
Liam dam juga Tora sudah ada didekat rumah kediaman Bulan menganti pakaiannya dan menyamar pula, bahkan Liam memakai kumis agar tak ketahuan.
"Ayo turun Tora "
"Baik tuan "
Mereka berjalan kerumah itu dan mengetuk pintunya, tak lama kemudian pintu terbuka "ya ada perlu apa "
"Saya bersama teman saya melihat ada tulisan kamar kosong dan akan dikontrakan, kami akan menyewannya apa bisa "ucap Liam
"Oh kalian ingin menyewa kamar yang ada didalam, mari mari masuk, kenapa tak bilang dari tadi ayo masuk ayo "
Liam dan Tora hanya mengangguk dan mengikuti ibunya Bulan masuk dan ibunya Bulan langsung menunjukan kamarnya " Bagaimana apa kalian suka dengan kamarnya"
"Suka Bu kami mengambil kamar ini yah berapa untuk sewanya Oh ya kita juga belum berkenalan saya William dan ini teman saya Toni "
"Oh iya salam kenal ya, ibu namaya ibu Sri dan nanti ada suami ibu namannya Yanto, untuk sewa kamarnya satu juta saja untuk 2 orang"
"Baiklah Bu terima kasih, untuk di sini apakah tidak ada orang lain selain ibu dan bapak yang tinggal di rumah ini" tanya Liam memastikan
"Ada anak saya yang laki laki dan dia pun sama bekerja pulangnya akan larut "
"Baik bu berarti cuman beriga ya bu "
"Sebenarnya ada anak saya yang perempuan tapi dia menghilang begitu saja dan saya sedang kembali mencoba untuk membuka lagi kasusnya, karena saya sudah tahu siapa orang yang waktu itu pergi bersama anak saya, dia orang terpandang di sana namanya Liam dan sudah mempunyai istri berani-beraninya dia berkencan dengan anak saya dan sekarang entah bagaimana keadaan anak saya, dasar laki laki tidak tau malu, membawa anak saya "
"Begitu ya Bu lalu apakah ibu sudah mempunyai bukti, karena kan kalau orang terpandang itu akan sulit. Apalagi dia punya uang kan bisa membayar atau menyogok seseorang untuk tidak berbicara dan bisa saja dia akan bekerja sama dengan polisi, kita ini cuman orang biasa bu tidak akan bisa melawan hukum bila dengan orang kaya"
"Yah kau benar William tapi aku harus bisa mengalahkan mereka aku tidak mau begitu saja kalah, anak ku menghilang aku ingin tahu anakku di mana sebenarnya. Kenapa bisa tiba-tiba saja menghilang, dan orang itu laki-laki itu masih ada bersama istrinya lalu anakku ke mana dikemanakan dia aku hanya ingin tahu di mana anakku, jika sudah tahu aku pasti tidak akan memperpanjang semuanya jika anakku sudah kembali pasti aku tidak akan memperpanjang lagi dan menutup kasusnya "
"Aku bukan sok tahu ya Bu mungkin saja anak Ibu sudah tidak ada, karena kan ini sudah berbulan-bulan kalau memang anak ibu yang perempuan itu hilang pasti dia akan mencoba untuk melarikan diri dan pergi dari ke kangan laki-laki Itu , begini ya Bu diakan sudah punya istri mana mungkin dia menyembunyikan seorang perempuan begitu saja lama-kelamaan istrinya akan tahu kan bu "
"Iya benar juga istrinya lama-lama akan tahu tapi aku tak percaya kalau anakku sudah meninggal, aku akan pergi ke jakarta dan menemui istrinya berbicara semuanya kalau suaminya telah berkencan dengan anakku dan dia sekarang menyembunyikannya, siapa tahu kan istrinya bisa memaksa suaminya itu untuk mengaku di mana dia menyembunyikan anakku"
