
Liam yang menusuk laki laki itu, Zeline yang melihatnya sampai kaget, secepat itu suaminya datang, dan menusuk leher Aryo tanpa belas kasihan sama sekali, Zeline mundur dan menatap Jo yang juga sedang menatap suaminya, Jo terduduk di bawah dan tak mau melihat kembali kejejehian itu.
"Mass " guman Zeline
"Akhirnya kau datang juga predator, aku sudah menunggumu dari tadi, kau baru muncul sekarang, apakah kau mah jadi pahlawan kesiangan" ucap Aryo sambik memegang luka yang Liam berikan pada lehernya, sekuat tenaga dirinya menahan rasa sakit itu.
"Ya aku datang, kau telah mengusik keluargaku jadi kau tau kan akibatnya jika bermain main denganku, tau kau "
"Kau yang telah mengusuk keluargaku terlebih dahulu, aku tak akan mengusuk keluargamu, jika kau tak mengusuk keluargaku sialan"
"Istrimu yang gatel, dia adalah perempuan tak berguna dan murahan, masih saja kau bela, seharusnya kau berterimakasih padaku, karena sudah dengan baik hati membunuh istrimu yang akan menghianatimu, bukannya malah balas dendam seperti ini"
"Kurang ajar berani sekali kau menghina istriku"
Aryo segera berdiri dan mendorong Liam dan Liam dengan kuat mendorong balik Aryo, saat Aryo sudah terjatuh Liam segera menendang perut Aryo.
"Bagus kau datang sendiri padaku, jadi aku tak perlu cape cape untuk mencarimu, kau datang sendiri padaku, untuk mengakhiri hidup mu, aku tak akan lama untuk membuatmu sesegera mungkin ada dineraka"
Aryo yang masih ada tenaga dia memegang kaki Liam, Aryo yang sudah ditusuk sudah ditendang namun masih sadar dan masih ada kekuatan.
Liam segera menghentakannya dan menedang dada Aryo sampai Aryo memuntahkan darah.
"Jadi bagaimana, kau ingin dibunuh seperti apa olehku, di bakar seperti Nina kekasih hatimu di beri cairan kimia seperti Nina atau bagaimana "
Aryo hanya menatap sengit kearah Liam, menatap dengan penuh kebencian "Aku yang akan membunuhmu, bukan aku yang akan kau bunuh bajingan, padahal sebentar lagi aku bisa menghabisi semua keluargamu, pasti jika itu terjadi aku akan senang dan kau akan terpuruk dan menangis seperti anak kecil "
"Hebat kau sudah pintar mengarang cerita, apa nina yang mengajarimu, sudah aku tak sudi berbincang dengan mu "
Liam kembali maju dan berkelahi dengan Aryo. Bahkan Aryo sudah sangat kewalahan diambilnya pisau yang menusuk leher Aryo dan kembali Liam tusukan kedalam bola mata sebelah Aryo.
Zeline dan Jo yang melihatnya sangat kaget, dan perlahan lahan menutup kedua bola matanya sambil memeganya merasakan gilu .Mereka seperti merasakan bagaimana sakitnya di tusuk seperti itu hidup hidup
"Jo kamu disini sama Lucasnya jaga dia, aku akan kesana agar mas Liam berhenti menyiksa Aryo ".
"Tapi Line itu sangat berbahaya, kamu disini aja tunggu pak dosen kemari jangan gegabah Line bahaya bahaya"
"Tak akan, kamu diam disini "
Zeline membuka pintu itu dan segera berlari dengan membawa pistol yang tadi, yang selalu dirinya genggam.
Aryo berteriak sambil memegang matanya yang tertusuk ingin melepaskannya namun sangat sakit "akhhh, dasar kau orang gila " teriak Aryo.
