Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kenapa begitu


__ADS_3

Zeline sudah ada dimusium, disana guru guru sudah menunggu dan melapor polisi juga," Kenapa ini bisa terjadi bukannya kalian semua sudah berjanji padaku akan menjaga anak-anak dengan baik, lalu kenapa anak ku Lucas dan Nabil bisa hilang seperti ini, sebenarnya apa pekerjaan kalian aku sudah mempercayakan anak-anakku pada kalian tapi kenapa seperti ini" marah Zeline


Suaminya Liam mencoba ntuk menenangkan sang istri yang sudah emosi dengan air matanya yang mengalir " maafkan kami Bu tadi mereka cuman izin ke kamar mandi, kami kira mereka sudah mengikuti kami lagi maafkan kami sekarang polisi sedang mencari mereka Bu tolong tenang" jawab salah satu guru.


"Kenapa kau tidak mengantar mereka ke kamar mandi atau kalian semua menunggu anak-anak untuk kembali lagi ke posisi awal. Kenapa kalian meninggalkan mereka dan hanya mengandalkan mereka akan mengikuti kalian semua, apa yang sebenarnya kalian pikirkan mereka itu hanya seorang anak kecil yang masih berumur 10 tahun dan 9 tahun seharusnya kalian lebih mengawasi mereka bukannya kalian semua sudah berjanji padaku dan orang tua yang lain kalau kalian akan menjaga anak-anak dengan baik dan mengawasinya dengan baik juga, sekarang kalian bilang padaku aku harus sabar anakku sekarang menghilang"


Zeline yang sudah tak bisa menahan emosinya lagi langsung pergi meninggalkan guru guru yang hanya diam saja.


"Aku tidak mau tahu kalau terjadi sesuatu kalian semua akan habis di tanganku, kalian tidak becus menjaga anak-anakku mereka hilang dan kalian tidak bertanggung jawab aku sudah mempercayakan anak-anakku pada sekolah kalian namun kalian telah mengecewakan aku dengan anakku yang menghilang seperti ini"


Liam langsung menghampiri istrinya dan memeluknya dengab erat, Zeline langsung menangis dengan sesegukan " Mas bagaimana anak kita bagaimana Lucas bagaimana mas, aku takut Lucas kenapa napa, bagaimana ini mas "


"Shutt sayangg aku mengerti aku mengerti aku sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencari Lucas dan Nabil, kau jangan menangis sayangg, kau jangan seperti ini sayangg "

__ADS_1


Liam mengambil ponselnya dan ternyata itu dari Tora, Liam langsung mengangkatnya masih dengan memeluk istrinya "bagaimana apakah kau sudah menemukan dimana Lucas dan juga Nabil "


"Belum tuan kami sudah menemukan mobilnya namun mobilnya tergeletak begitu saja, tidak ada orangnya sama sekali jami sekarang masih mencarinya kembali sepertinya mereka mengganti mobil, kami akan mencarinya Tuan "


"Segera kau temukan , setelah itu kau beritahu aku biar aku sendiri yang membeli pelajaran pada mereka"


"Baik tuan "


**


Nenek nenek itu datang kedalam ruangan kecil yang ditempati oleh Lucas dab Nabil, menyalakan Tv dan menyetelkan sebuah film pembunuhan, Nabil langsung memeluk Lucas karena takut.


"Heyy kau harus melihatnya " sambil mengacungkan tongkat kearah Nabil. Namun Lucas menahannya mengunakan tangannya.

__ADS_1


"Kau tidak boleh memukul adikku. Kenapa kau begitu jahat kenapa kau memberikan kami tonton yang seperti ini , ini begitu tidak pantas "


"Berani sekali kau anak kecil, kau sangat berani sekali ya padaku, Alan Alan kemarilah "


"Ada apa "


"Lihat anak ini berani padaku beri dia pelajaran "


Alan langsung memisahkan Lucas dan Nabil, dia begitu kasar dan memegangi tangan Lucas, lalu nenek itu memukul badan Lucas mengunakan tongkat.


Lucas hanya diam saja tak merespon apa apa, sedangkan Nabil dia menangis sambil dipeganggi oleh orang orang yang lain.


Lucas selalu ingat kata kata papihnya, kalau dirinya harus selalu kuat dan menjaga adik adiknya dengan sepenuh hati meski nyawa taruhannya.

__ADS_1


__ADS_2