"Kira-kira Ibu kapan akan ke sana karena kan butuh waktu lama ke sana dan banyak uang"
"Iya aku baru saja pulang dari sana mengambil bukti tulisan anak ku, dari kos kosannya dan membereskan barang barangnya, aku sudah memegang bukti itu "
"Tapi bu kalau misalnya buktinya hanya sebuah catatan yang ditulis didalam sebuah diary itu tidak akan kuat. Bisa saja kan ada orang jahil yang masuk ke dalam kos-kosan anak ibu dan menulis dengan asal "
"Tapi aku yakin itu adalah tulisan anakku, bukan tulisan orang lain jadi kau tentang saja aku tahu mana yang tulisan anak ku dan bukan, oh ya aku dari tadi ke asikan ngobrol dengan kalian berdua ayo silahkan masuk , jangan di luar terus pasti kalian berdua lelah ayo masuk masuk "
Liam dan juga Tora langsung masuk dan mengunci pintu "berarti buktinya sudah ada disini Tora, kau cari dan kita lakukan malam ini juga, jangan sampai mereka masih hidup, hanya tiga orang gampang kan untuk mebunuhnya. "
"Siap tuan, kau hebat kalau keluarga ini sedang menyewakan tempat, kau bisa tua "
"Ya lah itu lah kenapa kita harus menulusuri dulu tempatnya agar rencana yang sudah kita buat tak berantakan, "
"Iya tuan aku akan menyiapkan dulu semua alat alatnya "
"Baiklah siapkan semua jangan sampai ada orang yang mengetahui kita ada di dalam rumah ini, bahkan tetangganya pun tak boleh tahu kalau rumah ini ada yang menyewa maksudku kamar ini jadi saat polisi datang kemari tidak ada tanda bukti kalau ada orang di rumah ini selain mereka bertiga saja"
__ADS_1
"Siap tuan "
Liam langsung membaringkan tubuhnya dan membuka ponselnya melihat lihat foto istrinya dan juga foto sang anak yang sedang lucu lucunya.
**
Sedangkan diluar rumah Hamzah sedang berdiri tegak menghalangi seseorang " ada apa kau kembali lagi ke mari"
"Aku ingin bertemu dengan Zeline. Ayo cepat buka pintunya jangan mempersulit aku"
"Saya sudah bilang kalau tuan tidak boleh lagi bertemu dengan Nyonya, nyonya pun sudah bilang kalau tuan bukan temannya Jadi untuk apa Tuan kemari lagi, tak ada yang perlu dibicarakan lagi dan Nyonya juga sudah mengatakan semuanya tentang siapa tuan sebenarnya saya tidak akan pernah memasukkan orang asing ke dalam rumah sebelum tuan yang mengizinkannya sendiri ataupun nyonya"
"Sialan kau, kau hanyalah seorang penjaga dan hanya seorang pembantu di sini tapi kau sangat berkuasa sekali di sini, ayo biarkan aku masuk aku ingin bertemu dengan Zeline sekarang juga dia memang temanku, kau saja pasti yang mengada-ngada aku ingin bertemu dengannya dan melihat keadaannya apakah dia baik-baik saja"
"Nyonya tidak butuh perhatianmu dia sudah mempunyai suami jadi tidak perlu diperhatikan oleh laki-laki lain, Nyonya sudah baik-baik saja jadi anda boleh pergi. Saya sudah memberikan info pada anda jadi anda jangan kekeh masuk ke dalam rumah ini , ini bukan rumah anda jadi silakan pergi. Sebelum saya melaporkan polisi dan bertindak kasar pada anda"
"Sialan kau "
Gavin langsung menonjok Hamzah, namun Hamzah yang tersulut omosinya langsung berkelahi dengan Gavin, anak buah Liam tak ada yang mau memisahkan, karena kalau Hamzah sudah marah, sudahlah jangan harap ada yang bisa memisahkannya.
