
Pagi-pagi sekali Jo sudah sampai dirumah Zeline, mereka akan kemakam Abi dulu, Zeline ingin menyampaikan sesuatu pada Abinya itu cintanya.
"Assalamualaikum, tante, om" salam Jo, sambil menghampiri kedua orang tua Zeline dan salim
"Walaikumsalam Jo, kok baru kesinih lagi sih Jo" jawab Ibu Zeline
"Hehehe iya ni tan kan sekarang Zeline udah punya pacar baru kan " Adu Jo
"Hah siapa jo,ko tante gatau"
"Itu loh tan, pak dosen kan sekarang pacarnya Zeline"
"Oh ya ko tante gatau sih. Ayah tau ga " tanya ibu Zeline
"Tau dong, coba ibu lihat dari gerak gerik mereka, kemarin saat kejadian masa ibu ga lihat dan ucapan pak dosen yang mengatakan Zeline adalah pacarnya "
Ibu Zeline mengangguk angukkan kepalanya iya juga ya, dari kemarin-kemarin kan pak dosen suka kesini terus pak dosen pernah bilang Zeline pacarnya, namun dia malah tak percaya karna tak mendengar dari mulut anaknya langsung.
Tapi tak apalah selagi laki-laki itu bisa membahagiakan anaknya tak masalah, yang penting Zeline senang dan bisa kembali seperti sedia kala.
***
Zeline dan Jo pun pamitan kepada kedua orang tua Zeline dan cepat-cepat pergi ke pemakanan tak lupa membawa bunga.
"Line saat sampai disana kamu harus kuat ya jangan sampai nangis, aku ga mau kamu nangis lagi dan terpuruk lagi kaya dulu" ucap Jo
Zeline pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Sampai juga di pemakaman , dan sudah sampai juga diperistirahatan terakhir Abi.
"Kamu apa kabar Bi, Bi aku mau cerita sama kamu, aku udah punya pacar lagi Bi. Maaf aku khianati kamu, tapi insyaallah dia baik Bi, aku minta restu sama kamu ya Bi, buat aku membuka hatiku lagi untuk orang lain. Namun kamu tenang tak usah kwatir, kamu akan selalu ada didalam lubuk hatiku yang paling dalam Bi, aku tak akan pernah bisa melupakan kamu dan kenangan kita berdua Bi, kamu disana yang tenang ya, aku sekarang udah ada yang jaga Bi " ucap Zeline sambil mengusap batu nisan Abi dan mengusap air matanya yang tanpa diminta mengalir.
__ADS_1
Ditaburkannya bunga yang tadi dibawa dan di berikan hadiah pula surah al fatiha.
Zeline pun bangkit dan pergi menghampiri Jo yang menunggu didalam mobil.
"Udah selesai Line ,gimana sekarang kamu lega ga "
"Alhamdullilah sekarang aku lega, aku bisa ngelepas Abi,mungkin saat ini kita tak berjodoh namun nanti mungkin dikehidupan selanjutnya kita akan berjodoh Jo "
Jo pun mengangguk kan kepalanya dan melajukan mobilnya menuju kampus.
Sesampainya dikampus mereka berdua berpapasan dengan Yuda tapi dia sama sekali tak menyapa Zeline maupun Jo, Zeline mengerti pasti dia sangat marah, tapi apa daya, sekarang Zeline sudah mempunyai hungan dengan orang lain..
"Line s Yuda kenapa tu, aneh banget tuh anak" tanya Jo
" Mungkin dia marah soal masalah kemarin, emang aku salah ya Jo sampai-sampai dia marah sama aku"
"Lah kenapa kamu yang jadi salah , ya engga lah itu kan hak kamu untuk memilih pak Liam, jadi kamu jangan merasa bersalah. Mungkin Yuda marah sama dirinya sendiri ,udah jangan banyak fikiran ah " tenang Jo
Akhirnya kelas pun berakhir sekarang Zeline akan latihan bersama Jo, di rumah Jo, supaya Liam ga tau biar nanti saat dia naik ke panggung jadi kejutan buat Liam, entah kenapa Zeline ingin menguji mental Liam lagi, kalau sudah marah baru tau rasa.
