Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makan main


__ADS_3

"Mau kemana sih Jo, kita pagi pagi kaya gini, harusnya ni ya kakak masih tidur lo bukan kelayapan kaya gini "


"Kita jalan jalan aja kak, oh ya kak, ngapain pake baju resmi kaya gini, kakak mau nikah pake jas, pake sepatu pentofel kaya gini, ayolah kak sedikit santai agar kakak tak terlihat tua "


"Hah emang keliatan banget ya Jo, kalau kakak tua, masa sih kakak kan masih gagah gini masa iya di bilang tua "


"Makannya kalau gak mau dibilang tua, buka dong jasnya kak, agak santai dikit lah, terus terus kakak bawa kamera juga, nanti kita foto foto yang bagus dan cantik ya kak "


"Ok siapa kakak ganti kostum dulu ya "


"Siap kak, aku tunggu kedatangan mu, "


Andre masuk kedalam dan Jo malah masuk kedalam garasi dan melihat ada motor vespa dengan senang Jo mengeluarkannya dan memanaskannya.


"Pasti seru deh kalau jalan jalannya pake motor " monolog Jo


Andre yang baru keluar mengeryitkan dahinya "Jo kenapa kamu keluarin motor Liam "


"Kita pinjem motor pak dosen ya, pasti lebih seru deh kak, kalau jalan jalannya pake motor aku yang nyetir ya "


"Gak ah, ini tuh pernah mogok, malahan Liam sama Zeline pernah alamin dan dorong dorong motor ini sampai rumah lo, emang yakin ya kamu bisa "


"Ih kan yang pake beda, pasti akan beda juga nantinya, bisa dong apasih yang Jovanka gak bisa , udah ayo naik aja kak "


Jo sudah bersiap sebagai pengendara dan Andre dengan ragu menjadi penumpang dan perlahan lahan duduk dan memegang pinggang Jo.


"Lets go breemmm "


"Pelan pelan Jo " teriak Andre sambil mempererat pegangannya.


"Tenang kak, tenang jangan tegang dong, slow ah kak, kakak kan laki laki jadi harus kebih santai dari aku "


"Heh mau santai gimana, kamu jalaninnya ugal ugalan kaya gini, emang kita lagi ngejar maling ya sampai harus kebut kebutan kaya gini "


"Harus dong karena aku mau tes ni motor kekencengannya segimana, siapa tau kan bisa terbang "


"Hellow ngehayal aja ya lo kerjaannya, please jangan aneh aneh ya, "


"Udah kakak diem sebentar lagi sampai dan yey sampai "


Jo segera memarkirkan motornya dan membuka helmnya serta membantu Andre pula melepaskan helmnya.


"Loh kok keundangan kalau tau keundangan kenapa gak pake jas aja tadi sih Jo "


"Udah gak apa apa sekarang mending kita masuk aja, jangan banyak bicara kak tenang seperti di laut dan sejuk seperti di dalam salju " Jo dengan cepat menarik Andre masuk dan bersalaman dengan mantennya.


"Heyy hallo selamat ya, ya ampun seneng banget deh samawa ya, samawa buat pengantin baru, yang cantik yang ganteng " ucap Jo.


Lalu saat melihat makanan Jo langsung menghampirinya pengambil piring dan mengisinya.


"Yey ada sate sate sate "


"Jo kakak mau tanya nih, sebenernya ini udangan siap temen kamu, tapi kenapa Zeline gak dateng juga. Kan kalau ini temen kalian otomatis Zeline juga ada disini "


"Gak kok, bukan temen aku maupun temennya Zeline "


"Terus sodara kamu, atau temennya Riyan gitu "


"Bukan juga kak "


"Terus siapa dong "


"Sini kakak deketin telingannya kesini, aku juga gak tau kak ini undangan siapa "


"Hah kamu gila ya Jo, kalau ketaun gimana coba "


"Yaudah makannya diem aja kakaknya jangan banyak bicara ayo kita duduk dibelang dan makan, sarapan kita "


"Aneh ya Jo, tapi gak apa apa ayo makan "


"Ye tadi gak mau "


"Udahlah Jo jangan banyak bicara ayo ayo makan enak nih enak "


Mereka berdua akhinya menyantap makanan itu, sesekali Andre memfoto Jo yang sedang makan, sedang tersenyum dan banyak lagi, sampai sampai Jo yang sedang menguap pun ada, pokoknya lengkap deh.


"Kamu tunggu sebentar ya disini "


"Kakak mau kemana "


"Tunggu Aja"


Andre naik kepanggung dan memberikan amplop lalu membawa Jo keluar dari acara hajatan orang lain.

__ADS_1


"Sejak kapan kakak bawa amplop "


"Emang kamu gak liat itu udah disedian dimeja, ada amplop banyak banget "


"Oh oke okr pinter juga kakak ya "


"Iya dong Andre gitu, jadi sekarang kita mau kemana lagi nih kemana, semangat banget nih gue, pengen cepet cepet lakuin hal yang lain "


"Sebentar, kesana aja yu, kelapangan sana "


"Ayo ayo Jo "


Andre berlari kearah sana, lalu berbaur dengan anak kecil yang sedang main bola, Jo pun yang ingin ikutan akhirnya main bola juga, sambil tertawa riang, bersam anak anak itu.


