
Namun Tok
"Aww sakit paman " teriak Syifa sambil membuka matanya dan mengusap-ngusap keningnya yang digetok oleh pamannya.
"Ya habisnya ngapain kamu segala manyunin bibir kaya bebek aja tau " jawab Andre sambil memasangkan sabuk pengaman Syifa lalu melajukan mobilnya dengan perlahan.
Syifa yang kesal tak menjawabnya sama selali, langsung membuang mukanya antara malu dan marah, kenapa dirinya ini menjadi geer seperti ini menunggu dicium oleh paman Andre.
Karena tak mau nanti paman Andre mengejeknya lebih baik sekarang tidur saja, menenangkan dirinya atas kejadian yang tadi menimpannya, sekarang sepertinya dirinya tak akan berani untuk pergi sendiri lagi, dirinya tak mau sampai terjadi hal yang serupa seperti tadi.
Biarkan hal yang tadi menjadi pelajaran untuknya, karena sudah berani pergi sendiri ditempat yang memang belum terlalu dirinya kenal.
Dirinya tak mau masa depannya hancur dan membuatnya menjadi gila gara-gara kejadian itu. Kalau itu sampai terjadi pasti tak akan ada yang mau menikah dengannya termasuk paman Andre pasti tak akan mau.
Mana ada laki-laki yang mau menikah dengan perempuan yang tidak perawan pasti tak akan ada kalau pun ada itu karena dirinya tak tau kalau perempuan itu sudah tak perawan. Ya seperti itu pendapatnya tak tau pendapat orang lain.
Andre segera melihat kesamping menatap wajah Syifa yang cemong, utung saja dirinya tadi tepat waktu datang kesana, ya tuhan terimakasih engkau masih menyelamatkan Syifa anak kecil nakal ini.
Kalau tidak aku adalah orang pertama yang merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Syifa, utungnya anak kecil ini bisa melawan dan berlari meskipun tak tau tujuannya kemana.
Dirinya sangat salut dengan Syifa, padahal badannya kan sedikit berisi tapi bisa berlari dengan cepat. Sungguh nanti dia harus lomba berlari dengan anak kecil ini. Untuk melihat seberapa hebat anak kecil ini saat berlari.
__ADS_1
Andre kembali fokus lagi menjalankan mobilnya untuk segera pulang kerumah dan istirahat. Tubuhnya sudah lelah. Sekarang mejalankan mobilnya pelan-pelan tak seperti tadi ugal-ugalan.
Sampai juga dirumahnya segera Andre memarkirkan mobilnya saat melihat kesamping ternyata anak ini tertidur. Dengan perlahan Andre membuka sabuk pengamannya lalu keluar dan membuka pintu sebelah memangku Syifa kembali untuk segera ditidurkan dikamarnya.
Ternyata tubuhnya cukup enteng saat dipangku seperti ini, padahal tubuh Syifa tidak kecil-kecil amat deh malahan berisi.
Andre dengan perlahan-lahan berjalan menuju kamar Syifa segera membaringkannya dan menatap wajah serta tubuh Syifa yang berantakan.
Brengsek sekali ketiga laki-laki itu, kalau saja tadi tak ada Syifa dirinya sudah membunuh ketiga laki-laki itu, biar tak ada lagi laki-laki brengsek seperti itu masa iya satu perempuan di kejar oleh tiga laki-laki sekaligus.
Andre segera membuka jaketnya ditubuh Syifa dan langsung terlihat dua gunung kembar yang cukup besar untuk seusia Syifa. Menyembul keluar dari branya. Brannya saja sudah kekecilan untuk menampung benda itu.
Andre segera menelan ludahnya terus menatap dua gunung kembar itu, lalu menatap paha mulus Syifa yang tersingkap. Karena Syifa memakai seragam sekolahnya yang roknya cukup pendek.
Andre terlebih dahulu mengelap wajah Syifa lalu beralih pada tangan Syifa dan lalu kembali menatap dua gunung kembar Syifa mengelengkan kepalanya agar tak berbuat sesuatu yang dapat merusak Syifa.