Gavin di sana sudah babak belur dan tak bisa melakukan apa apa lagi "Hamzah lepaskan jangan kau terus menyiksanya "
Hamzah yang sadar segera memberhentikan aksinya dan melihat kearah Andre "ada apa ini Hamzah "
"Dia ingin masuk ke dalam rumah dan kekeh ingin menemui Nyonya. Saya tidak mengizinkannya karena tuan sudah bilang jika ada orang asing yang ingin masuk ke rumah ini tidak boleh, makannya saya mengusirnya dari malam dia itu sudah samgat keterlaluan, dia sudah datang tadi malam tuan dan dia sudah tak sopan pada nyonya"
Saat Andre akan membantu Gavin bangun, Gavin tak menerimannya malah langsung menepis tangan itu dan pergi masuk kedalam mobil dna meninggalkan mereka semua yang ada disana.
"Ada didalam tuan "
Andre langsung masuk dan melihat Zeline yang sedang menyiram bungga "Line Liam sebenarnya kemana "
"Dia pergi membereskan pekerjaannya mungkin beberapa hari katanya, membereskan masalah yang kantornya ada di bali "
"Bali "
"Iya kak memangnya kenapa apakah tak ada perusahaan mas Liam yang dibali "
"Ada tentu ada aku hanya baru ingat saja, siapa laki laki yang selalu ingin bertemu denganmu, sepertinya kau harus berhati hati, orang itu bisa saja mengganggu rumah tetangga kalian kau harus hati-hati jangan sampai kau terjebak oleh orang yang tadi bertengkar di luar bersama Hamzah "
"Siapa apakah Gavin yang kemarin, aku pun pusing harus bicara apa itu temannya Jo , kami baru saja berkenalan aku juga tidak tahu kalau Jo akan memperkenalkan aku pada laki-laki itu"
"Baiklah kakak akan menelpon Jo untuk memperingatkan temannya agar tidak selalu ke sini kalau ada Liam bisa berbahaya dan akan lebih berbahaya lagi pokoknya intinya berbahaya"
"Sepertinya tak usah kak, kasian kemana Jo yang disalahkan "
"Diamlah ini demi keselamatan mu, Liam kan sedang tak ada mana mungkin aku diam saja "
Andre langsung mengeluarkan ponselnya dan menelfon Jo, dan untungnya langsung diangkat.
"Kenapa kak Andre "
__ADS_1
"Kau tahu temanmu Gavin dia datang lagi ke rumah Liam dan mengacau di sini. Sepertinya kau harus memberitahu pada dia kalau Zeline itu sudah mempunyai suami. Jadi jika dia ingin mendekati seorang perempuan carilah perempuan yang lajang dan memang mau dengannya jangan mengusik istri orang lain "
"Gavin datang lagi kak "
"Iya pagi ini dia datang lagi ke rumah dan mengacau dan berantem dengan Hamzah0 sampai dia babak belur bahkan saat dia sudah tidak mampu untuk berdiri sendiri saat aku akan menolongnya dia malah seperti itu 0tidak menggapai tanganku sama sekali malah pergi begitu saja dia begitu sombong dan tidak tahu diri "
"Jadi aku minta tolong padamu kau beritahu dia kau kan yang mengenalkan Zeline bersama laki-laki itu, sebelum Liam tahu lebih baik kau berbicara dengan dia, agar nanti masalahnya tidak makin kepanjangan dan nyawa dia sendiri yang akan menjadi taruhannya bila terus mengejar Zeline aku hanya kasihan saja dengannya"
"Baiklah ka terima kasih aku akan mencoba menasehatinya, aku juga tidak tahu kalau pada akhirnya dia akan seperti ini, dia memang dulu ingin sekali mengenal Zeline karena memang dia dari bandung temanku, aku dulu dan Zeline juga pernah lihat dia mungkin dia tertarik saat melihat Zeline waktu pertama kali"
"Baiklah itu kan dulu sekarang sudah berbeda Zeline sudah menikah, berarti seharusnya dia tak melakukan itu dia harus sadar diri kalau Zeline sudah mempunyai suami jadi jangan mengganggu rumah tangganya ya, aku hanya melindungi nyawanya saja kalau dia sayang nyawa itu pun, aku juga tidak mau Liam dan Zeline bertengkar. Karena sekarang ini kan mereka berdua sedang banyak masalah jadi jangan sampai itu menambah kembali masalah rumah tangga mereka"
"Baiklah kak, aku sekarang akan kerumahnya dan menegornya "
"Baiklah "
Setelah sambungan terputus Andre menatap Zeline dan mendorong kursi roda itu kedalam rumah.
