
Jo yang sedang fokus mengerjakan tugasnya tib tiba di tepuk oleh seseorang dan ternyata itu Chiko dia tersenyum kearah Jo dan tanpa diketahui Jo, Choki memfotonya dan mengirimnya ke Riyan.
"Ada perlu apa ya "
"Kok jutek banget sih kamu Jo, kita makan siang bareng yu, ayolah kali kali pergi sama aku "
"Gak bisa nanti istri kamu dateng lagi kesini dan tumpah sampah kebadan saya, dengerin saya ya kamu kan udah punya istri urus aja dulu istri kamu ya, aku gak mau deket deket sama orang yang sudah bersuami "
"Hah maksud kamu Lala kesini "
"Iya Lala istri kamu, jadi kamu jangan ganggu lagi Jo, istri lo sungguh memalukan sekali, membuat onar disini, apakah kau tak pernah menasehatinya dulu, kalau itu tak baik, seharusnya bertanya dulu, jangan main siram siram aja, gimana kalau Jo gak terima dan laporin istri kamu, kalau udah punya istri jangan ganggu istri orang, apalagi ini isti temen istri lo sendiri" ucap Andre yang tadi keburukan lewat dan mendengarkan semua percakapan Jo dan juga Chiko
"Baik saya akan memberi pengertian pada istri saya, terimakasih atas nasihat anda yang sungguh sangat berharga ini saya permisi dulu "
"Baik silahkan "
Chiko pergi dengan tergesa gesa, entah apa yang akan dia lakukan pada Lala, tak ada yang tau kan apa yang akan terjadi.
"Kamu gak apa apakan Jo "
"Engga kok kak, aku baik baik aja kok, bener bener ya tu laki nyebelin banget "
"Iya kamu harus hati hati sama laki laki itu, sepertinya dia sangat berbahaya deh, bisa bisa nekat tu cowo "
"Hemm bener juga kak, aku juga gak tau dia bakal nyamperin aku lagi kak kesini, kaya jin dia itu tiba tiba ada tiba tiba gak ada, dan dia itu laki laki yang tak bersyukur padahal istrinya cantik ya kak "
"Ya lumayan lah cantik, makan Yu "
"Ayo pak dosen kemana "
"Dia pulang duluan biasa laki laki beristri "
"Oh yaudah deh ayo ayo kita pergi aku udah lapar banget nih "
**
"Sayang ayo cepetan udah belum, kamu lagi apa sih kok lama banget nanti kesorean loh "
"Iya sayang, iya ini udah liat kita samaankan bajunya foto dulu yu sayang, kita udah lama gak foto ayolah "
"Nanti kamu ngeluh lagi terus ulang ulang lagi fotonya karena keliatan gendut keliatan cubby dan nanti makan waktu lagi syaang, ini udah telat banget liat udah jam 1 syaang "
"Ayo sebentar mas, beneran gak akan di ulang lagi cuman satu kali aja foto ayolah "
"Yaudah ayo ayo foto foto sekarang "
Mereka berdua segera berfoto dan bergaya pokoknya banyak gaya, setelah selesai mereka pergi keluar dan masuk kedalam mobil.
Saat sudah sampai Zeline mengambil keranjang satu untuk dirinya dan satu untuk suaminya.
"Jadi mau kemana dulu syaang "
"Kita beli baju Lucas dulu ya, sebentar lagi Lucas mau jalan kita beli baju yang banyak "
"Ayo sayangg "
"Mass ini bagus ya gambar doraemon kan Lucas belum punya"
"Sayang Lucas itu laki laki dan harus laki dong pakainnya masa iya, doraemon kamu ini gimana sih, ini nih dinosaurus laki banget sayang, keliatan kalau Lucas laki "
"Mas doraemon juga sama laki laki kok, lucu tau doraemon "
"Engga sayang, mending dinosaurus aja biar maco aja gitu keliatannya Lucas "
"Nanti Lucas takut lo mas "
'Gak akan sayang "
Liam mengambil beberapa pakaian bergambar dinosaurus lalu mengambil pakaian polos
"Kok warnanya gelap gelap banget sih mas "
"Gak apa apa, biar gak kaya perempuan "
"Mass Lucas itu masih kecil jadi gak masalah kalau pake baju yang bergambar dan berwarna kan bagus di lihatnya "
"Sayang Lucas kan anak aku juga jadi gak apa apa dong kalau polos juga lucu kan "
"Iya deh iya Lucas anak kamu juga, udah yu cari yang lain "
Zeline segera mendahului suaminya dan saat melihat sepatu rajut diambilnya 2 warna, yaitu warna merah dan biru mudah.
