Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Paket misterius


__ADS_3

Tora langsung menatap mereka berdua, tetutama menatap sang istri dengan sangat sengitu, Tora langsung menarik tangan istrinya, sampai Airin terpentok ketembok, Airin meringis kesakitan.


Sang ibu yang tak terima mencoba melepaskan tangan Tora dari sang anak, namun Tora segera menghempaskannya " diam ibu tak usah ikut campur ini urusan rumah tanggaku dengan Airin. Ibu hanya ibu mertuaku. Jadi diam saja tidak usah ikut campur. Aku ingin memberikan pelajaran pada istri pencuri ku jadi kau diam saja, jangan ikut campur "


"Jangan apa-apakan Airin, ini kesalahan ibu bukan salah Airin, ibu yang masuk ke rumah Nyonya mu itu terlebih dahulu maksudnya ke kamar utama, ibu yang masuk dan Ibu yang menyuruh Airin untuk mencobanya, istrimu sama sekali tidak mau tapi Ibu yang memaksanya. Kalau kau ingin menghukum hukum Ibu jangan Airin. Aira sedang hamil apakah kau tidak melihat keadaan istrimu yang sedang mengandung besar, apakah kau ingin menyakitinya. Ibu sudah percaya padamu kalau kau tidak akan pernah menyakiti Airin tolong jangan sakiti anak ibu "


Namun Tora tak melepaskan cekalannya pada sang istri, dia terus saja memegang tangan Airin dengan erat.


"Kenapa tidak mengaku saat di sana, saat di rumah nyonya dan Tuan. Kenapa saat kita sudah ada di paviliun kau tidak berbicara. Kenapa tidak dari tadi saja kau berbicara kalau kau yang memang mengambil kalung Nyonya. Kenapa kau tadi diam saja dan seperti bukan kau yang salah. Aku kira kau mertua yang baik untukku tapi ternyata kau seperti ini ada apa denganmu sebenarnya "


"Dengarkan aku , aku sama sekali tidak mau mencuri atau pun tidak sopan masuk ke dalam kamar itu, ibu tak sengaja pintu itu terbuka jadi ibu masuk dan ada kalung tergeletak di meja makannya Ibu mengambilnya dan akhirnya datang Airin dan menyuruhnya untuk mencobanya saja, itu saja tidak lebih Ibu tidak akan mencuri barang itu untuk apa "


"Kalau ada pintu kamar yang terbuka seharusnya ibu tidak usah masuk dan mencoba-coba barang orang lain. Setahu saya Nyonya tidak pernah menyimpan barang dengan sembarangan, apa lagi barang mahal seperti itu, jadi itu tidak akan pernah mungkin bu. Ibu jangan mengelak pasti ibu mengambil barang itu dari tempatnya kan semua orang juga tahu kalau Nyonya itu orangnya sangat teliti dan tidak akan pernah ceroboh menyimpan sesuatu di meja atau di nakasnya "


Ibu Airin diam dan tak menjawab, dia menatap sang anak yang menangis serta menantunya, Tora segera membawa Airin kesebuah kamar dan menutup pintunya sebelum ibu Airin menahannya.


"Tora buka, Tora buka jangan kau apa apakan anak ku, Tora buka jangan seperti ini jika ingin menghukum ibu saja, jangan Airin dia sedang mengandung, Tora buka pintunya Tora buka jangan seperti ini Tora" namun pintu sama sekali tak di buka.


Tora sedikit mendorong tubuh sang istri sampai tersungkur kearah tempat tidur, sekuat tenaga Airin menahan perutnya yang sakit.


Tora menatap istrinya "kau ingin membuatku malu disini, dengan kelakuan ibu mu serta dirimu, Apakah kau tidak memikirkan terlebih dahulu apa yang akan terjadi dengan pekerjaanku nantinya, kau ingin aku dipecat dari sini hah kau ingin aku jadi pengangguran begitu, kau mau sampai-sampai kau melakukan itu bersama ibumu mencuri di rumah ini. Apa kau gila melakukan itu hah, apakah kau ingin aku luntang lantung tak punya pekerjaan, sungguh aku tak tau harus disimpan dimana wajahku ini saat bertemu dengan nyonya, rasanya sangat malu sekali"


"Maafkan aku dan ibuku sungguh kami tidak berniat untuk mencuri apapun dari rumah besar itu, itu hanya salah paham tolong maafkan kami berdua, kami tak akan pernah melakukan itu lagi. Kami tidak akan membuatmu malu lagi kami sungguh minta maaf Tora, maafkan kami tolong aku minta maaf atas semua kesalahan ini, jika perlu aku akan meminta maaf lagi pada nyonya dan tuan mu itu agar kau tak malu lagi "


"Memangnya dengan dirimu yang meminta maaf padaku akan merubah segalanya akan merubah keadaan dan membuat aku tidak malu lagi di depan Nyonya dan tuan , tidak itu tidak akan pernah terjadi, aku akan tetap malu seumur hidup karena ulahmu dan juga ulah ibumu itu, seharusnya dari awal aku tak pulang kemari sendiri tanpa mengajak pembuat masalah seperti kalian"


