti. Ibu sedang khawatir dengan Airin makannya seperti itu"
"Ayo duduk ayo duduk, ibu akan mengambil kan air "
"Tidak usah bu ibu duduk-duduk di sini ada yang Tora ingin bicarain, ayo ibu duduk dulu aja, Tora ingin berbicara dengan ibu "
Ibu Airin segera duduk dan berhadap hadapan dengan Tora " Apa yang ingin kau bicarakan Tora"
"Begini bu di rumahku ada yang bernama Airin dia sudah beberapa bulan tinggal bersamaku, aku menemukan dia di sungai tapi dia hilang ingatan bu, namun saat ini dia sudah sadar dan mengatakan kalau dia mempunyai seorang ibu aku tidak yakin itu Airin yang Ibu maksud, tapi dari foto yang aku lihat dan mencocokkan mereka berdua rasanya mereka sangat mirip. Apakah ibu ingin melihatnya dulu siapa tahu itu memang Airin tapi Ibu jangan marah aku dan dia menjalin kasih"
" Benarkah itu Airin Ibu Ingin Bertemu dengannya bawa ibu ke sana ya ibu ingin bertemu dengan Airin, Ibu tidak mempermasalahkan kalian berdua yang menjalin kasih Ibu sangat berterima kasih atas bantuanmu dan ibu akan senang jika memang benar kalian berpacaran dan nanti akan menikah, "
"Kamu laki-laki baik dan bisa menjaga Airin nantinya. Ayo bawa Ibu ke sana Ibu ingin melihatnya. Benarkah itu Airin tapi Ibu yakin itu Airin ayo Tora ibu sudah tak sabar ayo cepat "sambung ibu Airin dengan senang.
Tora mengangguk dan memapah ibunya Airin untuk masuk kedalan mobil, tiba tiba saja perasan Tora menjadi tak enak, ibu yang baik ini telah dirinya bohongi dan anaknya sudah dirinya rusak.
Lalu sekarang Airin dirinya suruh juga untuk berbohong tentang kebenaran yang terjadi, tapi kalau misalnya jujur yang ada akan sangat marah ibunya Airin dan tak akan menerimanya, jangan sampai itu terjadi.
"Tora ada apa denganmu kenapa kamu melamun saja kamu sedang menyetir jangan seperti itu ya nak tak baik "
"Eh iya bu, aku tak melamun hanya sedang fokus menyetir saja , lihat aku "
"Iya iya jangan melamun ya nanti kalau ada mobil didepan bagaimana "
"Iya bu tak akan , aku tak akan melamun bu aku akan fokus"
__ADS_1
Tora kembali berfikir apakah nanti Airin akan berbicara sesuai perintahnya namun kalau tidak apakah dirinya akan membunuh ketinganya, apakah akan tega dirinya membunuh mereka, sudahlah jangan memikirkan yang tidak tidak yang terpenting sekarang adalah sampai rumah itu saja .