Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Hampir saja


__ADS_3

"Syifa syaang, apakah kau baik baik saja, Syifa " Andre melambai lambaikan tangannya didepan wajah sang istri "sayang hallo "


Namun Syifa sama sekali tak bergeming masih melamun dan mengaduk ngaduk nasinya tak beraturan.


"Syifa " sambil memegang tangan Syifa.


Syifa tersadar dan menatap suaminya "iya paman ada apa "


"Kamu kenapa dari tadi paman panggil panggil kamu tapi gak nyaut nyaut apa ada yang kamu fikirin "


"Ehh engga kok paman, ayo makan lagi "


"Paman udah habis dari tadi, sedangkan kamu dari tadi cuman diaduk aduk aja makanannya ada apa "


"Engga kok paman aku baik baik aja "


"Jujur apa yang terjadi "


"Gak ada paman, aku lagi gak nafsu makan, aku masuk dulu kekamar ya "


"Mau paman belikan sesuatu, "


"Engga paman eh tapi aku pengen satr kambing paman, apa boleh "


"Tentu kenapa tak bilang, paman pergi dulu ya, kunci pintu , awas jangan sampai ada yang masuk "


"Iya paman, tapi lebih baik paman bawa saja kuncinya "


"Tunggu sebentar ya paman akan kembali bersama pesanamu, sabar ya anak papah "


Andre segera pergi dan Syifa masuk kedalam kamar duduk menunggu sambil membaca novel.


**


"Mas ayo cepat keluar dari kamar, Lucas sudah menunggu dari tadi, kasian dia ingin makam bersama papihnya "


Saat Zeline menegok suaminya belum memakai pakaian "ya ampun mas, kamu baru selesai mandi dari tadi apa aja "


"Aku mandi sayang, harus bersih dong sekarangkan malam jumat, kau tau kan apa yang kumaksud "


Zeline hanya tersenyum dan memutar badannya untuk pergi kebawah, namun kalah cepat dengan kelakuan suaminya yang memeluk dari belakang.


"Tunggu aku sayang, aku akan memakai pakaian sebentar saja "


"Baiklah agak cepat mas, nanti anak mu itu akan merengek dan marah, oh ya sabunya wangi sekali apa kau beli yang baru "


"Emm iya sayang apa kau mau melakukannya "


"Hah mau apa sih mas " sambil membalikan badannya kearah suaminya.


"Ya mau sabunnya nanti aku bagi "


"Ihh kamu ya "


"Hayi fikirannya udah ngeres aja ya, dasar "

__ADS_1


Zeline hanya tersipu malu, Liam mempererat pelukannya dan akan mengecup bibir sang istri namun tiba tiba.


"Papih dan mamih sedang apa "


Dengan refleks Zeline mendorong suaminya sampai terjatuh "sayangg kau tega "


"Maaf maaf aku bantu berdiri ya mas"


"Mamih sedang apa dengan papih "


Liam segera memangku anaknya dan menciumi pipinya "bukannya kau ingin adik "


"Ya aku mau "


"Nah itu salah satu carannya sayang "


"Kenapa sepelti itu, aku kila membuatnya sepelti membuat kue, memakai adonan sepelti yang selalu mamih buat "


"Tidak sayang tidak seperti itu, papih akan memakai baju dulu ya tunggu papih sebentar "


Liam menurunkan anaknya dan memakai pakainnya didalam kamar mandi, setelah itu keluar kembali dan menuntun sang anak.


"Mas kenapa kau bicara seperti itu pada Lucas "


"Bicara yang mana sayang "


"Tentang membuat anak itu "


"Tenang anak kita tak akan mengerti "


"Tidak nak ini pepbicaraan orang dewasa anak kecil belum boleh tau "


"Baiklah aku akan cepat besal agal tau apa yang dimaksud papih dan mamih "


Zeline dan Liam hanya bisa saling pandang dan melontarkan senyum manis.


**


Syifa yang mendengar suara pintu terbuka segera keluar dari kamar, itu pasti suaminya. Dengan semangat dia keluar.


