
Liam pun membalikkan badanya untuk menatap Zeline, dengan perlahan Zeline melepaskan pelukannya itu. Lalu Liam menatap mata Zeline mencari kebenaran apa benar Zelinenya meminta maaf padanya.
"Maafkan aku kak, maaf seharusnya aku tanyakan lagi kebenarannya padamu " sesal Zeline.
Liam pun tak melihat sedikut pun kebohongan dalam mata Zeline, dipeluknya Zeline dengan sangat eratnya sambil membisikkan sesuatu ketelingga Zeline.membisikan kata cinta yang memang sangat besar yang di miliki oleh Liam.
Liam sudah sadar dulu memang dia terobsesi untuk memili Zeline hanya karna menarik saja, namun lama kelamaan dan setelah hilangnya Zeline, dia sadar bahwa dia sangat mencintai Zeline, bukan obsesi semata.
Tiba-tiba turun hujan dengan sangat deras, Liam pun cepat-cepat menarik Zeline untuk masuk kerumah, namun Zeline menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Liam mengerutkan dahinya, seperti bertanya kenapa.
Zeline tiba-tiba menghempaskan tangan Liam dan berlari "ayo kak tangkap aku " ucap Zeline sambil tertawa riang.
Liam pun menurutinya dan mengejar Zeline sambil hujan-hujanan sunguh menyenangkan sekali jika dilakukan dengan orang yang dicintai.
"Cepat tangkap aku kak, kakak payah sekali " ucap Zeline lagi sambil menjulutkan Lidahnya.
Liampun yang diledek dengan semangat mengejar Zeline dan tertangkap Juga sungguh Zeline sangat Lincah sekali berlarinya, mereka berdua berputar-putar sambil Liam memeluk Zeline dari arah belakang.
Mereka terjatuh dan tiduran sambil menikmati hujan yang mengujur mereka, lalu Liam memalikan wajahnya kearah Zeline yang sedang tersenyum, sunguh damai sekali melihat Zeline yang ceria, kemarahanya tiba-tiba saja meluap saat melihat Zeline tersenyum dengan bahagianya.
"Sayang udah yu, kita masuk kerumah. Nanti sakit hujan -hujanan gini " ucap Liam.
__ADS_1
"Tapi aku mau digendong " tawar Zeline
"Iya ayo sayang "
Liam pun bergegas berdiri dan membantu Zeline pula untuk berdiri. Liam memungugi Zeline karna Zeline ingin digendong.
"Siap-siap ya kak, aku datang sekarang"teriak Zeline.
Zeline pun melakukan aba-aba dan berlari langsung melompat ke punggung Liam untung Liam dengan sigapnya langsung menahanya.
Setelah Liam membenarkan letak tubuh Zeline dengan benar,Liam memutarkan dahulu badanya dan dengan sempoyongan berlari, Zeline yang digendong malah tertawa saja. Sangat senang sekali.
Akhirnya mereka masuk juga kerumah dan bergegas untuk mandi, Liam mandi di kamar tamu sedangkan Zeline dikamar Liam. Tidak mungkin kan mereka mandi berdua.
"Kak kita nonton film hantu yu " ajak Zeline.
"Memangnya kamu berani sayang" meyakinkan kekasihnya itu.
"Berani dong kakak"
"Yaudah kamu kedapur gih bikin coklat panas dan bawa cemilan, kakak akan siapkan keperluan yang lainya "ucap Liam membagi tugas.
"Siap kak " sambil memberi hormat.
__ADS_1
Liam hanya tersenyum menanggapi tingkah Zeline.
Zeline cepat-cepat pergi kedapur dan menyiapkan semuanya. Selesai juga membuat coklat panasnya dibawanya keruang tamu oleh Zeline menggunakan nampan agar semuanya terbawa.
Zeline pun sudah sampai diruang tamu dan menyimpannya di meja, Zeline memakai baju Liam yang sangat kebesaran sekali dan memakai celana training Liam yang sama besarnya.
Liam pun sama sudah kembali membawa koleksi film hantunya yang sangat banyak sekali dengan sebuah selimut tebal.
Liampun memasukan kasetnya itu kedalam DVD dan dimulainya film Anabel, Zeline dan Liam duduk disebuah sofa dengan memakai selimut sambil berpelukan agar tidak terlalu dingin.
Zeline yang ketakuran sesekali menyembunyikan wajahnya itu ke dada Liam, dia yang mau nonton hantu dia sendiri yang takut dasar Zeline.
Sedangakan dilain tempat Yuda masih menunggu Zeline di kampusnya itu, berharap Zeline menemuinya yang sedang menunggunya ini, dari tadi Yuda menelfon Zeline tapi tak ada satupun panggilan yang diangkat.
Dengan lesunya Yuda pergi ke parkiran dan mengendari motornya untuk pulang kerumahnya karna sekarang sudah jam 5 sore dan tak ada tanda-tanda Zeline akan kembali ke kampus.
Meskipun hujan Yuda menerobosnya saja tak menghiraukan hujan yang menguyur tubunya itu.
Apakah Yuda harus mundur saja atau terus untuk merebut Zeline dari dosen dingin itu sunguh hati dan fikiranya sangat bertentangan.
Dilain sisi dia ingin merebut Zeline, namun disisi lain ingin sekali menyerah saja.
Jadi yang mana yang harus Yuda pilih.
__ADS_1