Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Aku mundur


__ADS_3

"Sudah dulu sekarang sayang tentang membahas adik adik untuk Lucas, sekarang mari tidur bertiga, kasihan Lucas sudah mengantuk, aku pun ingin segera memeluk kalian berdua, sungguh tak sabar diriku ini"


"Tapi mas sayang ini kan masih siang, aku belum ngantuk"


"Gapapa syaangku, kita tidurnya sambil memeluk jagoan kita pasti akan mengantuk lama kelamaan"


"Baiklah ayo mas, Lucas sayang mari kita bobo bersama-sama sambil dipelukan oleh papih dan dijaga oleh papih juga pasti akan nyaman dan menyenangkan "


"Ayo mamih Lucas pun sudah tak sabar "


Zeline hanya tertawa dan segera memeluk anaknya dengan suaminya pula yang memeluk anaknya dan dirinya.


**


Sedangkan Syifa yang tadi baru saja keluar dari rumah kak Zeline segera menghampiri rumah paman Andre untuk memberikan kabar yang sangat menyenangkan untuk disebarkan pada pamannya ini.


Ya dia tadi yang mengitip dan mendengar semua pembicaraan dengan kak Asa.


Dor dor dor "paman buka pintunya " teriak Syifa.


Pintu terbuka penampilkan pamanya yang tampan "ayo masuk dulu ada yang perlu aku bicarakan pada paman "

__ADS_1


"Iyalah paman masuk, ini kan memang rumah paman "


Syifa segera duduk diruang tamu disusuk oleh Andre"Ada apa "


"aku tadi saat akan meminta maaf pada kak Asa mendengar sesuatu yang mungkin saja paman gak percaya sama aku, ini tuh bener bener diluar skenario paman tau gak sih "


"Emangnya apa sih anak kecil sampai seserius ini, skenario apa lagi, emangnya paman pemain film"


"Paman tau, kak Asa udah punya suami tadi aku denger dia minta cerai sama suaminya, berarti aku masih punya peluang dong buat dapetin hati paman, kan kak Asa udah punya suami masa iya kakak mau jadi suami keduanya gak mungkin kan, apa kakak mau di duain begitu aja "


"Kamu tuh jangan asal bicara, kalau memang sudah menikah mungkin paman diundang, kamu ini pengen jelek-jelekin Asa ya dihadapan paman, biar kamu yang dapetin hati paman iya gitu, gak bisa gitu ya, paman gak akan pernah bisa kamu kibulin. Kamu pasti bohong anak kecil "


"Aku gak asal bicara paman, emang keadaannya gitu aku denger jelas banget kalau kak Asa bilang dia mau bercerai sama suaminya kalau gasalah nama suaminya itu Yuda iya bener Yuda deh paman"


"Iya aku yakin kak Asa bilang nama Yuda, bahkan beberapa kali. Tadinya kan mau fidioin tapi aku gak bawa ponsel jadi aku gak rekam semua pembicaraan kak Asa, aku sebenarnya gak ada niat mau ngumping kok, cuman kebeneran aja aku denger semuanya, karena aku gak mau paman terus marah, jadi aku merendahkan diri untik meminta maaf pada kak Asa"


"Kamu salah mungkin, mana mungkin Asa udah nikah, paman tetep gak percaya kalau gak lihat langsung wujudnya tuh s Yuda itu, ada dihadapan paman dan bilang sendiri ke paman kalau dia adalah suaminya Asa. "


"Aku gak salah paman, masa iya aku harus cari suaminya kak Asa biar tau semuanya kan gak mungkin, aku juga gak tau wajah suami ka Asa gimana. Kalau aku tau pasti aku cari di ig kalau gak di fb siapa tau kan ada "


"Iya paman tau, tapi tetep paman gak percaya semuanya, paman gak mau percaya pokoknya "

__ADS_1


"Yaudah sih kalau paman gak percaya gak papa, apa paman masih ingat dengan telfon yang kak Asa dapat itu kan yang telfonnya juga dari Yuda, mereka berdua kan sempet bertengkar paman "


"Gak tau ahh, pokoknya kamu harus minta maaf sama Asa dan buat kami berdua kembali baik- baik lagi, masa bodo dengan suaminya Asa, paman tak akan percaya sampai melihat langsung wujudnya didepan mata paman titik gak pake koma apalagi gak pake tanda seru "


"Baiklah jika benar nanti kak Asa sudah punya suami, kakak jangan menyesal dan jangan cari aku, mungkin saja nanti aku sudah pergi jauh meninggalkan paman dan dicintaku disini, jadi aku sangat berharap paman akan selalu bahagia, aku akan meminta maaf besok pagi pada kak Asa, paman gak perlu khawatir nanti besok malam akan aku pertemukan paman dengan kak Asa dimalam kembang api. Mungkin itu untuk terakhir kalinya aku akan mencintai paman dan bertemu dengan paman "


"Sekarang aku mundur, aku mundur untuk mencintai paman, untuk berharap pada paman, untuk mengejar paman, atau pun yang berurusan dengan paman aku mundur, terimakasih atas semua waktu yang paman berikan padaku, akan aku buat sebagai pengalaman hidupku bahwa perempuan jangan sampai mengejar laki-laki terlebih dahulu, aku sekarang belajar dari paman bahwa aku harus menjadi perempuan mahal dan tak mudah untuk mencintai seseorang. Terimakasih paman sudah mau menjadi orang pertama yang aku cintai meski hasilnya sangat mengecewakan bagiku"


Syifa mengatakan itu sampai menitihkan air mata bahkan sangat deras dan Andre hanya diam mematung menatap Syifa yang tiba-tiba saja berkata seperti itu..


Dirinya tak menyangka Syifa akan berkata seperti itu padanya, kesambet apa nih anak.


"Sebentar lagi hidup paman akan lebih berwarna dan tak akan terbenani oleh ku lagi, aku akan pergi sejauh mungkin yang aku bisa, jadi paman disini bisa senang menjalani hidup paman, tak akan ada aku lagi yang menganggu paman, menganggu ketentraman paman. Sekarang paman mau dekat dengan siapapun aku sudah tak peduli, toh aku aja sama paman dianggurin terus. Sampai sini aja aku perjuangin paman. Ingat paman jangan pernah kecewain hati perempuan lainnya selain aku, ingat ya "


"Apa yang kau bicarakan Syifa, kamu kerasukan apa, tiba-tiba bicara kaya gitu, paman gak ngerti "


"Bukannya inikan yang paman mau, paman mau aku mundur dan berhenti berharap serta mencintai paman, aku sekarang sadar ternyata mencintai tak harus memiliki. Mungkin lambat laun aku akan melupakan paman, aku tak kerasukan apa-apa aku sadar sesadar sadarnya paman jadi jangan bilang aku kesurupan "


Syifa segera pergi sambil berlari, meninggalkan Andre sendirian dengan fikirannga yang tiba-tiba saja resah dan hatinya tak tenang.


Mendengar Syifa berkata seperti itu separuh hatinya tiba-tiba hilang dan hatinya merasa kehilangan, sebenarnya perasaan apa ini. Seharusnya dirinya senangkan Syifa akhirnya mundur.

__ADS_1


Namun ini malah sebaliknya, fikirannya tak menentu dan dirinya seperti melayang tiba-tiba dijatuhkan dengan cepat, hatinya sakit seperti tergores sesuatu namun tak berdarah.


Apa semua ini mimpi, Andre segera mencubit pipinya dengan keras "awww sakit ternyata bukan mimpi ini nyata, Syifa benar benar mengatakan itu, tapi tenang lah pasti nanti juga besok akan baik-baik kembali "


__ADS_2