Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Datang lagi satu


__ADS_3

"Ayo sayang kita kedapur ya, aku akan membuatkan mu sesuatu, pasti kau akan suka dan memujiku "


"Apa baby, kau akan membuat apa, aku sepertinya sudah kenyang "


Namun tiba tiba perut Jo malah berbunyi "kau tak bisa membohongi suami mu, ayo kita makan dan aku yang akan memasaknya kau tenang dijamin enak dan tak akan mencewakan mu sama sekali "


"Baiklah baiklah ayo kita turun babyy"


Mereka berdua dengab perlahan lahan turun kebawah takut mebangunkan mamihnya yang sedang tidur dan juga bi Neneng.


Riyan segera masuk kedalam dapur menyalakan kompor lalu membuat telur mata sapi.


"Sayang tolong ambilkan celeknya "


"Baiklah " sembari mengasongkannya.


"Sayangg pakaian dong "


"Baiklah kau ini manja sekali ".


Riyan membalikan bandannya dan merentangkan tangannya agar sang istri lebih mudah menalikannya.


"Sudah sayang "


"Sudah Yan "


"Baiklah kau tunggu disana aku akan memasak dengan fokus"


"Iya iya bawell "


Tak lama kemudian Riyan datang membawa dua mangkok dan dua telor mata sapi, serta sayuran.


"Tada sudah jadi apa kau suka "


"Kau membuat ramen "


"Iya ayo coba "


Dengan cepat Jo memakannya dan memelotkan kedua bola matanya.


"Kenapa sayang, apa tak enak "


"Tidak ini enak sekali, sejak kapan kau bisa memasak baby, maksudku membuat ramen seenak ini, sepertinya kau bisa membuka restoran "


"Benarkah sayang, aku sudah lama mempelajarinya, aku ingin memasakan makanna kesukaan mu, jadi aku terus belajar dan sekarang hasilnya "


"Kau hebat baby, aku bangga padamu, ayo kau juga makan dong "


Riyan hanya mengangguk langsung menyantap ramen buatannya, ternyata memang enak, hebat juga ya dirinya ini.


Baguslah kalau begitu bisa setiap harikan membuatkan istrinya ramen seperti ini enak sekali.


"Sudah selesai, sini biar aku cuci piringnya, dalam keluarga harus saling membantu, kau memasak dan aku melakukan cuci piring "


"Baiklah sayang ini "


Dengan semangat Jo mengambilnya dan segera mencucinya lalu setelah selesai kembali pada suaminya


"Apa sudah selesai"


"Sudah ayo kita kekamar "


"Baiklah ayo sayangg "


Mereka bergandengan tangan menuju kamar, itu tak luput dari penglihatan mamihnya yang dari tadi mengawasi anak dan menantunya.


***

__ADS_1


"Andre lo ngapain disini, "


"Liam gue mau balesin apa yang udah dia lakuin sama gue,"


"Gak usah, lo gak usah kotorin tangan lo buat laki laki kaya gini, biar gue aja yang jadi pembunuh tidak dengan sahabat gue, lo tenang aja dia habis ditangan gue, lo gak usah khawatir."


"Makasih Liam "


"Tenang aja, lo diem aja biar gue yang habisin dia, dimana Syifa sama siapa dia "


"Dia ditungguin sama Hamzah anak buah lo kok, gue udah minta tolong sama dia "


"Ok deh bagus kalau gitu, Hamzah bisa diandalkan dia pasti akan jaga Syifa "


"Jadi gimana nau ngaku gak siapa yang nyuruh lo, dan dimana orang itu "


"Gue udah bilang ya, sampai kapan pun, gue gak akan bilang siapa bos gue, dan dimana keberadaannya "sambil meringis


Tora yang mengerti lirikan mata bosnya segera mengangguk, mengusur laki laki itu dan mengantungannya mengunakan besi yang melengkung, lalu ditancapkannya satu persatu besi itu kebahunya.


