Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Dibiarkan


__ADS_3

Saat Andre dan Liam masuk, mereka sudah melihat pemandang ibu Airin yang menangis bersama Airinnya pula, disana juga ada Tora.


"Jika Nyonya ingin memasukkan ibu mertua saya serta istri saya ke dalam penjara saya tidak masalah silakan saja, saya tak akan masalah, karena mereka sudah berani mengambil barang nyonya "


"Ada apa ini " tanya Liam yang langsung menghampiri keributan itu.


"Ibu minta sekarang kamu usir 2 perempuan ini, jika kamu ingin membiarkan Tora di sini silakan karena dia anak buahmu pekerjamu, tapi tidak untuk dua orang ini mereka sudah berani mengambil kalung istrimu sendiri, mereka sudah tidak sopan naik Lantai 2 dan masuk ke kamar utama .Apakah kau tidak berpikir saat memasukan orang asing ke rumah ini"


Liam menatap perempuan dua itu, lalu membawa ibunya kesebuh ruangan "kenapa kau malah membawa ibu kesini, ibu minta kamu usir perempuan dua itu atau masukan saja mereka kepenjara"


"Begini bu, bukannya begitu ibu lihat sendiri keadaan istri Tora sedang hamil , masa aku mengusir mereka berdua sedangkan suaminya ada di sini, aku tak mungkin memisahkan mereka, apa ibu memikirkan bagaimana perasaan Tora "


"Ya kamu tidak usah memperdulikan perempuan itu, kenapa kau suka dengan dia sampai kau selalu saja membela perempuan itu atau tidak masukkan saja ke penjara percuma Ibu menelpon kamu untuk mengusir mereka tahu gini mending ibu saja yang yang usir mereka."


"Mana ada aku menyukai istrinya Tora, aku hanya kasihan saja dia sedang hamil Bu, aku kasihan dengan anaknya Tora bukan aku terus membela ibunya tidak kalau misalnya tiba-tiba melahirkan bagaimana dengan anak Tora bu, kalau sekarang kita mengusirnya bagaimana keadaan anak itu tanpa ayahnya"


"Jadi sekarang kamu mau menampung lagi pencuri pencuri itu hah, itu yang kamu mau "

__ADS_1


"Ya sudah kita pisahkan saja bu biarkan mereka tidur di Paviliun belakang sampai istrinya itu melahirkan bagaimana apakah ibu setuju"


"Baiklah tapi jangan sampai mereka masuk kemari, masuk kedalam rumah ini kawasan mereka hanya paviliun itu saja "


"Baiklah bu baiklah ayo "


Mereka berdua segera keluar, Liam menatap mereka semua, terutama menatap ibu Airin dengan tajam, "baiklah karena saya memikirkan tentang keadaan Tora, saya akan membiarkan kalian semua tinggal lagi disini, namun tidak dirumah utama, saya akan memisahkan kalian tidur di paviliun belakang, istri dan juga ibu mertua Tora tidak boleh masuk kemari "


"Lebih baik tuan kami semua pulang saja kerumah hutan keadaan saya juga sudah baik baik saja, saya akan kembali saja kesana bersama ibu dan juga istri saya, saya akan kembali kesana saja, dan bila tuan dan nyonya ingin memenjarakan istri saya dan ibu saya silahkan, tapi tolong tunggu dulu sampai istri saya melahirkan anak saya, setelah itu anda bebas akan melakukan apa pun, karena mereka sudah berani mencuri jadi lebih baik diberi pelajaran" ucap Tora dengan wajah merahnya.


