
Sedangkan dirumah sakit sekarang suster Asa sedang menunggu Yuda, tadi ayah Yuda menitipkan dulu Yuda padanya katanya ada miting mendadak dan harus ayah Yuda yang menghadirinya langsung.
Yuda masih tidur dengan lelapnya tak terganggu sama sekali, Asa yang bosan menghampiri Yuda dan menatap terus wajah Yuda.
Apa benar yang menculik Zeline adalah Yuda yang ada dihadapnya ini karena wajahnya seperti anak baik-baik manis dan tak membosankan jika dipandang lama seperti ini.
Tiba-tiba Yuda bangun suster Asa yang kaget lantas langsung berdiri dari kursi yang sedang didudukinya.
"Suster kenapa ada disini " tanya Yuda
"Tadi ayahmu menitipkan mu padaku Yud, katanya ada miting mendadak apa kamu keberatan dijaga sama aku " tanya suster Asa.
"Tidak suster aku sangat berterimakasih sama suster mau menjagaku " dengan senyum yang mengembang.
"Baiklah sekarang waktunya makan ayo aku bantu suapin" ucap suster Asa sambil membenahi berbaringnya Yuda.
Dengan telaten suster Asa menyuapi Yuda sampai habis lalu tak berselang lama meberikan obatnya, alhamdullilah semuanya selesai.
"Terimakasih Sus " ucap Yuda sambil tersenyum tulus.
"Iya sama-sam Yud " dengan senyum tulusnya.
"Kau tau suster Asa, kau mengigatkanku pada seseorang, wajahmu perhatianmu kau sangat mirip namun satu yang membedakan kalian, suster Asa dewasa sekali " ucap Yuda sambil tersenyum tulus.
"Memangnya siapa Yuda, wajahku mirip dengan siapa " pancing suster Asa
"Zeline sahabat serta cinta pertamaku suster namun aku tak bisa memilikinya " lesu Yuda
"Kan mencintai tak harus memiliki Yud "
"Iya aku tau sus tapi itu bagiku sulit untuk menerimanya serta menjalaninya, namun setelah aku sadar waktu itu aku sudah ingin membunuhnya karena ke egoisan ku sendiri, mulai sekarang aku akan mengiklasnya dan membiarkan dia bahagia dengan pilihannya "
Asa kaget Yuda pernah ingin membunuh Zeline dia harua segera melihat wajah yang bernama Zeline itu.
"Apakah aku boleh melihat wajah perempuan itu Yud "
"Boleh suster sebentar "
Yuda tiba-tiba mengambil handphonenya yang ada di atas nakas lalu memcari foto Zeline.
__ADS_1
"Ini suster yang namanya Zeline sama kan dengan mu wajahnya " tunjuk Yuda.
Benarkan ini Zeline sodaranya ya Allah sekarang pelakunya ada dihadapnnya, dia tak menyangka Yuda seperti itu. Apa yang harus dia lakukan apa dia harus berpura-pura tak tau dan diam saja atau menghajarnya saja karena sudah berani berbuat jahat pada sodaranya itu.
"Sus kenapa melamun " tanya Yuda yang binggung dengan suster Asa.
"Ah tidak Yud tidak " jawab suster Asa
Namun jika dia membalas apa yang dilakukan oleh Yuda kepada Zeline berarti dia dan Yuda sama saja dong.
"Apa kamu tak apa bila aku tinggalkan sebentar Yud, aku mau makan siang dulu "
"Iya tak apa sus silahkah "
Asa segera pergi kekantin lalu memesan makanan dia sudah lapar sekali, nanti dia saat datang kerumah Zeline akan dia tanyakan semuanya dan memberi tahu bahwa Yuda yang dia rawat adalah pelakunya.
***
Zeline sekarang sudah melakukan pingitan pernikahannya tinggal 1 minggu lagi dan Zeline pula melakukan puasa mutih hanya boleh memakan makanan yang berwarna putih kata ibunya itu untuk membuat auranya keluar.