"Ahh dasar kalian setan, dasar tak tau diri kalian tak punya hati "


"Lalu dirimu apa " tanya Liam sambil membawa pisau dan mengoros dadanya membentuk hurup L, inisialnya


"Apa masih kurang, apa ingin lebih sakit lagi "


"Silahkan kau habisi aku tak peduli aku "


"Dengan senang hati, aku senang sekali ada orang yang mau dihabisi olehku dengan sukarela, kau lebih memilih mati dari pada memberi tahu aku siapa dalang sebenarnya baguslah jika itu memang keinginan terbesar mu, aku akan menurutinya dan melakukannya "


Liam dengan dinginnya merobek perut orang itu, dan mengeluarkannya, sampai sampai laki laki itu lemas dan membuat bahunya sobek sangat besar dan jatuh begitu saja kelantai.


"Hemm aku binggung melakukan apa lagi ya, mungkin kau punya ide "


Namun laki laki itu diam tak bergeming dan hanya melotot kearah Liam, Liam yang tidak suka menendang wajah laki laki itu dan membiarkannya begitu saja.


Mereka semua segera pergi dan mengunci pintunya membiarkan orang itu mati dengan perlahan dan mungkin saja sekarang sudah mati kehabisan darah karena ulah Liam yang sadis.


Liam yang sudah masuk kedalam kamar mengendap endap agar tidak ketahuan oleh istrinya, pakaiannya penuh darah dan dirinya harus mencucinya sendiri agar tak ketahuan.


Sial sekali kan malam malam harus mencuci pakain seperti ini. Namun bagaimana lagi, sudah nasib nasib.


Setelah selesai dan menganti pakaiannya Liam langsung saja tidur memeluk istrinya dari belakang karena tempat tidurnya sudah diambil alih oleh sang anak tersayang.


***


"Hamzah terimasih sudah mau menunggu istriku dan juga rumah ku dan Tora terimakasih juga sudah memasangkan cctv, aku sungguh sangat berterimasih pada kalian berdua "


"Sama sama tuan, kami permisi dulu " jawab Hamzah sedangn Tora hanya mengangguk sama dinginnya seperti bosnya itu dan tak lupa sama sama sadis dan tak punya perasaan saat membunuh orang.


Setelah mereka pergi Andre menutup pintunya dan melongok dahulu keluar takut ada orang yang mencurigakan, tapi untungnya tak ada sama sekali, Andre tenang dan mengunci pintunya dengan rapat.


Padahal diluar sana ada orang yang sedang mengintip "dimana Joni, kenapa dia tak keluar dari tadi, apa dia sudah pergi meninggalkan ku, padahal aku tadi hanya beli minuman saja tapi dia sudah menghilang begitu saja. "


"Lebih baik pulang saja lah, siapa tau Joni sudah pulang " orang itu pergi dan akan mengabarkan pada bosnya kalau sekarang rumah Syifa ada cctvnya.


Andre bernafas lega saat melihat sang istri masih tertidur dengan cepat Andre melepas pakaiannya dan menganti pakainya. Lali masuk kedalam selimbut dan memeluk sang istri namun terhalang oleh perut besarnya.


"Segeralah keluar nak agar papah mu ini lebih leluasa memeluk ibu mu yang cantik ini, lahirlah dengan normal ya nak jangan membuat ibu mu sakit, papah akan menunggu kelahiran mu nak, dan suatu saat papah akan memberitahu mu tentang ayahmu yang sebenarnya, namun kau jangan marah ya nanti pada papah"


Andre mengecup perut itu dan memeluk kembali istrinya yang hangat dan empuk, empuk empuk gimana gitu.


**


Tora yang tak ingin kehilangan laki laki yang bosnya siksa segera masuk kembali dan melihat laki laki itu masih hidup "kau kuat sekali, masih hidup dan bisa bergerak "


"Aku bukan laki laki lemah jadi diam lah kau penjahat "

__ADS_1


"Baiklah aku akan diam, sebenarnya siapa yang menyuruhmu, kalau saja kau jujur pasti tuanku akan melepaskan mu dengan begitu saja "


"Aku sudah bilang sampai kapan pun aku tak akan memberitahu monster itu, aku akan diam sampai kapan pun kau tau itu, aku sangat setia pada bosku "


"Hemm baiklah kalau itu mau mu, segeralah tidur mungkin saja kau nanti saat membuka kedua bola matamu sudah ada dineraka. Ayo cepat tidur dan berbaringlah dengan benar, apa kau butuh selimbut ? "


"Pergi kau, aku tak butuh ejekan mu, dasar kau bedebah, pergi pergi jangan ganggu aku, aku tak sudi diganggu oleh mu, sana pergi pergi "


Tora segera pergi dan menguncinya lagi pintunya, nanti pagi dirinya akan kembali lagi kemari dan akan mengecek keadaan orang itu, apa masih bertahan hidup atau sudah mati, susah sekali mengatakan siapa bosnya.


