
"Ayo sayang ikut aku "
"Kemana mas, ini udah malem dan kita ini kenapa harus pake baju tebal teru syal dan kupluk, emang kita mau kemana, kaya mau kepuncak aja sih mas "
"Ayo pokoknya ikut, kamu harus liat, apa yang lagi aku lakuin diluar pasti kamu seneng deh "
"Apa sih mas "
"Udah diem aja sayang, kamu cuman perlu ikut sama aku ya"
"Iya iya deh mas dasar bawel "
Zeline dengan pasrah mengikuti suaminya, saat sampai didepan taman, Zeline tak percaya dihadapannya sudah banyak jangung serta ada pembakarannya.
"Maksudnya mas "
"Ya kita bakar bakar jagung, Lucas kan belum besar jadi kita gak bisa kemana mana dulu, jadi biar berasa liburan aku mau kita bakar bakar jagung gitu, nanti kalau Lucas udah agak gedean kita jalan jalan sama sama "
Zeline segera duduk dan mengambil satu jagung yang sudah ditusuk lalu membakarnya, di ikuti oleh Liam "gimana kamu suka ga "
"Suka mas, aku udah lama gak kaya gini lagi, kamu idenya ada aja deh "
"Iya dong, aku kan pengen luangin waktu buat kamu sayangg, aku tuh kemarin kemarin sibuk banget "
"Iya iya mas aku seneng deh kamu makin romantis aja gak dingin kaya dulu "
"Masa aku harus dingin sama istri aku sih "
"Yaudah, ini yang aku udah mateng, makan ya mas, ayo buka mulutnya "
Liam segera membuka mulutnya dan "panas sayang, kamu gak ditiup dulu "
"Maaf mass, tapi kamu lucu deh, itu di hidung kamu "
"Kenapa sama hidung aku "
"Item haha lucu banget "
"Kamu ini bukannya dilap malah diketawain ya, aku kelitik nih "
"Jangan mass " ucap Zeline sambil berlari menghindari suami, Zeline tak henti hentinya tertawa saat suaminya mengejarnya.
"Liam, Line " tiba tiba saja ada yang memangil mereka berdua, otomatis mereka berdua berhenti dan menatap kedua orang yang datang menghampirinya. Dan Liam hanya bisa diam tak berbicara apa apa.
**
"Mih aku emang belum dikasih momongan sama Riyan, ya mungkin nanti mih, kita ini baru nikah 7 bulan lo mih, belum 7 taun "
"Iya tapi mamih udah pengen gendong cucu dari kamu dan Riyan Jo, dulu aja mamih nikah langsung hamil loh "
"Ya kan mamih sama aku beda, mamih tau kan aku punya trauma dan aku baru bisa apa yang seharusnya aku kasih sama Riyan, aku masih belajar mih dan aku juga sama Riyan belum pengen punya momongan kok "
"Kenapa gitu, punya momongan itu jangan ditunda tunda sayang kamu ini gimana sih "
__ADS_1
"Aku gak nunda nunda emang belum dikasih mih "
"Yaudah pokoknya kamu harus segera hamil, kalau gak mamih akan pulang ke indonesia dan pantau kalian berdua ya, mamih yang akan masak buat kamu, masakan sehat, jamu dan jus lainnya yang bisa buat bikin kalian berdua subur "
"Mih udah ada bi neneng mih, udah lah "
"Gak apa apa, mamih akan bantu bi neneng. Oh ya kamu segera pindah kerumah yang sudah mamih sediakan, rumah kalian berdua itu terlalu sederhana, mamih gak suka ah "
"Mih ini udah pilihan Jo, Jo pengen hidup sederhana dan gak mau tinggal dirumah yang gede gede banget, aku sama Riyan cuman berdua ditambah bi Neneng kita bertiga "
"Kalau kamu pengen ramai ya buat anak sayang, nanti mamih tambah pelayan deh biar banyak orang "
"Mih udah cukup, aku nyaman hidup seperti ini sama Riyan aku seneng kaya gini, bisa urus suami aku sendiri tanpa bantuan pelayan, ya meski masak dan beres beres masih fi bantu sama bi Neneng tapi aku seneng jalanin hidup kaya gini mih "
