
Zeline diantarkan sampai depan rumahnya saja, Liam tak ikut masuk, nanti takutnya dia tak mau pulang, sedangkan nanti malam kan keluarganya akan kerumah Zeline.
"Kamu cepatlah masuk, jangan kemana-mana ya nanti aku dan orang tua ku akan kesini "
"Iya kakak, kakak hati-hati ya dijalanya ".
"Iya sayang " sambil mencium kening Zeline
Zeline pun masuk dan tak menemukan ayah ibunya dimanapun, Zeline melihat ada kertas yang tertempel di kulkasnya , ternyata itu pesan dari ibunya, katanya ibu dan ayahnya itu sedang belanja untuk menyambut keluarga Liam nanti.
Zeline pun akhirnya memutuskan untuk diam dikamarnya saja untuk memilih pakaian yang akan digunakannya nanti, namun ternyata sudah ibunya siapkan baju dress selutut berwarna putih dengan lengan pendek serta di pingangnya terdapat sebuah pita berwarna biru, sangat sederhana namun Zeline menyukainya, ada pula sepatu flat shoes berwarna biru dan putih diserasikan dengan bajunya itu.
Sekarang semua sudah disiapkan oleh ibunya, terus dia harus apa kalau seperti ini.
***
Malam pun tiba Zeline sudah bersiap-siap mengunakan pakaian yang tadi sore dia lihat dikamarnya, rambutnya dia kepang satu agar terlihat lebih rapih saja, tentu saja untuk poninya harus ada terus.
Ibu dan ayahnya pun sudah menyiapkan semuanya, untuk makan malam hari ini.
****
"Liam cepat, bantu Andre memasukan semua hantarannya serta kuenya awas jangan sampai hancur " teriak ibunya.
"Iya-iya ibu, ibu diam saja ya jangan cerewet duduk saja nanti lelah " jawab Liam.
Semua hantaran sudah masuk mobil, sungguh bagasi sudah sangat penuh sekali, ibunya ini ya dasar membawa hantara sebanyak ini, bagaimana nanti kalau menikah.
Mereka berangkat dengan satu mobil yang menyetir Andre, selama diperjalanna ibunya terus saja berbicara tak ada hentinya, apa ibunya itu tak lelah terus berbicara, sedangkan ke tiga lelaki itu hanya diam mendengarkan dan sesekali menimpalinnya.
Sampai Juga dirumah Zeline, mereka semua turun dari mobil dan mengetuk pintu besannya itu.
Ibu Zeline yang mendengar ada yang mengetok pintu lantas membuka pintunya ternyata itu Liam beserta keluarganya, Liam pun menyalimi tangan ibunya Zeline .
"Selamat malam jeng, maafnya saya telat datangnya soalnya dijalan macet sekali " Ucap ibu Liam sambil memeluk ibunya Zeline.
Ibunya Zeline sangat tak menyangka kalau ibunya Liam tidak memandangnya rendah atau sungkan, dia langsung mengakrabkan dirinya pada ibunya Zeline.
"Malam bu, ayo silahkan masuk bu,pak " ucap ibu Zeline dengan sopan.
Sedangkan Liam dan Andre sudah disuruh oleh ibunya untuk mengambil hantarannya , memasukkan semua hantaran itu kerumah Zeline dan menyimpannya diruang tamu.
__ADS_1
Zeline pun keluar dengan ayahnya saat mendengar suara bising, Zeline menyalimi ayah nya Liam terus yang terakhir pada ibunya Liam.
"Oalah ini anak mu jeng, cantiknya jadi gemes " ucap ibu Liam dengan heboh sambil mencubit pipi Zeline yang cubby.
"Iya bu, ini anak saya Zeline , ayo semuanya silahkan duduk dulu " jawab ibu Zeline.
Zeline duduk ditengah-tengah antara ayah dan ibunya, sedangkan Liam duduk berdampingan dengan sang ibu, ayah dan Andre duduk dikursi lain.
Liam dari saat melihat Zeline terus saja menatapnya tanpa henti , sungguh hari ini Zeline cantik dengan dandanan yang natural serta pakaian yang sangat pas ditubuh Zeline.
Ibunya Liam pun menyenggolnya dan Liam langsung gelagapan "sudah jangan ditatap terus, tak akan menghilang ko Zelinenya ada disini "
Semua orang yang mendengar candaan ibunya Liam pun tertawa.
Zeline sangat malu dia pun menundukan kepalanya itu.
"Begini ibu, bapak kedatangan saya beserta keluarga ingin meminang anak ibu serta bapak untuk anak saja Liam " ucap ayah Liam memulainya.
"Alhamdullilah jika itu niatnya baik saya beserta keluarga menerima dengan senang hati, namun apa bapak dan ibu menerima keadaan saya yang memang orang biasa saja serta anak saya Zeline " jawab ayah Zeline dengan sangat sopan.
"Kami sangat menerimanya pak, saya beserta keluarga tak melihat harta ataupun kedudukan, yang penting untuk kami sekeluarga itu memang Liam mencintai anak bapak dan anak bapak pula bisa menerima keadaan anak saya " ucap ibu Liam yang di akhir sangat ambigu bagi ayah dan ibunya Zeline yang memang tidak tau tentang keadaan Liam.
