Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Naik Pohon Jambu


__ADS_3

Zeline saat makan cemberut saja, kesal kak Liam nya sudah jadi lelaki nakal.


Makan pun usai, Zeline membantu ibunya terlebih dulu untuk membereskan meja makan serta mencuci piring, sedangkan ayah Zeline akan kesawah dulu untuk melihat apakah padinya itu sudah siap panen.


Sedangkan Liam duduk diruang tamu sendirian menunggu Zeline sambil memainkan sebuah permainan.


Zeline pun menghampiri Liam dengan wajah yang masih saja cemberut dan duduk disebelah Liam, makin kesal saja Zeline di acuhkan dan Liam fokus saja main permainan dari tadi. Zeline pum membelakangi Liam dan melipat tangannya.


Liam melongok sedikit ke arah Zeline, lalu dimatikannya handphone nya itu dan dipeluknya Zeline dari belakang dengan sangat eratnya sampai-sampai Zeline tak bisa bernafas "ih lepas kakak, kakak mau bunuh aku secara perlahan gitu "marah Zeline.


Liam hanya terkekeh saja dan membalikan tubuh Zeline agar menghadap kepadanya, dibelainya kepala Zeline dengan sayang lalu ditatapnya lekat-lekat bola mata itu dan dicubitnya hidung Zeline dengan gemasnya.


Makin menjadi-jadi lagi marahnya Zeline kepada Liam, mata Zeline sudah merah dan tiba-tiba saja menangis.


Liam yang melihatnya sangat panik, padahal kan dia tadi main-main saja" eh sayang ko jadi nagis sih, aduh maaf dong sayang aku kan gemes,makannya aku cubit hidung kamu itu "


Zeline malah semakin menjadi-jadi saja menangisnya malahan sampai terisak dan menundukan wajahnya itu.


"syut, syut jangan menangis bayi besarnya Liam jangan menagis ya, nanti mukanya jelek, udah mah kaya bebek bibinya sekarang ditambah nangis jelek deh jadihnya "


Bukannya mereda tangisnya Zeline malah lebih parah lagi dari tadi, sungguh Liam sangat binggung dengan Perempuan kenapa seperti ini.


"Ih nyebelin tau ga kakak tu,ahhhh ibu kak Liamnya nakal" teriak Zeline sambil menangis


Dengan reflek Liam membekap mulut sang kekasih "jangan gitu dong sayang,ayo mau apa aku kasih ayo " tawar Liam takut nanti dia dimarahi oleh ibu mertuanya.


Dengan cepat Zeline menghapus air matanya dan tangisnya pun berhenti karna semua yang di inginkan Zeline akan di kabulkan.


"Baiklah aku ingin kakak naik pohon jambu itu yang ada di depan rumah, aku sedang ingin memakan jambu ni kak "


"Ya ampun sayang, jangan itu lah pasti banyak semut, yang lain ya"


"Tak mau aku mau itu, ya sudah kakak besok jangan menjemputku dan aku akan mogok bicara dengan kakak " ancam Zeline


"Jangan gitu dong sayang, ya sudah ayo aku akan memanjat untukmu "Liam pun mengalah, sungguh dia tak mau sampai Zeline tak mau bicara lagi dengan dia, bisa gila nanti dia.


Digenggamnya tangan Zeline dan apa ini, pohonya sangat tinggi, tapi demi Zeline akan dia lakukan.

__ADS_1


Perlahan Liam naik keatas pohon dan benar saja banyak semut dan jangan lupakan Liam juga membawa kresek untuk menyimpan buah jambunya itu.


"Ayo kakak semangat, aku mendukung mu dibawah sini, yang banyak yah " sorak Zeline menyemangati kekasihnya itu.


Sedangkan dilain kota ibunya Liam sangat sibuk sekali mempersiapkan semuanya dengan sangat heboh, karna menurut ibunya Liam, ini sungguh momen yang ditunggu-tunggu olehnya, dia akan pergi kerumah calon mantunya dan meminangnya untuk anak satu-satunya itu.


"Bu kamu apa tak lelah dari pagi sampai siang mondar-mandir telfon sana sini, aku saja yang melihatmu sangat lelah " tegur ayah Liam.


"Ayah tuh yah, ini tu untuk anak kita, pertama untuknya jadi ibu harus mempersiapkan dengan sangat sempurna, ibu sudah mempersiapkan semua hantarannya "


"Iya-iya gimana ibu saja lah, kan masih ada waktu 5 hari lagi bu " ingat ayahnya.


"Biarin ayah biar tak repot, nantinya "


Sungguh ibunya Liam itu sagat susah untuk dibantah sama seperti Liam anaknya itu. Waktu itu saat sudah mendapatkan telfon dari Liam, besoknya ibunya itu sudah sibuk sekali karna sangat senang sekali, anaknya akhirnya bisa mempunyai pacar dan akan langsung meminangnya, dan ibu Liam sangat penasaran dengan perempuan itu, bisa menaklukan hati anaknya .