"Tora kau ini apa apaan, apakah kau tega melihat ibu dan istrimu dipenjara ibu sudah tua, dan nanti Airin baru selesai melahirkan bagaimana kau ini apa kah kau tega "


"Tidak nyonya besar tolong kasiani saya dan anak saya " sambil bersujud di kaki ibu Liam


Namun dengan cepat ibu Liam mundur dan membuah muka " sampai kapan pun saya tidak akan pernah mengasihani seorang pencuri mau kamu muda mau kamu tua, kalian perlu dipenjara meskipun hanya sebuah kalung yang kalian curi tapi apa kalian tahu itu berapa harganya bahkan kalau kalian menjual rumah kalian di sana itu tidak akan pernah cukup untuk mengganti kalung menantu saya, saya tidak suka di rumah ini ada seorang pencuri "


Liam langsung mengusap pungguh ibunya " sudah Tora bawa keluarga mu ke Paviliun. Pokoknya saya tidak mau melihat ada istri kamu atau ibu kamu yang masuk ke rumah utama, mungkin Ibu dan istri Kamu akan tinggal di rumah ini sampai istri kamu melahirkan. Saya tidak akan melaporkan mereka berdua ke kantor polisi tapi saya tidak mau sampai ada lagi kejadian seperti ini Tora. Jadi kau selalu awasi ibu dan istrimu"

__ADS_1


"Baik Tuan terima kasih saya akan selalu mengawasi mereka berdua, saya yang akan menjamin kalau mereka tidak akan melakukan itu lagi . Terima kasih atas kemurahan hati anda Tuan"


Tora segera membawa mereka berdua untuk ke rumah belakang ke Paviliun ,ibunya Airin bahkan tidak mau melihat wajah ibu Liam dia hanya menunduk dan menuntun sang anak sedangkan Tora berjalan dengan perlahan-lahan untuk segera sampai di Paviliun.


"Kamu itu terlalu baik Liam pada mereka, yang ada mereka akan menjadi semena-mena lagi dan melakukan apa yang telah mereka lakukan pokoknya kalau mereka melakukan suatu pencurian lagi di rumah ini, kamu tidak boleh memutuskan apa-apa lagi. Lebih baik Ibu saja yang memutuskan karena kamu sekarang menjadi lunak ya pada mereka berdua seperti ada sesuatu saja antara kau dan mereka"


Liam tak menjawab hanya menatap sang ibu yang langsung melengos pergi pulang ke rumahnya, Liam menghampiri istrinya yang sedang memangku sang anak" Ya udah Mas nanti juga Ibu baik-baik lagi, sekarang dia lagi emosi "


"Kamu tidak berpikiran seperti ibu kan, kalau aku membela mereka karena ada sesuatu di antara aku dan mereka berdua"


"Todak mas aku tidak berfikir ke sana, mungkin kau hanya kasihan pada mereka karena melihat keadaan istri Tora yang hamil mungkin aku tidak akan berpikiran ke sana, sudah mas jangan dibahas aku dan Lucas akan pergi dulu ke kamar"


Akhirnya hanya tinggal Andre dan Liam saja di ruang tamu itu , Andre segera menepuk bahwa Liam " Kenapa sih lo gak masukin mereka aja ke penjara itu kan lebih baik, jangan buat istri lo berfikiran yang aneh-aneh deh. Apa lagi lo kan dulu pernah disangka selingkuh tuh sama istrinya Tora sama Zeline , katanya lo bilang sama gue kalau kita harus tau apa kata kata perempuan, kata lo kan dari ucapan perempuan itu selalu aja ada teka teki, tapi lo kayaknya sama aja ya kayak gue "


"Gimana ya susah deh ngejelasinnya, Tora itu anak buah gue masa gue penjarain istri sama ibunya, lo mikir ke situ gak sih Andre gue tuh di sini banyak pertimbangan. Entah harus penjarain mereka atau gue harus lihat Tora ebagai orang yang selalu bantu gue dalam masalah apapun, itu yang masih gue pertimbangin makanya gue sekarang gak ambil keputusan apa-apa "


"Yaa udah biarin mereka aja tinggal di paviliun belakang, kalau mereka menjadi-jadi lagi mereka berdua tuh sampai curi ini atau celakain istri gue atau anak gue gitu, ya gue akan bertindak tanpa melihat dia siapa istri siapa dan mertua siapa, gue enggak mau melibatkan polisi lebih baik gue sendiri yang kasih pelajaran sama mereka " sambung Liam

__ADS_1


"Iya deh iya tau deh yang sukanya bunuh bunuh gue tau kok tau, udah yu makan yu " ajak Andre sambil menarik tangan Liam


__ADS_2