"Paman kau dimana, kenapa sebentar "


Namun tidak ada jawaban sama sekali, hanya horden yang melambai lambai serta pintu yang terbuka lebar.


"Paman jangan membuatku takut, dimana kau "


Saat Syifa berjalan lebih dekat kearah pintu dirinya melihat sekelebat orang yang lewat disampingnya, dengan cepat mengalihkan pandangannya. Namun tak ada siapa siapa.


"Siapa disana paman, apakah itu kau, paman jangan begini aku tak suka "


Tangan Syifa tiba tiba ditarik dan membuat Syifa otomatis melihat orang itu, belum juga Syifa berteriak dia malah dibekap oleh kain dan membawannya kearah kamarnya, melempar Syifa kearah kasur.


"Siapa kau jangan dekati aku, pergi dari sini pergi "


Namun orang itu terus saja mendekati Syifa dan membuka topongnnya namun Syifa sama sekali tak mengenalinya.

__ADS_1


"Apa mau muh hah, pergi "


"Aku hanya ingin tubuhmu, kudengar kau wanita murahan jadi bosku mengirimku untuk membunuh anak yang ada dikandunganmu, bagaimana kau siap, melakukan kembali hal yang pernah kau lakukan bersama Nabil "


"Tidak aku tak sudi, pergi kau aku bukan wanita murahan jangan lukai aku, jangan kau sakiti anak ku "


Laki Laki itu langsung mendekati Syifa dan merobek pakaian Syifa, dengan sekuat tenaga Syifa segera memeluk dirinya tidak ini jangan sampai terjadi harga dirinya akan dihancurkan oleh pria ini.


"Sudahlah menyerahlah jangan sok sokan kau ini "


"Tolonggg tolongg " teriak Syifa dengan keras


"Berisik kau " orang itu langsung menampar Syifa.


Liam yang memang akan menemui Andre bersama Tora yang akan memasang Cctv mendengar sebuah terikan dengan pintu yang terbuka.


"Tuan seperti ada yang tak beres "


"Ayo masuk dan kita cek apa yang terjadi "


Mereka berdua dengan perlahan lahan masuk dan mendengar suara teriakan lagi, Tora segera mendobrak pintunya dang orang yang didalam kaget, karena sudah menganggu aktifitasnya, bahkan laki laki itu sudah menindih Syifa.


Liam yang marah segera menarik laki laki itu, lalu menyelimutkan selimbut pada tubuh Syifa yang sudah setengah telanjang.


"Sialan kau, berani sekali kau melecehkan adiku "


Liam menendang rahang orang itu dengan kuat dan Tora segera mengusur orang itu keluar dari kamar, lalu berkelahi mereka berdua.


Andre yang baru datang sampai kaget dirumahnya ada yang berantem, dengan marah Liam menarik kerah baju Andre.


"Kau kemana saja, kenapa membiarkan istrimu sendirian, kemana kau kenapa tak mengunci pintunya"


"Aku membelikan Syifa sate,, dia ingin sate jadi aku pergi membelinya aku sudah mengunci pintunya Liam "


"Lihat orang itu hampir melecehkan istrimu, ayo cepat tenangkan dia "


Andre yang marah akan ikut menghajar ornag itu namun Liam lagi lagi menarik kerahnya "sudah ku bilanh temui istrimu orang ini biar menjadi urusanku "


Andre mengangguk dan pergi meninggalkan Liam serta orang itu.


"Tora cukup jangan buat dia mati, bawa keruangan bawah tanah, jangan sampai istriku tau cepat "


"Baik tuan "


Tora mengusur orang itu tanpa rasa belas kasih seditpun, Liam pun ikut keluar sambil menutup pintu rumah Andre yang dibobol.


"Sayang " teriak Andre langsung memeluk istrinya yang menangis


"Paman orang itu paman, aku takut paman "


"Shutt sekarang paman sudah ada disini, maafkan paman yang sudah meninggalkan mu, maafkan paman sayang "


"Aku takut paman orang itu jahat, orang itu jahat paman "


Kembali Andre mempererat pelukannya pada Syifa agar dia merasa aman dan tak takut lagi.

__ADS_1


__ADS_2