Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tak mau bicara


__ADS_3

Liam dan Tora sudah ada dibawah tanah, orang itu sudah di ikat, dan Liam langsung duduk untuk mengintrogasinya.


"Siapa yany menyuruhmu "


"Tak ada "


"Siapa yang menyuruhmu " ucap Liam sambil memukul meja


"Ku bilang tidak ada, apakah kau tuli hah "


Tanpa banyak bicara lagi Liam langsung memukulnya wajah laki laki itu memakai balok.


"Bilang atau kau akan mati ditanganku sekarang juga "


"Sampai kapan pun aku tak akan bilang siapa yang menyuruhku, aku sudah berjanji padanya "


"Meski nyawamu hilang "


"Ya "


Liam hanya terkekeh lalu menyuruh Tora membuka borgol satu tangan laki laki itu.


"Baiklah, aku rasanya sudah lama tak memotong kuku seseorang dan hari ini aku akan melakukannya untuk mu, hanya untuk mu spesial "


Orang itu masih menambakan wajah songongnya, Liam mengambil gegep dan menarik salah satu kuku laki laki itu "akhhhhhhh siall" umpatnya.


Namun Liam malah makin brutal dicabutnya satu persatu kuku itu dari kulitnya, bahkan Liam segaja melakukannya dengan sangat perlahan agar dia merasakan sakitnya.


"Jadi mau bilang atau mati "


Laki laki itu tak bisa menjawab, dia masih menahan sakit yang telah Liam lakukan padanya, keringat dingin sudah membasahi keningnya.


Liam segera berdiri mengambil pisau lalu mengasahnya "pisau daging yang besar, akan cocok untuk mencingcangmu, bagaimana apakah kau menyukainnya, apa yang harus aku potong apa punyamu yang pendek yang terlebih dahulu aku potong "masih membelakangi laki laki itu


"Jangan ampuni saja, jangan "


"Siapa yang menyuruhmu "


"Tidak ada ini kemaukan ku sendiri tak ada yang menyuruhku, aku berkata jujur "


Liam secara tiba tiba membalikan badannya dan melempar pisau kecil, yang hampir saja menusuk mata laki laki itu, namun laki laki itu segera menundukan kepalanya.


"Hahahaha hebat juga hemm ayo katakan apa dulu yang ingin di potong "


Liam kembali duduk dan menyalakan rokoknya, "Tora menurut mu aku harus menotong apa dulu, telingga, tangan, kaki atau jari jarinya "


"Menutut saya lebih baik potong dulu saja jari jarinya agar lebih menatang tuan "


"Baiklah aku akan mengikuti anjuran mu "


Baru juga Liam akan memotong satu jari laki laki itu, dia malah mendengar suara istrinya yang sedang mencarinya.


"Mas kamu dimana, apa ada dibawah sini "


"Tora jaga dia, jangan sampai dia melarikan diri "


"Baik tuan"


Liam mencuci tangannya terlebih dahulu lalu keluar dan dihadapannya sudah ada sang istri.


"Mas kamu lagi apa disini "


"Aku lagi latihan sama Tora sayang "


"Latihan apa mas, kok malem malem sih "

__ADS_1


"Latihan bela diri, kan pagi sampai sore mas kerja sayang, ayo kita keatas ada apa kamu cari aku sayang "


"Ist masa aku gak boleh cari kamu, ayo tidur udah malem tau"


"Cie ada yang pengen dikelonin nih "


"Apaan sih mas "


"Jujur aja sayangku, jangan di tahan tahan "


"Tau ahhh "


Liam hanya mencubit hidung istrinya perlahan karena gemas oleh tingkahnya yang sangat lucu.