__ADS_1
"Sayang kenapa beli sepatu rajut "
"Mas dengerin ya, ini tu lucu jadi gak apa apa biar nanti kalau jalan jalan pakai sepatu ini aku suka "
"Yaudah aku juga pengen cariin Lucas sebaru putsal "
"Gak sekalian aja mas sepatu Voli gitu "
"Engga deh, aku mau beliin sepatu putsal aja buat Lucas biar bagus dan biar bergaya "
"Mas Lucas masi lama gedenya, masa iya udah beli sepatu futsal udahlah beli ini dulu aja, mending beli gendongan biar nanti kamu lebih leluasa "
"Kan dirumah banyak gendongan syaang, kenapa beli lagi "
"Gak apa apa biar banyak ayo "
Zeline mengambil satu dan memakaikanny kepada suaminya "terus ini dimana nanti Lucas disimpennya "
"Disini mas, bagus kan jadi nanti Lucas nyaman "
"Nanti Lucas kaya kangguru ya syaang disini disimpen dikantongin "
"Mass "
"Yakan emang bener Lucas disini dikantongin slup "
"Iya iya deh mas gimana kamu aja ya "
Mereka berdua segera berbelanja kembali kebutuhan anaknya, sebentar lagi sang anak akan besar dan akan jalan jadi banyak kebutuhan yang harus di beli kembali.
**
Chiko yang sudah sampai dirumah segera mengebrak pintu dan membuat Lala yang sedang menonton tv kaget bukan main..
"Kamu kenapa pukul pukul pintu ada apa mas "
"Apa yang kamu lakuin sama Jovanka, kamu ngapain temuin dia kamu gak mikir gimana dia marahnya sama aku "
"Oh jadi dia ngadu sama kamu "
"Engga dia sama sekali gak ngadu sama aku, kamu ini kenapa sih gegabah bikin onar dikantor orang, kamu tau gak siapa yang malu, aku aku yang malu, Liam adalah rekan kerja aku tapi kamu udah buat aku malu, mikir harus kamu sebelum lakuin itu, kamu tuh bener bener ya aku gak habis fikir"
"Ya itu karena kamu berulah mas, kalau aja kamu gak ngejar ngejar istri orang aku gak akan mungkin kaya gini, aku gak akan mungkin nekat buat nyamperin perempuan itu "
"Ok kalau itu yang kamu mau, kamu jangan nyesel "
"Gak akan, aku gak akan nyesel kamu mau pergi dari dunia ini bodo amat "
Chiko pergi kembali meninggalkan istrinya yang sekarang sedang mengambil sebuah obat, sebelum meminum obat itu lala menghembuskan nafasnya terlebih dahulu dan "selamat tinggal sayang, terimakasih atas semua yang kamu udah kasih sama aku, aku akan tetap mencintai kamu selamanya "
Lala, segera menegak semua obat itu dan beberapa menit kemudian keluar busa dari mulut sang istri.
**
Riyan yang sudah ada dirumah Chiko segera masuk berpapasan langsung dengan Chiko yang tersenyum kearahnya.
"Sialan kau " bug bug bug Riyan memukul wajah Chiko berkali kali dan setelah puas berhenti menatap temannya dengan marah.
"Kenapa sih Yan, lo tiba tiba dateng dan hajar gue kaya gini gak ada kerjaan banget "
"Lo yang gak ada kerjaan apa maksudnya lo datengen istri gue di tempat kerjanya dan foto dia apa maksudnya lo jebak gue ya"
"Kalau iya kenapa, gue gak mau lo dapet perempuan yang sempurna Yan gue cinta sama istri lo, dan ingin menjadikan Jo menjadi istri gue bukan istri lo "
"Lo cinta istri gue atau terobsesi sama dia karena masih perawan hah, dari dulu lo kan pengen punya istri yang masih perawan, seharusnya lo syukurin tuhan udah beri lo Lala sebagai jodoh lo, bukannya malah gini hancurin rumah tangga gue "
"Bodo anat Mau gue terobsesi mau gue cinta bener sama Jo atau engga yang terpenting gue mau dia, bukan yang lain "
"Dasar gila ya lo, pokoknya gue gak sudi jadi temen lagi apalagi kerjasama, sama perusahan lo, mulai sekarang gue akan keluar dari proyek ini dan lo inget bawa asisten murahan lo itu, gara gara kalian rumah tangga gue ancur, ancur tau gak gue sangat menyesal udah mengenal lo "
"Ya Lonya aja yang bodoh, gampang teratu sama Dini, jadi sekarang siapa yang udah hancurin rumah tangga lo, gue atau Lo "
"Sialan lo awas aja gue gak akan tinggal diam "
Riyan segera pergi meninggalkan Chiko yang tersenyum miring, saat masuk kerumah dia melihat istrinya tergeletak dilantai dengan perlahan Chiko mendekati istrinya.
"La kamu kenapa La, kenapa berbusa kaya gini, kamu minum apa"
Dengan panik Chiko membawa istrinya kedalam mobil dan akan membawannya kerumah sakit.
**
__ADS_1
"Udah sayang mau beli apa lagi, ini udah 3 keranjang nih syaang kita belanja "
"Emm apa lagi ya mas, aku mau beli itu topi mas topi Lucas harus punya jadi nanti kalau jalan jalan gak kepanasan mas "
"Yaudah ayo syaang kita pilih ya, kalau perlu kita beli semuanya ya "
"Boleh deh mas, bener ya kita beli semuanya " .