Liam tersenyum dan duduk diatas tubuh Aryo "aku sangat ingin merobok mulut besar mu itu Aryo " dan tanpa di duga duga Liam benar benar merobek mulut itu dengan tangan kosong dan yang terakhir Liam menghajar Aryo sampai tak berdaya
Sedangkan Zeline yang berlari dengan kencang malah terkejut saat dihadapkan dengan bi Sarah yang ada dihadapannya, dia membawa sebuah kayu dan menodongkannya kearah Zeline.
"Kau akan mati Zeline, seharusnya jika kau tau kalau suami mu adalah seorang pembunuh kau larang dia untuk membunuh anaku, dia anaku satu satunya kenapa kalian sangat tega hah, tega melenyapkannya apa salah anak ku, apa dia hanya bekerja tak lebih, ingin membantu kalian tapi kenapa balasanya seperti ini"
"kau ingin tau salah anak mu, salahnya sangat banyak, bahkan kalau diperhitungkan tak akan terhitung, akan aku beri tahu apa saja perbuatan yang sangat fatal dilakukan oleh anakmu, dia sudah berani ingin menghancurkan keluargaku, dia ingin merebut suamiku, kalau saja dia tak genit dan tak berambisi untuk merebut suamiku mungkin semua ini tak akan terjadi "
"Bohong kau bohong, anaku baik mana mungkin melakukan hal murahan seperti itu, meski kami bukan dari keluarga kaya tapi kami tak murahan kau dengar itu, orang sombong"
"Memang benar seperti itu, mungkin saja bi Sarah sudah di tipu juga, bahkan dia sudah sangat berani ingin melukai ku, apa masih kurang aku membeberkan semua keburukan putri mu "
"Kurang ajar kau, rasakan ini "
__ADS_1
Bi Sarah segera mengayunkan kayu itu namun Zeline bisa menghidarinya sampai beberapa kali, bahkan sekarang kayu itu sudah digengam erat oleh Zeline.
"Hentikan ini bi Sarah, aku gak mau lukain kamu, aku punya ibu yang sama seumuran dengan mu dan aku gak mau sampai melukai kamu, sudahi semua dendam ini, aku sangat sangat meminta maaf padaku, aku mohon maaf atas perbuatan yang dilakukan suami ku "
"Sudah tak ada kata maaf lagi, aku sudah sangat muak dan marah pada suami mu itu, aku sudah mengabdi pada keluarganya namun apa, apa balasannya, anaku mati ditangannya, kalau tau itu akan terjadi aku tak akan membiarkan anaku dikirim kebandung oleh nyonya"
"Ya aku tau aku tau bibi sangat sakit hati dengan apa yang dilakukan mas Liam, tapi saya mohon sudahi, apa yang bibi mau dari saya apa bi, saya akan memberikannya asal jangan anak saya bi "
"Saya ingin nyawa anak mu, nyawa dibalas dengan nyawa, itu sudah pilihan yang paling tepat, dan tak ada negosiasi lagi diantar kita "
Zeline segera melepaskan kayu yang dipegangnya lalu menatap bi Sarah dengan sangat marah.
"Bibi sudah saya beri kemudahan untuk memilih dan saya sudah meminta maaf pada bibi, lalu kenapa bibi masih minta nyawa, harta apa yang bibi inginkan, bibi ingin rumah ini, barang ini atau apa aku akan kasih jangan macam macam dengan anak ku "marah Zeline.
"Lihat kau bisa marah karena aku mengiginkan nyawa anakmu lalu aku tak boleh marah karena menginkan hak atas keadilan untuk anak ku, aku juga sama seorang ibu, bukan kau saja yang seorang ibu tapi aku pun sama "
"Aku sudah sangat lelah menghadapi bibi yang keras kepala dan tak bisa diajak damai sama sekali, apa salahnya kita berdamai bi, aku akan menerima bibi lagi dan kita perbaiki semuanya"
Namun bi Sarah malah mengelengkan kepalanya, bahwa dia tak mau ada kedamaian, diantara mereka semua. Yang dia mau hanya nyawa saja itu tak ada yang lain.
