
"Syifa apakah kau baik baik saja "
"Ya aku baik Fajri, dia adalah suamiku dan untuk Nabil kami batal menikah "
"Oh ini suami mu maafkan aku, kemana Nabil aku ingin sekali bertemu dengannya "
"Nabil sudah tidak ada, aku pulang dulu ya Fajri "
Fajri segera memegang tangan Syifa "maksud mu pergi kemana "
"Nabil pergi untuk selama lamanya dia tak akan kembali lagi, sudah yah, aku dan suamiku akan pulang jika semuanya sudah baik baik saja "
Syifa dengan perlahan lahan melepaskan tangan Fajri dan memapah suaminya. Sedangkan Fajri sama sekali tak menyangka temannya, teman dekatnya meninggal kenapa dia tak tau.
"Syifa apakah kau baik baik saja "
"Tentu aku baik baik saja paman, aku baik kita pulang ya sekarang, pasti paman sangat ingin istirahat biar aku telfon kak Zeline ya "
"Tapi "
"Tenanglah paman pasti mereka mengerti kita pulang ya "
Akhinya Andre mengalah dan mengikut apa kemauan Syifa sang istri tercinta.
**
"Pelan pelan paman " Syifa segera mendudukan Andre.
Mereka sudah pulang dan sampai dirumah masing masing "terimakasih Syifa "
"Sama sama paman, apa yang paman inginkan "
"Tidak ada aku baik baik saja, yang aku inginkan hanya satu Syifa "
"Apa itu paman, selagi bisa aku akan mengabulkannya "
"Aku ingin hatimu kembali seperti dulu, seperti dulu kau mencintaimu, aku tak akan menyuruhmu melupakan Nabil, tapi tolong cintai aku seperti dulu "
"Cintaku untuk paman sama seperti dulu, sebesar dulu, tapi aku perlu waktu untuk terbiasa besama paman lagi, hidupku yang dulu selalu ada Nabil, dan aku sulit untuk bisa baik baik saja, saat Nabil pergi meninggal aku paman, dia pergi bukan untuk sekolah sepeti dulu. Tapi untuk selamanya dan aku belum bisa menerima semua itu. Mungkin saja sampai kapan pun aku tak akan menerimannya "
"Baiklah paman mengerti, tapi paman senang kau masih mencintai paman mu ini yanh sudah banyak salah padamu, paman senang "
__ADS_1
"Paman segeralah istirahat aku akan membersihkan diriku dulu, jika perlu apa apa paman beritahu aku, aku akan membantu paman sampai sembuh "
Syifa segera pergi dan Andre tersenyum senang ternyata Syifa masih sama hanya perlu menunggunya saja.
"Yess aww sakitnya " Andre tak segaja menyenggol tangannya.
**
"Loh loh kok kalian udah pulang aja " tanya ibunya Liam.
"Iya bu, tadi ada kecelakaam Andre tangannya kenapa petasan, jadi pulang aja udah gak seru, kasian juga kan kalau terlalu lama nanti Andrenya, Lucas mana bu " jawab Liam
"Kenapa bisa ya alloh itu anak kenapa cerobohnya gak pernah ilang, terus sekarang gimana keadaannya, Lucas sama ayah kamu tidue "
"Dia udah di obatin bu dan udah baik baik juga, jadi ibu bisa tenang "
"Yaudah kalian istirahat, tenang Lucas sama kita aman ya, mending kalian buat dede bayi lagi biar ada temen Lucasnya"
"Siapp bu "
Liam segera mengangkat istirnya dan membawannya kedalam kamar, tanpa memghiraukan ibunya yang tertawa karena ulah Liam.
"Ih mas malu tau sama ibu " ucap Zeline saat sudah ada didalam kamar "
"Ya deh gimana mas Liam saja "
Liam hanya tersenyum pergi keruang kerjannya dan Zeline masuk kedalam kamar mandi.
