Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Semuanya terbongkar karena emosi


__ADS_3

"Ayo nek lebih baik kita kerumah sakit ya, kita kerumah sakit aku akan mengecek keadaan nenek " bujuk Jil pada ibunya Airin.


"Tidak aku tidak mau, aku sudah mendengar kau sedang menelpon dengan seseorang aku ini tidak gila jadi kau tidak usah mengecek kejiwaanku, aku baik-baik saja dan aku masih waras dan aku tidak gila, jadi kau tidak usah macam-macam memasukkan aku ke dalam rumah sakit jiwa. Aku ini masih punya keluarga jadi lebih baik kau kembalikan aku pada keluargaku, dari pada kamu masukanku ke dalam Rumah Sakit Jiwa, aku masih punya keluarga aku sudah bilang Liam adalah keluargaku dia menantu suami dari anakku, jadi cepat Keluarkan aku dari sini dan antarkan aku ke rumahnya"


"Tidak aku sama sekali tidak ingin mengecek tentang kejiwaanmu saja, tapin semua tentang kesehatanmu di sini semua orang tua yang ada di sini dicek semuanya berobat, nanti kalau ada penyakit apa-apa bisa ketahuan nek, lebih baik kita ke sana ya kita pergi ke dokter sekarang juga jangan seperti itulah nek, ini juga demi kebaikan nenek sendiri kan bukan demi kebaikanku, aku hanya ingin yang terbaik buat nenek bukan apa-apa nanti kalau nenek sakit kan bisa ketahuan nenek itu sakit apa dan kita bisa langsung ke dokternya begitu toh nek " bujuk Jill


"Tidak mau aku tidak tinggal di sini aku ingin pulang aku hanya menumpang di sini sebentar saja, karena aku menunggu kau mengantarkan aku ke rumah anakku jadi cepat kau antarkan aku ke sana sekarang juga. Aku mau pulang sekarang juga ke rumah besar itu aku ingin pulang" sambil menunjuk Jill


"Baiklah aku akan mengantarkanmu pulang tapi jika kau nanti diusir oleh tuan Liam aku tidak ikut campur aku akan langsung pulang, aku akan tinggalkan saja di sana aku tidak mau berurusan dengan dia dan berurusan dengan yang lainnya"


"Baiklah ayo antarkan aku ke sana. Aku yakin Liam akan memasukanku ke dalam rumahnya dia tidak mungkin akan ngusirku begitu saja. Jadi sekarang kau antarkan aku ke sana jangan banyak bicara aku tidak mau kau bawa ke rumah sakit jiwa , aku masih waras dan aku masih sehat tidak usah diperiksa apapun"


"Baiklah baiklah ayo mari aku antarkan sekarang kau ke rumah Liam dan juga Zeline, karena yang aku tahu hanya tempat itu tak ada yang lain "


"Ya terserah kau saja ayo antarkan aku ke sana. Aku mau pulang sekarang kau ini lama sekali mengantarkan aku pulang"


"Baiklah mari ayo akan aku antarkan sekarang juga"


Jil segera berjalan terlebih dahulu meninggalkan ibunya Airin, dirinya sudah kesal dengan nenek-nenek ini dari tadi dia marah-marah padanya.


Di kasih makan gak mau malah ditumpahin, air dikasih malah disiramin pokoknya ngeselin banget deh sampai-sampai dirinya udah buntu.


Tadinya tuh cuma mau cek aja dia tuh emang sakit jiwa atau gimana sih gitu kan, kok sifatnya gini banget sih gak ke kontrol sama sekali.


Gak habis pikir ya kalau emang bener Liam nikah lagi, tapi gak mungkin sih dia gak akan mungkin pernah nikah lagi dan duain Zeline.


Ini pasti nenek-nenek nih yang gila deh ngaku ngaku, pasti nanti Liam sendiri yang akan memasukan nenek nenek ini kerumah sakit jiwa.


**


Jo yang baru selesai makan masih diam dimeja makan dengan sang suami, mamihnya juga ada disini menatap mereka berdua.


"Kenapa tadi kamu gak pulang lagi ke sini. Mamih kan udah bilang kamu harus pulang ke rumah dan kamu Riyan apa kamu gak telepon istri kamu buat pulang ke rumah lagi. Mami kan udah bilang Jo gak boleh kerja lagi dia harus diam di rumah"


"Mami gak usah marah sama Riyan, aku sendiri kok yang bilang gak akan pulang lagi ke rumah, aku baik-baik aja meskipun ini kehamilan pertama Jo, tapi Jo juga bisa menjaga kandung Jovanka, gak usah dilarang-larang kerja kalau nanti perutnya udah besar banget baru Jo akan resign. Udah dong mih jangan dipersulit, dulu aja Jo susah hamil dipersulit sekarang hamil dipersulit juga sebenarnya mau mami itu apa sih sebenarnya Jo itu harus gimana "

