
Riyan menjadi serba salah, apa yang harus dirinya lakukan, istrinya sedih dan mertuannya pun sedih, jadi yang mana dulu harus dirinya hibur, tapi lebih baik menenangkan dulu istrinya yang lebih sedih.
"Sayang ayo jangan seperti ini, aku menjadi sedih, jangan mengurung diri seperti ini sayang aku tak bisa didiamkan seperti ini "
"Apakah aku mandul "
"Hus kalau bicara itu jangan kemana aja, dijaga dong sayang, kita kan udah periksa kedokter dan kata dokter apa, rahim kamu baik baik saja, tak ada masalah lain "
"Iya aku tau lalu kenapa aku belum bisa mengandung "
"Kita serahkan pada allah ya, jangan menutup dirimu, buka selimbutnya "
Jo dengan cepat membuka selimbutnya dan saat Riyan melihatnya air mata sudah bercucuran, Riyan segera memeluk sang istri dan menenangkannya.
**
Zeline membuka bola matanya, suaminya belum ada dikamar, apakah pekerjaannya begitu banyak sampai tak ingat tidur.
Zeline bangkit dan menyusul suaminya dan membuka pintunya, saat pintu terbuka dia melihat suaminya yang sedang terbaring.
"Mas kenapa ada apa denganmu, kenapa sayang "
Liam yang mendengar suara istrinya menongakan kepalanya dan memeluk istrinya, memeluk setegah badan istrinya, "sayangg aku rasanya sakit "
"Apa sini aku cek dulu, panas sekali keningmu mas "
"Iya aku deman sayang, aku tak kuat kepala ku pusing dan juga sangat panas badanku ini "
"Ya sudah ayo kita kekamar, apa kataku kalau kerja itu sewajarnya jangan menyiksa dirimu sendiri, "
"Aku hanya ingin punya waktu luang dengan mu nantinya, makannya aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ku sayang, aku ingin punya waktu dengan anak kita juga, hanya itu saja sayang tidak lebih kok "
__ADS_1
"Iya aku tau tapi jangan buat dirimu menjadi sakit mas, aku kan sudah bilang jangan berlebihan dalam hal apapun itu, ayo kita kekamar mas "
Liam hanya mengangguk dan menyeder pada istrinya, Zeline dengan susah payah membawa suaminya kedalam kamar dan saat sudah sampai didalam kamar, Lima segera berbaring dan Zeline menarik selimbutnya.
Saat Zeline akan pergi Liam memegang tangan istrinya "jangan tinggalkan aku sayang "
"Tidak mas, aku akan mencari obat dulu untukmu, sebentar ya "
Liam hanya mengangguk dan Zeline juga segera bangkit dan mengambil kota obat, namun tiba tiba saja terlintas sesuatu dalam fikirinnya.
Aku kira seorang psikopat tidak bisa sakit ternyata dia bisa sakit juga, sungguh aku bodoh dia juga kan manusia dasar Zeline Zeline ,kau ini menganggap suamimu seperti bukan manusia saja padahal kan dia manusia sama sepertiku
"Kenapa kau malah tersenyum sayang, Apakah ada yang lucu sampai kau ingin tertawa seperti itu, apa di wajahku ada sesuatu. Apakah aku sakit itu lucu"
"Tidak mas kok jadi baperan gitu sih, aku cuman pengen ketawa aja waktu lihat obat-obat ini, rasanya lucu banget gitu aku kan nggak mau tegang-tegang jadi ya pengen aja gitu Mas senyum. Emang gak boleh ya istrinya senyum aku gak mau cemberut lihat kamu lagi sakit, aku senyum itu bukan tandanya aku tuh seneng kamu sakit atau lucu tapi aku lagi pengen senyum aja"
"Yaudah sini sayang, kasih aku obat, kasih aku mau minum obat sekarang ya "
Setelah semuanya selesai, Zeline berputar dan naik keatas tempat tidur, lalu berbaring sambil memeluk suaminya yang manja.