**


"Bos apakah Joni sudah ada disini "


"Apa maksud mu Ali, bukannya Joni bersama mu, kenapa sekarang kau bertanya padaku "


"Aku dari tadi menunggu Joni di luar rumah syifa tapi dia tidak ada, dia melarang ku untuk masuk katanya biar dia saja yang mengurus perempuan itu, karena suaminya sedang pergi sedangkan aku harus mengawasi suaminya. Tapi sampai saat ini dia tidak keluar aku kira dia sudah pulang kan aku tadi disuruh oleh dia untuk membeli minuman terlebih dahulu bos, makannya aku pulang untuk mengecek apakah dia sudah ada di sini bersamamu"


"Bodoh paasti dia tertangkap oleh Liam monster itu, dia adalah monster pasti dia telah membunuh Joni kau cari Joni ke area rumah Liam, rumah sebelah Andre kau cek di sana pasti ada Joni, selamatkan dia dan aku akan menginterogasinya apa yang terjadi Sebenarnya aku tidak mau tau, sekarang pergi ke sana dan cek"


"Apa Bos aku harus mengecek rumah sebelah, disana penjagaannya sangat ketat sekali malahan orang-orangnya berbadan besar dan juga ada yang bermuka seram. Aku tidak mau kesana lagi yang ada nyawaku akan melayang"


"Baiklah apakah kau ingin mati disini dihabisi oleh ku atau kau pergi kesana dan cari Joni sampai ketemu, aku ingin tahu dia memberitahu tentang aku atau tidak aku tidak mau tahu harus temui dia sekarang juga dan kau tanya pada dia semuanya kalau perlu bawa dia kalau dia masih hidup itu pun "


"Baiklah Baiklah saya akan pergi ke sana Bos saya tidak mau mati konyol di sini, saya akan pergi ke sana dan mencari Joni semoga saja dia masih hidup dan tidak membocorkan tentang Bos ini siapa"


"Dan kau juga jika tertangkap, jangan sampai membocorkan apa punt tentan aku, lihat saja kalau kau sampai membocorkannya keluargamu taruhannya, meskipun kau sudah mati aku akan meneror keluargamu dan akan membunuhnya satu persatu ingat itu. Aku tidak pernah bermain-main dengan siapapun"


"Jangan Bos jangan jangan lakukan apa-apa pada keluargaku Jangan sakiti mereka. Anakku masih balita Bos, baik saya akan pergi ke sana dan mencari Joni. Saya tidak akan membocorkan apapun tentang Bos meskipun saya nanti tertangkap oleh orang-orang liam si monster itu "


"Baiklah sekarang kau cepat pergi jangan diam saja di sini dan membuat mataku sakit karena melihat kau. Dasar tidak becus kau menjadi partner Joni seharusnya kau ikuti dia bukannya mendengarkan dia untuk mengawasinya dari luar kau tidak becus"


"Maaf maaf saya akan ke sana Bos saya akan memperbaiki kesalahan saya"


Ali yang ketakutan segera berlari menghindari bosnya yang sepertinya sebentar lagi akan mengamuk dirinya akan mencoba kembali ke sana dan menemukan Joni temannya.


"Sialan Seharusnya aku singkirkan dahulu Liam dia adalah musuh terbesarku dan dia seharusnya lebih dahulu musnah, kalau seperti ini aku tidak akan bisa mencelakai Syifa sampai kapanpun tapi bagaimana aku mengalahkan Liam si monster itu Apa perlu aku menculik anaknya? "


Laki-laki itu menyeringai dan nanti suatu satu saat nanti, dirinya akan melakukan apa yang dirinya ucapkan mungkin saja atau dirinya akan menculik anak Syifa nantinya, lihat saja nanti kedepannya apa yang akan terjadi, apakah dia akan menculik anak Liam atau menculik anak Syifa kita lihat siapa yang akan terjadi anak siapa yang akan mati di tangannya.


