
"Sayang sayang ini mamih kenapa ada apa, kenapa kau menangis "
"Mamih kemana saja, kenapa pelgi tak membawa Lucas, Lucas kawatil dengan keadaan mamih "
"Mamih baik baik saja sayang, mamih baik baik saja "
"Jangan tingalkan aku sendilian lagi, aku melasa kawatil dengan mamih, diam lah belsamaku jangan kemana mana "
Lucas langsung memeluk ibunya, mencium pipinya dan kembali memeluk Zeline dengan erat.
Ada apa dengan anaknya
Zeline juga memeluk anaknya lebih erat lagi "Apakah kau sudah makan sayang "
"Belun aku menunggu mamih, apakah mamih mau makan "
"Tentu mari kita makan ya "
Lucas mengangguk dan melepaskan pelukannya dari sang ibu, laly mengandeng tangan ibunya.
**
Liam masih fokus pada pekerjaan, memang dirinya sangat sibuk sekali, karena sedang membuat sesuatu untuk istrinya, hadiah ulang tahun untuk istrinya dan anaknya.
Waktu itu dirinya sama sekali tak melupakan ulang tahun anaknya, tapi akan merayakan ulang tahun sang anak dan istrinya ditempat istimewa yang dirinya siapkan.
Makanya dirinya selalu pulang telat dan mencari berbagai alasan pada sang istri, agar tidak terbongkar dan dia tidak tahu apa yang sedang dia persiapkan untuk mereka berdua.
"Maaf pak dosen saya telat datang ke kantor tadi saya makan siang sama Zeline"
" Ya udah gak apa-apa. Sekarang kamu kerja lagi aja"
Jo mengangguk dan melihat gelagat suami sahabatnya Tidak seperti biasanya agak jutek dan seperti tidak peduli Ada apa dengan pak Liam, apakah benar yang dikatakan Zeline kalau pak Liam memang selingkuh tapi mana mungkin sih pak dosen selingkuh.
Setelah berpikir lama akhirnya Jo fokus kembali pada tugasnya mungkin dirinya akan mengajak Zeline besok saja untuk ke rumah pak dosen yang ada di hutan, untuk membuktikan semuanya.
**
Kembali seperti hari-hari biasanya suaminya pulang telat dan sekarang sudah jam 10.00 malam, Zeline yang menunggu di ruang tamu hanya bisa menahan kantuknya " Mas Liam ke mana dulu sih. Kenapa selalu seperti ini selalu telat pulang apa sih yang dia kerjakan telfon juga jarang diangkat"
Zeline membaringkan badannya dikursi, sampai tak sadar kalau dirinya tertidur, Liam yang baru pulang melihat jam tangannya "sudah jam 11:30 kembali aku membuat istriku tertidur dikursi "
Liam langsung masuk dan benar sang istri sedang tertidur pulas diatas tempat tidur, diangkatnya sang istri dan dibawannya kedalam kamar, namun sudah membaringkan sang istri dan akan menutup pintunya.
Anaknya berdiri disana dengan raut wajah marahnya " Mari masuk Sayang"
"Tidak mau, papih jahat selalu membuat mamih tidul dikulsi, papih pulang malam terus, apakah papih tak kasian dengan mamih, kesal aku pada papih, aku malah malah malah, awas saja kalau besok papih sepelti itu lagi aku akan mengajak mamih pelgi "
Liam segera mendekati sang anak " maafkan Papih Sayang pekerjaan Papih itu sangat banyak makanya Papih pulang telat terus, papih tidak bisa janji kalau Papih besok aku pulang tidak telat "
"Tuhkan jahat, apa susahnya meluangkan waktu untuk mamih, papih menyebalkan "
__ADS_1
Lucas langsung berlari kearah kamarnya dan menutup pintunya dengan keras sampai sampai Liam kaget kan.
Anaknya ini sama seperti dirinya keras kepala dan selalu marah marah, padahal dia masih kecil tapi galak dan cerewet sekali, dasar balita cerewet.