"Iya tapi mamih yang gak seneng sayang, mamih tuh pengen yang terbaik buat kamu, mamih gak mau kamu hidup susah "
"Aku gak hidup susah kok mih, aku seneng "
"Kalau kamu gak hidup susah buat apa kamu kerja, kenapa kamu gak urus aja perusahaan papihmu kenapa harus kerja sama orang lain "
"Aku pengen mandiri dan aku gak mau tergantung sama harta mamih dan papih, kalau gitu buat apa aku sekolah tinggi tinggi mih "
"Ya buat urus perusahaan dan bisnis kita lah Jo, kamu ini ya suka aneh aneh aja ya "
"Udah dulu ya mih, sebentar lagi Riyan mau pulang "
"Hah semalam ini Riyan belum pulang, awas dia selingkuh "
"Udah ya mih aku pamit, dadah mamih "
"Ibu lagi ada masalah apa toh " tanya neneng yang memang dari tadi ada bersama Jo, mereka sedang menoton film sama sama.
"Saya pusing bi masa mamih saya, dia itu minta cucu terus, saya kan belum dikasih sama gusti allah "
"Ya udah di urut aja bu "
"Maksudnya bi "
"Iya dulu saya susah mau punya anak, terus di urut alhamdullilah punya anak kan saya "
"Urut gimana bi "
"Ya di urut perutnya bu, di dukun beranak, mau bibi anter "
Jo yang mendengarnya melongo "engga deh bi nanti saya kedokter aja deh cek kesuburan "
"Kalau mau subur ya makan toge aja bu bagus lo, gak usah kedokter "
"Gitu ya Bi "
"Iya bu, nanti saya bakal masak toge ya buat sarapan tenang saja ibu tinggal makan saja sama bapak "
Jo hanya tersenyum dan mengangguk ngangguk saja, agae cepat saja gitu.
__ADS_1
**
"Ibu ayah " ucap Zeline
Ya, yang tadi memangil dirinya dan juga suaminya adalah ibu mertuanya, ibu dan ayah mas Liam.
"Apa kalian tak kangen dengan ayah dan ibu, kita bertetangga tapi tak pernah tegur sapa "ucap ibunya Liam.
Liam yang bisa mendengar lagi suara ibunya senang, sejak kematian bi Sarah ibunya sama sekali tak mau menerima dirinya atau sekedar berbicara pun enggan, ibunya kecewa karena keputusan dirinya membunuh bi Sarah.
"Ibu gak marah lagi sama Liam "
"Ibu dan ayah gak pernah marah kok sama kamu nak, ibu hanya butuh waktu untuk menerima semuanya, menerima kalau Sarah ternyata penghianat dan bisa mencelakai anak anak ibu, ibu sangat menyesal telah percaya pada Sarah, seharusnya ibu gak percaya sama dia dan turutin kemaun dia. Ibu hampir saja menghancurkan keluargamu nak "
Liam segera menghampiri ibunya dengan Zeline yang mengekor di belakang suaminya.
Liam segera memegang tangan ibunya dengan erat "ibu tau Liam sangat sedih saat ibu tak mau berbicara lagi dengan Liam, Liam butuh ibu, Liam gak bisa kehilangan ayah sama ibu gitu aja. Kalian berdua adalah orang terpenting dalam hidup Liam, Liam gak marah tentang kejadian Bi Sarah, yang penting kan sekarang keluarga Liam udah baik baik aja bu "
"Iya nak, tapi tetep aja ini salah ibu, yang sudah terlalu percaya sama orang asing, seharusnya ibu was was, dan menyadari gerak geriknya namun ibu malah di butakan dengan kepercayaan ibu pada Sarah, ibu salah "
"Sudah sekarang ibu jangan salahkan diri ibu sendiri ya, kejadian ini sudah berlalu sangat cepat, tak ada yang perlu disesali lagi, sekarang ibu dan ayah jangan tinggalin Liam lagi ya "
"Ibu dan ayah gak pernah ninggalin kamu nak, kita hanya sedang memperbaiki diri dan menyesali atas keputasan kami itu " ucap ayah Liam
Liam segera memeluk ibunya serta ayahnya, mencurahkan rasa rindunya "kemarilah nak " panggil ibunya Liam pada Zeline yang hanya diam mematung.