**


Ali sudah sampai di depan rumah Liam, dia melihat dari gerbang saja sudah banyak orang yang menjaga rumah ini apalagi sampai masuk bisa-bisa nyawanya habis di sini juga.


namun Ali yang melihat kalau ada peluang, saat melihat gerbang belakang yang sepertinya tidak ada penjaga dia dengan perlahan-lahan masuk ke sana, baru juga masuk dan menutup gerbangnya pundaknya sudah ada yang memegangnya.


orang itu membanting Ali sampai Ali tak bisa berdiri sama sekali "apa yang kau lakukan" tanya Tor dengan muka yang seram dan suara yang menakutkan


"Pasti kau komplotan yang akan mencelakai nona Syifa kan, apakah kau ingin menyelamatkan temanmu yang sedang sekarat sekarang. Baiklah aku akan membuat mu bertemu dengan dia siapa tahu kau bisa menolongnya"


Dengan cepat Tora menggusur orang itu tanpa mendengarkan teriakannya yang minta dilepaskan, sedangkan Hamzah yang melihatnya hanya bisa melongo karena dia takut dengan Tora atasannya yang sangat menakutkan bila membawa orang atau menghajar orang


Dirinya tidak sekejam itu tapi ya kalau dengan keadaan genting dirinya tidak akan menggusur orang seperti itu, mungkin akan lebih baik dia akan memegang tangannya dan membawanya ke ruangan bosnya.


Tora segera melemparkan orang itu dan mengenai laki-laki yang disekap tadi "ya Allah gusti Joni kamu ya Allah ini kamu kenapa perut kamu ya Allah tangan kamu Joni ya Allah gusti ini kenapa "teriak Ali dengan heboh


"Coba kau tanyakan pada temanmu apa yang terjadi kenapa dia bisa seperti ini. Coba kau tanya kenapa dia tidak berkata Jujur saja dan menyelamatkan nyawanya dari pada menyelamatkan nyawa orang lain, kau tanya pada temanmu yang bodoh itu"


Setelah mengatakan itu Tora segera mengunci pintunya dan keluar kembali menjaga pintu belakang, dengan diam ditempat gelap. Dia tahu ancaman sekarang sedang datang pada tuannya jadi dirinya harus menjaga rumah ini lebih baik lagi dan lebih ke ketat dari sebelumnya.


"Joni apa yang terjadi padamu kau seperti ini kenapa kau tidak lari saja"


"Aku tidak bisa aku sudah tertangkap kau tahu Liam itu memang benar-benar monster, dia menghabisi Ku Ingin tahu siapa Bos kita tapi aku sudah berjanji tidak akan mengatakan siapa Bos kita. Aku tidak mau keluargaku menjadi menderita karena diriku, aku sepertinya sudah tidak kuat lagi Ali. Kenapa kau kemari kenapa kau mencariku, seharusnya kau jangan mencariku. Apakah kau mau ingin sepertiku seperti ini dia itu sangat jahat dan dia itu sangat menakutkan dia tidak mempunyai sedikitpun rasa empati Kenapa kau ke sini"


" Aku disuruh bos mencarimu aku dari tadi menunggumu di luar sana,tapi kau tidak muncul makanya aku pulang dan menanyakan perihal dirimu, apakah sudah pulang atau tidak. Ternyata belum dan bos menyuruhku untuk mencarimu Kalau tidak aku dibunuh di sana, dan keluarga ku taruhanya makanya aku mencarimu"


Joni tidak bisa berkata apa-apa lagi, nafasnya sudah naik turun dan tiba-tiba saja hembusan nafas terakhirnya menghilang, Ali yang melihat temannya mati dengan sangat mengenaskan menangis dengan histeris.

__ADS_1


Sampai dirinya tak tahu harus melakukan apa, karena dirinya tak melihat sedikitpun celah untuk kabur. Lalu apakah dirinya akan seperti Joni kalau dirinya mengatakan siapa bos. Maka keluarganya yang akan menjadi taruhannya tidak-tidak itu jangan sampai terjadi. Tidak boleh jangan sampai terjadi.


__ADS_2