**


"Syifa ayo tidur "


"Tidak bisa paman aku masih takut, takut ada laki laki itu krmbali datang kemari dan menerorku, aku gak bisa paman "


"Disini ada paman, ayo sini tidur jangan seperti itu, paman tak suka melihatnya, ayo cepat "


Syifa segera berbaring dan memeluk suaminya "paman kau tau, aku sudah dibuat tak mrmakai apapun oleh dia, maksudku pakaian atasku sudah tak ada paman, aku takut itu terjadi lagi, sekali lagi apakah aku pantas menjadi istri paman, aku sudah banyakbmengecewakan paman, aku malu dengan paman "


"Hey kenapa berkata seperti itu, kau masih pantas untuk paman dan sampai kapan pun akan pantas sayang, jangan berkata seperti itu ya, paman tidak suka ya "


Syifa hanya bisa mengangguk dan mengusap air matanya mengalir.


Tiba tiba saja Andre ingin tau dimana laki laki yang akan melecehkan istrinya, dirinya harus menemui Liam, nanti setelah Syifa tidur dirinya akan pergi kerumah Liam, namun sebelum itu dia akan meminta anak buah Liam untuk menjaga rumahnya.


"Ayo sekarang tidur yang sayang, paman akan selalu ada disisimu, apapun yang terjadi, tidur ya sayang"


Syifa lebih dalam lagi masuk kedalam pelukan suaminya dan mencoba memejamkan kedua bola matanya untuk tidur dan mencoba melupakan kejadian tadi.


Andre hanya bisa menatap wajah istirnya yang gelisah dan mengerutkan dahinya, diusapnya dahi itu "kau jangaj takut lagi ya syaang, aku disini aku tak akan kemana mana, aku tak akan meninggalkan mu sampai kapan pun itu, kau harus tau cintaku untuk mu tak terbatas, dan tak akan tergantikan oleh siapa pun itu "


Setelah semuanya beres Andre keluar rumah dan menguncinya pula, memangil salah satu anak buah Liam.


"Tolong jaga rumahku dan juga istriku didalan ya, jangan sampai ada orang yang masuk, kau ingat itu "


"Siap tuan, saya akan berjaga disini, semuanya aman "


"Apa kau tau Liam membawa kemana orang yang menyusup kerumahku "


"Tuan dan Tora membawannya keruanyan bawah tanah "


"Terimakasih "


"Sama sama tuan "


Andre berlari kearah sana dan langsung masuk saja lewat pintu yany memang sudah dibuatkan oleh Liam kalau mau masuk dari arah luar.


Saat masuk, Andre melihat darah yang menetes dari tangan orang itu, dan dengan cepat Andre langsung menerjangnya, sampai orang itu tersungkur dengan kursinya.


Andre memukulinya denyan membabi buta "sudah tuan sudah hentikan, biar tuan Liam yang membereskanya " cegah Tora sambil menghentikan pukulan Andre.


Andre segera mundur dan duduk di kursi yang Liam tadi duduki, dan orang itu dibantu Tora kembali seperti semula lagi.


"Apa yang kau inginkan dari istriku "


"Istri ? Apakah kau buta menikahi perempuan yang sudah hamil dengan orang lain "


"Lalu apa masalahnya, memangnya aku merugikan mu, memangnya aku meminta makan padamu, tidak kan, jadi tak usah kau menghakimiku sialan "


"Hahaha bisa marah juga teryata kau ya, istrimu itu bukan perempuan baik, dia adalah membawa sial kau tau itu "

__ADS_1


"Kau yang pembawa sial bajingan "


"Terserahlah kau akan tau rasannya seperti yany Nabil rasakan lihat saja, aku akan jamin kau menderita seperti Nabil, karena perempuan itu bukan perempuan baik baik, dia tak pantas untuk disayangi atau pun di cintai "


Andre yang marah mengambil pisau dan memotong tangan laki laki itu "akhhhh, kau gila "


"Tuan " teriak Tora.


**


Liam segera membaringkan sang istri dan sedikit menindih tubuhnya, sedikit tersenyum dan mengusap anak rambut yang menghalangi wajah sang istri.