"Iya boleh sayang silahkan sayang, aku akan bayar semuanya kamu gak perlu risau ada aku disini "
Zeline dengan kalap memberi banyak topi untuk anaknya, berbagai warna dan berbagai gambar pula, bahkan ada yang berbentuk topi penyihir.
"Udah Yu mas, aku udah lelah kita pulang "
"Ayo ayo syaang jum jum ayo "
Zeline yang pegal menunggu dikursi depan menunggu suaminya yang membayar semua belanjaannya dan Akhirnya selesai juga, wah banyak banget, sampai pak satpam membantu membawannya.
Zeline pun mengikuti suaminya dari belakang dan masuk kedalam mobil untuk segera pulang kerumah. Sudah puas dirinya belanja kebutuhan sang anak, nanti tinggal dicobain aja ke Lucas pasti akan lucu deh..
"Sayang kamu kenapa senyum senyum aja "
"Aku udah gak sabar pengen liat Lucas pake baju baju ini, aku lagi bayangin gimana lucunya Lucas nanti "
"Sabar ya sayang, sekarang kita akan pulang menemui anak semata wayang kita yang cakep kaya papihnya "
"Huuh narsis aja kamu mas "
"Biarin "
**
"Eh Ada Andre disini "ucap Mila yang tiba mendatangi menja Andre dan juga Jo.
"Eh hay Mil, kamu ada disini sama siapa "
"Sendirian, apa ini yang namanya Syifa Hallo salam kenal aku Milla temenya Andre sama Liam s es batu "
Jo segera menjabat tangan Milla "bukan aku Jo, aku bukan Syifa, perkenalkan namaku Jovanka "
"Oh maaf maaf ya soalnya ini nih, Andre suka cerita terus tentang Syifa sama aku tapi aku kurang tau gitu mukannya "
"Gak apa apa mba, eh apa boleh aku manggil mba "
"Gak apa apa dong, aku pamit dulu ya, bay Jo , Andre "
Andre Dan Jo melambaikan tangannya pula "kak cantik juga tuh mba Mila "
"Iya emang cantik "
"Terus kenapa gak kakak pacarin aja sih, dari pada nunggu yang gak pastikan lebih baik yang ini yang ada, kan kakak juga udah kenal sama dia, jadi kenapa engga kak "
"Denger ya Jo, cinta gue cuman buat Syifa gak ada yang lain cuman buat dia, beneran deh gue gak bohong Jo "
"Iya deh iya yang bucin mah bebas ya "
Tiba Tiba bug Ada yang menonjok Andre "apa apa sih kamu Yan. datang datang kamu nonjo kak Andre, kamu Gila ya "
Namin Riyan tak mendengarkan ucapan istrinya dia malah menarik pakaian Andre " lo Mau rebut Jo dari gue hah, lo mau macem macem yang sama gue "
"Apa apain sih lo Riyan kaya anak kecil " sambil melepaskan cengkraman itu.
"Gue anak kecil lo yang anak kecil, lo mau rebut istri gue hah, atau gimana berdua duan kaya gini "
"Kamu denger ya Yan, aku sama kak Andre temen gak kaya kamu, aku udah bilangkan, kamu bodoh atau gimana gak bisa nyerna kata kata aku udah ya jangan bikin ulah terus sama kamu urus selingkuhan kamu, jangan urus aku cape tau gak sih aku sama kelakuan kamu yang kaya anak kecil kaya gini"
"Ayo kak kita kekantor lagi aja " Jo segera menarik Andre dan membawanya kedalam mobil.
"Kamu beneran pengen pulang kekantor, gak akan bicara dulu sama Riyan "
"Engga kak, aku mau pulang aja ayo kak, aku gak mau bicara kalau lagi kaya gini nanti malah kesulut emosi lagi, bisa bisa aku kelepasan nanti sama Riyan, maafin Riyan ya kak udah mukul kakak kaya gitu, maaf banget "
"Tenang aja Jo, kamu gak usah minta maaf aku ngerti kok, Riyan pasti akan marah "
"Iya tapi dia marahnya kaya gitu gak liat situasi kak, aku tuh bener bener ya gak habis fikir sama kak Yan itu "
"Udah udah jangan difikirin dulu Jo, kamunya juga sama jangan emosi, yang ada nanti ga akan selesai selesai Jo "
"Hemm Iya kak "
Riyan yang melihat istrinya pergi dengan laki laki lain menendang meja dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan orang orang yang membicarakannya, sungguh semuanya kacau kacau.
__ADS_1
"Awas aja kamu Andre, kamu mulai main main sama aku sama seperti Chiko awas saja tak akan aku lepaskan kalian berdua, kalian yang sudah menghancurkan rumah tanggaku, kalian berdua penjahat dasar sialan sialan "