
Saat Liam masuk dikagetkan dengan sang istri yang diam melihat ke arah jendela seperti yang sedang mengintip.
"Sayang kamu ngagetin aja, ngapain sih kamu disitu "
"Apa sih mas aku gak ngagetin, aku tadi mau ambil air minum terus lihat ada lampu lampu mobil gitu ke dalam rumah, terus aku lihat kamu lagi bicara sama siapa, itu perempuan siapa mas dan Tora Juga ikut keluar langsyng pergi lagi diluar ada masalah apa mas "
"Kamu kenal yang namanya Jill dia ke sini anterin ibunya Airin yang katanya dia ngaku ngaku kalau Airin itu istri kedua aku ya aku gak kesel gimana dong sayang ya aku marah lah terus panggil Tora dan aku gak tau dia bakal bawa kemana ibu mertuanya itu, aku gak urus yang terpenting dia jangan sampai balik lagi kesini dan bikin bikin rumor yang gak penting "
"Jil ya aku kenal Jill dia temen waktu aku masih SMP di sini, kok dia masih ingat ya sama aku. Ya udahlah mas gak usah dipikirin. Emang udah kayak gitu mungkin sifat ibunya Airin kita maklumin aja untuk hari ini, tapi kalau makin makin ngelunjak ya harus dengan cara apa lagi. Aku juga bingung dia kan orang tua masa kita harus marahin dia gitu, ya gak mungkin kan kamu udah makan belum mas aku udah angetin makan buat kamu "
"Hemm bagus deh kalau kamu memang bener kenel Jil, yaudah yu sayang kita kemeja makan kebetulan aku belum makan "
"Emang beneran kok mas dia temen aku, baik kok dia, dia juga datang kok kepernikahan kita,"
Liam segera merangkul sang istri dan membawannya kearah ruangan meja makan, Zeline segera menyajikan makannya dan mengambilkannya nas dan lauk pauknya untuk sang suami.
"Kamu gak makan sayang "
"Engga mas aku udah kamu aja yah "
"Yaudah sayang aku makan ya "
"Iya masss "
***
__ADS_1
Sedangkan dirumah Jo yang sedang tegang Jo mengemasi pakaiannya, semuanya namun sang suami segera memegang tangannya dan membawa Jo untuk duduk.
"Ada apa Yan kamu mau bertahan di sini aku enggak bisa, aku bisa stress kalau kayak gini terus , ini tuh rumah tangga aku bukan berumah tangga mami, kita beda sama rumah tangga mamih dan juga papih. Kenapa sih rumah tangga kita tuh diatur-atur terus sama mami. Kapan sih kita bisa ngaturnya sendiri aku capek tau gak Yan, aku capek kayak gini terus mending a kita pulang aja ke rumah kita gak usah di sini deh, aku udah gak kuat pengen pulang aja "
Riyan mengusap tangan sang istri "Jo dengerin itu ibu kamu wajar di kayak gitu, karena ini adalah cucu pertamanya kamu jangan marah dong jangan kayak git, itu mungkin yang terbaik buat kamu makannya dia bicara kayak gitu .Kamu jangan marah terus sama dia ya kasihan dia. Dia tuh takut kamu kenapa-napa "
"Aku gak bisa kalau jalani rumah tangga itu diatur atur sama orang lain, emang aku gak bisa atur rumah tangga aku sendiri, aku bisa Yan, aku gak suka kayak gini, aku tuh berumah tangga itu pengen belajar sama kamu berdua dan gak ada yang ikut campur satu pun orang dan siapapun itu, kamu ngerti kan perasaan aku gimana dulu aja aku stress gara-gara Mami minta terus anak sama aku .Sedangkan Tuhan belum kasih saat kita udah dikasih dia masih aja bicara aku juga bisa jaga diri sendiri. Meskipun aku bekerja Yan, aku juga pengen bebas "
"Iya aku tahu kamu pengen belajar berumah tangga sendiri tapi kan ini ibu kamu, kamu kan bisa bicara baik-baik jangan kayak tadi. Nanti ibu kamu kalau sedih sakit hati gimana, biasa aja bicaranya gak usah sampai teriak-teriak kan bisa sayang, kamu kan bisa baik-baik bilang sama ibu kamu kalau kamu gak mau rumah tangga diatur kayak gitu sekarang minta maaf ya sama ibu kamu "
"Gak orang aku gak salah ngapain aku minta maaf, udahlah kamu tidur aja kamu sama Mami aku tuh sama-sama egois tau gak sih gak mikirin tentang kandungan aku, tentang aku pokoknya kalian berdua tuh sama aja gak ada bedanya"
Jo langsung pergi dan membaringan tubuhnya membelakangi sang suami, sesangkan Riyan mengusap dadanya dirinya harus sabar menghadapi sang istri yang sedang mengandung jangan sampai dirinya malah emosi dan membentak sang istri jangan sampai.
Kasian istrinya nanti makin tertekan, lebih baik dirinya diam saja, dan saat mertuanya marah dirinya juga diam saja dari pada nanti menimbulkan pertengkaran.
**
"Tidak usah sayang, biarkan aku saja sayang yang mencucinya, kamu diam ya tunggu aku "
"Tapi mas, masa kamu cuci piring biar aku saja "
"Gak usah sayang, duduk ya biar aku aja ya "
Liam segera berjalan ketempat cuci piring dan dia langsung mencuci piring yang kotor itu dengan sangat bersih dan setelah selesai kembali pada sang istri dan langsung memangkunya.
__ADS_1
"Mas kamu bikin aku kaget aja gimana kalau aku jantungan"
"Heehe maaf sayang, kasian istri aku naik turun tangga nanti aku buatin Lift ya buat kamu, biar kamu gak cape naik turun "
"Apaan sih mas, aku gak apa apa, aku lebih suka pake tangga kayak gini "
"Tapi aku gak suka kasihan istri aku jalan terus bolak-balik turun naik tangga nanti aku buatinnya sayang"
"Gak usah sayangku, aku lebih suka kayak gini, sekalian olahraga kan sayang "
"Papih kenapa mamihnya digendong apa mamih sakit ya, "
Zeline langsuny saja turun dari gendongan sang suami dan melihat sang anak yang sudah duduk manis di tempat tidur mereka.
"Mas udah kamu ganti baju yah biar aku bicara sama Lucas "
Liam hanya mengangguk saja sedangkan Zeline menghampiri sang anak.
"Kenapa Lucas bangun ada apa sayang, kamu baik baik saja kan sayang "
"Lucas pengen tidur sama mamih sama papih makannya pindah tempat tidur ke sini, tapi waktu Lucas masuk kok mamih ga ada sih, ya udah deh Lucas tunggu aja di sini"
"Yauda sekarang tidur ya nak, ayo tidur "
Lucas mengangguk dan segera membaringkan badannya sambil dipeluk oleh mamihnya, tak lama kemudian Liam datang dan bergabung dengan anak serta istrinya.
__ADS_1
Liam langsung memeluk keduanya dengan sang anak yang ada ditengah tengah, dan mereka bertiga langsung tertidur tak ada lagi pembicaraan.