Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Malah makin menambah kebohongan


__ADS_3

Setelah mereka tak sadarkan diri Tora segera mengambil ponselnya dan menelepon Liam " Tuan saya sudah membawa mereka berdua dan mereka juga sudah pingsan. Jadi saya harus membawanya ke mana, apakah kerumah atau ketempat lain tuan "


"Kerjamu selalu bagus bawa mereka ke tempat bangunan kosong yang waktu itu aku beli di tengah-tengah hutan, aku menyiapkan sebuah tempat untuk mereka di sana juga ada kakaknya Gavin, kau kerjakan dengan benar aku akan pulang dahulu nanti setelah kau selesai mengurung mereka aku akan kembali ke sana"


"Baik Tuan saya akan kesana"


"Baik "


Sambungan langsung terputus, Tora kembali memfokuskan untuk menyetir dan membawa mereka berdua ketempat dimana tuannya katakan.


Karena waktu dulu saat membelinya bersamanya, jadi dirinya tau dimana lokasi itu, dan Gavin pasti sudah habis oleh tuannya itu mungkin sih, karena dirinya baru tahu sekarang kalau tuannya sudah menyekap Gavin.


**


Liam sudah sampai dirumah dan dia langsung kebelakang rumah, karena memang istrinya sudah menelfonya tadi untuk kebelakang rumah katanya dia memasakan sesuatu untuknya.


"Sayang aku pulang " sambil menghampiri istrinya dan mencium bibirnya


"Akhirnya kamu pulang mas, gak pulang malem malem lagi deh "


"Iya maaf sayang aku nggak pulang malam-malam lagi deh. Jadi kamu masak apa nih udah mateng kan makanannya sayang ku "


"Emm aku buat ini mas gimana "


"Emm kayaknya enak "


"Kok kayaknya sih mas "


"Iya sayang maaf pasti enak, sini aku bantu bawa dan aku tata semuanya dimeja makan "


"Iya mas"

__ADS_1


Liam segera membawa semua yang bisa dirinya bawa dan disimpan di meja makan kecil yang memang sudah dirinya sediakan untuk bersantai saja.


Di pinggirnya ada kolam renang yang jarang digunakan, namun airinya tetap jernih dan memang selalu dibersihkan.


Setelah semuanya tertata mereka segera duduk "dimana Lucas sayang, kenapa aku tak melihatnya bisannya dia selalu menyambutku didepan pintu kemana jagoan ku sayang "


"Dirumah ibu katanya mereka mau jalan-jalan mas, ibu dan ayah ingin menghabiskan waktu dengan Lucas, sudah lama kan mereka tak main main bersama lagi "


"Aku juga nggak tahu mas mau jalan-jalan ke mana pokoknya mereka itu mau jalan-jalan deh, tapi aku gak tau mau kemana mananya, karena ibu gak bilang, aku juga gak mau buat ibu merasa kalau aku ini ketakutan kalau anak ku dibawa olehnya"


"Oh ya udah deh kan yang penting sama ibu sama ayah sayang "


"Iya Mas, mas tau nggak sih tetangga kita yang di sebelah sana tuh yang dekat Ib,u kata ibu sih mereka udahan rumah tangganya udah 30 tahun padahal sayang ya udah lama , kenapa coba kan kita menikah itu untuk mempunyai teman hidup di masa tua ini udah 30 tahun malah udahan sayang kan Mas, tanpa ada apa apa tiba tiba aja mau pisah "


"Oh ya, ya ampun padahal ya udah 30 tahun kenapa coba tapi nggak apa-apa nggak usah dipikirin yang penting bukan kita kan sayang orang lain, "


"Terus kamu mau lakuin itu gak mas, kayak mereka setelah 30 tahun membina rumah tangga tiba tiba mau udahan "


"Kalau ada yang lebih muda dari kamu kenapa engga sayangg"


Liam langsung berlari dan dikejar oleh Zeline, dan pada akhirnya mereka malah kejar kejaran di sekitar kolam.


"Mass kamu mau macem macem ya sama aku iya masss"


"Engga ampun ampun sayang, engga aku gak mungkin kayak gitu ayo kita makan ya sayang ayo"


Zeline melepaskan cekalannya dan meminum air putih dengan cepat "awas aja ya mas kalau kamu kayak gitu"


"Gak akan kok sayang, aku akan terus sama kamu dan sampai kapan pun aku akan tetap bersama mu, aku mencintaimu dan tak akan ada yang bisa mengantikan mu "


Liam mencium kening sang istri lalu menyantap makanan yang dibuat sang istri.

