Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Terbawa ombak


__ADS_3

"Akh kakak kejar aku " teriak Zeline sambil berlari ditepi pantai dan menghindari suaminya yang sedang mengejarnya.


Zeline sangat menikmati kegiatanya ini, benarkan apa kataku waktu itu, aku sangat betah tinggal disini.


Tapi aku mempunyai kehidupan yang lain dikota dan harus menjalaninya juga.


Tak mungkinkan aku meninggalkannya, kak Liam juga harus mengajar dan mengurus kantornya juga.


"Tunggu lihat saja akan aku tangkap kamu sayang " teriak Liam sambil terus mengejar istrinya.


Hap tertangkap, Liam mengangkat tubuh istrinya dan memutarkan tubuh mereka berdua.


"Sudah kakak, aku sangat pusing hahaha kakak stop " teriak Zeline dengan tawa renyahnya.


Liam segera memberhentikan putarnya lalu menatap wajah istrinya yang sedang tertawa senang.


Sesimpel ini tapi bisa membuat istrinya senang, aku pun melihatnya menjadi senang melihat orang yang kucintai bahagia karena diriku yang banyak kurangnya ini.


Segera Liam turunkan istrinya itu dan memeluknya dengan sayang dan keposesifannya. Sambil menciumi pucuk kepala istrinya.


"Kamu kalah sayang, aku diberi hadia apa nih " sambil mengusap-ngusap dangunya yang mulai tumbuh jangut.


"Hemm apa ya, nanti deh liat aja apa yang akan aku kasih sama kakak "


Dengan tiba-tiba Zeline melepaskan pelukan suaminya lalu berlari kearah ombak dan mencipratkan airnya kearah suaminya.


"Ayo tangkap aku lagi kak, nanti aku akan memberikan hadiah yang sangat spesial " teriak Zeline masih dengan asyik mencipratkan air kearah suaminya.


Liam yang semangat akan diberi hadia lantas masuk juga kedalam air dan mengejar istrinya sambil menyipratkan juga airnya kearah istrinya. Istrinya ini seperti belut sangat susah ditangkap sangan lincah sekali


Dan akhirnya Zeline dan aku bermain air seperti anak kecil namun itu menyenagkan sekali. Main air airan sambil melihat senja bersama. Hanya berdua tak ada yang lain.


Mengahabiskan waktu dengan orang yang kita cintai memang sangat menyenangkan sekali. Dan waktu terasa begitu cepat. Tak terasa sama sekali.

__ADS_1


Andai waktu bisa berhenti aku ingin seperti ini terus, selalu ada kebahagian dan tak ada duka.


Tapi semua itu mustahil karena kita ini makhluk hidup, harus menjalani takdir yang sudah Allah tentukan.


Yang paling menyenangkan adalah dicintai oleh orang yang kita cintai. Serasa hidup ini sudah sangat sempurna.


Dan bisa menghabiskan waktu bersama-sama dan hanya maut saja yang memisahkan. Tak boleh yang lain.


Sekuat tenaga aku akan mempertahankan keluarga kecilku ini, menjadi kepala keluarga yang baik serta bijak jangan lupa selalu menyayangi istri dan anakku kelak.


Aku juga berfikir dulu mungkin aku tak akan menikah karena kekurangannya ini yang haus akan darah. Mana mungkin kan ada perempuan yang mau jika tau kalau diriku seorang pembunuh.


Setiap melihat seorang perempuan dan itu menarik hasratku untuk membunuh langsung saja aku akan merayunya dengan mudah seperti bibiku yang akan gila harta dan bisa dibujuk dengan mudah.


Jadi setiap membunuh perempuan-perempuan itu aku selalu membayangkan wajah bibiku yang sangat keji dan selalu memukulku dan membuat paman ku juga ikut memukulku.


Namun setelah bertemu dengan istriku yang polos dan menggemaskan ini.


Semua itu berubah, jika saja dulu aku menuruti hasratku untuk membunuh istriku pasti sekarang aku tak akan pernah menikah.