**
"Tidur sendiri paman Andre hanya sibuk dengan kertas kertasnya saja tidak dengan aku, kesal kesal "
"Ehem "
Syifa yang mendengar suara deheman suaminya, menarik selimbutnya dan memejamkan kedua bola matanya, Andre yang melihat istrinya pura pura tidur segera Andre naik keatas tempat tidur dan menatap istrinya.
Lalu meniup niup wajah Syifa dan akhirnya Syifa tak kuat dan membuka bola matanya " bukannya kau tidur kenapa sekarang bangun, ada apa, apa ada yang menganggumu, ayo bicaralah "
"Ya bukannnya paman yang telah menganggu tidur ku huuh kenapa jadi balik bertanya padaku sih paman "
__ADS_1
Andre tak menjawab dia makin mendekatkan wajahnya kearah Syifa dan Syifa segera memundurkan wajahnya, "kenapa kau melakukan itu Syifa ada apa, apa kau tak suka"
"Bukan begitu paman aku belun siap, lihat didalam perut ku saja ada anak ku, bagaimana kita bisa melakukannya, lihat lah perut ini sangat besar sekali "
"Iya aku lupa perutmu sangat buncit, " namun Andre segera mendekatkan kembali wajahnya dan Syifa dengan refleks memejamkan kedua bola matanya.
Dan cup, kening Syifa yang di cium dan beralih pada perutnya, Andre kembali membenahi tidurnya.
"Kenapa tidak jadi apa ada masalah paman, apa ada sesuatu yang menganggumu "
"Aku lelah ingin istirahat, katamu kan kau belum siap, aku akan menunggumuu sampai siap, sampai kapan pun, aku akan menunggumu, aku saja bisa kan menunggumu pulang dari Korea, masa tak bisa menunggu kau yang sebentar lagi lahiran "
Setelah mengatakan itu Andre segera memejamkan kedua bola matanya dan Syifa yang masih penasaran mengubah tidurnya menjadi sedikit miring dan menatap suaminya.
"Syida segeralah tidur jangan terus terus menatapku, apakah kau tak lelah, ayo tidurlah sayang, jangan melakukan itu lagi, cepat cepat "
Syifa yang mendapatkan respon seperti itu segera membalikan badannya dan membelakangi suaminya, namuan tiba tiba ada yang memegang tangannya, Syifa hanya bisa tersenyum dan menutup bola matanya, agar segera tidur dan menyambut hari esok.
**
"Aku sudah kehilangan anak buahku, lalu aku harus melakukan apalagi, apa yanf harus aku gunakan untuk bisa mencelakai Syifa. Suaminya sama sekali tak terpengaruh, apalagi mereka punya Liam, monster itu "
"Aku harus mencari cara lagi untuk menghancurkan Syifa, aku harus segera membalaskan rasa sakit hatiku pada Syifa, gara gara dia aku jadi tak mempunyai siapa siapa, gara gara dia hidupku berantakan dan tak beraturan seperti ini, kalau waktu itu aku ikut serta mungkin aku akan mati "
"Namun untungnya aku tak ikut aku ada pekerjaan tapi tetap saja aku kehilangan semua keluargaku yang seharusnya sekarang ada mendampingiku, ada disampingku, seharusnya kami sekarang sedang tertawa bercanda "
"Ahhh semuanya gara gara Syifa, dasar kau Syifa pembawa sial ,kalau saja dulu aku melarang dia untuk berkenalan dengan mu, mungkin saja sekarang ini tidak akan kejadian, menyesal aku menyesal menyesali semuanya dan semua ini tidak akan kembali lagi padaku gara-gara mu Syifa gara-gara kamu"
Orang itu berdiri dan mengacak ngacak kamarnya semuanya dia berantakan dengan nafas yang terengah engah.
"Kau hidup nyaman Syifa tapi aku tidak gara gara mu ini terjadi, awas saja aku akan kembali untuk menghancurkan mu seutuhnya ingat itu ingat.
__ADS_1