
Hari ini Andre sudah mulai bekerja dikantor papihnya Syifa, mengantikan alm mertuannya. Syifa dengan senang mengantar suaminya sampai depan rumah.
"Kamu baik baik dirumah ya, paman pergi bekerja nanti paman akan pulang sore hari kamu ingin dibelikan apa oleh paman "
"Iya paman, tidak aku tidak mau apa apa, kalau nanti ada yang aku inginkan, aku akan memintanya pada paman "
"Baiklah kalau begitu sayang, anak baik jaga ibu mu baik baik ya, aku ayah mu akan bekerja " sambil mengelus perut Syifa.
Andre segera mencium kening Syifa dan berpamitan pergi pada istrinya.
Sedangkan Liam da Zeline yang melihat adegan itu tersenyum senang, melihat Andre sekarang sudah bahagia.
"Bagaimana menurut mu mas "
"Cukup baik tidak menjadi jomblo kesepian ,sekarang dia sudah menemukan kebahagiannya, aku senang sayang, melihat sahabatku, bahagia sama seperti diriku dan kau "
"Ya kau benar mas, cepatlah pergi kau nanti akan terlamat "
"Iya sayangg, sekali kali kau berkunjunglah kerumah Andre, temani Syifa ya. Dia kan sedang hamil sendirian tak ada yang menjagamnya. Jadi cobalah kalian untuk dekat lagi ya sayang, mungkin Syifa malu saat ingin bertemu dengan mu "
"Iya mas, nanti aku main kesana bersama Lucass "
"Baiklah aku pergi ya sayangg "
"Iya hati hati mas, awas jangan genit "
"Kapan aku genit sama perempuan lain sayangg aku pergi dah "
"Dadah "
Zeline masuk mengambil Lucas dan pergi kepinggir rumahnya.
"Mamih kita mau kemana cih " tanya Lucas
"Kita mau temuin seseorang, Lucas mau kan temenin mamih "
"Mau dongg "
Zeline mengetuk pintunya dan keluarlah Syifa sambil memegang perutnya.
"Kak Zeline, ayo masuk "
Mereka segera masuk dan Lucas turun dari pangkuan mamihnya.
"Hallo tante aku Lucas, kenapa pelut tante besar cekali " tanya Lucas dengan sedikit cadel
"Haloo tantena namanya tante Syifa, ini didalam perut tante ada dede bayinya"
"Wahh apakah dia berenang dipelut tante "
Zeline dan Syifa yang mendengarnya sampai tertawa karena pertanyaan sang anak yang sungguh lucu.
__ADS_1
"Sini duduk sebelah tante ya, tidak dede bayinya tidak berenang tapi diam didalam perut tante"
"Lalu dia didalam sana makan apa tante, hebat ya dia bisa bernafas didalam canah "
"Memakan makanan yang dimakan tante sepertinya seperti itu Lucas "
"Baiklah mamih dan tante cipa berbicaralah, aku main dicanah apa boleh tante cipa aku main disana di kursi kecil itu "
"Tentu boleh "
"Terimaksih tante cipa "
Lucas segera berlari meningglkam ibunya dan Syifa berdua, Zeline masih bisa mengawasinya karena Lucas main tak jauh dari hadapannya.
"Sudah ceret ya kak Lucas aku dulu melihatnya masih sangat kecil dan munggil sekali "
"Iya dia sangat bawel beda dengan papihnya yang pendiam tak banyak bicara, bagaimana kandungan mu "
"Baik kak, dia baik baik saja disana, aku waktu itu bersama paman Andre sudah mengeceknya kedokter kandungan dan baik baik saja "
"Berarti kamu 3 bulan lagi aka melahirkannya, "
"Iya kak sebentar lagi aku akan melihat bayiku, "
"Kamu kenapa jadi jarang main kerumah, padahal main dong jangan dirumah aja sendirian, kan kalau ada apa apa gak ada yang tau Syifa, dulu kamu yang sering tungguin kakak, waktu kakak hamil Lucas "
"Iya kak, aku malu "
"Malu kenapa Syifa "
"Heyy kamu jangan seperti itu, jangan didengarkan, kamu kan punya kak Andre yang selalu ada disampingmu, kamu punya kakak juga, gak usah dengerin apa kata orang, kamu fokus aja sama kehamilan kamu dan juga kak Andre. Toh nanti juga bakal berhenti kok mereka, kita kan gak pernah repotin mereka atau minta makan pada mereka jadi hiraukan saja, tak usah di fikirkan "
"Iya kak, kau benar, aku sekarang tidak akan peduli, masa bodo, aku akan menjadi diriku sendiri kembali, aku tak akan mendengarkan kata kata mereka "
"Nah gitu dong, jangan menyerah kamu harus lawan mereka, bukan dengan kata kata tapi dengan kamu yang masa bodo dan tutup telinga dengab ucapan ucapan mereka yang kadang kadang menyakitkan, tapi emang menyakitkan sih "
Syifa mengangguk dan mereka akhirnya mengobrol santai seperti dilu, seperti saat Syifa masih suka menemani Zeline yang hamil, sekarang sebaliknya Zeline yang menemani bumil"
**
"Saya Andre yang akan mengantikan papih saya, salam kenal ya dan bantu saya pula untuk bisa beradaptasi disini "
"Baik pak " ucap karyawan disana serempak
Andre segera masuk diantar oleh laki laki paruh baya, ya seumuran dengan ayah mertuanya.