"Yasudah pulangkan kami saja, pulangkan aku dan ibumu, aku tak akan mengganggu kehidupan mu lagi pulangkan kami berdua, jika kau masih saja malu, pulangkan aku " teriak Airin


Plak pipi Airin ditampar oleh Tora sampai sudut bibirnya berdarah, Tora melepaskan ikat pinggangnya lalu mencambukannya kearah Airin


"Ahh sakit Tora sakit ah sakit " teriak Airin


"Aku dari awal sudah sabar menghadapi sikapmu yang seperti ini, lalu sekarang kau berani berteriak padaku maka inilah kemarahanku yang telah aku pendam sejak lama padamu, kau sudah berani membentakku meminta hakmu meminta ini meminta itu aku pusing dengan apa yang selalu kau mau dan ini adalah suatu hukuman untukmu, perempuan yang tak pernah menurut pada suami hanya ingin kehendaknya sendiri saja"


"Ahh ampun Tora sakit "


Namun Tora tak henti hentinya melayangkan cambukan itu pada Airin, bahkan diluar kamar ibu Airin sudah berteriak teriak meminta pintu dibuka, dirinya mendengar anaknya berteriak kesakitan.


"Tora buka inu mohon jangan seperti ini, hukum saja ibu jangan kau hukum istrimu, tolong jangan seperti ini, buka pintunya biarkan ibu saja yang kau sakitu jangan Airin, tolong buka pintunya Tora buka , ibu ingin masuk buka pintunya buka jangan seperti ini, tolong Tora buka pintunya. "

__ADS_1


Tiba tiba saja pintu dibuka dan membuat ibu Airin terjatuh, dia langsung merangkak mendekati anaknya, sedangkan Tora segera pergi dari kamar itu meninggalkan dua perempuan itu yang menangis.


"Maafkan ibu Airin, gara-gara ibu kamu yang malah disiksa oleh Tora, sungguh Ibu minta maaf Ibu tidak akan melakukan kesalahan itu lagi, maafkan Ibu nak maafkan Ibu kalau saja Ibu tidak seperti itu mungkin semua ini tidak akan terjadi, mungkin Tora tidak akan menyiksamu seperti ini, apa yang sakit mana yang sakit nak . Biar Ibu obati biar Ibu obati ya "


Airin langsung melepaskan pegangan sang ibu dan menatap sang ibu dengan sendu " kalau saja Ibu tidak memikirkan tentang harta harta dan harta dan kalau saja Ibu tidak membuka pintu kamar nyonya dan mengambil kalung itu, dari tempatnya mungkin semua ini tidak akan terjadi , mungkin saja kalau Ibu tidak gila dengan suami orang dan ingin menjadikan aku istri kedua mungkin semua tidak akan terjadi Bu. kalau saja Ibu menjadi ibuku yang dulu ini tak akan pernah terjadi Bu, lebih baik ibu keluar dari kamar Airin, Airin ingin menenangkan diri dulu lebih baik Ibu pergi dari sini, Airin tidak mau bersama ibu lagi, Airin ingin menyendiri dulu. Lebih baik Ibu keluar dari pada Airin nanti marah-marah sama ibu keluar aja "


"Kalau ada apa apa panggil ibu ya nak, maafkan ibu maafkan "


"Kelur bu, Airin bilang keluar "


Ibu Airin dengan sedih segera keluar dari kamar sang anak dan menutup pintunya sedikit dan dirinya masuk kekamar sebelah.


**


"Makan yang bener dong Liam kayak yang gak doyan makan aja, yang bener dong kalau makan jangan kayak gitu, "


"Gue lagi gak slera kali, udah ah lo makan aja "


"Padahal enak lo makanannya, enak banget malahan, bi Sari ty yah kalau makan selalu enak gak pernah gak enah, pokoknya mantap deh "


"Hemm gimana lo aja lah, "


"Maaf tuan saya mengganggu makan anda, ada paket untuk nyonya tapi tanpa nama, bagaimana tuan " ucap Hamzah


"Baik tuan "


"Dari siapa tu Liam, Zeline punya mengemar ya sekarang kok gue jadi penasaran mending lo buka aja sekarang tu paket, takutnya kan berbahaya ayo buka "


"Iya ini juga mau gue buka kali, tanpa lo suruh pun akan gue buka "


Liam membukanya dan didalamnya ada sebuah tas berwarna merah dan juga pakain berwarna merah yang sangat seksi, lalu ada sebuah surat juga disana. Liam langsung membuka surat itu.


Aku tunggu kamu di alamat ini, aku juga udah siapin pakaian dan juga tas cantik buat kamu. Aku tuh udah suka sama kamu tapi kamu gak pernah respon sedikit pun, bahkan untuk ketemu saja kamu susah banget.


Jika kamu ingin lepas dari aku dan aku tidak mengganggu rumah tangga kamu, maka kamu datang ke tempat ini dan kita bicarakan semuanya, setelah itu aku tidak akan mengganggu mu lagi setelah kita berbicara, atau aku akan mengarang cerita pada suamimu nanti.