__ADS_1


Sedangkan orang yang dari tadi melihat mereka segera keluar dari dalam rumah dan tersenyum senang " aku seneng Line kamu mendapatkan laki-laki yang mencintai kamu dengan tulus tanpa mencari cinta yang lainnya di luar sana. Aku senang kamu bahagia dan tidak seperti dulu lagi aku senang sekali"


Jovanka segara masuk lagi ke dalam mobil dan Riyan yang melihat istrinya balik lagi mengernitkan keningnya" kenapa sayang kamu udah pamitannya sama Zeline sama Liam, kenapa cuman sebentar sayang "


"Nggak jadi mereka lagi makan aku nggak mau ganggu, mending kita sekarang ke rumah ibu dan minta izin sama dia kalau kita bakal ke rumah yang dulu lagi"


"Iya sayang ayo kita ke sana, dan bicara sama ibu kamu "


Jovanka membuka dashboard mobil dan mencari-cari charger-nya yang selalu dia simpan. Namun bukan itu yang dia temukan sebuah lipstik merah yang dirinya sama sekali tidak punya karena memang tak pernah menyimpan lipstiknya di dalam mobil.


"Ini punya siapa Yan, emang ada perempuan ya selain aku yang pernah naik mobil sama kamu"


Riyan langsung mengalihkan pandangannya lalu kembali lagi fokus ke jalan " Oh itu kayaknya punya asisten aku , ketinggalan tadi aku masukin ke dalam situ aja soalnya takutnya ilang sayang, tadi aku ada meeting jadi ya sama-sama aja perginya biar nggak saling tunggu kan sayang , tenang aja kamu nggak usah pikiran yang aneh-aneh aku nggak lakuin apa-apa kok"


"Oh gitu ya asisten kamu sekarang perempuannya Yan, sejak kapan Kok aku nggak tahu kamu nggak cerita sama aku kalau kamu ganti asisten"


"Emm tentang itu ya sudah lama sih, ya mau bagaimana bicara kan kita selalu ada masalah terus-menerus jadi aku tidak bercerita padamu, takutnya malah makin menambah pikiranmu saja"


"Emangnya cuman ngasih tahu asisten baru bakal nambah pikiran aku ya Yan, padahal kan cuman ngasih tau aja aneh ya kamu, rasanya kamu sekarang beda deh kayak yang ada disembunyiin dari aku. Apa sih sebenarnya yang kamu sembunyiin aku tahu kamu loh Yan kita dulu pacaran nggak sebentar loh, kita lama pacaran dan aku tahu semua gerak gerik dari kamu"


" Enggak kok sayang aku sama sekali nggak umpetin apa-apa kok, gak ada yang aku umpetin sama sekali aku selalu jujur sama kamu buat apa aku bohong. Sayang gimana kamu sekarang kerja"


Riyan mencoba mengalihkan pembicaraannya agar istrinya tak mengetahuinya.


"Ya baik-baik aja aku kerja ya kerja dan aku juga dikasih keringanan sama pak dosen, aku kerja cuma setengah hari dia tahu kalau aku lagi mengandung dan dia memberikan kelonggaran itu sama aku"


"Bagus deh sayang kalau gitu aku senang. Jadi kita punya banyak waktu ya untuk berdua "


"Emang dulu nggak ya setahu aku kamu yang selalu pulang malam dan gak ada waktu buat aku. Sedangkan aku dari kantor pulang jam 04.00 jam 05.00 sore kamu sendiri pulang jam 07.00 malam jam 08.00 sampai jam 10.00 malam pun kamu bisa, aku tuh kadang suka aneh sama kamu kerjaan apa sih sampai menyibukkan kamu seperti itu. Emangnya kerjaannya nggak bisa dibawa ke rumah ya Yan "


"Bukan gitu sayang aku tuh nggak mau bawa kerjaan ke rumah biar nanti sampai di rumah tuh aku bisa sama kamu berduan, jadi gak fikirin kerjaan terus "

__ADS_1


"Ya waktu tidur aja kan kita sama-sama, selebihnya gak ada "


Jo langsung mengalihkan pandangannya dan membuka jendela Agar udara segar menerpanya, rasannya percuma berbicara dengan suaminya yang ada malah seperti ini, tak akan ada kejujuran dan akan hanya ada kebohongan saja.


__ADS_2