Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Membeli Cincin


__ADS_3

Yang belum Liam cek adalah parkiran, dengan tergesa-gesa segera menuju parkiran semoga saja Zeline ada diparkiran, dan benar saja ada disana sedang jongkok di sebelah mobilnya.


Kelakuan kekasihnya itu selalu membuat Liam tersenyum, dihampirinya Zeline dan ditariknya tangan Zeline yang sedang memegang buku diatas kepalanya.


Zeline pun mendongakkan kepalanya lalu berdiri saat sudah tau itu Liam yang menariknya.


Zeline terus saja cemberut sampai didalam mobil tak berbicara sepatah kata pun pada Liam.


"Kamu kenapa sayang " sambil menatap Zeline dengan lekat.


Yang ditanya hanya diam saja melipat tanganya serta memanyunkan bibirnya itu.


Dipangkunya Zeline untuk duduk dipangkuannya dan di elusnya kepala Zeline dengan sayang "Au ah kakak nyebelin, sana pegangan tangan lagi sama bu Novi, sekalian, kakak ajak jalan-jalan bu Novinya" cerocos Zeline masih setia melipat tanganya itu.


"Hemm ada yang cemburu ni " goda Liam.


"Apa an sih kak, siapa lagi yang cemburu "


Liam pun hanya tersenyum sangat gemas dia dengan kekasihnya ini, dikecupnya bibir Zeline terus menerus tanpa ********** sama sekali, hanya sebuah kecupan namun bertubi-tubi diberikan Liam kepada Zeline.


Zeline pun menghentikan kecupan Liam dengan menutup mulut kak Liam dan agar terhindar dari kecupan mautnya kak Liam, Zeline menyembunyikan wajahnya di leher Liam.


"Kamu tuh salah faham sayang, kalau kamu melihat yang sebenarnya pasti kamu tak akan marah, aku saat tanganku dipegang oleh bu Novi langsung menghentakannya dan masuk keruanganku, aku menunggu mu namun tak ada, aku sudah mencarimu kemana-mana tapi tak ada , aku khawatir padamu,handphone mu pula tak aktif kenapa, jangan seperti itu lagi jangan buat aku khawatir lagi sayang " ucap Liam menjelaskan semuanya agar tak ada salah faham.


"Maafkan aku kak, aku tadi marah saat melihatmu berpegangan tangan dengan perempuan lain, dan sedangkan untuk handphone ku mati habis batre " jawab Zeline dengan masih menyembunyikan kepalanya itu.


Saat masalahnya sudah beres terselesaikan, Liam melajukan mobilnya sambil memangku Zeline tak memindahkan Zeline ketempat duduknya, utung saja kaca mobilnya ini gelap, jadi tak akan ada yang melihatnya. Lagi pula Liam pun tidak masalah dia masih bisa melajukan mobilnya dengan benar.


Zeline sangat nyaman duduk seperti ini, empuk sekali tapi ada yang mengganjal dibawah kak Liam entah apa itu, namun Zeline tak mau mempermasalahnya dan diam saja menikmati wanginya tubuh Liam.


***


Zeline binggung kenapa malah ke mall kan mau pulang, namun Zeline engan bertanya biarlah mau dibawa kemana pun tak apa asal bersama kak Liam.


Liampun memarkirkan mobil dan Zeline masih betah dengan posisinya yang tadi tak berubah. "sayang apa kamu ingin seperti ini terus "

__ADS_1


"Hemm sepertinya iya deh kak, tapi kalau difikir-fikir aku tuh masih marah tau sama kakak, masih kesel pokonya "


"Kenapa seperti itu, tadi kan sudah maaf-maafan masa jadi marah lagi, sepertinya kamu bukan marah ya tapi cemburu kan ayo ngaku " goda Liam


Namun Zeline tak menjawabnya hanya diam saja memikirkan kata-kata Liam apa benar dia cemburu.


Liam sangat suka jika Zeline marah melihatnya bersama perempuan lain, berarti itu tandanya cemburukan.namun Liam tak sengaja membuat Zeline cemburu kan itu hanya salah faham saja.


Mana mungkin Liam berpaling, susah payah mendapatkan hati Zeline masa iya dengan mudahnya Liam akan berpaling, itu tak akan mungkin terjadi karna ada 3 perempuan yang paling Liam sayang yaitu ibu kandungnya, ibu angkatnya serta yang ke 3 ada Zeline.