Dengan perlahan Zeline berjalan kearah mereka bertiga, lalu masuk kedalam pelukan hangat itu. Akhirnya suaminya tak kembali khawatir karena sekarang ayah dan ibunya sudah ada, sudah kembali lagi.
Mereka semua segera melepaskan pelukan itu "Lucas mana Liam"
"Ada bu dikamarnya dia lagi tidur "
"Apa ayah sama ibu boleh tenggok Lucas "
"Tentu itu kan cucu kalian, kenapa Liam melarang kalian "
"Yasudah kalian habiskan waktu berdua biarkan Lucas bersama kami ya "
Liam segera mengangguk lalu merangkul istrinya.
**
Syifa masih terjaga, menatap kearah luar jendela, cuplikan cuplikan selama bersama Nabil perbutar didalam kepalanya perlahan lahan senyumnya hilang, dia baru sadar kalau Nabil sudah tak ada bersamanya.
"Begitu cepat kamu ninggalin aku ya Nabil, firasat kamu beneran kejadian, aku gak pernah menyangka kalau semua ini akan terjadi denganmu. Ucapanmu selalu benar. kalau saja kau tak mengucapkan kata itu apakah kau masih ada di sampingku Nabil, yang selalu mengusap perut ku seperti biasanya dan memelukku dengan erat"
"Aku tak bisa merasakan pelukanmu lagi dan aku tak bisa merasakan kebahagiaan yang selalu kau berikan padaku. Tak ada lagi yang membangunkanku setiap pagi, tak ada lagi yang membantuku untuk mengerjakan PR ku. Mengapa dunia ini sangat kejam Nabil mengapa, mengapa harus kau yang terlebih dahulu meninggalkan aku. Kenapa tidak aku saja pergi terlebih dahulu, kalau perlu kita pergi bersama"
setelah mengeluarkan keluh kesahnya, Syifa segera membaringkan tubuhnya. Memeluk foto Nabil yang selalu ada disampingnya. sekarang bukan orangnya yang ada di sampingnya tapi hanya sebuah foto saja yang menemani."
Andre segera mengundurkan diri nya, dirinya mendengar semua apa yang diucapkan Syifa, tadinya ingin memberikan obat pada Syifa namun dirinya malah kembali ke dapur dan menyimpan semuanya kembali.
"Ternyata dengan caraku menikahimu tak membuatmu senang Syifa. Sekarang cintamu sudah berubah , kau sudah mencintai Nabil, Apakah aku benar masuk ke dalam hidupmu. Apakah aku bisa masuk lagi ke dalam hatimu. "
__ADS_1
"Mungkin kau akan sulit mencintai lagi, karena aku pernah menyakitimu dan aku telah menolak mu dengan sangat kasar. Itu adalah hal yang paling membuat aku menyesal Syifa andai saja semua itu tak terjadi, mungkin saja cintamu akan tetap untuk ku. Dan akan sebesar dulu kau mencintaiku, sekarang cintamu sudah beralih pada orang lain dan mungkin saja untukku sudah tidak ada lagi"
Dengan lesu Andre segera pergi ke dalam kamarnya, mungkin untuk saat ini dirinya tidak akan memikirkan itu dulu yang terpenting sekarang adalah kandungan syifa. Dirinya harus selalu membuat Syida tidak stress dan memikirkan apa apa dulu.