Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pelampiasan (Revisi)


__ADS_3

"Pak, bapak mau kemana sih ko buru-buru banget " ucap masiswanya. Dia Linda, kenapa dia bisa hafal namanya, karna dia selalu mengodanya terus di kelas. Namun tenang saja dia tak akan tergoda yang ada dia jijik dengan wanita ini, ingin sekali dia cepat-cepat menghabisinya namun belum ada waktu yang tepat.


Mungkin hari ini waktu yang tepat untuknya melakukan aksinya kembali, mumpung dia sedang kesal dengan Zeline.


Dia akan melampiaskannya kepada wanita itu, daripada dia harus melampiaskan kepada Zeline, dia sudah berjanji tak akan melakukan hal yang sama seperti dulu pada Zeline.


"Apa kau mau ikut dengan ku Linda" ajak Liam mencoba memancingnya.


"Hemmm dengan senang hati aku akan ikut dengan bapak " akhirnya tak sia-sia dia mendekati dosenya.


Digandengnya tangan Linda oleh Liam untuk masuk kedalam mobil dan pergi ke rumah Liam.


Tanpa Liam sadari ada yang melihatnya pergi dengan Linda yaitu Jo dan Riyan.


"Sayang itu bukannya pacarnya Zeline ya " tanya Riyan memastikan.


"Mana baby" sambil celingak-celinguk


"Itu yang lagi pengangan sama cewe sayang "


"Iya bener itu pak dosen baby, cepet-cepet foto baby, dasar ya tu dosen awas aja ya"


Riyan hanya menurut saja mengikuti perintah sang pacar.


"Udah yu sayang pulang udah malem " ajak Riyan


"Ayo baby aku juga udah ngantuk pengen bobo sambil meluk guling "


"Awas loh nanti gulingnya berubah jadi pocong ih takut " ucap Riyan menakuti sang pacar sambil memperagakan pocong yang sedang loncat-loncat.


"Baby kamu jahat ya " sambil memukul pundak sang pacar.


"Hahahaha enga enga sayang becanda ko " masih dengan tertawa.


"Au ah nyebelin kamu baby" sambil cemberut.


****


Liam pun sampai dirumahnya itu.


"Ini rumah siapa pak" tanya Linda


"Rumah saya,ayo kemari, tutup mata dulu ya, saya punya kejutan buat kamu " imbuh Liam


Dengan senang hati Linda menurut dan menutup matanya itu,dipapahnya Linda keruangan eksekusinya lalu didukannya dan klik tiba-tiba saja dengan otomatis kaki dan tangan Linda terborgol .


"Buka matamu " ucap Liam dengan dinginya.

__ADS_1


Dibukanya perlahan oleh Linda matanya itu dan dia sangat terkejut kenapa tiba-tiba dia sudah terborgol seperti ini apa ini maksudnya " apa maksudnya bapak memperlakukan saya seperti ini "


"Memangnya apa yang ada dalam fikiran kamu, memangnya saya akan mau dengan kamu perempuan murahan, sana sini mau diajak oleh lelaki, cih tasudi saya " maki Liam


"Yasudah lepaskan saya kalau begitu, memangnya saya tahanan sampai di borgol dan didudukan seperti ini, seperti akan di hukum mati saja saya "


"Ko kamu tau ,benar sekali " ucap Liam.


Perlahan Liam mengambil pisaunya yang paling tajam"yang mana yang ingin pertama ku lukai dibagian tubuh mu ini,coba tunjukan padaku " tawar Liam


"Apa maksudnya ini pak, dasar gila ya " maki Linda sambil berteriak, dengan badan yang sudah bergetar karna takut melihat pisau yang di pegang Liam.


"Memang aku gila. Baru tau kau, makanya jika mendekati seseorang kau harus tahu dulu bagaimana karakter orang itu jangan gegabah " nasehat Liam.


Liam pun mengarahkan pisaunya itu ke arah kulit kepala Linda dan menyayatnya secara perlahan. Liam ingin utuh kulitunya itu tanpa terputus.


Linda sangat kesakitan dan menjerit dengan suara yang sangat keras , sekuat tenaga menggelengkan kepala agar Liam susah untuk melukainya, Liam tak tinggal diam, dia pergi kelemari belakang dan mengambil obat serta suntikan untuk melumpuhkan korban sementara agar Linda diam , karna kalau bergerak-gerak terus seperti ini akan merusak kulitnya.


Linda yang melihat Liam membawa suntukan semakin takut saja "apa lagi ini lepaskan aku sialan " teriak Linda.


Liam sama sekali tak menghiraukan teriakan serta makian Linda, saat obatnya sudah perpindah kedalam suntikan, disuntikannyanya keleher Linda dan ditunggu beberapa saat saja , tubuh Linda sudah tak bisa bergerak sama sekali.


Liam pun meneruskan pekerjaannya yang tadi tertunda karna Linda yang tak mau menurut, Liam sangat fokus sekali mengerjakannya tak ingin sampai ada yang robek.


Linda ingin sekali berteriak karna sungguh ini sakit sekali, kulit kalian di pisahkan dengan tubuh kalian saat masih hidup, sungguh itu siksaan yang pertama kali Linda rasakan. Yang bisa Linda lakukan sekarang hanya menangis dan pasrah saja, mungkin hidupnya harus berhenti disini, ditangan dosenya ini.


