Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Muntah kembali


__ADS_3

Sekarang Zeline dan Liam sudah ada dikampus,bahkan? Liam sudah mengantarkan istrinya terlebih dahulu kedalam kelas. Zeline yang melihat Jo segera mengampirinya.


"Hallo Jo, kok kamu murung banget sih hari ini " tanya Zeline.


"Line, aku bingung "


"Bingung kenapa Jo, kamu kan udah baikan lagi sama kak Yan "


"Sebenernya waktu didalam mobil, aku berantem lagi sama kak Yan " .


"Kenapa berantem, apa ada masalah lagi "


"Iya, kamu tahu perempuan yang kita temuin waktu itu lagi berduan sama kak Yan,? itu temen lamanya dan mereka sempet deket dulu "


"Kamu tahu darimana, apa kak Yan bilang sendiri sama kamu "


"Ya ga mungkin lah Line, aku iseng-iseng cari akun lama kak Yan waktu nginep dirumah kamu dan ternyata banyaj banget foto Lisa dan kak Yan yang lagi berdua terus saling balas komen "


"Aku mungkin ga akan percaya lagi sama ka Yan, emang ini masalah sepele tapi ini masalah hati juga, mereka pernah deket dan sekarang deket lagi. Pasti rasa yang udah hilang itu perlahan-lahan akan muncul lagi Line " sambung Jo.


"Aku tahu, emang berat Jo kalau menyangkut masalah hati, kita gak tahu perasaan mereka yang sekarang gimana. Bener kata kamu bisa aja rasa itu ada lagi. Dalam keadaan apapun aku akan selalu dukung kamu Jo, yang terbaik buat kamu pasti aku akan dukung. Jika kamu ragu sama kak Yan mending kamu tunda dulu aja pernikahan ini. Sampai hati kamu gak ragu lagi dan kak Yan bisa membuat hati kamu itu menjadi utuh dan percaya sama dia "


"Iya Line, tapi aku gak tahu, hati aku akan utuh kembali atau tidak. Karena kamu tahu, jika aku sudah kecewa oleh laki-laki itu, aku gak mungkin kasih dia kepercayaan lagi"


"Iya Jo, itu memang sulit, aku pun jika ada dalam posisi kamu sama akan begini "


"Hari ini aku akan putusin kak Yan Line, aku gabisa kalau terus kaya gini "


"Kamu udah bilang sama orang tua kamu "


"Belum Line, tapi aku akan menjelaskan semuanya pada orang tua ku. Mungkin saja nanti ada yang bilang aku lebay namun aku ga peduli, karena aku yang menjalani semuanya dan aku yang merasakannya bukan mereka "


"Aku akan selalu dukung kepusan kamu Jo, jika itu yang terbaik buat kamu aku akan selalu dukung. Mungkin ini pelajaran untuk kak Yan agar tak melakukan hal seperti itu lagi. Jika memang jodoh pasti kalian berdua akan kembali "


"Iya Line, makasih kamu udah dukung aku dan gak menghalagi aku untuk putus sama kak Yan "


"Pasti aku akan selalu ada disamping kamu Jo, kamu jangan khawatir, semuanya akan baik-baik aja "


Mereka berdua lalu berpelukan, sekarang waktunya pelajaran pak Liam, ya suaminya Zeline sendiri.

__ADS_1


Liam sudah masuk dengan wajah garangnya. Menatap satu persatu wajah muridnya. Namun saat menatap wajah istrinya langsung tersenyum membuat perempuan yang lain iri.


"Selamat pagi " sapa Liam dengan wajah juteknya.


"Pagi pak " serentak dijawab oleh murid-muridnya.


"Sekarang kita ulangan ya "


"Tapi pak kita kan belum belajar " jawab salah satu siswa.


"Jika kamu tak mau ya sudah keluar dari kelas saya"


Segera Liam membagikan kertasnya. Saat sedang menyimpan kertas dihadapan istrinya. Dirinya malah dipelototi lalu Zeline langsung membuang muakanya "uhh nyebelin deh, kenapa coba gak bilang kalau hari ini ada ulang " dumel Zeline.


Setelah Liam membagikan semua kertas ulangan, segera mereka Semua mengerjakannya. Banyak yang malah melamun bukannya mengerjakan ulangan itu.


Zeline tiba-tiba merasakan mual, secepat kilat Zeline membekapnya namun "huek huek "Zeline memuntahkan cairan putih dikelasnya.


Liam yang melihat istrinya sudah muntah segera menghampirinya dan memangkunya. Lalu membawanya pergi untuk kekamar mandi, Zeline yang masih ingin muntah segera membekap mulutnya.


"Sayang kalau mau muntah lagi, muntahkan lah " ucap Liam.


Entah kenapa kamar mandi serasa jauh begini. Namun diurungkan niatnya itu untuk pergi kekamar mandi umum. Liam segera membuka ruangannya dan segera masuk kedalam kamar mandi, memijat-mijat tengkuk istrinya.


