
Liam segera membawa istrinya kedalam tak mungkin melakukan penyatuan disini kan.
Liam langsung menyatukan kening mereka sambil memeluk erat tubuh istrinya itu agar tak jatuh juga. Karena tubuh istrinya ini cukup berat..
Sut jangan sampai kalian beritahu pada istriku ini ya nanti aku ga jadi malam pertama.
Liam segera menjatuhkan tubuh istrinya dengan lembut, ditatapnya lekat-lekat seluruh tubuh istrinya itu lalu dengan perlahan Liam menindih tubuh istinya.
"Apa kau sudah siap menyerahkannya padaku semuanya sayang " tanya Liam, dia tak akan melakukannya jika istrinya itu tak mengizinkannya.
"Ya aku sudah siap sayang " jawab Zeline dengan yakin.
Liam segera mengecup kening istrinya dengan sayang lalu beralih pada bibir yang menjadi candunya itu.
Segera Liam menyentuh setiap lekuk tubuh istrinya dan menciuminya dengan sesekali menyesapnya.
Zeline menggeliat kegeliat merasakan setiap yang diberikan suminya dia seperti cacing kepanasan saja tak bisa diam.
Liam tak lupa meninggalkan jejaknya pula. Pada setiap bagian tubuh istrinya itu sampai tak ada yang terlewat sedikit pun.
Malam ini dia harus memuaskan istri kecilnya ini dan juga dirinya.
Zeline yang berada dibawah hanya bisa mendesah menikmati apa yang diberikan oleh suaminya. Ini sesuatu yang baru dia alami yang waktu itu Yuda berikan sangat kasar dan dia tak mau mengigatnya bahwa hal itu diberikan oleh Yuda yang dia tau suaminya yang memberikannya.
Segera Liam melahap salah satu gunung istrinya lagi dengan rakus dan menyesapnya sambil mengigitnya dengan sedikit kasar.
Tangan yang satunya turun ke bawah dan mengusap-ngusapnya dengan reflek kaki Zeline melebarkan kakinya memberi akses pada tangan suaminya.
Segera Liam memasukan salah satu jarinya dan memainkannya di bawah tubuh istrinya itu memasukan dan mengeluarkannya awalnya pelan namun saat istrinya mulai terbiasa dipercepatnya jarinya itu.
"Ah kakak aku sudah tidak kuat, kak aku ingin pipis " racau Zeline sambil mendesah dia sudah tak tahan lagi tangannya bahkan sudah mencengkran seprai dengan kuat tapi tak bisa menahannya untuk keluar.
"Keluarkan sayang keluarkan " sambil mempercepat permainanya dan menciumi seluruh wajah istrinya.
__ADS_1
Zeline yang memang sudah tak kuat mengeluarkannya. Yang dirasakan Zeline adalah lega dan sangat nikmat sekali.
Liam sangat puas istrinya sudah keluar dan sekarang tinggal burungnya yang mengeluarkan benih -benihnya ini.
Setelah Zeline sedikit tenang. Liam lalu beralih menciumi kembali seluruh badan istrinya itu satu persatu beralih pada perutnya. Diciumnya perut yang nanti akan menampung benihnya itu dan menjadikannya seorang anak.
"Kamu siap sayang " Liam segera memegang burungnya yang sudah on mendekatkan pada inti istrinya perlahan memasukanya saat dipertengahan istrinya itu meringis kesakitan.
Segera Liam menenangkan Zeline dengan sebuah kecupan-kecupan kecil agar istrinya tak merasakan sakit.
Katanya saat burung seorang leleki memasuki sangkarnya yang masih perawan perempuannya akan merasakan sakit yang sangat amat sakit.
Zeline yang tadi merasakan sakit pada intinya sekarang sudah tak sakit lagi. tiba-tiba saja Zeline mengangkat pinggangnya dan menikmati sesuatu yang sudah masuk kedalam inti itu sangat besar dan sedikir sakit.