Hidup mereka seperti tak ada beban sedikit pun hanya ada kesenangan dan kecerian saja, tak ada yang lain, namun kita tak tau dibalik semua itu pasti ada kesedihan yang dipendam oleh masing masing orang..


.


Setelah peluh membasahi badan mereka, akhirnya mereka berhenti juga dan duduk dibawa rumput hijau yang segar dan cantik.


"Jo kamu tau, aku seneng banget, aku serasa hidup kembali, pokoknya setiap waktu yang aku habiskan dengan mu selalu menyenangkan dan selalu berkesan "


"Benarkah kak, aku pun senang bila kakak senang, oh ya kak, aku dulu tuh pengen banget nikah sederhana kaya mereka, tapi mamih aku tuh pengennya mewah megah dan aku akhirnya nurut aja kak "


"Ya mungki aja pengantin tapi pengen deh kaya kamu, pernikahannya megah terus bagus, tapi karena gak cukup biayaya akhirnya mereka ya sederhana aja "


"Ya gak gitu jugalah kak, rasanya kalau sederhana itu lebih gena aja gitu, pokoknya enak aja gitu gak berlebihan gitu kak "


"Udah gak apa apa kamu syukurin aja apa yang udah kamu alamin, sesekali senangin mamih kamu kan gak ada salahnya juga kan "


"Iya juga sih kakak bener banget, sesekali ya kita harus gitu"


"Eh eh kita ketemu lagi ya seneng deh " tiba tiba saja ada Milla dan bergabung duduk dengan mereka berdua


"Gak apa apa kan aku bergabung sama kalian ya, duduk duduk kaya gini "


"Ya gak apa apa nyantai aja mba "


"Oh ya kalian berdua lagi pdkt ya, berduan terus ni mba Liat"


"Engga kok mba, aku sama kak Andre cuman temen aja gak lebih kok "


"Oh gitu ya, awas nanti lama lama jadi cinta lo "


"Aku udah nikah mba "


"Denger ya mba sama sama kak Andre temen kerja dan suami saya tau kok, tapi gak seribet mba lo "


"Ets tenang jangan emosi dulu dong, mba kan cuman kasih nasihat aja lo, tenang tenang ya, banyak kan yang kaya kalian yang pada akhirnya nanti malah pacaran dan malah selingkuh "


"Itu mba kali, mba dulu kaya gitu kali "


"Kamu jangan asal bicara aja ya "


"Jangan marah mba jangan marah tenang dong jangan emosi gitu, tarik nafas buang tarik nafas buangg"


"Udah dulu ya Mil, ayo Jo kita pulang pasti dirumah Zeline sama Liam udah nunggu "


"Sebentar kak, mba Milla belum jawab, kakak diam saja dan duduk dengan manis."


"Mba gak marah kok, ya kamu bicara jangan asal ceplak dong kamu kan gak tau mba, jadi bicaranya jangan gitu "


"Iya memang saya gak tau mba, dan mba juga gak tau saya kan jadi mba gak perlu nasehatin saya atau mojokin sama sama kak Andre, mba gak tau kan rumah tangga saya gimana perteman saya gimana sama Andre, jadi mba diem aja silent aja mba"


"Udah udah ayo pulang Jo "Andre segera menarik Jo untuk berdiri dan membawanya untuk naik kemotor dan pergi dari tempat ini, sebelum perang wanita terjadi.


"Jo kenapa kamu ladenin sih, padahal diemin aja"


"Gak apa apa kak, aku lagi pengen keluarin emosi aku kebetulan kan ada s Milla Milla itu jadi ya sekalin aja, jadi amarah aku gak terbuang sia sia kak "


"Kamu ini aneh aneh aja deh Jo"


"Loh loh loh kenapa berhenti kak motornya ada apa nih kak "


"Eh eh iya sebentar kok mati ya kenapa ya "


"Yay kakak kok bisa "


"Tuh kan apa kata kakak, apa motonya pasti bakalan mati kamu gak percayaan banget sih sama kak, gini kan akibatnya, hayoh sekarang mau gimana "


"Yaudah deh kita dorong aja, aku pengen rasain gimana dorong motor cape atau engga, ayo kak ayo turun aku udah gak sabar nih "


"Aneh ya kamu "

__ADS_1


"Bodo amat, ayo kak ayo "


Jo sudah dibelang bersiap untuk mendorong motor ini dan Andre didepan sesekali menjahili Jo dengan tidak membantnya agar dia tau rasannya dorong motor itu cape dan pegel banget.


**


Riyan yang baru saja bangun dari tidurnya di kagetkan dengan suara gedoran rumah nya dengan cepat Riyan turun kebawah, pasti itu istrinya yang pulang pasti istrinya sudah memaafkannya.