Liam menutup pintunya dan kembali menghampiri istrinya, mengusap kepalanya dan menatap wajah sang istri.
"Sebentar lagi sayang semua ini akan berlalu. Maafkan aku tidak mempunyai waktu untuk mu tapi aku melakukan ini pun untukmu dan anak kita nanti, aku ingin memberikan sesuatu yang mungkin bisa kita tinggal di saat nanti kita tua, mungkin itu masih lama tapi aku sudah mempersiapkan semuanya itung-itung untuk kita liburan, Aku akan mengajakmu kesana setelah semua itu jadi dan saat kau sudah tahu aku tidak akan lembur kembali dan tidak akan menyembunyikan apapun dari dirimu lagi"
Setelah puas mencurahkan isi hatinya Liam bergegas pergi kekamar mandi, untuk membersihkan dirinya dan berbaring tidur bersama sang istri tercinta.
**
Zeline sudah bangun dengan sang suami yang ada disampingnya, seperti biasannya dirinya juga sudah ada ditempat tidur.
Dirinya segeda bangkit membersihkan diri berdandan dan menyiapkan semua kebutuhan suaminya. Rasanya sudah kesal dirinya pada sang suami yang tak pulang kerumah tepat waktu.
Zeline turun kebawah membantu bi Sari memasak, Bi Sari tidur diatas bersama Lucas, itu permintaan Lucas katanya agar ada teman dan asik saja ditemani bi Sari, jadi itu tak membuat Zeline marah yang terpenting anaknya bahagia.
Liam bangun tanpa ada istrinya, melihat kekursi sudah siap pakainnya, seperti itu semenjak beberapa bulan kebelakang, rasannya ingin secepatnya menyelesaikan tempat itu, agar dirinya tak di cueki oleh istrinya.
Liam melihat jam, masuk kedalam mandi untuk mepersiapkan dirinya yang akan bekerja dan kembali mengurus kertas kertas yang sangat menumpuk dan banyak sekali.
Setelah semuanya siap, Liam kebawah dan istrinya mendongakan kepalanya melihat kearahnya, menyimpan kopi dan pergi lagi kedapur.
Liam duduk dan menyeruput kopi buatan istrinya, saat Zeline menyimpan sarapannya dan akan kembali lagi kedapur Liam menahan tangannya.
"Temani aku makan sayang "
"Kau minta temani saja pada ponsel mu, bukannya kau selalu sibuk dengan ponsel mu saat pagi hari "
"Nyonya tidak apa apa kan "
"Iya bi aku baik baik saja, tak ada masalah serius "
"Baiklah nyonya, Jika ada masalah dengan Tuan coba berbicara dengan baik-baik, dengan kepala dingin jangan sama-sama sulit dan membuat rumah tangga kalian malah menjadi berantakan. Saya bukannya mau menasehati Nyonya tapi saya hanya memberitahu saja agar rumah tangga kalian tidak berantakan coba bicarakan apa yang membuat nyonya menjadi marah pada tuan bicarakan dari hati ke hati "
"Rasanya tidak ada yang perlu lagi dibicarakan bi dengan dia, dia juga sudah seperti itu diam, pulang malam terus pagi sarapan main ponsel terus, gimana mau ada waktu buat aku bicara sama dia rasanya gak ada, yang harus aku lakuin adalah mengetahui apa yang sedang dia lakukan dan siapa yang dia sembuyikan dari aku "
"Baiklah Nyonya coba selidiki dengan perlahan tapi setelah tahu apa yang Tuan lakukan jangan langsung marah padanya. Tapi tanyakan secara perlahan dan jangan ada emosi sedikitpun"
"Kalau dia selingkuh gimana bi ? "
"Tapi bibi rasa tuan tidak selingkuh bisa saja tuan sedang menyiapkan sesuatu untuk nyonya, selidiki dengan benar Nyonya jangan sampai Nyonya menyesal di kemudian hari"
"Baiklah "
Zeline pergi dari dapur, tanpa menegok kembali kearah suaminya.
