
Setelah melakukan pembunuhan terhadap kelinci yang naas itu Liam pergi ke kamarnya tapi belum juga sampai pamannya memanggilnya, dia pun menghampiri pamannya dengan berlumuran darah paman yang melihatnya merasa kaget apa yang dilakukan anak ini, apa dia membunuh lagi. kemarin kemarinya dia juga sama pulang dengan berlumuran darah.
"Apa yang kau lakukan anak nakal" ucap pamanya dengan suara lantang, Liam yang ditanya hanya diam dan melengos meninggalkam pamanya, tapi tangangan keburu ditarik oleh pamanya," hey kau anak kurang ajar aku sedang berbicara sama kamu, tapi kamu tidak sopan langsung pergi saja, harus aku beri pelajaran supaya kamu mengerti dan tau sopan santun, tiba-tiba pamanya itu membuka sabuknya lalu mencambuk punggung liam dengan sangat keras sampai baju yang di kenakan Liam pun koyak.
Liam yang diperlakukan begitu hanya diam tak melawan ataupun kesakitan sama sekali dia hanya diam sampai pamannya puas untuk menyakitinya, tiba-tiba pamannya berhenti dan melengos meninggal kan Liam , Liam pun pergi kekamar nya, dan dia termenung tak memedulikan lukanya sama sekali meskipun darah mengucur di punggungnya.
__ADS_1
Liam mengalihkan pandangannya kedalam kertas yang tergeletek di meja belajarnya, ternyata itu adalah lembaran lembaran kertas untuk merencanakan pembunuhan keluarga pamannya, Liam pergi kekamar mandi dan tidak menghiraukan lukanya dia basuh lukanya menggunakan air tapi dia tidak merasakan apapa dia sudah kebal sepertinya.
Malam ini Liam akan melaksanakan aksinya kepada keluarga pamanya yang sudah membunuh kedua orang tuanya, Liam sudah menyiapkan semuanya bahkan ada palu, pisau dan sejenisnya lagi , yang pasti itu adalah perkakas pamanya yang ada di gudang dan pisau bibinya, dia sudah merencanakan dengan matang semuanya,
Liam pertama-tama pergi kekamarnya Saka, Liam memakai sarung tangan agar sidik jarinya tidak terdeketeksi , ternyata anak itu sedang tidur, diambilnya bantal yang ada di sebelah Saka dan langsung dia bekam dan Liam tusuk perut Saka berkali-kali sampai Saka tak bisa bergerak kembali.
__ADS_1
Bibinya langsung berlari untuk menyelamatkan dirinya pertama dia kekamar Saka tapi naas dia melihat anaknya itu sudah tak bernyawa dengan keadaan yang hampir sama dengan ayahnya, dia langsung lemas tapi dia harus kuat untuk menyelamatkan nyawanya dia bergegas membuka jendela kamar Saka akhirnya berhasil tapi tiba-tiba ada yang memukul kepalanya, dan ternyata itu Liam, dia memukul bibinya dengan palu saat bibinya sudah terjatuh dipukulkan palu itu kembali ke wajah bibinya dengan sangat sadisnya,
Liam mengeluarkan korek dan membakar rumah itu dia pergi membawa semua berkas, untuk minyak tanahnya sudah Liam taburkan tadi sebelum membunuh keluarga ini datanglah para warga untuk memadam kan api, ada sebagian yang mengampiri Liam."na apa kamu tidak apa apa, apa yang terjadi na kenapa bisa seperti ini ".tanya seorang ibu tua tetangga pamanya.
Liam melancarkan aksinya kembali dia membual dengan membuat sandiwara bahwa rumah pamanya ada yang bobol dan paman bibinya beserta Saka di bunuh oleh penjahat itu lalu membakar rumah mereka dan pergi entah kemana dan dia tidak bisa melakukan apa apa selain kabur untuk meminta pertolongan,
__ADS_1
Para wargapun percaya karna mereka fikir mana mungkin anak kecil bisa berbohong.