"Kenapa kau tersenyum apa ada yang lucu pada wajahku mas"


"Tidak sayang, aku hanya ingin tersenyum saja apa tidak boleh "


"Tentu boleh sayang, tentu "


Liam segera mendekatkan wajahnya makin dekat makin dekat dan akhirnya terjadilah pergulatan lidah mereka berdua, Zeline yang terbawa suasan segera mengalungkan tangannya pada sang suami.


Liam yany sudah sangat panas, berpindah keleher istrinya, menyesapnya perlahan namun pintu kamar tiba tiba akan ada yang membukannya, dengan cepay mereka berdua segera memisahkan diri.


Ternyata yany datang adalah putra mereka "Sayang Lucas kenapa " tanya Zeline.


Lucas berlari kearha ibunya dan masuk kedalam pelukannya "mamih hali ini Lucas ingin sekali bobo belsama mamih dan papih apa boleh "


"Tentu sayang kenapa mamih melarangnya, tentu boleh dong anak mamih ini tidur disini bersama sama "


Sedangkan Liam wajahnya sudah sangat frustasi, selalu saja gagal apa yang ingin dirinya lakukan bersama suami.


"Mamih itu dilehel mamih ada tanda melah, kenapa apa mamih di gigit semut "


Zeline segera menghalanginya mengunakan rambutnya "em ini iya di gigit semut sayang, "


"Dimana mamih, memangnya dikamal mamih ada semut ya "


"Ada semutnya besar sekali "


"Lalu sekalang mana mamih, aku ingin melihatnya "


Pandangan Zeline langsung beralih pada suaminya, dengan cepat Liam mengambil alih memangku anaknya.


"Sudah jangan banyak bicara sayang, sekarang waktunya tidur bukan bercerita dan bertanya, besok bukannya kau akak main dengan pana Tora "


"Ya papih benal ayo tidul tidul ayo segela tidul, nanti datang semut besal gigit Lucas lagi "


Zeline hanya tertawa melihat anaknya yang ketakutan dengan semuat besar.


Mereka bertiga segera berbaring, dengan Lucas yang ada ditengah tengah.


Liam memeluk keduanya, memeluk kesayangannya dengan sangat erat dan penuh kasih sayang. Tak ada yang lebih berharga selain mereka berdua, anugrah yang tuhan berikan padannya sungguh melimpah dan dirinya sangat bersyukur sekali.


Liam yang belum bisa tidur menoel istrinya " apa mas "


"Yang tadi gimana Sayang masa enggak jadi lagi sih udah berapa kali kita ke gep sama Lucas. masa iya sekarang nggak jadi lagi sih sayang, burung aku tuh udah nggak kuat banget kamu tega emang lihat aku kaya gini, gak kasian kamu sama aku sayangg "


" Mas yang sabar dong di sini kan ada Lucas. Kita kan bisa lakuin kapan aja, kamu yang sabar dong kita tuh udah punya anak mas jadi kita nggak leluasa kayak dulu lagi, jadi kamu harus lebih sabar. Tarik nafas keluarkan Tarik nafas keluarkan"


"Sayang aku itu bukan mau melahirkan ya. Kamu ini gimana sih Tapi janji ya nanti kita bakal bikin dede bayi lagi ya beneran kan sayang janji ya"


"Iya nanti kita bikin dedek bayi ya sekarang tidur, Lucas Kasihan dia nanti keganggu mas, ayo kita tidur ya nanti kita bicarain lagi semuanya"


"Baiklah sayang " dengan sembriwingan Liam langsung memejamkan kedua bola matanya, menunggu istrinya tidur dan dirinya akan kembali ketawanannya yang belum selesai.


Tenang dirinya ini masih ingat dan tak akan lupa sedikit pun, jadi tak usah risau dan khawatir sama sekali, karena dirinya bukan orang yang pelupa.

__ADS_1


Apalagi menyangkut tentang mangsanya yang belum mati, masti akan dia kejar orang itu sampai mati bila melarikan diri itu pun kan ya, jadi lebih santai saja menghadapi semuanya. Hadapi sengan senyuman.


__ADS_2