Zeline yang memang ingin muntah segera memuntahkan sarapan paginya tadi. Setelah semuanya keluar badannya sangat lemas. Liam segera memangkunya lagi.


Dan membaringkan istrinya di shofa panjangnya. Tak lupa mengambilkan minum untuk istrinya "minumlah dulu sayang " sedikit mengangkat kepala Zeline.


Liam segera membaringkan istrinya lagi "kamu istirahat ya, aku akan membersihkan kelas dulu ya sayang "


"Maafkan aku mas "


"Kenapa meminta maaf sayang, sebentar ya, nanti aku akan kembali lagi kamu tidur ya syanag " sambil mengecup kening istrinya. Liam segera menutup pintunya masih dengan senyum manisnya pada istrinya.


Sedangkan didalam kelas samapai ada yang menutup hidungnya. Jo segera menghampiri meja Zeline dan membereskan buku serta alat tulis Zeline yang tidak terkana muntah.


"Kenapa tuh s Zeline muntah segela jijik tau, jadi kelas kita bau kaya gini " ucap Wilman


"Iya ih, gak tahu tempat banget kalau mau muntah tu cepet-cepet kekamar mandi bukannya muntah disini " jawab Yumi.

__ADS_1


"Heh lo pada diem deh gak usah banyak bacot. Kalau kalian ada diposisi Zeline gimana pasti kalian juga bakal muntah ditempat " marah Jo.


"Apa sih Jo kok marah-marah mentang-mentang sahabatnya dibelain aja terus sampai jengotan" sahut Dimas.


"Ya iyalah akan gue bela, tenang aja gue bersihin ni kelas sampai bersih, kalian semua ga usah banyak bacot dasar setan lo pada. Bisanya ciman nyiyir aja" teriak Jo yang sudah sangat marah pada temannya itu. Dia kan lagi galau dan butuh pelampiasan mereka saja lah, apalagi ini sahabatnya dibicarakan harus dibabad habis semuanya.


Jo segera pergi , lalu masuk kedalam kamar mandi mengambil peralatan bersih-bersih dan membawanya kedalam kelas "awas lo pada gue mau beres-beres jangan kaya curut aja diem dipojokan "


"Sabar dong Jo, lo marah-marah terus bawaannya, lagi mans ya lo " jawab Yumi.


"Eh masih berani ngejawab, mau gue pel muka loe hah Yumi " ucap Jo sambil mengarahkan pelannya itu kewajah Yumi.


Yumi segera mundur dan Jo lalu berjongkok dan mengambil lap tangan namun tiba-tiba ada yang mencekal tangannya "biar saya saja Jo yang bersihkan "


"Tapi pak, gapapa biar saya aja " jawab Jo


"Gapapa biar sama saya aja, kalian kerjakan kembali ulangannya sementara diluar saya akan membersihkan dulu kelasnya"


Semua murid menurut, Jo tak kembali berdebat karena pelototan dari dosennya itu. Dengan secepat kilat Jo pergi keluar menemui teman-temannya yang lain dan mengerjakannya diluar kelas.


Liam dengan teliti membersihkan muntahan istrinya dengan bersih. Tak lupa membersihkan kursi serta mejanya yang terkena muntahan juga. Setelah selesai Liam memberikan pewangi lagi, agar wangi saja.


Liam membereskan semua alat-alatnya dan membawanya keluar "Jo nanti kamu antarkan keruangan saya. Waktu kalian tinggal 15 menit lagi " ucap Liam


"Iya pak " jawab Jo.


Para perempuan dikelas Zeline melihat pak Liam dengan memuja, "Romantis banget pak Liam, mana ada coba laki-laki yang kaya pak Liam " ucap Yumi sambil memegang wajahnya yang sudah merah.


"Iya bener Yum, beruntung ya Zeline dapetin pak Liam. Meskipun jutek tapi aslinya romantis banget " timpal Inggit.


"Nih gue ada nih salah satunya yang sama kaya pak dosen, coba sekarang kamu Yumi muntah. Babang Dimas dengan sukarela akan membersihkannya ?"


"Huuh apaan sih Dim lebay-lebay " teriak murid yang lain.


"Udah-udah sini kumpulin waktu udah habis jangan malah bicarain suami orang gak baik nanti malah jadi pelakor lagi" Jo segera mengumpulan semua kertas ulangan lalu berjalan kearah ruanagan dosenya.


"Kenapa sih Jo " tanya Yumi, namun Jo yak menjawabnya sama sekali..


Liam yang sudah kembali denyan sebungkus bubur segera duduk dihadapan istrinya. Ternyata istrinya sudah tidur. Tak mungkin kalau harus dibangunkan kasihan.

__ADS_1


Liam segera mentap istrinya. Mungkin seharuanya istrinya tak usah kuliah dulu saja, kalau tidak kuliah dirumah saja agar lebih nyaman.


__ADS_2