Zeline yang tau ini tak akan baik segera berlalu akan pergi, namun saat sudut matanya melihat bi Sarah akan melayangkan kembali pukulan itu, Zeline menangkapnya kembali dan memegang erat nya, lalu mendorong kayu itu sampai bi Sarah tersungkur.
***
"Kak Andre ini gimana Zeline keluar dari ruangan persembunyian katanya dia pengen hentiin pak dosen yang akan menghabisi Aryo gimana nih "
"Kenapa kamu gak tahan oon itu tuh bahaya baget, gimana kalau dibawah ada bi Sarah, bisa habis Zeline dia kan orangnya gak tegaan "
"Terus sekarang gue harus apa dong kampret, gue harus gimana sekarang, pusing pala gue yang cantik ini, sampai sampai mau pecah"
"Terus Lucas gimana"
"Kan ada bi Sari, lo lupa apa gunanya bi sarah"
"Oke " Jo segera mematikan sambungannya, sudah cukup dirinya mendengarkan bacotan dari kak Andre.
"Bibi jangan kemana mana, terus jaga Lucas saya akan mencari Zeline ya bi "
"Baik non saya akan selalu menjaga den Lucas "
Jo menganguk dan pergi meninggalkan Bi Sari dan Lucas berdua diruangan itu. Bi Sari segera mencari tempat aman dia duduk dipojokan dan memeluk Lucas.
Jo yang sudah ada dibawah tangga menghampiri Zeline "Jo kenapa keluar, kenapa kamu gak diem aja disana"
"Gue khawatir sama kamu Line "
"Heeh nenek sihir kamu ngapain disini, pengen mati ditangan Jo, atau gimana nih " Jo sudah memasang kuda kuda terbaiknya.
Bi Sarah malah memukul tangan Jo dan membuat Jo mundur dengan kesakitan, "sialan kau nenek sihir akkhhh ku serang kau " Jo maju dengan tangan yang merentang dan mendorong bi Sarah sampai terjatuh, untuk kedua kalinya bi Sarah terjatuh.
Jo kembali mengambil ancang ancang dan menindih tubuh bi Sarah, "bibi harusnya tuh diem dirumah bukannya kaya gini balas dendam yang tak berguna, inget umur bi inget bibi udah tua, eling eling kalau kata bi Sari mah "
"Kamu diam anak kecil bau kencur jangan ikut campur ya "
"Hah saya gak bau kencur kok " sambik mencium keteknya.
__ADS_1
Zeline yang sudah jengah dengan keadaan ini, segera mengambil kayu itu dan memukulkannya pada bi Sarah sampai pingsan.
"Line lo tega pukul nenek nenek "
"Ya mau gimana lagi dia udah ngelunjak sama gue, udah gue kasih pilihan tetep aja gak mau pilih yaudah mending gue pukul aja kan itu lebih baik "
"Kau jaga bi Sarah aku akan menemui mas Liam " sambung Zeline.
Jo segera mengangguk dengan hati hati Jo menggerakan tubuh itu "huff beneran pingsan ternyata "
**
Liam membiarkan Aryo yang sudah terkapar tak berdaya, Liam akan menggali kuburan untuk Aryo, akan dirinya kubur hidup hidup Aryo, biar dia tau rasa, bagaimana masih hidup namun sudah dikubur.
Aryo yang masih bisa membuka sedikit matanya segera mencoba berdiri, untuk segera kabur dari sini dan meminta bantuan pada siapa pun itu nantinya.
Liam yang melihat ada sebuah pergerakan segera berbalik dan melihat Aryo yang akan berdiri. Dihampirinya Aryo oleh Liam dengan sekali tarik, Aryo sudah jatuh kembali ketanah.
Dengan mudahknya Liam mematahkan kaki Aryo, lalu menendang tulang keringnya.
"Akhh ayahh. Liam kenapa sangat tega "teriak ibunya yang menyaksikan bagaimana begisnya anaknya, baru kali ini dirinya melihat secara lengkap dan sangat mengerikan, anaknya bisa mematahkan kaki orang itu dengan mudah.