"Perkenalkan saya asisten ya tuan besar, saya Tedi pak Andre "
"Baik pak mohon bimbingannya ya "
"Siap pak, baik saya akan menerangkan sedikit pekerjaan apa yang belum diselesaikan tuan, anda kalau nanti tak mengerti bisa tanya saya "
__ADS_1
Andre mengangguk dan mulai mendengarkan semua kata kata dari pak Tedi asisten barunya. Andre sebenarnya takut memulai ini, tapi bagaimana lagi dirinya harus melakukan ini, semoga saja dirinya bisa seperti Liam.
Sedangkan dikantor Liam, dia sedang mengajarkan Jo tugas tugas apa saja yang perlu dia lakukan, yang sering Andre lakukan.
"Baik pak dosen aku mengerti semuanya, jadi aku kerja dimeja kak Andre sekarang pak dosen "
"Iya Jo kamu sekarang menjadi asisten pribadiku. jika ada yang kau tak mengerti tanyakan padaku jangan takut, karena aku tak akan menggigit mu "
"Siap pak dosen, tenang Jo tak akan malu malu kok, Jo pasti akan bertanya bila tak mengerti pada pak dosen "
"Baiklah selamat bekerja "
"Selamat bekerja juga pak dosen "
Jo segera memulai semuanya, mengatur jadwal Liam dan yang lainnya, sungguh dirinya tak menyangka akan diangkat menjadi asisten pribadi, jadi dirinya nanti akan sering bertemu dengan Zeline deh.
Awalnya tak percaya tapi ini nyata, sekarang tak ada kak Andre yang selalu membawelinya, sekarang hanya ada kertas kertas ini dan pak dosen yang dingin seperti es batu.
**
"Mamih kenapa kita pulang. Aku macih ingin belmain "
"Sayang anak mamih yang ganteng yang imut dan yang pintar, ini sudah waktunya tidur siang, jadi sudah dulu ya mainnya. Tante Syifanya juga akan pergi jadi besok lagi kita akan main "
"Begitu ya mamih, baiklah tapi mamih temani aku tidul ya, peyuk ya mamih "
"Iya mamih ini sudah berbaring dan memeluk Lucas yang bawel"
"Mamih kenapa banyak cekali cebutan untuk ku "
"Emm kenapa ya udah tidur ya sayangg, nanti kamu tanyakan pada papihmu ya, "
"Baiklah mamih aku akan beltanya pada papih saat dia pulang nanti "
"Iya sayang ayo pejamkan matamu, mamih akan memelukmu dengan sangat erat "
Lucas mengangguk dan memeluk mamihnya pula, menikmati pelukan dari sang mamih yang cantik.
**
Syifa sekarang sudah ada dikantor papihnya, banyak orang yang melihat dirinya tak lupa mereka tertuju pada perut Syifa yang besar. Namun Syifa ingat kata kata kak Zeline kalau dia jangan sampai menundukan kepalanya, harus berani.
Syifa segera masuk kedalam lift dan memencet nomornya lalu sudah sampai dan Syifa langsung bertemu dengan pak Tedi.
"Hallo nona sudah lama tak bertemu kau baik baik saja "
"Hai pak Tedi aku baik kok, bagaimana kabar bapak "
"Alhamdullilah nona, mau ketemu sama pak Andre ya "
"Iya ni pak, ada didalam paman Andrenya "
__ADS_1
"Ada nona silahkan "
Syifa segera masuk dan alangkah kagetnya Syifa saat melihat Andre yang sedang..