"Nanti ayah hubungi Andre ya untuk segera bersiap-siap "


"Baiklah nyonya besar baik " ucap ayahnya Liam yang sudah jengah dengan kebawelan sang istri.


Kembali lagi kepada Liam dan Zeline.


Liampun secara perlahan turun dan saat sebentar lagi akan turun ada semut yang mengigit kakinya, dengan tak sadar melepaskan pegangganya idari dahan pohon dan Liam terjatuh gedebruk sangat keras sekali pantat Liam menghantam tanah "sial sakit sekali ini" monolog Liam.


"Akh kakak, kakak gpp kan " terik Zeline sambil menghampiri Liam, dia sangat khawatir karna tadi Zeline melihat sangat jelas bagaimana Liam terjatuh.


"Aww sakit sayang pantatku, sungguh aku tak berbohong " ucap Liam sambil meringis merasakan pantatnya yang cenut-cenutan


"Ayo kak aku bantu berdiri, pelan-pelan saja kak "


Zeline pun membawa Liam keruang tamu, dan mendudukannya secara perlahan, Zeline sudah mengajaknya kerumah sakit namun Liam tak mau, tak apa lah ini tak seberapa sakitnya. Yang penting apa yang dimau kekasihnya itu sudah terkabul.


***


Liam pun berpamitan kepada ibunya Zeline, karna banyak sekali dokumen-dokumen yang belum dia periksa, selain jadi dosen Liam juga tetep mengurus perusahaan ayahnya, setiap hari Andre akan mengirimnya lewat email.


Zeline pun mengantar Liam sampai depan rumahnya membiarkan kekasihnya pulang "benar kamu tak apa-apa kak, nanti aku tak akan meminta lagi yang aneh-aneh kepada kakak. gara-gara aku kakak jatuhkan dari atas pohon " sesal Zeline.

__ADS_1


"Hey kenapa berbicara seperti itu,sungguh aku tak apa sayang,nanti kamu makan jambunya yah " ucap Liam sambil mengusap pipi Zeline.


"Aku pulang,kamu istirahat ya, awas jangan kemana-mana lagi diam dirumah "nasehat Liam.


"Iya kakak sayang,kamu hati-hati dijalannya ya "


"Iya sayang" sambil mengecup kening Zeline


Zeline pun masuk kedalam rumah saat motor Liam sudah tak terlihat lagi, Zeline pun memasuki kamarnya untuk menonton film karna dia tak mengantuk sama sekali mending nonton dulu saja.


Sedangkan Yuda sedang bersiap-siap untuk mengunjungi sang pujaan hati. hari ini dia akan kerumah Zeline tadi saat di Gasibu diganggu oleh dosen itu, kalau saja tadi dosen itu tak muncul mungkin sekarang dia dan Zeline sudah jalan-jalan berdua menghabiskan waktu.


Yuda sudah memanaskan motornya dan sekarang pergi kerumah Zeline, selama diperjalanna Yuda sudah tersenyum-senyum membayangkan wajah sang pujaan hati pasti dia akan senang dikunjingi oleh nya.


Sampai juga dia dirumah Zeline diketuknya perlahan dan ibu Zeline yang membukanya dan menyuruhnya untuk masuk.


"Sebentar tante panggil dulu Zelinenya "


Saat ibunya akan memangil Zeline, Zeline keluar dari dapur sambil memegang gelas serta hanphonenya.


"Zeline itu ada Yuda ingin menemuimu cepat temui " suruh ibunga itu .


Mau apa coba Yuda kesini, dan kenapa lagi dia tadi harus turun, kalau saja tak haus pasti tidak akan bertemu dengan Yuda, dengan malas-malasan Zeline menemui Yuda dan duduk disebrang Yuda.


"Zeline apa kah kamu sedang sibuk " ucap Yuda memulai pembicaraan.


"Ya aku sibuk "jawab Zeline dengan ketus.


Tiba-Tiba handphonenya berdering dari sang kekasih, Zeline menjauh terlebih dahulu dari Yuda dan mengangkat telfonya itu.


"Hallo kak ada apa " ucap Zeline


"Tidak aku hanya ingin memberi tau mu saja sayang, aku sudah sampai dirumah"


"Zeline apa kah kau masih lama" teriak Yuda, dia tau itu Liam, jadi dia sengaja juga memangil Zeline dengan cara berteriak agar dosen itu mendengarnya .


Belum Juga Zeline menjawab sang kekasih Yuda memangilnya sial, pasti ini akan menjadi masalah besar, dasar Yuda sialan.

__ADS_1


"Siapa itu, apakah itu Yuda,kenapa ada dia dirumah, aku akan kesana " sambung Liam dengan marah dan langsung mematikan telfonya.


Sudah lah pasti akan perang dunia sebentar lagi,Zeline sangat takut pasti Liam akan menghabisi Yuda.


__ADS_2