"Andre pasti akan pulih lama, aku harus mencari pengantinya dulu, apa Jo mau gantiin dulu Andre, coba dulu deh hubungin Jo"
Pada deringan pertama sudah diangkat oleh Jo "iya pak dosen ada apa "
"Jo apakah kau mau nanti mengantikan dilu Andre sampai Andre sembuh, karena ta mungkin kan kalau dia bekerja dengan keadaan seperti itu, aku ragu untuk mengantikan Andre aku takut mereka tak benar, bagaimana "
"Baiklah pak, saya akan mengantikan kak Andre untuk sementara, pak dosen tenang saja, Jo pasti akan mau apapun itu yang pak dosen minta, Jo tak akan membantahnya "
"Baiklah, besok kau pindah diruanganku ya "
Sambungan pun terputus dan Liam kembali fokus mengerjakan tugasnya, mengotak ngatik laptopnya, namun tiba tiba pintunya terbuka dan menampilkan istrinya yang tersenyum lebar
Zeline segera menutup pintunya dan menghampiri sang suami, duduk dipangkuannya dengan senyum senang dan merekah.
__ADS_1
"Ada apa sayangg, kenapa ta langsung tidur saja, aku masih banyak kerjaan sayang, "
"Mass kerjannya nanti aja ya, sekarang kita waktunya istirahat ayo mas, kan bisa besok lagi kerjannya, ini udah waktunya kamu sama aku, bukan sama berkas berkas ini mas "
"Cie cemburu nih sama kertas, aku baru tau loh ada orang yang cemburu sama berkas, sebentar lagi ya sayang, ini satu lagi selesai gak akan lama kok "
"Ist kok gitu sih mas, aku gak cemburu sama kertas, cuman aku kesel mas selalu pentingin kertas deh, ayo cepetan mas aku udah mandi loh "
"Kode nih, tadi katanya malu, kok sekarang beda ya, "
"Engga kok " sambil menyembunyikan wajahnya di bahu suaminya.
Liam tanpa aba aba langsung membopong istrinya untuk pergi kekamarnya "akhhh mass kamu ya nyembelinnn bangett awass ya mass "
**
"Yan apa kamu gak cape dari tadi keliling keliling terus, "
"Ya terus kita mau kemana tadi kamu bilangnya gak mau pulang ya udah kita puterin aja jakarta ya sampai kamu mau pulang "
"Ya gak gitu juga kali Yan, kamu mah ih suka ada ada aja , aku tuh mau hindarin mamih, kita kemana aja gitu ke hotel atau kemana dulu deh "
"Bilang dong dari tadi sayang, jadi kan kita enggak usah keliling-keliling kayak gini tanpa arah. Kamu bilang kalau mau ke hotel aja kalau bicara itu yang jelas sayang aku kan jadi bingung"
"Ya kamunya aja yang kurang peka, seharusnya tau dong istrinya mau apa , masa iya apa apa harus bilang sih Yan, kamu ini ya kaya yany baru kenal aja sama aku "
"Heheh maaf sayangg, sayang itu mamih telfon kamu "
"Males ah aku gak mau angkat "
"Sayang, apapun yang terjadi kamu harus angkat telfon itu jangan didiemin aja, gitu gitu itu orang tua kamu sayang, ayo cepetan angkat "
Jo dengan malas malasan akhirnya mengangkatnya "Hallo ada apa mih "
"Gimana kamu sama Riyan udah coba bikin anak lagi kan "
"Iya udah mihh, mamih tenang aja deh kita udah lakuin apa yang mamih mau, tinggal tunggu hasilnya aja, udah dulu ya mih kita lagi seneng seneng deh "
"Yaudah deh happy happy ya kalian, pokoknya ditunggu kabarnya ya, mamih udah gak sabar "
"Iya mih, tapikan gak akan satu kali jadi dadah mamih "
__ADS_1
Jo mematikannya dan bernafas lega, untung saja.