"Jo kamu pulang "


"Hay pak Riyan apa kabar."


"Kamu mau ngapain Dini kerumah saya, apa belum cukup dengan apa yang sudah saya ucapkan dengan kamu, apa masih kurang kata kata saya "


"Udah ayo masuk rumah dulu aja pak "


"Gak diluar aja "


"Ayo lah pak "


"Sayang bilang engga ya engga, kenapa sih gak bisa dibilangin ap mau kamu sebenarnya " bentak Riyan


"Kenapa bapak jadi kasar sama saya, bentak bentak saya, saya gak suka ya "


"Kalau gak suka silahkan pergi dari rumah saya dan istri saya, tak ada yang mengundang kamu untuk datang kesini "


"Ayolah pak lupain istri bapak itu, kenapa sih pak diinget inget terus disini ada saya, kenapa gak sama saya aja sih pak, sama aja kan "


"Tentu beda Jo adalah wanita yang anggun, wanita baik, wanita kuat dan tentu juga bukan wanita murahan seperti kamu, kamu kalah jauh dengan istri saya, jadi jangan sama samakan, kamu dan juga istri saya ok, saya gak akan sudi dan gak akan pernah sudi "


"Oh ya gitu ya, ok kamu telalu cinta sama dia, sampai kamu siap ya kalau harga diri kamu diinjek injek sama perempuan itu nih kamu lihat dia malah jalan jalan sama laki laki lain kan, kamu lihat nih " sambil memperlihatkan foto Jo dan juga Andre yang sedang berboncengan.


"Ya saya tau, mereka teman dan saya percaya bahwa istri saya tak mungkin menghianati saya, jadi kamu jangan berani berani lagi menghancurkan rumah tangga saja, lebih baik pergi, atau saya akan usir kamu dari sini "


""Kita juga sama teman, kenapa gak bisa kaya mereka pak, sama kok kita "


"Jelas beda kamu itu penggoda bukan teman jadi pergi dari sini "


Riyan segera menutup pintu dengan keras dan meninggalkan Dini sendirian diluar rumah, bahkan tak masuk sama sekali kedalam rumah "kenapa sanga sulit sekali mendapatkan hati orang kaya padahal kan gue mau sama pak Riyan karena dia kaya, pasti semua kebutuhan gue bakal tercukupi semuanya, gak usah kerja kaya gini banting tulang sendirian "


Setelah yakin bahwa pintu tak akan terbuka lagi, Dini pergi meninggalkan pekarangan rumah Riyan dengan isi kepala yang penuh dengan ide ide gilanya dan licik.


"Aku kira kamu Jo, aku kagen aku mau temuin kamu takut, aku takut kamu bilang kata cerai lagi sama aku, aku gak mau Jo, engga aku gak bisa kehilanga kamu sampai kapan pun " Riyan yang sudah pusing kembali membaringkan tubuhnga namun kedua matanya terus saja memandang kosong kearah foto pernikahan mereka berdua.


**


"Kak sampai kapan kita akan terus mendorong motor ini, apa sampai aku pingsan gitu "


"Baru kerasakan gimana capenya gedorong motor, gimana masih mau dorong motor "


"Engga cape kak aku gak sanggup lagi "


"Yaudah naik "


"Naik kemana sih kak, naik ke punggung kakak atau keatas pohon "


"Naik keatas langit ya naik kemotor lah, ayo sini naik jangan lama lama ayo biar kakak aja yang dorony sendirian kamu naik ya "


"Beneran nih kak "


"Iya beneran ayo "


"Ok deh kalau kakak memaksa aku akan menurutinya "


Jo dengan semangat naik ketas motor dan menikmati angin sejuk yang menerpanya.


"Kakak apa pernah melakukan hal ini dengan perempuan lain, maksud ku dengan pacar kakak,"


"Gak lah gak pernah ini yang pertama kakak dorong motor, kayanya kakak kualat deh karena udah ledekin Liam waktu itu, waktu Liam dorong motor "


"Karma ya kak, ternyata karma datengnya cepat banget "


"Iya ya kenapa cepet banget, udah ah gak mau ledek ledek lagi kapok ah "


"Bagus kak bagus, semangat kak semangat dorong motornya aku disini menyemangati kakak dengan sangat semangat, kak Andre kak Andre go go go "


"Berisik Jo merusak suara sumbang mu itu membuat telinga Kak sakit sudahi nyanyian mu itu "


"Kakak jahat ya, sungguh jahat "


"Hehehe maaf bohongan kok Jo, suara kamu bagus, kakak jadi semangat deh diteriakin sama kamu, rasanya seperti tak ada rasa cape itu "


"Beneran kak, semangat semangat go semangat semangat go, kakak Andre semangat, Jo disini mendukung, semangat semangat "

__ADS_1


"Yey semangat semangat, udah kakak udah semangat kok sekarnag kamu diem ya, jangan bicara lagi nanti suara mu habis "


Jo memukul bahu Andre dan melipat tangannya sedangkan Andre hanya tertawa melihat tingkah Jo.


__ADS_2