
Pagi pun tiba saat Zeline bangun Liam sudah mandi dan sudah rapih dengan baju santainya itu.
" Em maaf apa kau tidak mengajar " ucap Zeline dengan hati-hati.
Liam pun mendongak dan mendekati Zeline, duduk di kursi yang deket dengan tempat tidur Zeline " tidak syang, aku tidak akan fokus mengajar saat kamu sedang sakit seperti ini, apa sudah lebih baik kah sayang "
"Sudah tidak terlalu sakit seperti kemarin " jawab Zeline sambil tersenyum.
"Sayang bisa kah kamu memaminggilku dengan sebutan yang spesian tidak sepeti ini " pinta Liam
Zeline pun berfikir apa ya binggung ah " apa ya, kalau kakak atau apa ya aku tak tau"
Liam pun menghela nafasnya lalu seperti biasa mengusap kepala Zeline, seperti sudah rutinitasnya saja " hemmm jangan kakak lah itu tak spesial "
" apa dong aku sudah tidak bisa berfikir" ucap Zeline sambil mengerucutkan bibirnya itu.
Liam yang melihat itu langsung saja mencium bibir Zeline karna saking gemasnya. Zeline hanya diam kaget dengan perubahan sikap Liam dan Zeline pun dengan malu menundukan kepalanya.
" Yasudah tak apa jika kamu ingin memangil ku dengan sebutan kakak"
Zeline pun mengangguk sambil tersenyum riang, Liam sangat senang Zelinenya sudah ceria kembali. Dipeluknya sang kekasih dan diusapnya punggung Zeline agar semakin rileks.
Tiba-tiba ada suster yang mengantar makan. Dan Liam mau tak mau harus melepaskan pelukannya itu.
"Sini aku suapi ya sayangku " ucap Liam sambil mengangkat sendok yang sudah berisi bubur kemulut Zeline.
__ADS_1
Zeline pun menurut saja tak ingin merubah sikap Liam lagi dan memancing kemarahannya.
"Suapan terakhir a" ucap Liam seperti menyuapi bayi saja.
Dan Zeline dengan senang hati membuka mulutnya lebar-lebar.
" Habis juga anak pintar" sambil mengelus kepala Zeline.
Tiba-tiba ada dering telfon ternyata itu suara handphonenya Liam. Liam pun pergi keluar untuk mengangkat telfon dan memberi isyarat kepada Zeline bahwa dia akan mengangkat telfon terlebih dahulu. Zeline pun mengangguk saja dan meminum air yang di sodorkan oleh Liam tadi.
"hallo bagaimana " ucap liam to the poin saja.
" Sudah ditemukan tuan pelakunya, mereka masih siswa disini dan masuk semestes akhir, mereka Seline,Ema,Riska dan Widi memang mereka sering melakukan pembullyan pak dan yang paling parah kepada Zeline" ucap dosen itu yang memang dia adalah mata-matanya Liam pak Jery.
"Baik kau kirim foto mereka beserta alamat rumahnya"
Liam pun langsung saja mematikan handphonenya dan masuk keruangan Zeline kembali, dan dia melihat sang kekasih sedang melamun di hampiranya dan diusap kepalanya itu " apa yang kau fikirkan hemm"
Zeline pun menoleh dan tersenyum"memang aku dikampus nakal ya kak, terus cari masalah sama orang ya kak" tanya Zeline.
" Kata siapa , kamu anak baik dan pintar kenapa berbicara seperti itu " jawab Liam
" Tapi kenapa, kemarin mereka memukuliku, padahal aku ga punya masalah sama mereka kak " ucap Zeline sambil menangis.
"Sut jangan nangis kamu ga usah fikiran hal itu, yang kamu harus fikiran sekarang kesehatan kamu sayang. Jum cepat tidur" nasehat Liam
Zeline pun menurut dan tertidur dengan diusapi oleh liam agar cepat tidur dan untuk air matanya sudah di usap oleh Liam.
__ADS_1
Tak lama ada yang mengetuk pintu ternyata itu Jo dan seorang lelaki ,Liam mengerutkan keningnya siapa itu takut-takut laki laki yang suka lagi kepada Zeline.
" Siang pak,bagaimana keadaan Zeline " ucap Jo
" Baik" singkat Liam menjawabnya dengan muka dinginya.
"Pak ini pacar saya Riyan " ucap Jo memperkenalkan Riyan
" Hemm" hanya gumam man saja, Liam fokus melihat handphonenya sambil tanggannya yang satunya setia mengusap kepala Zeline.
"Aku titip Zeline kepadamu, aku ada urusan sebentar. Jika Zeline bertanya bilang aku pulang dulu untuk mengambil berkas dan baju-bajuku" minta liam kepada Jo.
" Baik pak " patuh Jo
Setelah Liam pergi baru lah Riyan buka suara" kenapa tu orang kaya es batu jawabnya jutek amat"
" Ya memang begitu baby orangnya, dia itu dosen kita dan kamu harus tau dia bukan orang baik-baik " ucap Jo menangapinya.
Riyan pun mengerutkan dahinya "maksudnya bukan orang baik-baik gimana sayang"
"Dia itu psikopat baby, kamu jangan macam-macam dan kamu harus tutup mulut tentang rahasia ini " bisik Jo kepada sang pacar ini.
Riyan pun hanya mengangguk saja, dia merinding saat mendengar bahwa lelaki itu ternyata bahaya harus hati-hati dia, lalu di melihat kepada Zeline wanita ini kenapa mau ya, tapi biar lah itu pilihannya sendiri.
Memang kalau sudah takdir tak bisa dihindari, jika memang jodoh kita bersembunyi sampai keujung dunia pun pasti akan bertemu, jadi ya ikuti saja alurnya yang memang sudah dipersiapkan oleh allah.
Kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya saja .
__ADS_1