Membuat kita seolah-olah memang selingkuh, jadi temui aku jangan kau bilang pada suamimu itu, aku ingin kau datang sendiri tanpa siapapun, aku tunggu jam 08.00 malam, jangan sampai telat ya. Aku tidak suka menunggu jika kau tahu itu.


Memang kita baru berkenalan beberapa bulan tapi rasanya aku sudah nyaman denganmu, aku tahu kau sudah menikah dan mempunyai anak tapi itu tidak masalah untukku.

__ADS_1


Jika kau ingin menjalin kasih denganku aku siap, akan diam-diam dan merasa tak ada apa-apa saat ada suamimu, datanglah aku akan menunggu dan aku ingin tahu apa keputusanmu.


Jika nanti keputusan mu kau ingin ada di sampingku maka aku akan terima dan aku juga akan terima suamimu, tapi jika kau tidak datang maka ingat ancamanku itu.


Aku tidak main-main dengan apa yang aku bicarakan, jadi lebih baik kau datang saja dari pada kau akan menyesal nantinya, jika datang kemari jangan bawa anak buahmu yang menyebalkan itu ya. Aku tidak suka kau sendiri saja.


Aku hanya ingin bertemu denganmu tidak dengan yang lain, ataupun siapapun itu atau kau Jangan berbicara juga pada Jovanka. Aku mencintaimu Zeline sampai ketemu nanti malam, aku pasti akan sangat dihargai jika kau datang ke sana memakai barang pemberianku juga tentunya.


Liam meremas kertas itu dan melemparkannya kearah Andre, Andre yang penasaran menangkapnya dan membacannya sampai dirinya memelotkan matanya.


"Ada yang suka Zeline siapa ini, apakah kau tau siapa orang itu, yang berani beraninya membuat surat ini untuk istrimu dan mengamcamnya juga, apakah kau akan menemuinya "


"Tentu aku yang akan menemuinya bukan istriku, dan tanpa sepengetahuan istriku, aku harus membantuku "


"Apa aku membantumu, tidak tidak aku tidak mau, aku tidak mau ikut ikutan membunuh orang tidak aku tidak mau Liam kau jangan macam macam, aku tak sudi "


"Berarti kau bukan sahabatku, kau saja tak mau membantuku, jadi sudahlah kau payah "


"Bukan begitu, aku tidak mau terlibat dalam sebuah pembunuhan Liam. Aku tidak mau melihat darah lagi, aku sudah jijik apa lagi melihat pembunuhan yang sering kau lakukan dulu saja aku sampai mual jika melihatmu membunuh orang-orang itu, jangan kau lakukan itu lagi lah membunuh-bunuh orang, kau itu sudah punya anak punya istri. Jangan lakukan itu lagi Liam tolong "


"Tapi rasanya aku akan kembali menjadi Liam yang dulu banyak yang menginginkan istriku jadi aku akan menghabisi mereka, dan juga banyak yang mengacam keluarga banyak yang benci dengan keluarga ku, jadi lebih baik aku jadi seorang pembunuh lagi, karena percuma aku menjadi orang baik pun "


"Jangan seperti itulah Liam, kau kan harus berubah kamu sedang punya anak istri jangan seperti itu lagi, itu tidak akan baik lebih baik kau diam saja , jika sudah sangat keterlaluan baru kau bertindak jangan kembali menjadi seperti dulu lagi jangan Liam, tolong jangan "


"Sekarang aku ingin tahu keputusanmu kau ingin membantuku atau tidak, cepat katakan jangan membuat aku menunggu, kau ingin membantuku atau tidak "


"Baiklah aku akan membantumu. Tapi kau jangan melibatkan aku dalam urusan pembunuhan-pembunuhan, aku jika memancingnya is oke aku mau tapi untuk membunuh atau melakukan hal-hal keji aku tidak mau Liam, aku mundur aku tidak mau kalau membantu mu membunuh orang aku tak akan sanggup melakukan itu "


"Ya kau tenang saja aku tak akan melakukannya, jadi tak usah khawatir ok "


"Baiklah apa rencananya "


"Nanti aku akan memberitahu rencananya. Kau hanya perlu mengikuti apa saja mauku kau tidak akan membantuku membunuh atau memukul dia jadi tenang saja oke, kau hanya perlu membantuku saja cuman hal kecil saja "


"Jangan yang aneh aneh ah, awas aja jangan buat gue terlihat cupu, inget ya "


"Iya iya gue gak akan bikin lo terlihat cupu, gue akan bikin lo lelihatan jantan, kayak laki-laki udah sana lu pulang atau enggak lu pulang ke kantor deh, gue gak akan ke kantor lagi biar Jovanka aja yang ngerjain semua tugas dan gak ada meeting juga kali buat gue, jadi udah gue gak akan pulang ke kantor gue juga udah lesu kalau pergi lagi ke kantor"


"Iya deh iya tau yang punya perusahaan mah bebas, udah gue berangkat "

__ADS_1


"Hemm "


Liam langsung saja pergi kelantai atas untuk menemui sang istri, untuk bertanya apakah ada seorang laki laki yang mendekatinya.


__ADS_2