
Sebelum berangkat Asa akan pergi dahulu kebelakang rumah sakit dan mencari jamur beracun terlebih dahulu, dia tadi sudah perpamitan padan bibi dan pamannya.
Tadinya mereka sangat kebinggungan kenapa Asa pergi sepagi ini, tapi dengan sedikit berbohong pada paman, bibinya akhirnya berhasil. Maafkan aku paman,bibi bukan maksudku membohongi kalian pasti kalau kalian tau aku akan berbuat seperti kalian akan melarangku. Jadi agar ini berhasil aku membohongi kalian ini demi kebaikan Zeline juga.
Sekarang Asa sedang diperjalanan dan menuju kebelakang rumah sakit dengan membawa ransel memakai jaket dan menguplukannya tak lupa memakai masker agar tak ada yang tau bahwa dia kedalam hutan.
Asa segera turun dari taxi dan perlahan jalan memasuki hutan sebelumnya Asa sudah mengecek situasi dan Aman. Untung saja kan.
Asa juga menempelkan kertas-kertas agar dirinya ini tak nyasar nantinya, Asa sudah berjalan cukup jauh namun tak menemukan satu pun tumbuhannya itu ya ampun masa sih ga ada.
Coba deh lebih kedalam lagi semoga saja ada, tempelannya ini sudah hampir habis, masa iya nanti harus tersesat di hutan ini.
Asa terus saja berjalan kedalam hutan dan tak lama dia menemukan jamur beracun itu, segera Asa mengambilnya dan memasukkan kedalam tempat yang memang sudah Asa persiapkan.
Segera Asa kembali lagi dengan mengikuti semua tempelan yang tadi dia sudah tempelkan. Tak lupa mencopotkannya lagi. Asa sangat senang ternyata tak butuh waktu lama dirinya ini mencari jamur beracun ini.
Namun untuk mempercepat waktu dia harus memotong-motong jamur ini dimana ya,tempat yang aman. Masa iya dirumah Yuda bisa berabe dan ketahuan lagi. Apalagi tuh pembantu sering liatin dia pasti kalau sedikit saja Asa membuat kesalahan pembantu itu akan terus mengikutinya.
Akhirnya Asa keluar dari hutan dan pergi sambil berjalan kaki, simpan dulu saja lah didalam tasnya. Yang terpenting sudah ada kan. Pagi-pagi begini peluhnya sudah bercucuran.
Segera Asa bergegas pergi kerumah Yuda pasti dia sudah menunggunya, bisa-bisa nanti Yuda curiga lagi. Apalagi dengan sikapnya yang jutek, sebisa mungkin dirinya ini harus baik pada Yuda.
Segera Asa pergi dengan menaiki ojek dan akhirnya sampai langsung saja masuk kedalam rumah Yuda, benarkan Yuda sudah menunggunya sambil menonton tv.
"Yud maaf ya aku telat" tak lupa dengan senyumnya.
"Iya gapapa Asa, aku khawatir takut kamu kenapa-kenapa gitu dijalan. Kamu kemana dulu Sa, apa da urusan sampai kamu telat gini atau dijalan ada masalah Sa "berondong Yuda
__ADS_1
"Tadi aku ada urusan Yud, maaf ya Yud udah buat kamu khawatir janji nanti aku kalau ada apa-apa pasti bilang sama kamu "
"Bener janji ya Sa "
Asa hanya menganggukan kepalanya sambil mengusap rambut Yuda dengan lembut dan mengacak-ngacaknya juga.
Asa segera membuka jaketnya dan menyimpan tas ranselnya, "ayo sekarang kita jalan-jalan ya Yud, sambil dijemur dulu "
"Iya ayo Sa "
Segera Asa membantu memangku Yuda dan mendudukan dikursi roda dan mendorongnya dengan perlahan sambil sesekali berbicara ringan.
"Nah kamu disini ya Yud, aku duduk diayunan ya " ucap Asa dengan riang.