__ADS_1


"Kamu ini yah malah balik marah sama mami, dulu aja Mami saat hamil kamu mami dilarang sama Papi kamu untuk keluar rumah, apa lagi buat kerja dan kamu Riyan sebagai suami harusnya ikutin apa yang dilakuin Papa mertua kamu, bukan nyuruh Istri kerja emang kamu gak mampu buat biayain istri kamu sendiri"


Riyan menghela nafasnya saat Riyan akan bicara Jo kembali bicara " Riyan mampu kok biaya Jo, Jo aja yang mau kerja Jo itu bukan Mami yang bisa diatur sama papi buat diam di rumah, kita ini beda Mami ya Mami Jo ya Jo , Riyan ya Riyan papih ya Papi kita beda. Aku tuh pengen kerja buat apa aku kuliah sampai tinggi-tinggi tapi gak kepake sama sekali "


"Aku juga pengen ada pengalaman kerja, aku juga bakal jaga anak ini kok. Kalau Mami bikin aku stress kayak gini terus aku malah gak akan bisa pertahanin anak ini yang ada aku akan terus kepikiran udah mih cukup sampai di sini Mami ikut campur rumah tangga aku sama Riyan. Kalau Mami kayak gini terus aku sama Riyan pergi aja dari rumah ini mending kita pulang ke rumah gubuk kita yang menurut Mami gak layak buat kita tempatin" Marah Jo dan suaminya langsung menarik sang istri untuk masuk kamar.


Sedangkan bi neneng yang dari tadi ada disana jadi serba salah, "maaf ibu saya mau beres bere "


Namun mamihnya Jo tak menjawab dia langsung saja pergi meninggalkan meja makan dan masuk kedalam kamarnya.


"Loh kok jadi Neneng ya jadi sasarannya, padahal Neneng tadi diam aja cuman mau beresin meja makan aja, apa gak boleh Neneng beresin gitu meja makannya, sampai-sampai Nyonya pergi ke kamar marah kayak gitu . Padahal kan cuman biasa aja Neneng bicaranya juga pelan kok gak teriak-teriak kayak nyonya Jo tadi "


"Udah ah masa bodoh yang penting mah rumah beres harus beres nanti kalau ini meja makan masih berantakan aku lagi yang dimarahin sama nyonya lagi ah. Ibu ini suka ada-ada aja Ah marah-marah kayak gitu sama anak padahal kan kalau sudah berumah tangga ya sudah biarkan saja mereka mengurus rumah tangganya, tidak usah ikut campur ribet kan urusannya"


**


Liam yang baru sampai dan belum masuk kedalam rumah melihat ada sebuah mobil yang terparkir didepan rumahnya. Liam langsung keluar dari dalam mobil, dan Jill keluar juga dengan ibu Airin.


"Menantuku " teriak ibu Airin sambil memeluk Liam, namun belum juga memeluk Liam sudah mendorongnya untung saja Jill memegangnya.


"Terus kamu percaya, dengar nya saya sama sekali tidak mempunyai ibu mertua selain ibu mertua saya yang ada dibandung yaitu ayah dan ibunya Zeline istri saya. Kamu kenal kan dengan istri saya kamu juga tahu kan mana ibunya Zeline dan mana yang bukan jadi saya tidak punya mertua seperti dia"


"Iya tuan saya tahu kalau ibunya Zeline yang mana. Tapi dia mengaku kalau Tuan itu menikah dengan anaknya yang bernama Airin, dia adalah istri kedua tuan dan dia kekeh pengen dipulangkan ke sini. Saya bingung makanya saya mengantarkannya saja meskipun Tuan waktu di telepon mengatakan memang tidak mengenalnya tapi saya sudah capek mendengar celotehannya dan caci makinya pada saya dan juga nenek-nenek serta kakek-kakek yang ada di sana, kasian mereka."


Liam tersenyum terbahak bahak dam segera menghentikan tawannya " saya menikah lagi dan menduakan Zeline Ya ampun rasanya saya ingin tertawa kalau saya menikah dengan anak perempuan dari dia Airin, mana mungkin saya selingkuh dari istri saya itu tidak akan pernah mungkin dan tak akan pernah terjadi, istri saya hanya satu sekarang ataupun sampai kapanpun, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikannya atau menggeser kannya dari hidup saya, kamu percaya dengan ibu-ibu seperti ini anaknya itu menikah dengan anak buah saya Airin sudah menikah dengan anak buah saya kamu jangan terlalu percaya "


"Ya tuan maaf saya sungguh minta maaf"


"Kenapa kau tak membawannya saja kerumah sakit jiwa, dia sudah sakit bahkan kelaurgaku di sakiti makannya ibuku mengusirnya "


"Toraa " teriak Liam dengan lantang


Sedangkan ibu Airin menunduk dan tak mau berbicara, Tora yang dipanggil oleh tuannya segera berlari dan menghapirinya "iya tuan "


"Urus Ibu mertuamu dia sudah menjelek-jelekkan namaku dengan mengaku-ngaku bahwa Airin istrimu adalah istri keduaku. Bagaimana kalau publik tahu dan menganggap kalau aku benar adalah pria brengsek dan menganggapku bukan pria baik-baik dan bagaimana kalau ibu mertua aku sampai tahu mereka akan sangat marah. Aku tidak mau tahu kau beres kan perempuan ini dan jangan sampai ada rumor seperti itu lagi dan sampai ada lagi aku tidak akan pernah memaafkanmu anakmu dan juga istrimu .Aku tidak akan mentoleransi semuanya lagi"

__ADS_1


Liam langsung masuk kedalam mobil dan melajukannya masuk kedalam rumah, setelah Liam masuk gerbang kembali tertutup.


