Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
akan melahirkan


__ADS_3

Zeline yang sedang ada dikamar mandi seketika merasakan perutnya yang tiba-tiba sakit. "Mas tolong mas " teriak Zeline yang ada didalam kamar mandi.


Liam yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya tak mendengar jelas suara istrinya, dia masih fokus pada dokumen-dokumen yang menumpuk ini.


"Mas tolong mas, perut aku sakit " teriak Zeline kembali sambil memegang perutnya.


Liam yang kaget segera bangkit lalu mengecek kekamar mandi, istrinya sedang duduk sambil menyenderkan tubuhnya.


"Ya tuhan sayang, kamu kenapa "


"Kayanya aku mau lahiran mas "


"Yaudah syaang ayo kita kerumah sakit kamu yang sabar ya sayang " Liam segera memangku Zeline. Menuruni anak tangga dengan perlahan.


Bahkan Liam tak membawa barang-barang yang dirinya siapkan sejak lama. Saking gugupnya. Takut kenapa-napa nantinya.


Bahkan untuk memberitahu keluarganya pun tak kefikiran sama sekali. Segera Liam masuk kedalam mobil, "sabar ya sayang, sekarang kita akan kerumah sakit "


"Iya mas, iya cepat ya aku sudah tak kuat perutku sangat sakit mas " sambil meringis.


Liam yang sangat takut terjadi apa-apa dengan istrinya segera melajukan mobilnya dengan cepat namun masih hati-hati.


Zeline hanya mengerang sambil mengusap perutnya sesekali memeluknya. Sudah tak enak saja pokonya. "Yang sabar ya sayang "


Akhirnya sampai dirumah sakit segera Liam membantu istrinya keluar "sus tolong istri saya mau melahirkan " Terial Liam


"Ayo ikut saya pak " ucap suster itu. Liam segera mengikuti suster untuk masuk keruangan persalinan, dirinya tak mau istrinya didudukan dikursi roda biarkan digendong saja olehnya.


Liam segera membaringakam istrinya. Suster segera pergi untuk memanggil dokternya.


Dokter sudah datang dengan tergesa-gesa "saya periksa dulu ya bu "

__ADS_1


"Bu pak, ini baru pembukaan 4 "


"Jadi bagiaman dok " tanya Liam.


"Kita tunggu dulu ya pak, nanti saya akan mengecek lagi " segera dokter pergi meninggalkan Liam dan Zeline berdua.


"Sabar ya sayang " sambil mengusap kepala istrinya.


Zeline hanya bisa menganggukan kepalanya saja. Dirinya sedang merasakan sakitnya. Yang sekaranh sudah tak terlalu sakit.


"Sebentar aku telfon ibu dulu ya sayang agar datang kemari "


"Iya mas"


Liam segera menghubungi ibunya dan untungnya langsung diangkat "Hallo bu, maaf Liam tadi tak langsung mengajak ibu, Zeline sekarang akan melahirkan kami sudah ada dirumah sakit "


"Apa Zeline mau melahirkan, baik ibu dan ayah akan kesana tunggu ibu ya " telfon tiba-tiba saja dimatikan.


Dasar ibunya ini. Liam juga sama menelfon ibunya Zeline namun tak diangkat, ayahnya pun sama. Sudahlah kirim pesan saja.


Assalamualaikum bu, bu Liam punya kabar baik sekarang Zeline akan melahirkan kami sedang ada dirumah sakit.


Setelah mengirim pesan pada ibu mertunya, Liam juga mengirim pesan pada Jo dan juga Asa kakaknya Zeline. Ta lupa Andre dan juga Syifa.


Liam segera menghampiri istrinya. "Sayang bagaimana sekarang "


"Sedikit sakit mas "


***


Ibunya Zeline saat mendapat pesan dari menantunya segera membukannya.

__ADS_1


Liam


Assalamualaikum bu, bu Liam punya kabar baik sekarang Zeline akan melahirkan kamu sedang ada dirumah sakit.


"Ya alloh, alhamdulliah Zeline semoga kamu selamat dan lancar melahirkan anakmu kedunia ini" ibunya yang senang segera menghampiri suaminya, untuk mengabarkan kabar gembira ini.


"Ayah, ayah ibu punya kabar bahagia " teriak ibu Zeline.


"Ada apa sih bu, kok sampai teriak-Teriak kaya gitu. Kenapa bu "


"Yah Zeline mau melahirnya kita akan mempunyai cucu, ayo kita siap-siap kejakarta "


"Untuk apa, aku tak mempunyai anak "


"Ya allah ayah, ayah tuh kenapa emang sesulit itu maafin Liam. Dia itu laki-laki baik. Liat sekarang anak kita aja bahagia sama dia. Gak pernah Liam sakitin "


"Iya sekarang belum kan, dia itu pembunuh bu, yang seharusnya ada didalam penjara bukan berkeliaran seperti ini "


"Ayah tuh, kalau bicara suka kemana aja. Mau gimana pun Liam dia adalah pilihan anak kita . Itu masa lalunya seharusnya kita menerima jika Zeline bisa menerimnya. Tolong ayah turukan ego aya sedikit saja demi anak kita dan cucu kita. Maafkan Liam anak kita itu " sambil meneteskan air matanya.


"Tak bisa, tak semudah itu bu. Sudahlah kamu diam saja dirumah. Kita ini gak punya anak dan menantu "


"Gimana ayah, ibu akan tetap pergi kejakarta meski ayah gak ikut, gapapa. Ibu bisa pergi sendiri. Ayah gak usah larang ibu " setelah mengatakan itu ibunya Zeline segera pergi tanpa menghiraukan teriakan suaminya.


Kali ini dirinya akan membantah suaminya. Untuk yang ini dirinya akan melawan suaminya. Sudah tak kuat dirinya harus jauh dari anaknya Zeline dan juga menantunya Liam.


Pasti sekarang Zeline sedang membutuhkannya. Pasti dia sedang merindukan dirinya. Harus pergi kesana. Segera ibunya Zeline mengemas pakaiannya secukupnya.


**


"Yuda jangan diminum " sambil mendorong gelas itu agar tak diminum oleh Yuda sampai gelas itu pecah perkeping-keping.

__ADS_1


"Kenapa Sa "


Asa hanya diam menunduk, tak bisa menjawab apa-apa. Entah kenapa tiba-tiba dirinya tak bisa melakukan semua ini. Tak bisa melakukan balas dendam ini.


__ADS_2