
Zeline yang baru bangun segera melihat jam, ternyata sekarang sudah siang. Sudah pukul 11 siang.
Ditatapnya wajah suaminya yang tampan ini, dengan perlahan dia melepaskan pelukan suaminya. Lalu mencium keningnya.
Huff untung terlepas juga dan tak bangun juga, baru juga dia melangkah selakangkangannya sangat sakit sekali, perih juga.
Zeline menahanya dengan tertatih tatih pergi kekamar mandi lalu merendam tubuhnya yang sudah lengket ini. Tubuhnya sedikit rileks dan nyaman sekali.
Huh untung saja sampai di kamar mandi, rasanya saat berendam seperti menjadi mengantuk, dengan tak sadar Zeline tertidur dengan lelap.
Liam yang baru bangun meraba-raba pinggir tempat tidur istrinya namun kenapa tak ada, segera Liam membuka matanya. Kemana istirnya kenapa meninggalkannya juga.
Segera Liam bangkit untuk mencari istrinya tapi tidak ada diluar kamar, masa iya Zeline keluar rumah sendiria tak mungkin.
"Sayang kamu dimana " teriak Liam
Namun tak ada sautan sama sekali, segera Liam mencari istrinya kekamar mandi. Ternyata ada disana sedang berendam.
Segera Liam menghampiri istrinya yang ada didalam bathtub diusapnya kepala istrinya itu tapi istrinya sedang memejamkan matanya.
Memang tidak terasa ya usapannya sampai istrinya ini tak bangun.
"Sayang kamu tidur " tanya Liam sambil menepuk-nepuk pipinya.
Namun Zeline tak bangun juga, masih terlelap juga "sayang bangun " sekali lagi Liam memanggil Zeline.
Diangkatnya tubuh istrinya itu untuk keluar dari bathtub tiba-tiba Zeline terbangun dengan kaget.
Suaminya wajahnya sangat panik sekali sampai-sampai seperti ingin menangis "kenapa kak"
"Ya tuhan sayang, kamu membuat aku khawatir saja " ucap Liam sambil memeluk erat istri nakalnya itu.
"Aku tidak apa-apa kakak " ucap Zeline menyakinkan suaminya.
"Kamu jangan sampai tertidur lagi dibathtub ya, kalau sampai kamu tak sadar tenggelam bagaimana. Jangan tinggalkan aku sayang "
"Maaf kak, tadi aku tak sadar tertidur disana, aku baik-baik saja kak lihat "
"Ya tapi kamu harus berjanji jangan melakukan hal yang tadi, kalau mau kemana-mana kamu harus bilang sama aku. Jika aku tertidur bangun kan aku, aku tak akan terganggu sayang" ucap Liam sambil menatap mata Zeline dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Iya kak aku janji, ayo kita mandi kak " ajak Zeline dengan semangat
"Ayo sayang, sambil melakukan yang tadi malam ya " sambil tersenyum lebar.
"Ga mau ah kakak nakal. Aku masih lelah kak "
"Hemmm ya sudah lah "
Segera mereka berdua mandi bersama tak sampai melakukan apa-apa hanya mandi biasa saja.
Segera Zeline mengambil pakain suaminya dan pakainnya juga, namun dia tak memakai bikini bikini nya, dia meminjam kaos suaminya biar lah daripada memakau pakainnya.
Pasti akan terlihat aneh jika aku memakainnya, seumur hidup aku belum memakainya dan kak Asa dan ibu menyuruhku memakainnya yakali aja aku mau.
Bisa-bisa muka ku ini akan merah seperti kepiting rebus karena malu dihadapan suaminya.
Segera mereka berdua kedapur dan Zeline lantas menghangatkan makanan yang sudah dimasak oleh pelayan yang memang datang pagi-pagi dan sore hari.
Memang itu kemauan Liam hanya untuk memasak untuk mereka berdua dan membersihkan tempat ini.
Ya karena kalian tahu kan Liam dan Zeline sedang membuat anak jadi tak mau diganggu oleh siapa pu.