"Papah ada disini, sejak kapan papah ada disini "
"Emm baru saja papah disini, sedang bermain apa Lucas "
"Aku sedang bermain ini papah, aku main selodotan didalam bola bola yang sangat banyak ini "
"Apakah papah boleh ikut bermain "
"Tentu papah ayo sini masuk masuklah, aku bial ada teman, bi Sali sekalu kecapean bila belmain dengan ku "
Andre segera masuk dan bermain didalam sana bersama Lucas, Andre malah senang dan seperti kembali lagi menjadi anak kecil ada ada saja kan Andre ini.
**
Jo sudah ada didepan rumah Gavin, dia langsung pergi saat kak Andre menelfonya, sungguh keterlaluan, tok tok tok.
Pintu terbuka dan menampakan Gavin yang wajahnya biru biru "ayo masuk Jo ada perlu apa "
Jo tak menjawab langsung masuk dan duduk " Gavin apa yang kau lakukan dengan pergi ke rumah Zeline pagi-pagi dan membuat ulah di sana"
"Aku hanya ingin melihat keadaannya apakah tidak boleh, kemarin malam kan aku belum puas melihatnya karena ulah pembantunya itu yang mengusirku dan kembali dia mengusirku kembaliz apa sih salahnya aku menengok Zeline yang sedang sakit sampai-sampai aku dipukuli seperti ini ,kau bilang coba pada pembantunya Zeline itu untuk tak gegabah memukuli seseorang"
"Kau yang salah karena kau tidak sopan di sana, Zeline sudah bersuami kau ingat ya sudah bersuami jadi kau jangan aneh aneh deh, kalau pada akhirnya kau berkenalan dengan Zeline hanya untuk mengacaukan rumah tangganya Lebih baik aku tidak akan lagi membawamu untuk bertemu dengan Zeline "
"Awalnya kau hanya ingin berkenalan saja kepada Zeline. Lalu kenapa kau malah berulah dan makin menjadi-jadi saja, kemarin saja pas malam kamu tiba-tiba aja pegang tangan Zeline ya dia gak akan pernah mau lah, ya gak marah gimana anak buahnya Zeline sama kamu karena kamu udah gak sopan sama Nyonya"
"Makanya dia marah dan usir kamu aku udah bilang kan kamu jangan macam-macam sama Zeline, kamu gak tahu gimana Liam sebenarnya, kamu gak tahu gimana pak dosen sebenarnya, kamu itu orang baru di sini jadi kamu harus selalu hati-hati kalau pak dosen tahu kamu habis sama dia"
"Please deh jangan buat nama aku kotor di depan sahabat aku dan suaminya, aku gak mau ya persahabatan aku sama sahabat aku tuh jadi kacau gara-gara kamu, aku minta kamu jauhin Zeline dan jangan pernah kamu datangi rumahnya lagi, kalau kamu memang ingin berteman denganku. Tolong jangan membuat semua ini menjadi kacau dan membuat rumah tangga orang lain menjadi kacau juga, kau mengerti kan dengan kata-kataku aku sudah menjelaskannya sepanjang ini loh"
Jo langsung menarik nafanya dan kembali menatap Gavin " Iya aku tahu kau sudah menjelaskannya begitu banyak dan begitu panjang aku mengerti tapi aku tidak janji untuk tidak mengganggu rumah tangga mereka"
Jo langsung mengebrak meja dan metap kearah Gavin "awas saja kau membuat ulah Gavin aku tak akan diam, awas saja kauu, awas jangan macam macam dengan ku "
__ADS_1
Jo langsung keluar dari dalam rumah Gavin, sebelum amarahnya keluar dan rumah itu menjadi berantakan olehnya. Bisa bisa rumah itu roboh olehnya .