"Terima kasih Nona telah mengantarkan ibu mertua saya, dia bukan mertua dari tuan saya dia mertua saya terima kasih atas bantuannya karena anda telah mengembalikannya, saya akan mengembalikannya lagi ke rumahnya memang dia sedikit agak ada gangguan jadi maafkan kelakuan ibu mertua saya"


Ibu Airin langsung menatap Tora, enak saja dia menganggap dirinya adalah orang setres awas saja dirimya akan memberitahi Airin kalau suaminya ini kurang ajar.


"Iya tidak apa-apa Tuan saya permisi dulu ya"


Tora langsung menginstruksikan Hamzah untuk mengeluarkan mobil dan Tora segera memasukkan Ibu mertuanya ke dalam mobil dan menghimpitnya di sana.


Sedangkan yang menyetir Hamzah dia akan mengantarkan Ibu mertuanya kembali ke rumahnya, kembali ke asalnya agar tidak membuat ulah dan membuat lumor-lumor yang macam-macam bosnya sudah sangat marah bisa-bisa dirinya akan dibunuh beserta keluarganya.


Jangan macam-macam lah dengan bosnya ini, kalau tidak mau nyawanya melayang, sayangkan nyawa melayang begitu saja.


"Kenapa kau berkata seperti itu, kenapa kau menganggap Ibu gila. Ibu masih waras Ibu tidak gila kenapa kau mengatakan itu "


"Kalau kau masih waras kau tidak akan mengaku-ngaku sebagai mertua orang lain, kau tidak akan mengaku-ngaku kalau tuan Liam adalah menantumu dan anakmu adalah istri kedua dari Tuanku tidak mungkin kalau kau masih waras. Jadi kau jangan terus membuat ulah kau ingin yang nyawa melayang juga hari ini hah Aku tidak akan segar-segan melakukannya "


"Heh heh Tora jangan seperti itu ingat dia ibu mertua mau,"tegur Hamzah


"Aku sudah muah dengan dia, dia sudah keterlaluan membuat pekerjaanku menjadi jelek di depan Tuan, dia sudah menghancurkan semua karirku yang aku lakukan dari nol. Semuanya hancur gara-gara perempuan ini, sekali lagi kau berkata pada orang lain kalau Airin menjadi istri kedua dari Tuanku , aku benar-benar akan membunuhmu dan asal kau tahu Airin menikah denganku bukan karena dia mencintaiku atau sesuai apa yang dia ceritakannya"


"Namun aku menculiknya karena dia sudah melihat pembunuhan yang aku lakukan inilah kebenaran sesungguhnya. Aku tidak peduli kau akan membenciku aku atau tidak. Aku memperkosa Airin makannya dia hamil bukan karena Airin yang mencintaiku dan kami melakukannya karena saling suka sama "


Wajah Ibu Airin langsung merah dan sangat marah pada Tora, saat akan menampar Tora ,Tora langsung menangkap tangan itu.


"Kesabaranku sudah habis. Aku tidak bisa baik-baik lagi di hadapanmu kau sudah menghancurkan citra baikku di hadapanmu , jadi lebih baik aku bongkar saja kejadian yang sebenarnya jadi kau jangan macam-macam pada aku, aku bukanlah orang baik seperti apa yang kau lihat pada awal"


Tora langsung menghempaskan tangan itu dan dia melihat ke arah depan, tak ingin berbicara lagi dengan ibu mertuanya, sedangkan ibu Airin dia hanya menangis mendengar semua kenyataannya.


Ternyata anaknya diculik ternyata selama ini yang menculik anaknya adalah Tora, orang yang pura-pura membantunya mencari Airin.


Ternyata Airin ada di tangannya selama ini, kenapa dia bodoh sampai tidak menyadari kalau laki-laki yang menikahi anaknya adalah orang jahat. Lalu bagaimana dengan keadaan anaknya sekarang bagaimana.


"Kembalikan anakku kembalikan anakku"

__ADS_1


"Aku akan mengembalikan anakmu setelah anakku lepas dan tidak menyusu pada ibunya. Tenang saja aku tidak akan membuatnya terkurung denganku dia akan kembali padamu jadi tak usah khawatir , aku akan mengembalikannya dengan utuh tanpa ada cacat sedikitpun, itu pun kalau dianya mau kembali padamu karena Ibunya sudah gila dia tidak akan mau kembali padamu"


__ADS_2