Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Sampai terbawa mimpi


__ADS_3

Gavin yang baru bangun melihat sekeliling masih kosong tak ada siapa siap, dia duduk namun perutnya sakit sekali sungguh ini sangat sakit dan perih sekali, kalian fikirkan saja tak makan pasti perut akan sakit sakali.


"Kenapa tak ada orang dan kenapa aku masih ada disini, kenapa ya tuhan , kenapa aku harus mengalami ini, kenapa ya tuhan, kenapa kau membuat kau ditahan oleh orang gila itu, tolong bantu aku ya tuhan, tolong keluarkan aku ya tuhan, aku tak bisa disini terus menerus aku ingin keluar ya tuhan tolong hamba"


Gavin terduduk dilantai mengambil kepala wanita itu, dan mengusap wajahnya "kenapa kita ada disini nasib kita sama ya, padahal kau cantik tapi nasib mu sama seperti ku, namun sedikit berbeda kau sudah mati tapi kedua bola matamu masih terbuka, apakah kau mau menjadi temanku, aku disini kesepian, kelaparan dan tak bisa melakukan apa apa "


"Kalau saja kau masih hidup mungkin kita akan melawan laki laki itu pembunuh itu, rasannya aku kesal sekali dengan nasib ku, dan kau apakah menyesal telah bertemu dengan laki laki itu, kalau aku sangat menyesal sekali, malahan aku ingin sekali menghabisi keluarganya "


Namun tiba tiba saja perempuan itu bisa berbicara "hay kenapa dengan mu, kenapa kau sedih, aku ada disini menemani mu, aku bersama mu, "


Gavin langsung melemparkan kepala itu "aw sakit sekali, bukannya kau tadi mengajak ku bicara lalu kenapa kau tiba tiba melemparkan ku, ini sungguh sangat sakit sekali, kau menyebalkan bawa aku lagi kesana, ketempat tidur mu "


Gavin dengan patuh segera mengambil kepala itu dan menatapnya , tiba tiba saja kepala itu tersenyum pada Gavin "aku senang ada yang mengajak ku bicara, nasib kita memang sama ya, sama sama ada disini dan sampai kapan pun tak akan bisa keluar, kau disini saja bersam ku, aku tak akan kemana mana akan ada disamping mu, asalkan kau juga selalu ada disampingku ya "


"Hah kenapa kita tak bisa keluar tapi aku ingin sekali keluar dari sini, aku tak mau disini aku punya kehidupan aku ingin bekerja lagi seperti semula, aku ingin hidupku kembali lagi "


"Itu tak akan pernah bisa, tidak akan bisa, lebih baik kau diam saja disini, aku akan menemani mu sampai kapan pun kita sama sama ya, tak usah bekerja lebih baik disini enak kau akan hifup bahagia disini bersama ku bagaimana "

__ADS_1


"Aku tak bisa aku tak bisa aku ingin hidup normal dan kembali pada kekehidupan ku lagi, aku ingin bebas "


"Aku sudah bilang kau tak akan bisa kemana mana, kau tak akan bisa kemana mana, kau tidak akan bisa kemana mana, kau akan abadi bersamaku disini, tak akan ada yang bisa memisahkan kita, kau harus tetap diam disini "teriak kepala buntung itu


Gavin yang kesal melemparkannya kembali, tiba tiba saja Gavin bangun dan melihat sekitar, kepala yang tadi masih ada disitu masih melotot dan tak berbicara.


Ternyata dirinya tadi hanya mimpi saja, "gara gara kepala itu aku jadi mimpi buruk tapi benarkan kepala itu tak bisa bicara, tidak mungkin kan, ya aku hanya mimpi tadi benar aku hanya mimpi saja, "


Gavin memegang perutnya dan menjadi sangat lesu, dirinya ingin makan, lapar sekali sakit sekali perutnya, Gavin segera melepaskan sepatunya dan kembali berbaring.


Gavin Segera bangkit kembali ingin menyetrum dirinya, dia terus saja mendekati besi itu, lebih baik mati saja dari pada hidup seperti ini, ya dirinya sudah pasrah, dari pada tersiksa seperti ini lebih baik mati saja, itu akan lebih baik ,ya itu akan lebih baik.


Gavin memegang besi itu namun dengan cepat melepaskannta lagi, ternyata dirinya tak berani melakukan itu, jadinya Gavin mundur lagi perlahan dan memukul kepalanya dengan sangat keras.


"Sialan bahkan untuk melakukan bunuh diri saja aku tak mampu, aku tak bisa, sialan sialan sialan bedebah, aku tak bisa melakukannya, aku sudah tak kuat aku sudah tak sanggup hidup aku ingin menyudahi semuanya, aku inhin mati saja tapi aku malah tak bisa melakukannya dasar kau Gavin pengecut, benar kata Liam kau hanyalah seorang pengecut saja, kau tak lebih dari itu "


Gavin memeluk kakinya, menatap daging yang ada didekat tubuhnya, mengambilnya satu menatapnya dengan sangat berbinar, ingin memakannya namun dirinya tak sanggup dan ini sangat menjijikan, daging mentah dan ini adalah daging manusia, gila kan.

__ADS_1


Gavin menyimpannya kembali, lalu menatap daging itu tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun, terus saja dia memandang daging itu, tak henti hentinya dia memandang daging itu, daging yang mungkin saja akan lezat.


Namun Gavin segera mengelengkan kepalanya lagi, "tidak tidak aku tak mau memakannya, aku tak mau aku tak sanggup memakannya, aku tak akan sanggup "


Gavin kembali membaringkan badannya, menatap dengan kosong, dia tak lagi memikirkan laparnya namun memikirkan keselamatanya yang mungkin sampai kapan pun tak akan lepas, entahlah tak akan lepas sampai kapan pun.


Tanpa teras air mata Gavin menetes meskipun dirinya laki laki tetap saja dirinya bisa menangis dan merasakan sakit, apa lagi ini dikurung dengan ruangan sempit dan tak bisa pergi kemana aman sama sekali.


"Kalau saja aku tak mengejar Zeline mungjin semua ini tak akan terjadi, mungkin aku akan baik baik saja dan hidup seperti biasannya, seharusnya aku menuruti kata kata Jo, dan aku juga mendengarkan ancaman suaminya "


"Namun bagaimana lagi, karena aku yang terobsesi pada Zeline akhirnya membuat aku tinggal disini dan tak bisa pergi kemana mana lagi, nanti aku harus bagaimana membujuknya agar mau mrlepaskan ku, aku berjanji tak akan melakukan apa apa pada istrinya lagi, aku sudah menyerah dan ingin pulang saja "


Gavin kembali memejamkan kedua bola matanya, supaya rasa laparnya tak terasa jika tidur, semoga saja saat sore menjelang ada orang yang menyelamatkannya dan membawannya pergi dari sini.


Tak akan ada yang tahu kan, siapa saja tuhan memberikannya bantuan dan dirinya bisa lepas dengan keajaiban, ya semoga saja, kembali Gavin memeluk kakinya menekan perutnya agar rasa laparnya tak begitu terasa.


Ternyata begini ya kelaparan itu sangat menyakitkan dan menyedihkan sekali, dulu dirinya selalu royal dan tak mementingkan orang disekitarnya dan sekarang adalah balasannya karena tak pernah berbagi mungkin saja kan itu pun.

__ADS_1


__ADS_2