Asa segera duduk diayunan dan sambil menatap Yuda dengan senyum yang tak pernah pudar. Menatap wajah Yuda yang sepertinya sudah masuk dalam jebakan rayuannya, sepertinya Yuda ini tipikal laki-laki yang mudah untuk jatuh cinta, hanya diberi perhatian sedikit saja sudah bisa membuatnya meleleh.
Yuda terpana melihat senyum Asa yang manis, Asa sudah kembali lagi seperti dulu, Asa yang ceria dan manis kembali lagi, tak seperti kemarin-kemarin yang jutek. Apa bisa dirinya ini memiliki Asa ?
"Apa yang membuatmu senang Asa " tanya Yuda tiba-tiba
"Entahlah hari ini aku senang sekali Yud "ucap Asa tak menghilangkan sedikit pun senyumnya itu.
Asa segera turun lalu kembali membawa Yuda untuk masuk kedalam rumah mendorongnya dengan perlahan-lahan.
"Sa gimana kalau kita main ular tangga yu " ajak Yuda.
"Emang kamu punya monopolinya Yud " .
__ADS_1
"Punya Sa, ayo kekamar ku "
Segera Asa membantunya untuk memasuki kamar dan Yuda langsung membawa permainan monopolinya yang dulu sering Yuda, Jo dan Zeline mainkan.
Segera Yuda bergerak keatas kasur dan Asa lalu duduk hadap-hadapan dan melakukan permaina ular tangga dan yang kalah akan dicorot oleh bedak.
Mereka berdua sangat senang sambil tertawa terbahak-bahak tak memikirkan apa-apa. Menikmati semua yang mereka lakukan tanpa melihat sekitar sama sekali.
Bibi yang melihatnya senang ternyata firasatnya tentang Asa tak benar, dia sangan baik kepada anak majikannya dan bisa menghibur Yuda juga. Menyenangkan melihat mereka seperti sepasang kekasih saja
Semoga saja Asa adalah jodoh tuannya itu, agar tuanya ada yang memperhatikan kasihan dia semenjak kehilangan ibunya tuannya itu menjadi seperti sekarang tapi alhamdullilahnya bapak selalu sabar menghadapi sikap tuan Yuda.
Segera bibi pergi dan meninggalkan kembali tuannya bersama suster Asa, memang tadi dia sengaja ingin mengecek keadaan majikannya itu takutnya suster Asa melakukan hal-hal yang bisa mencelakai tuannya itu tapi ternyata dugaannya salah besar.
Nanti dia harus segera minta maaf pada suster Asa , dia menjadi tak enak dengan suster Asa, hampir saja dia akan menuduh yang tidak-tidak kepada suster cantik itu.
"Ahhh Yuf udah dong muka aku udah cemong ni" ucap Asa sambil cemberut.
"Iya iya maaf sini aku lap ya " dengan sedikit mengeserkan badannya Yuda lantas mengusap wajah Asa dengan begitu perlahan dan perhatian, Asa yang diperlakukan seperti itu hanya bisa diam menatap Yuda dan sedikit mengaguminya.
Ternyata Yuda baik dan perhatian sekali, hemm apakah ini sifat yang sebenarnya atau bukan ya. Kalau saja kau tak berbuat kahat pada adikku Yud, mungkin sekarang aku sudah mencintaimu.
Namun dia segera sadar bahwa Yuda adalah orang jahat yang telah mencelakakan adiknya mana mungkin dia bisa terpesona dengan laki-laki biadap ini dan memberikan hatinya ini pada Yuda bisa-bisa nanti dia akan satu nasib lagi dengan Zeline.
Yuda segera menyudahinya lalu menundukan kepalanya sambil tersenyum senang, bisa berduan dengan Asa dan Asa juga tak menolak saat dia membersihkan bedak yang ada diwajahnya.
Apa Asa mempunyai rasa seperti yang dia punya, atau Asa hanya sekedar kasihan dengan kondisinya ini dan hanya untuk merawatnya saja selama ini. Rasanya bingung sekali dan apakah pantas aku mendapatkan perempuan seperti Asa yang baik. Sedangkan dirinya ini hanya lah laki-laki pengecut yang hanya bisa melukai perempuan saja.
__ADS_1