Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Yah gak jadi


__ADS_3

"Akhhhh "


Gavin ditarik oleh seseorang, rambunya ditarik terus sampai sampai Gavin tak bisa melakukan apa apa, sudah memukul mukul tangan orang itu namun tak dilepaskan sama sekali.


Apa lagi tenagannya yang sudah terkuras habis, tak bisa melakukan apa apa, hanya bisa pasrah saja dan mengikuti kemana orang itu dan tiba tiba saja badannya dilemparkan begitu saja.


Saat Gavin melihat orang itu ternyata Liam "sudah berani kabur "


Gavin dengan sekuat tenaga segera bangkit sambil sempoyongan lalu mendekati Liam dan akan memukulnya namun Liam langsung menghindar, kembali Gavin akan memukul Liam, namun kali ini Liam langsung menangkap tangan itu.


Gavin dengan cepat ingin melepaskan tangan itu namun Liam tak membiarkan tangan itu lepas dari gengamannya. Liam mengenggamnya dengan sangat erat, sampai Gavin meringis.


"Lepaskan "


Liam langsung melepaskan sampai sampai dia terjungkal dan Liam langsung menendang tulang rusuknya "Akhhh "


Kembali Liam menendang tubuh Gavin berkali kali, saat akan mendendang kearah wajahnya Gavin langsung menahan kaki itu, namun karena kekuatannya tak sebanding dengan Liam akhirnya wajahnya terkena tendangan jugakan.


Liam kembali mengusur Gavin dan memasukannya lagi kedalam jeruji besi itu, saat Liam akan menguncinya ternyata sudah dirusak oleh Gavin, dengan berbagai cara Liam langsung membenarkannya lagi.


"Awas saja jangan kau berani lagi kabur dari ku, atau nyawa mu yang jadi taruhannya aku tak segan segan membunuh mu "


Liam langsung pergi sedangkan Gavin sedang mehana amarahnya dan langsung memukul mukul tempat tidurnya sambil menahan tangisnya "akhhh gagal terus kenapa harus gagal akhhh gagal gagal "


**


Liam membawa perempuan yang tadi dibawa Gavin dengan cara membopongnya, lalu membawa ketempat biasa dirinya memotong motong daging itu.


"Apa yang akan kau lakukan " teriak Gavin.

__ADS_1


Namun Liam tak menjawab dia hanya memotong motong perempuan itu sampai tak berbentuk lagi, lalu masuk kedalam ruangan pendinginnya.


Masih ada mayat laki laki yang masuk kemari, Liam segera mengambilnya dan membaringkannya ditempat perempuan tadi di potong potong, Gavin yang melihat laki laki itu sudah mati mengeleng gelengkan kepalanya.


Dirinya masih tak percaya laki laki itu sudah mati, lalu yang tadi menolongnya siapa, siapa orang yang tadi menolongnya, kalau dia ada disini siapa, tiba tiba kepalanya sakit sekali sampai sampai dirinya tak bisa menahanya dan malah pingsan.


Sedangkan Liam hanya fokus saja memotong motong laki laki itu, lalu memasukannya kedalam kurungan Gavin, bahkan semuanya dirinya masukan, saat melihat Gavin yang tertidur Liam menyiramnya dengan Air.


Gavin langsung terbangun dan berhadapan dengan Liam "kau lihat saja aku akan membuatmu makin merasa bersalah karena telah kabur dariku, berani nya ya kau, aku akan membawa keluarga mu kemari agar kau tidak kesepian."


"Tidak jangan bawa keluarga ku, jangan libatkan mereka tolong mereka tak salah apa apa, aku salah aku salah tolong jangan bawa bawa keluargaku aku yang salah tolong "


"Kau sudah berani kan kabur dariku maka inilah ganjarannya, kau harus menerima semua hukuman yang aku berikan bahkan keluargamu pun akan mendapatkannya, karena kau berani kabur dariku aku sudah bilang dari awal jangan pernah kabur dariku sebelum aku yang melepaskan sendiri, jadi kau tanggung semuanya"


"Tidak tidak tidak jangan lakukan itu aku minta maaf. aku minta maaf aku akan melakukan apapun asal kau jangan melakukan sesuatu itu pada keluargaku . Jangan lakukan apapun pada keluargaku, tolong mereka tidak tahu apa-apa mereka tidak salah aku yang salah jadi hukum saja aku seberat-beratnya jangan mereka kalau perlu kau bunuh aku saja"


"Aku belum berminat untuk membunuhmu jadi nanti tunggu saatnya aku sekarang ingin main-main dengan keluargamu, kau juga sudah bermain-main denganku jadi nikmati semua permainan yang aku lakukan kali ini pasti akan menyenangkan sekali, jadi kau nikmati saja "


Namun tak ada yang menjawab ya karena dia hanya sendiri hening tak ada siapa siapa lagi.


**


Liam langsung masuk kedalam mobil, untung saja dirinya kesini terlebih dahulukan kalau tidak Gavin bisa kabur. Liam langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Tora.


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu "


"Pergi kebandung dan temui keluarga Gavin, bagaimana pun carannya kau bawa dia kepadaku, ibu dan adiknya, aku ingin mereka hidup hidup "


"Baik tuan saya akan pergi sekarang dan menemui keluarganya"

__ADS_1


"Baik aku tunggu kabarnya, aku tak mau ada kegagalan sedikit pun, kau harus bisa membawa dia kemari, kehadapan ku "


"Baik tuan saya pasti akan membawannya "


"Baiklah "


Sambungan terputus Liam langsung kembali fokus menyetir dirinya harus segera sampai dikantor sudah terlabat dirinya ini kan, bisa bisa sang istri nanti curiga lagi.


**


Tora segera masuk kedalam kamar dan memasukan beberapa pakaian dan juga menganti pakaiannya "mau kemana aku " tanya istrinya yang binggung


"Aku harus pergi kebandung, kau disini baik baik jika ada sesuatu langsung telfon aku, aku tak akan lama, tuan memerintahkan ku untuk pergi kebandung ada sebuah pekerjaan yang harus aku lakukan "


"Pekerjaan apa, tidak sampai membunuh orang kan "


"Mungkin saja, kau tau kan apa pekerjaan ku, jadi tak usah takut aku tak akan melakukan apa apa padamu, kau jangan takut padaku, aku pergi pokoknya kau hati hati disini "


Tora langsung pergi dari kamar dan tiba tiba saja istrinya memegang tangannya, Tora mengalihkan pandangannya dan langsung menatap istrinya.


"Tak akan lama kan, "


"Iya aku tak akan lama kau bisa tenang, kau akan baik baik saja disini banyak orang ya, aku tak akan lama setelah semuanya selesai aku akan pulang padamu "


"Baiklah kau hati hati ya jangan macam macam disana dan hati hati ya ingat jangan telat makan ya "


"Iya pasti aku tak akan telat makan, aku pergi ya "


Tora mencium kening Airin dan langsung pergi meninggalkan sang istri, Airin hanya bisa melihat nya saja dari kejauhan, Airin segera keluar dan diam disana, saat Airin melihat ketaman ada Zeline yang sedang menyiram tanaman.

__ADS_1


"Apakah aku harus menemuinya dan meminta maaf lagi atau tidak ya, aku masih belum tenang kalau seperti ini, aku harus minta maaf baik baik."


__ADS_2