Dan mangsaku juga menerimaku dengan hati terbuka serta mencintai aku juga. Memang kuasa tuhan sangat besar dan tak bisa ditebak sama sekali.


Sekarang hasratku untuk membunuh sudah mulai berkurang, aku sangat bersyukur dan selalu berdoa semoga saja kekurangan yang satu ini menghilang dari hidupku.


Tapi jika nanti ada yang mengusikku beserta keluargaku, aku akan maju dan kembali seperti dulu membunuh orang itu sampai tubunya itu tak bisa dikuburkan dengan layak dan bahkan tak bisa ditemukan seperti korban-korban sebelumnya.


Agar aku bisa hidup dengan tenang, aku selalu mendoakan semoga korban-korbanku tenang dialam sana. Diterima disisi tuhan yang maha esa.


Namun kalian tenang saja aku juga selalu memberikan uang pada keluarga korban dengan sembunyi-sembunyi semoga saja itu bisa mengurangi rasa sedih mereka.


Namun aku tahu itu tak akan mungkin bisa , namun setidaknya aku bisa membantu perekonomian mereka. Menjadi lebih baik dan layak.


Seandainya dulu aku saat kecil bisa memilih untuk tak diasuh oleh paman dan bibiku, lebih baik aku kepanti asuhan saja.

__ADS_1


Mungkin semua ini, kekurangan ini tak akan terjadi denganku. Aku hanya bisa berandai-andai dan tak bisa merubah takdir ku ini.


Aku tak akan bisa kembali kemasa lalu, kalau aku punya pintu doraemon mungkin sudah dari dulu. aku akan pergi kemasalalu dan menyelamatkan Liam kecil.


Namun saat ini aku sangat bersyukur masih ada yang menerimaku, menerima semua kekuranganku ini.


Nanti saat mempunyai anak, aku akan selalu menyayanginya dan membimbingnya dengan benar, tak mau aku sampai anakku mengikuti jejak aku menjadi seorang membunuh berdarah dingin dan tak berperasaan sama sekali.


"Ayo dong kak, tangkap aku " teriak Zeline sambil terus saja mundur kebelakang tanpa melihat situasi sama sekali.


Tiba-tiba saja dari belakang istrinya sudah datang ombak yang sangat besar menghampiri mereka. Liam berlari kearah istrinya dengan cepat.


lalu memeluk istriku agar tak terbawa ombak dan tenggelam nantinya, serta melindunginya juga


Zeline yang kaget, sama sekali belum siap untuk berpegangan pada suaminya dan pelukan ku yang kalah dengan air terlepas. ombaknya benar-benar sangat besar.


Aku dan istriku terpisah, segera aku berenang untuk mengejar istriku. Mencarinya, yatuhan jangan beri aku ujian kembali aku hanya ingin tenang hidup dengan istriku. Hanya itu tak ada yang lain.


"Sayang kamu dimana " namun tak ada jawaban sama sekali.


Segera aku berenang lagi dan mencari keberadaan istriku.


Yatuhan jangan buat aku terpisang dengan istriku ini.


Ombak semakin besar dan aku semakin kewalahan untuk mencari istriku.


Zeline yang memang susah untuk berenang sudah tenggelam perlahan-lahan kebawah dan kakinya tiba-tiba saja keram dan tak bisa digerakan sakit sekali sakit.


Jika memang ini akhir hidupku ya tuhan, jangan kau buat suamiku terpuruk dan kuatkan lah terus suamiku itu saat aku memang sudah saatnya pergi kepangkuanmu.


Dan kuatkan juga kedua orang tua ku serta keluargaku yang lain jika memang ini sudah takdir yang telah engkau gariskan untuk mengambilku. Aku iklas jika harus mati dengan cara ini.


Zeline sudah sangat tak kuat menahan semuanya bahkan air pantai pun sudah masuk kedalam mulut dan hidungnya.

__ADS_1


Dadanya sudah sakit dan sesak sekali, maaf sayang jika aku tak bisa menemanimu seperti janjiku.


__ADS_2