Liam lalu mengangkat kepalanya menatap istrinya itu mengusap peluh yang membanjiri kening istrinya.
"Sekarang apa sakit sayang "
"Sayang sangat sempit sekali aku suka " racau Liam sambil mendongakan kepalanya, Liam duduk setengah berdiri diatas tubuh istrinya agar lebih nikmata saja.
Agar istrinya tak terlalu kesakitan setelah wajah istrinya itu rileks Liam langsung mengehentaknya memasukan semuanya.
Ah makin nikmat saja burungnya hari ini sangat dimanjakan dan setiap harinya sekarang burungnya sudah mendapatkan sangkarnya
Lalu mengoyangkan pinggulnya dan menghentaknya cukup kuat, Zeline yang merasakan hentakan itu sangat nikmat sekali sampai tak bisa berhenti meracau dan mendesah. Liam pun sama dengan istrinya ini pertama untuknya dan dia sangat bersyukur dia dulu tak sampai merusak perempuan yang menjadi korbanya. Hanya membunuhnya saja.
Liam terus saja menatap mata istrinya yang semakin sayu dan keringatnya terasa sangat mengiurkan untuk Liam. Makin menambah keseksian tubuh istrinya.
"Sayang apa kau menyukainya ini sangat nikmat sekali "racau Liam
"Ya aku suka sayang " jawab Zeline dengan desahanyang tak pernah hilang dari bibir munggil itu
"Sebutkan namaku dengan bibir mu ini sayang "
__ADS_1
"Yah kak Liam ini nikmat sekali ah percepat kembali kak aku suka akhh " ucap Zeline. ******* dimulut mereka makin kencang saja menimati menyatuan pertama mereka.
Zeline lebih memberi akses lagi untuk suaminya agar mempermudah burungnya itu masuk, sekarang dia sudah tak malu lagi.
"Ahh sayang aku akan pipis lagi " ucap Zeline sudah tak kuat.
"Sebentar sayang kita keluar sama-sama ya " racau Liam.
Segera Liam mempercepat hentakannya dam Zeline membantu suami itu mengoyangkan sedikit pinggulnya dan mengangkatnya "Ahh seperti itu sayang bagus " racau Liam.
Akhirnya mereka sampai puncak bersama-sama Liam langsung menjatuhkan tubuhnya di tubuh Zeline tanpa melepaskan penyatuan mereka.
"Terimakasih sayang aku sangat puas " ucap Liam sampai mereka tertidur dengan nyenyak.
Zeline juga tak mempersalahkan suaminya yang tidur diatasnya dia memeluk suaminya itu dengan erat
Malam ini adalah malam terindah untuk mereka melepaskan hasrat terpendam masing-masing yang sudah mereka tahan dari lama.
Akhirnya Liam bisa memiliki wanitanya seutuhnya Zeline sudah menjadi miliknya seutuhnya akan dia jaga wanitanya ini dengan nyawanya sekalipun tak boleh sampai ada yang mereburnya kembali.
Liam yang tiba-tiba saja bangun perlahan melepaskan burungnya dan tidur disebelah istrinya lalu membalikan tubuh istrinya.
Dengan perlahan Liam mengangkat kaki sebelah istrinya dan menyimpannya kebelakang punggungnya.
Perlahan Liam mendekatkan tubuhnya dan menyatukan kembali burungnya itu Zeline tiba-tiba bangun "kakak kenapa " dengan mata yang tertutup.
"Tidak sayang " ucap Liam sambil menghentakan kuat burungnya itu agar masuk lebih dalam lagi.
"Akhh kakak kenapa masuk kembali "
"Daritadi memang sudah masuk sudah tidur kembali lah sayang"
Dengan patuh Zeline tidur kembali dengan Liam yang tak pernah diam terus saja menjelajahi tubuh istrinya.
__ADS_1