Tahan Andre tahan, dia hanyalah anak kecil. Dia bukanlah tandinganmu ingat Asa ingat, bukannya kau akan mengejar Asa kan tenangkan dirimu ini, Syifa ini adikmu jadi harus bisa menahan yang dibawah yang sudah ingin keluar.
Dirinya ini laki-laki normal pasti lah terpancing oleh sesuatu yang menonjol-menonjol seperti ini tak bisa dipungkiri sekarang dirinya tergoda oleh anak kecil ini. Yang selalu dirinya tolak mentah-mentah.
Andre segera memasangkan satu persatu pakaian Syifa dengan sesekali menatap gunung kembar itu, tapi tenang saja dirinya tak sampai membuka ********** bisa bisa dia menyantap tubuh Syifa sampai habis tak tersisa.
__ADS_1
Tanpa sengaja tanganya menyentuh salah satu gunung kembarnya Syifa, Andre langsung memelototkan matanya lalu segera berlari mematikan lampu kamar Syifa dan menutup pintu kamarnya dengan perlahan.
Berlari kembali dengan tergesa-gesa mematikan semua lampu kecuali diluar rumahnya, langsung masuk kedalam selimbutnya dan menatap tangannya yang baru pertama kali memengan benda kenyal itu, pantas saja Liam ingin segera menikah ternyata sangat enak saat menyentuhnya padahal dirinnya tadi tak sengaja menyetuhnya.
Menyentuhnya saja sudah enak apalagi kalau sampai meremasnya dan ********** pasti akan sangat enak..
Ya alloh apakah ini rezeki anak soleh, diberikan kenikmatan birahi namun sekarang burung daranya berdiri dan semakin keras, yaelah masa harus mandi lagi untuk membuat burungnya bobo lagi.
Tak lah malas lebih baik tidur saja biarkan burungnya ini tak tidur biar dia tau rasa dan besok mengantuk saat berkerja. Siapa suruh burungnya ini begadang mengiginkan sesuatu yang tak mungkin dirinya dapatkan.
Segera Andre memejamkan kedua matanya namun bukannya tertidur dirinya malah berguling-guling tak karuan karena tak bisa tertidur sama sekali. "akhhhh kenapa harus menyetuhnya segala ya tuhan " teriak Andre sambil memukul-mukul guling-guling pocongnya.
Burungnya ini sangat menganggunya sekali, harus bagaimana apa dirinya harus merusak Syifa masa iya sih. Merusah anak kecil itu tak mungkin dirinya itu sejahat itu. Bisa-bisa dirinya digantung oleh ayahnya Syifa.
Andre segera bangun sekarang dirinya sudah tak bisa menahanya lagi, masa bodo lah dengan semua pikirannya yang tadi sekarang dirinya sudah sangat kepanasan.
Andre lalu berlari kekamar Syifa dengan terbirit-birit ingin membuat burungnya segera tidur dan menikmati tubuh Syifa si anak kecil nakal .
Dibukannya pintu kamar Syifa dan dinyalakan lampunya, Andre berjalan kearah Syifa dengan perlahan-lahan agar tak menimbulkan suara sama sekali dan membuat Syifa terbangun.
Andre duduk menatap wajah Syifa yang sedang nyenyak tertidur lalu menatap kembali dua gunung kembar yang besar itu. Dirinya baru sadar ternyata tubuh Syifa sangat mengoda. Malahan tubuh Syifa ini menurutnya sempurna untuk seorang laki-laki ya karena payudara yang besar dan pantat yang berisi namun dengan badan yang pas. Untuk menopang semua itu.
__ADS_1
Dibukannya satu persatu kancing pakaian Syifa dan tak lupa branya pun dirinya buka sudah terpampang jelas dihadapannya dua gunung kembar yang besar dan padat. Matanya sampai melotot menatapnya.
Andre langsung merubah posisinya memposikan dirinya ada diata Syifa namun tanpa menindihnya sama sekali, segera dirinya menggerakan tangannya untuk memegang salah satunya namun tiba-tiba ada yang mencekal tanggannnya..