Kekuatan apa yang sebenarnya Liam miliki, atau iblis apa yang berada didalam tubuh anaknya.
"Ibu jangan lihat, sini peluk ayah bu, peluk ayah "
Dengan tangis yang mengema dia memeluk suaminya dan Liam yang melihat ada suara tangis ibunya segera membalikan badanya dan melihat ibunya, melihat kelakuannya di jendela rumahnya.
Liam segera mundur dari tubuh Aryo "maafkan Liam bu, maaf Liam melakukan ini untuk melindungi keluarga Liam, bukan karena Liam ingin membunuh tapi ini bentuk pertahanan dari Liam untuk keluarga "
Aryo ingin berteriak namun sakit karena bibir yang sobek, dia hanya bisa memegang kakinya yang sudah patah oleh Liam.
Kembali Liam menggali kuburan untuk Aryo, Aryo sudah tak sanggup kembali bergerak hanya bisa terkapar menunggu ajalnya menjemput.
Setelah semuanya beres Liam segera naik keatas, melihat Aryo yang menatapnya dengan mata yang sebelah.
"Bagaimana apakah kau puas bermain main denganku, sekarang bagaimana apakah dendamu sudah terwujud, atau malah dirimu yang akan mati menyusul istrimu, hebatkan aku bisa menyatukan lagi dirimu dengan wanita itu, wanita yang kau anggap baik ternyata tak sebaik yang kau fikirkan "
"Aryo Aryo, seharusnya sebelum balas dendam kau lihat dulu, apakah istrimu yang salah atau aku, yang jelas istrimu telah salah yang ingin mecelakai istriku dan berani beraninya dia menggodaku "
"Kau salah memilih perempuan Aryo, salah besar dan sekarang kau balas dendam hanya sia siakan tak ada artinya, kau melawanku dan itu tak akan mungkin bisa berhasil, ayo jawab semua kata kata ku jangan diam saja, tadi kau sangat berani padaku, tapi sekarang kau ciut dan tak berbicara. "
"Oh ya aku lupa bibirmu sobek, pasti sangat sakit, akan aku tambah lagi kesakitanmu, agar lebih sempurna saja, siapa suruh kau tak mati mati dan itu membuatku sangat tak puas dan ingin melakukan sesuatu yang lebih lagi padamu Aryo s pengecut "
Liam kembali menghampiri Aryo, Aryo yang ketakutan terus saja mundur mundur tak ingin sama sekali didekati Liam, dia mengusur tubuhnya yang sudah sekarat.
Liam menginjak dada Aryo. Lalu segera duduk di perut Aryo, mengambil pisau dan memotong lidah itu dengan sangat perlahan lahan membuat Aryo sangat kesakitan, tangan Aryo sudah mencoba memegang tangan Liam namun itu percuma sia sia dan tak ada hasilnya sama sekali.
Liam sama sekali tak kesakitan dia fokus memotong Lidah itu sampai putus, mengambil tangan Aryo dan menyimpannya ditelapak tangan Aryo.
Liam kembali bangkit lagi mengusur kaki Aryo untuk segera dimasukan kedalam lubang itu lubang peristirahatan Aryo. Belum juga dimasukan sudah ada yang memanggilnya.
"Mass "teriak Zeline, namun yang Zeline lihat sekarang Aryo sudah sangat hancur, Zeline hanya bisa diam mematung menyaksikannya. Sekejap itu suaminya bisa membuat orang lain babak belur.
"Sayang kenapa kau kemari, kenapa kau tak diam didalam rumah saja " Liam dengan perlahan mendekati istrinya namun belum juga Liam mendekat, Zeline sudah mengacungkan pistol.
__ADS_1
Dengan tangan bergetar Zeline menembakan peluru itu Dor.. Jo yang ikut menyusul Zeline sangat syok Zeline melakukan itu, Jo yang tiba tiba lemas terududuk begitu saja dan menatap sahabatnya juga yang terjaruh dan menangis.