"Baik untuk mempersingkat waktu mari kita tukar cincin terlebih dahulu " ucap ayah Liam.
Liam pun berdiri dan maju kedepan Zeline pun sama mengikuti Liam, sekarang mereka berdua disaksikan langsung oleh kedua pihak untuk memasangkan cincin itu.
Liam pun memasangkan cincin itu di tangan kiri Zeline di jari manisnya itu, Liam sangat bahagia ditatapnya terus wajah Zeline saat Zeline sedang memasang cincin ketangan Liam, Zedangkan Andre dari tadi mengabadikan momen bahagia sahabatnya itu dengan memotretnya.
Selesai juga pasang cincin yang dilakukan kedua pasangan itu, mereka berdua kembali duduk ditempat semula.
"Baik lah untuk hari pernikahannya apa ibu dan bapak setuju kalau dilaksanakan sebulan lagi" ucap ayah Liam yang memang sudah didiskusikan oleh keluarga itu.
"Kami sebagai keluarga perempuan mengikuti saja apa yang keluarga laki-laki sudah rencanakan " ucap ayah Zeline dengan mantap.
Akhirnya kedua belah pihak sudah setuju pernikahan akan diadakkan 1 bulan lagi dikediaman Zeline dibandung.
****
Merekan sekarang ada dimeja makan, jamuan dari keluarga Zeline, mereka semua sangat bahagia sekali acara lancar sampai selesai meskipun tak diadakan pesta besar-besaran namun mereka semua bersyukur.
Karna itu memang ke inginan Zeline yang tau mau diadakan pesta hanya cukup dua belah pihak keluarganya saja yang tau agar lebih kekeluargaan saja dan saling mengenal.
__ADS_1
Liam tentu saja duduk di sebelah calon istrinya itu sesekali mengusap tangan Zeline yang ada diatas meja, sungguh pemandangan yang ditunggu-tunggu oleh ibunya Liam, anaknya bisa mencintai seorang perempuan dengan tulus, tadinya ibunya Liam akan menjodohkan anaknya,namun Allah telah memberikannya terlebih dahulu, ternyata doa-doanya selama ini dikabulkan oleh Allah.
Selesai juga makan malam itu, Zeline sedang membantu ibunya membersihkan meja makan sedangkan para lelaki sedang mengobrol diruang tengah.
Tiba-tiba ibunya Liam memanggil Zeline, Zeline pun menghampiri ibunya Liam.
"Iya tante" jawab Zeline dengan sopan.
"Jangan tante dong, panggil ibu, seperti Liam memanggilku, sini duduk sayang" ucap ibu Liam sambil megelus punggung Zeline.
Zeline pun menurut dan duduk dihadapan ibunya sang kekasih.
"Na apa kah kamu sudah tau dengan keadaan Liam yang suka membunuh orang " tanya ibunya Liam dengan wajah khawatirnya
"Iya tau bu, aku sudah menerima semua kekurangan serta kelebihan yang dimiliki kak Liam, awalnya aku tak menerimanya namun lambat laun dengan sikap kak Liam yang semakin baik disitu aku berfikir manusia bisa berubah bu " jawab Zeline sambil mengusap tanggan ibu mertuanya itu.
"Ibu sangat bersyukur na, terimakasih kamu mau menerima Liam, tolong buat Liam merubah kebiasaan itu seutuhnya " minta ibu mertuanya sambil menitihkan air mata.
"Isyaallah bu aku tak berjanji, namun sebisa mungkin aku akan membantu kak Liam "
Ibu mertuanya pun langsung memeluk Zeline dengan sayang, dengan masih menangis haru, ada yang bisa menerima anaknya ini.
"Ada apa ini kenapa peluk-pelukan " ucap Liam saat akan mengajal ibunya pulang.
"Eh sayang, ibu kan juga pengen kenal lebih dekat lagi dengan calon mu ini, nya gapapa kali ibu peluk " jawab ibunya Liam sambil menundukan kepalanya dan mengusap air matanya.
"Iya ibu, ayo sudah malam bu, kita pulang "
"Baik lah na ayo "
Ibu Liam sebelum pergi meninggakan Zeline dan Liam berdua mengelus terlebih dahulu pipi Zeline lalu kedepan untuk pamitan kepada kedua orang tuanya Zeline.
Liam pun menghampiri Zeline dan menatapnya dengan lekat, diambilnya tangan Zeline tanpa melepaskan pandangnya itu, diciumya tangan Zeline yang mengunakan cincin dan beralih pada bibir Zeline, dikecupnya sebentar dan menarik Zeline untuk berkumpul dengan keluarga nya terlebih dahulu.
***
Semua keluarga Liam sudah pulang, Zeline serta kedua orang tuanya membereskannya dan membawa semua hantaran yang tadi ke kamar Zeline kecuali kue di simpan dikulkan.
Zeline sangat besyukur ternyata, keluarga kekasihnya itu menerinya dengan baik, sebelumnya Zeline was-was takut nanti keluarganya Liam tak menerima keadaan keluar Zeline yang memang sederhana.
Namun semuanya terbantahkan semua keluarga kekasihnya itu sangat baik dan ramah, bahkan bisa langsung akrab dengan keluarga Zeline dengan hitungan detik.
__ADS_1