Liam yang melihat istrinya marah menjadi serba salah apakah harus memberitahunya atau membiarkannya seperti ini, tapi kalau diberitahu gagal dong kejutannya, jangan deh jangan dikasih tau mending sekarang pergi.
Liam segera pergi sambil sesekali menengok kearah belakang siapa tau istrinya adakan tapi itu hanyalah hayalannya saja, istrinya tak ada sama sekali.
__ADS_1
**
Jo yang sudah siap dengan penampilan detektifnya segera masuk mobil untuk menghampiri sahabatnya dan pergi untuk menyelidiki apa yang pak dosen lakukan.
"Sayang kamu kenapa pakai baju kaya gini emang kamu gak kerja "
"Baby ada misi yang harus aku lakukan bersama Zeline dan ini menyangkut rumah tangga mereka berdua, aku harus membantunya dong aku ini kan sahabat terbaiknya jadi aku harus selalu ada buat Zeline "
"Memangnya ada apa Zeline dengan Liam "
"Pak dosen itu selalu pulang kerjanya malem terus kadang jam 10.00 atau jam 11.00 an itu aneh orang yang biasanya pulang tepat waktu menjadi seperti ini, kita berdua mau selidiki pak dosen dia tuh selingkuhan atau kenapa gitu "
"Mungkin lembur"
"Baby aku ini asistennya aku tahu kalau pak dosen lembur atau tidak, aku tahu kerjaan itu tidak banyak dan beres-beres aja aku pun tidak terlalu disibukkan dengan pekerjaan ku, jadi apa kah wajar pulang ke rumah jam 10 atau jam 11 malam setiap hari, kalau aku ada di posisi Zeline pasti aku akan melakukan itu "
" Tapi ingat hati-hati jangan sampai kalian ke gabah dan malah membuat rumah tangga Zeline jadi berantakan.Perhatikan dengan benar jangan mengambil satu keputusan dengan gegabah dan tanpa menanyakan langsung pada Liam"
"Siap bos laksanakan sudah sudah aku mau turun kamu kerja yang semangat awas jangan genit genit aku gak mau denger apa apa lagi tentang kelakuan kamu itu "
"Iya iya sayang aku ngerti kok, kamu cepet masuk kerumah Zeline ya "
"Iya "
Jo mencium pipi suaminya dan langsung turun untuk masuk kerumah bahkan gerbang sudah dibukakan oleh anak buah Liam.
"Eh ada nona Jo, mau kemana sih pake pakaian gitu " tanya Hamzah yang memang akrab dengan Jo.
"Aku dan Zeline akan melakukan sebuah penelitian"
"Penelitian emangnya kalian berdua berubah profesi ya nona"
" Ya begitulah kita berdua sementara berubah menjadi peneliti orang, kita akan meneliti bagaimana pelakor merebut suami orang lain seperti itu "
"Gak biasanya tuh, buat apa sih nona "
"Ya bener gak biasanya ini baru pertama kalinya kita mau meneliti. Jadi kamu jangan bilang sama siapa-siapa ya kalau kita lagi meneliti seorang pelakor kalau bocor kamu yang aku salah kan"
"Baiklah nona siap laksanakan "
"Bagus bagus bagus "
Jo langsung saja masuk kedalam rumah dengan sedikit berlari, karena halaman rumah Zeline sangat luas dan melelahkan, rasanya tenaganya habis.
"Zeline Zeline kau dimana, hallo Zeline "
"Jo kamu kaya di hutan aja teriak-teriak ini aku disini kamu ngapain pake baju kaya gini "
"Kitakan mau jadi detektif ,jadi udahlah ayo gak usah hiraukan pakaian aku, ayo cepat ganti pakaian mu, aku akan menunggu mu disini dengan setia, aku tak akan kemana mana ayo cepat "
"Baiklah apakah aku harus memakai pakaian sepertimu, "
__ADS_1
"Tidak perlu biarkan aku saja sana cepat "
Zeline mengedikan bahunya dan naik kelantai atas untuk berganti pakaian.