Sungguh aku tak menyangka hidupku akan berakhir dengan mengenaskan seperti ini. Andai waktu bisa di ulang tak akan dia mencoba untuk mendekati dosennya ini.


Liam pun sangat puas sekali, sekarang tinggal pulang lagi kekampus untuk menemui Zeline yang dia tinggalkan tadi tak lupa di bersihkan dulu bekas darah perempuan itu, untuk membakar tubuh Linda nanti saja lah, besok saat pulang mengajar akan Liam bereskan , dia sangat kwatir dengan Zeline yang sendirian disana..


Sekarang jam sudah menunjukan jam 11 malam, bergegas Liam pergi ke kampus.


Sudah sampai Liam di kampus di buka pintu ruangannya dan dikunci kembali, dibuka pintu rahasianya, ternyata kekasihnya itu sudah tertidur dengan nyenyak, perlahan Liam naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sebelah Zeline ditatapnya wajah sang kekasih, ditatap nya terus sampai Liam pun ikut terlelap.


Pagi pun tiba, Zeline saat bangun sendirian. Kemana kak Liam. namun di atas tempat tidur sudah tersedia pakaian beserta dalamanya, cepat-cepat Zeline bawa kekamar mandi dan segera melakukan rutinitasnya itu.


Selesai juga, Zeline keluar dari kamar dan pergi keruangan Liam, disana Liam sudah menyiapkan sarapan bubur ayam.


"Sini sayang makan dulu sebelum pergi kekelasmu" ucap Liam sambil tersenyum.


Zeline pun tak menjawab, langsung saja dia menghampiri Liam kemudian duduk dan memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh Liam, Zeline masih sangat canggung akibat kejadian semalam, Zeline sangat malu, ingin sekali dia mengubur dirinya itu saking malunya.


"Sayang kamu kenapa kok diam saja " tanya Liam khawatir.


"Tidak kak" jawab Zeline yang masih menundukan kepalanya sambil makan bubur.


***

__ADS_1


Makan sudah selesai tinggal pergi kekelasnya,"aku pergi ke kelas dulu ya kak " pamit Zeline.


"Baik lah sayang, hati-hati ya dijalanya" ucap Liam sambil mencium kening Zeline.


Zeline pun menganggukkan kepalanya dan pergi ke kelasnya ,ini masih pagi sekali. Namun agar anak-anak tak tau bahwa dia tidur disini makannya dia langsung pergi kekelas sebelum anak-anak datang.


Zeline selama perjalananya dia terus saja tersenyum dan sampai tak sadar kalau dia sudah sampai dikelasnya, Zeline duduk dikursi paling depan, memang dari dulu Zeline sangat suka jika duduk paling depan agar cepat mengerti dan terlihat juga bila harus mencatat.


Jo yang melihat Zeline pagi-pagi sekali udah ada dikelas kaget, di hampirinya Zeline. "Line gasalah kamu dateng pagi-pagi gini ke kampus " tanya Jo.


"Engga Jo, kan aku nginep disini " jawab Zeline masih dengan senyuman riangnya


"Hah kamu tidur dimana , diatap Line "


"Gila aja Jo, ya engga lah, aku tidur dikamar lah "


"Kamar siapa sih Line,jangan buat aku pusing deh "


"Ya dikamar kak Liam lah, ternyata kak Liam punya pintu doraemon diruangannya"


"Wah hebat mau coba dong, aku mau ke korea ketemu Jimin" sambil semriwingan


Digetoknya jidat Jo oleh Zeline, karna fikirannya itu sudah tak jelas, dasar ya Jo nga ngerti ucapan Zeline " ish Jo kamu mah ih maksud aku pintu doraemon itu bukan beneran pintu doraemon, itu perumpamaan Jojo "


"ish sakit tau kamu main getok getok aja, ya makan ya kalau bicara itu yang bener " cerocos Jo.


"Line nanti ada yang mau aku ceritain ke kamu ini soal pacar kamu " sambung Jo kembali.


"Emangnya kenapa Jo sama kak Liam "


"Ada deh nanti kamu pasti ga akan percaya, nanti saat istirahat kita ketaman ya " ajak Jo.


Zeline mun mengiyakannya saja biar cepat, dibukanya novel toon dan dibacanya cerita-cerita yang seru.


Sampai dosen pun akhirnya sudah datang, dan memberi tugas kepada mahasiswa dan mahasiswinya, soalnya bu dosen ada urusan jadi hanya memberi tugas saja dan langsung pergi lagi.


"Line kamu udah selesai belum " tanya Jo


"Udah Jo kenapa " sambil menutup bukunya.


"Sekarang aja yu ke tamanya, biar aku tenang kalau udah ceritain ini sama kamu."


"Yaudah Jo ayo" sambil mengandeng tangan Jo, selama perjalanan ketaman tak ada satu pun yang berbica.


"Duduk disini aja ya Line " pinta Jo


"Iya " ucap Zeline menyetujuinya.

__ADS_1


"Nih kamu liat dulu foto ini ya " sambil menyerakan handphonenya ke arah Zeline


Selamat membaca teman teman😊


__ADS_2