Zeline hanya mengikutinya tanpa membantah sedikit pun mengikuti yang memang keluargany suka lakukan.
Zeline juga sudah cuti dari kuliahnya mungkin dia akan telat nanti lulusnya tapi tak apa lah, nanti insyaallah Zeline akan mengejarnya kembali.
Liam masih fokus mengajar di kelasnya Zeline biasanya dia akan menatap calon istrinya itu namun sekarang tak ada kursi itu kosong tak ada pemiliknya, dia jadi kangen tapi harus menunggu 1 minggu lagi untuk bertemu.
padahal kemarin dia belum puas berduaan dengan Zeline namun ya bagaimana lagi dia harus sabar menunggu 1 minggu itu.
***
Suster Asa datang lagi keruangan Yuda sambil membawa kursi roda "Yud apa kah kau mau berjalan-jalan ke taman " tanya suster Asa
"Benarkah suster mau mengajakku jalan-jalan, aku sangat mau suster aku sudah tak betah diam diruangan terus " tanya Yuda dengan sangat antusias.
"Benar Yud ayo aku bantu" Asa segera mendekatkan kursi roda kearah Yuda dan segera membantu Yuda dengan tertatih, benar saja kaki Yuda tak bisa digerakan.
Asa segera mendudukan Yuda lantas mendorongnya secara perlahan-lahan membawanya ketaman.
Asa duduk di kursi taman berhadapan dengan Yuda " bagaimana apa kau senang Yud "
__ADS_1
"Aku senang suster sangat segar sekali disini "
"Iya Yud"
"Suster apa kah aku boleh bertanya sesuatu padamu "
"Apa itu Yud "
" Maaf apa suster sudah menikah "
"Hemm belum Yud aku belum menikah mungkin jodohku masih jauh Yud "
"Aku kira suster sudah menikah dan mempunyai anak "
"Apa aku sebegitu tuanya dihadapan mu Yud " tanya Asa dengan tawanya.
"Tidak seperti itu suster, hanya saja mana mungkin suster secantik seramah dan sebaik suster belum menikah "
"Entah lah Yud, aku selalu gagal jika berpacaran mungkin nanti allah akan memberikan aku jodoh yang lebih baik dari mereka Yud "
"Hemm benar juga suster, oh ya apa suster ada hubungan darah dengan Zeline " tiba-tiba saja Yuda ingin sekali menanyakan hal itu.
Aduh kenapa Yuda menanyakan hal itu, apakah dia harus jujur atau tidak ya.
"Nanti kau akan tau sendiri Yud " ucap suster asa misterius
Yuda hanya menganguk angguk saja tak bertanya lebih banyak lagi dia tak mau mengali frivasi orang lain, mungkin nanti suatu saat dia akan tau suster Asa apa ada hubungannya dengan Zeline atau hanya sama saja wajah mereka yang mirip.
Sudah lama mereka diam dengan pemikiran mereka masing-masing lalu suster Asa membawa kembali Yuda keruangannya sekarang sudah sore sekali dan sebentar lagi akan magrib tak baik kan kalau masih diluar.
Selama perjalanan kekamar Yuda sama hening tak ada yang mau membuka pembicaraan lagi.
Saat sudah sampai ruangan Yuda ternyata ayah Yuda sudah ada disana sedang membuka laptopnya dia sudah tau Yuda pergi ke taman bersama suster Asa karena saat tadi dia akan menuju kekamar inap anaknya dia melihat Yuda sedang mengobrol dengan suster Asa ditaman.
Ayah Yuda sangat bersyukur anaknya dirawat oleh suster Asa dia sangat baik sekali.
"Ayah kapan datangnya " tanya Yuda dengan senyum yang menghiasi bibirnya itu
"Baru saja tadi ayah datang na "
__ADS_1
"Maaf pak saya tak izin terlebih dahula sama bapak saat membawa Yuda pergi " ucap suster Asa
"Tak apa suster tak usah minta maaf, aku sangat senang akhirnya Yuda bisa tersenyum seperti dulu lagi " jawab ayah Yuda.