Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Cerita awal


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai, Ibu Airin langsung turun dan melihat Airin disana yang sedang berdiri menunggunya, Airin segera berlari dan memeluk ibunya "Airinnn ibu sangat senang akhirnya kita ketemu Airin, ibu senang sekalii "


"Aku pun bu senang sekali, akhirnya bisa bertemu dengan ibu, Ibu baik-baik saja kan selama aku tidak ada "


"Ibu baik nak ibu sangat baik kamu kenapa bisa jatuh ke sungai"


Airin langsung melepaskan pelukannya dan menatap ibunya, lalu menatap Tora, Tora langsung mengangukan kepalanya "Em aku terjatuh bu ada yang mengejarku dan aku tidak tahu siapa itu, saat aku akan pulang ke rumah ada laki-laki yang mengikutiku dari belakang aku sudah berlari sampai ke hutan namun naasnya aku malah terpeleset dan jatuh ke sungai"


"Namun ibu bersyukur akhirnya kamu selamat dan kamu sudah tidak hilang ingatan lagi. Ibu sungguh bersyukur kalau kamu terus menerus hilang Ingatan bagaimana kamu bisa mengingat ibu yang hanya hidup sendirian ini namun ada nak Tora yang menolong kamu. Ibu sangat senang sekali kamu diselamatkan oleh orang baik ibu bersyukur sekali "


Airin mendelik kearah Tora dan Tora hanya mengangkat bahunya saja, lalu Tora menyuru mereka masuk dan dengan celat mereka masuk kedalam rumah.


Tora juga sudah menyiapkan minuman untuk mereka berdua "terimakasih nak Tora sungguh Airin beruntung bisa bertemu dengan mu dan berpacaran dengan mu, lalu kapan kalian akan menikah "


Airin yang sedang meminum minumannya sampai tersedak, Tora langsung menepuk nepuk punggung Airin dan mengelap bibirnya dengan manis.


"Apakah kau bisa membiarkan aku untuk mengobrol dengan ibu hanya berdua saja"


"Baiklah "


Setelah Tora pergi Airin memegang tangan ibunya, saat dirinya akan mengatakan kebenaran Tora ada mengintip disana, akhirnya Airin tak bisa mengatakan semuanya pada sang ibu, perginya Tora hanya formalitas saja orangnya masih ada dibalik tembok sedang mengintip dan sangat meyebalkan sekali rasanya.


"Bu apakah ibu tidak akan marah jika mendengar perempuan yang hamil diluar nikah"

__ADS_1


"Kalau orang lain yang hamil diluar nikah ibu tidak akan marah kenapa kau bertanya seperti itu"


"Aku hamil bu "


Gelas yang dipegang oleh ibunya Airin terjatuh begitu saja matanya terbelalak dan langsung menatap ke arah sang anak yang menundukan kepalanya tak mau menatap ibunya langsung.


"Kau pasti main-main saja kan ingin mengagetkan Ibu karena kita baru ketemu lagi kau itu ya suka main-main, jangan berkata seperti itu Airin ibu tidak suka "


"Tapi aku berkata jujur Bu aku tidak berbohong pada ibu atau cuman ingin bermain-main dengan ibu karena kita baru ketemu , aku memang hamil Bu aku sudah mengandung anak nya Tora aku kebablasan dengannya maafkan aku Bu"


"Tidak mungkin tidak mungkin anak yang Ibu didik dengan baik-baik tidak mungkin mengecewakan ibu dan hamil diluar nikah, Tidak mungkin Ibu sudah bilang kan padamu Jika berpacaran itu jangan sampai kebablasan atau tergoda oleh setan. Ibu sudah memberitahumu beberapa kali kenapa kau malah membuat Ibu kecewa dan mengatakan ini semua. Jangan berbohong pada ibu Jujur kau tidak hamil kan hanya main-main saja"


"Aku tidak berbohong bu aku berkata jujur aku bilang aku hamil aku mengandung anak Tora, aku tidak sedang main main aku memang sedang mengandung bu, aku hamil ibu hamil "teriak Airin


Ibunya Airin langsung pergi meninggalkan Airin, ingin pulang kembali kerumahnya, dia malah dikecewakan seperti ini oleh sang anak, kenapa malah begini jadinya kalau tau akhirnya begini tak usah bertemu saja sekalian, kalau pada akhirnya akan kecewa.


Tora langsung menghentikan langkah ibunya Airin " maafkan aku Bu aku yang salah bukan Airin, aku akan bertanggung jawab dan menikahi Airin sekarang juga. Ibu tenang saja aku tidak akan lari kemana-mana aku akan menanggung semuanya "


"Aku tidak mau menikah dengan Tora Aku tidak mau nikah "tiba-tiba saja Airin datang dan menolak pernikah itu


"Airin mengapa kau berkata seperti itu dia akan menikahimu dia akan bertanggung jawab. Lalu kenapa kau malah tidak mau dinikahi oleh Tora .Apakah aial sehatmu sudah hilang apakah kau sudah gila. Apakah kau tidak malu nanti saat melahirkan tidak ada ayahnya, dia laki-laki yang menghamilimu akan bertanggung jawab, tapi kenapa kau malah tidak mau dan menolak untuk menikah dengan Tora. Ada apa denganmu ini apakah kau ingin dicap sebagai perempuan nakal maumu seperti itu. Kamu ingin memalukan ibu"


"Aku belum siap untuk menikah bu, aku belum siap untuk berumah tangga aku ingin bebas aku belum mau diikat oleh siapapun dan terikat oleh apapun, lebih baik kami tidak menikah saja bu aku tidak apa-apa nanti setelah aku siap baru aku akan berbicara pada ibu dan juga Tora "

__ADS_1


"Ibu tidak habis fikir dengan mu, disini ada yang mau bertanggung jawab, tapi kau malah menolaknya ada perempuan sepertimu ya jika di dunia ini ada seribu wanita sepertimu sudah banyak mungkin yang hamil duluan dan tak memperdulikan apapun, kau ini sungguh memalukan ibu, ibu mau kalian harus menikah siap ataupun tidak kamu harus menerimanya Airin ini kesalahan kamu yang lalai, masa depan mu akan tetap berjalan meskipun nanti sudah mempunyai anak dan suami "


"Ayo Tora persiapan semua pernikahannya hari ini juga ibu tidak mau ada yang di tunda-tunda lagi, ibu mau hari ini juga kalian menikah dan sah menjadi suami istri ibu tidak mau melihat kalian melakukan zinah lagi ibu tidak akan menerimanya, ayo cepat Tora "


"Aku mempunyai syarat bu "


"Apa lagi mau mu Airin "


"Aku ingin menikah siri saja bu, "


"Apa maksud mu Airin, apakah kau gila hah "


"Itu keputusan ku bu. Aku ingin nikah siri saja jika Ibu menolaknya Ya sudah aku tidak mau menikah"


Saat ibu Airin ingin mengejarkanya, Tora langsung memegang tangannya "Sudah bu tak apa, sekarang nikah siri dulu nanti aku akan menikahinya kembali saat dia sudah siap dan mau denganku, sekarang biarkan dia memilih apa yang dia mau jangan memaksanya "


"Baiklah ibu hanya ingin yang terbaik "


Flasback off.


Nah itulah dimana Tora dan juga Airin kenapa bisa menikah dan ibu Airin bisa menerima Tora tanpa curiga sedikit pun, padahal banyak kebohongan diantara Tora dan juga Airin.


Tora belum siap untuk mengatakan yang sesungguhnya mungkin saja tak akan pernah siap sampai kapan pun.

__ADS_1


__ADS_2