Sampai kapan pun Liam tak akan melepaskan Zeline seperti dulu, dia akan mencintai menyayangi Zeline terus menerus tak akan sampai menghianati dan menyakitinya lagi.


"Ayo lah sayang kitu turun dulu, ada sesuatu yang akan aku beli untuk mu "


"Benarkah " ucap Zeline dengan senangnya sambil melepaskan pelukannya.


"Iya benar sayang"


Zeline pun dengan senang membuka pintu dan sebelum itu dia mengecup pipinya Liam sekilas dan keluar, menunggu Liam keluar juga, mereka pun bergandengan kedalam mall.


Sampai juga di toko perhiasan yang dituju Liam "sayang coba kamu pilih ingin cincin yang seperti apa"


"Hah kok cincin kak "


"Kan untuk besok sayang, besok ayah dan ibuku akan pergi kerumah mu, dan meminangmu, jadi aku ingin membeli cincin untuk nanti, tanda bahwa kita sudah bertunangan "


"Kenapa besok kak, bukannya ada ya 4 hari lagi"


"Tidak kakak mempercepatnya sayang"


Pasti gara-gara kejadian Yuda fikir Zeline, kirain Zeline tidak akan sampai tukar cincin, namun tidak apa-apa jadi nanti Yuda akan tau bahwa dia dan Liam memang benar-benar serius.


"Mau yang mana sayang" tanya Liam kembali.


Pelayan toko sudah menjajarkan beberapa cincin Zeline binggung semua bagus, namun dia sangat tertarik dengan cincin sederhana yang paling ujung serta desainnya yang unik, Zeline pun mengambil cincin itu, dan memperlihatkannya kepada Liam.

__ADS_1


"Apa kakak suka " tanya Zeline takut hanya dia saja nanti yang suka nanti Liam tidak lagi.


"Apapun yang kamu pilih kakak akan suka, ambilah kalau kamu suka "


Zeline pun tersenyum dan mencoba cincin dijarinya dan pas, dijari kak Liam pun sama pasnya, masalah cincin sudah selesai, tinggal apa ya sekarang.


"Sayang kamu mau beli apa, apa mau beli baju untuk besok malam"


"Tidak kak, tak usah mending kita makan ramen yu kak " ajak Zeline dengan wajah yang riang.


Liam pun mengiyakannya dan mengikuti Zeline, saat sudah sampai ditempat ramennya sangat penuh sekali Liam sangat tak suka ini, namun apa daya Zeline ingin membeli makanan yang ada disini jadi tidak apa lah.


Zeline dan Liam pun sudah mendapatkan tempat duduk paling ujung dan langsung memesan mie ramennya.


Akhirnya selesai juga, Liam sudah tidak kuat banyak sekali orang disana.


Mereka pun pulang Tepatnya Liam akan mengantar kekasihnya ini pulang, Zeline tak duduk seperti tadi namun duduk ditempatnya semula.


"Kakak akan berbicara dulu tentang kedatangan orang tua kakak yang akan datang lebih cepat pada ayah dan ibu mu ya sayang "


"Tak usah kak, kakak pulang saja takutnya orang tua kakak sudah ada rumah kakak, kasihan kan mereka, biar aku saja yang menyampaikan kepada ibu dan ayah"


"Yasudah kalau memang ingin mu seperti itu aku pulang ya " pamit Liam sambil mengecup kening Zeline.


"Iya kak hati-hati aku masuk dulu ya" Zeline pun keluar dari mobil Liam dan pergi masuk kedalam rumahnya, dicarinya sang ibu untuk memberitahuanya.


"Bu kata kak Liam pertemuan dengan orang tua kak Liam jadinya besok " ucap Zeline saat sudah menemukan ibunya yang sedang merajut.


"Kenapa di percepat na " masih dengan tetap merajut.


"Entah lah aku pun tak tau bu, mungkin kak Liam pengen cepet-cepet "


"Baiklah ibu dan ayah akan mempersiapkannya, ibu sangat senang na akhirnya kamu bisa mendapatkan kebahagian mu lagi " ucap ibunya itu sambil mengusap rambut Zeline dengan sayang.


Zeline pun setelah mengobrol dengan ibunya masuk kekamarnya dan memikirkan bagaimana besok, apakah ibu dan ayah Liam akan menerimanya dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2