Karena Zeline mengikat rambutnya tinggi-tinggi "kak geli jangan gini aku lagi angetin masakannya "
Liam bukannya menurut malam makin menjadi-jadi saja, dibukanya kaos istrinya itu dan hanya tersisa ********** saja.
Dimatikannya kompornya itu, lalu Liam membalikan tubuh Zeline untuk menghadap kearahnya.
Lalu mengangkatnya dan mendudukannya di meja makan, segera Liam membuka bra istrinya lalu mengisap salah satu gunung kembar istrinya dengan nafsu yang sudah tak bisa ditahan lagi.
"Kak jangan disini nanti ada yang melihatnya "ucap Zeline dengan susah payah.
"Tidak akan sayang, kamu tenang saja dirumah ini hanya ada kita berdua " jawab Liam yang masih asyik dengan kedua gunung kembar istrinya.
Sedangkan Zeline hanya diam dan menopang tubuhnya agar tak tertidur di meja makan.
Liam lalu membuka penutup satu-satunya ditubuh istrinya dirabanya inti istrinya ternyata sudah basah. "Kau sudah siap sayang "
Namun Zeline tak menjawabnya hanya diam dan memang sudah tak bisa berfikir lagi karena ulah suaminya, yang dia fikirkan sekarang dia ingin segera dimasuki oleh suaminya.
__ADS_1
Liam dengan mandiri membuka celananya lalu memasukan burungnya pada sangar istrinya yang sudah menggoda sekali.
Zeline masih merasakan sakit namun hanya sebentar tak lama, segera Liam megerakan tubuhnya dan Zeline mengalungkan tangannya keleher Liam.
Liam masih betah di area gunung kembar istrinya itu ,bergantian Liam mengisap gunung kembar istrinya itu agar tak ada yang sirik.
Sesekali meremasnya juga, Zeline hanya bisa mendesah merasakan nikmat yang diberikan oleh suaminya ini.
Liam segera mempercepat permainannya menghentakkan dengan sedikit kasar.
Liam akhirnya keluar dan menatap wajah istrinya lalu mengecup bibir istrinya cukup lama dan melepaskannya.
"Terimakasih sayang " sambil mengigit ****** istrinya dan mencubitnya
Zeline hanya bisa melotot dan tak berbicara apa-apa lagi dia sangat lelah sekali.
Segera Liam memakaikan kembali pakaian istrinya satu persatu dan juga dia memakai kembali celanya, lantas menurunkan istrinya dari atas meja dan mendudukannya ditempat duduk.
"Kamu duduk saja ya sayang, biar aku yang menghangatkannya " ucap Liam sambil mencium kening istrinya.
Zeline hanya bisa mengangguk dan menyandarkan tubuhnya dikursi tenaganya sudah sangat terkuras oleh suami nakalnya itu.
Apakah nanti malam akan melakukan hal seperti ini bisa pingsan dirinya ini. Tapi jujur Zeline menyukainnya, menyukai setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
Semuanya penuh dengan cinta dan kasih sayang yang dicurahkan oleh suaminya kedapanya.
Padahal kan mereka belum makan dari pagi tapi suaminya masih kuat saja melakukan kegiatan yang menyenangkan itu.
Liam segera menghidangkan makananya dan menyuapi istri kesayangan itu dengan senang hati Zeline menerimanya.
Dengan telaten Liam menyuapi istrinya dan dirinya sendiri sampai makanan itu habis. Seharusnya itu untuk makan pagi namun karena mereka kesiangan dan melanjutkan dahulu dari pembuatan anak jadi yah begini tertunda.
Tadi istrinya makan dengan lahap, istrinya sedang mengisi bahan bakarnya siap-siap saja nanti dia akan memangsa lagi istri nakalnya itu sampai tak mau menyudahinya.
Liam berdoa semoga pernikahannya ini selalu bahagia dan allah tak memberikannya ujian yang berat.
Dan Liam juga berdoa semoga mereka berdua cepat-cepat mendapatkan momongan agar hidup mereka semakin sempurna dengan adanya seorang anak.
Namum jika Allah belum memberinya Liam tak masalah asal Allah tetap membuat istrinya ini selalu ada disisinya terus.
__ADS_1