***
Hari yang ditunggu pun tiba, akhirnya festivalnya berjalan dengan lancar,semua mahasiswa dan mahasiswi sudah berkumpul ada yang berjualan juga dari berbagai jurusan, dan jika ada yang mau menonton dari warga setempat tak apa bebas untuk hari ini, agar semua warga juga bisa menikmati festival ini.
Zeline sudah menghubungi Liam agar cepat-cepat datang, tapi ko ga ada ya padahal sebentar lagi Zeline dan Jovanka akan tampil, menampilkan dance mereka berdua, untuk jurusan yang lain juga sangat bagus tampilnya Zeline takut, Jo aja ada Riyan lagi nunggu..huuh kemeana sih Kak Liam.
Nama mereka pun dipanggil, mereka menari dengan sangat Lincah dan penuh semangat semua penonton yang melihatnya bersorak-sorak memeriahkan acaranya dan tarian mereka sangat candu dan orang-orang yang dibawah menikmatinya.
Liam sudah ada dari tadi cuman dia sengaja tak menjawab telfon dari Zeline, dia ingin melihat apa yang akan sang pacar tampilkan ,dan apa ini menari dan pakainya itu sangat minim.
Laki-laki banyak sekali yang menatap kagum pada tubuh Zeline,dan Liam tak suka akan hal itu, ingin sekali Liam mencolok mata mereka yang menatap Zeline dengan mata yang sangat menjijikan itu.
__ADS_1
Kenapa Zeline tak bilang bila akan menari, Liam sangat marah mukanya sudah memerah ingin meluapkan amarahnya, cepat-cepat Liam pergi ke belakang untuk menyambut Zeline.
***
Akhirnya tarian mereka pun selesai, cepat-cepat mereka turun dari panggung, Jo yang pertama turun dan Zeline berikutnya dibawah tangga Liam sudah menunggunya.
Zeline pun melambaikan tangannya sambil tersenyum tiba-tiba saat ditangga kedua dipangkunya Zeline oleh Liam agar cepat-cepat turun, seperti tak ada beban Liam memangkunya padahal kan badanya cukup berat.
Ditatapnya Zeline dari atas sampai bawah dan Liam mengelengkan kepalanya dan mengusap wajahnya dengan prustasi dibukanya jaketnya itu dan dipakaikan kepada Zeline.
"Kak kok mukanya serem " tanya Zeline
Tanpa menjawab pertanyaan Zeline, Liam mengandengnya dan membawanya pergi dari area festival, Jo sangat kwatir takut Zeline diapa-apain sama pak dosen. Tapi dia yakin tak mungkin pak dosen melakukannya karna dia sudah melihat bagaimana pak dosen sayangnya kepada Zeline saat dirumah sakit.
Dan sempat-sempatnya Zeline melambaikan tangan kepada Jo, ya ampun temanya itu sangat polos sekali ada-ada saja Zeline Zeline.
Makannya Jo selalu menemani Zeline kemana-mana ya karna gini polos banget dia itu, harus selalu didampingi.
***
"Kak kita mau kemana, ko ketempat gelap gini si kak" takut Zeline
Liam tak menggubris sama sekali. dia terus saja menarik tangan Zeline,Zeline tiba-tiba merasa takut dia ingin melepaskan tangannya dari genggaman Liam namun susah malah makin erat penganggan Liam ini.
"Kak lepasin aku ga mau ikut" Zeline tiba-tiba jongkok agar tak bisa ditarik lagi, namun dengan mudahnya Liam membopong tubuh Zeline, Zeline pun meronta-ronta memukul-mukul punggung Liam namun Liam tak goyah sama sekali.
Sangat kuat sekali Liam akan dibawa kemana dia, apa dia akan dibunuh seperti korban-korban Liam yang lainnya ahhhh aku belum siap ya tuhan.
ini untuk pakaian yang digunakan Zeline dan Jovanka
__ADS_1
selamat membaca 😊