
Sudah pagi saja, dan sekarang Zeline sedang sarapan bersama orang tuanya, bersiap untuk pergi kekampus, lagi-lagi dia dapat jadwal pagi kembali tapi tidak apa-apa dari pada kebagian siang pasti pulangmya akan sore dan pasti kemalaman dijalan.
Zeline pun pamit kepada ibu dan ayahnya dan bergegas keluar dan sangat kebetulan sekali, Zeline keluar Liam datang dengan wajahnya yang datar seperti biasa.
Zeline pun masuk kedalam mobil tampa harus Liam turun dulu dan membukanya dulu, sungguh Zeline lebih baik membukanya sendiri saja kasihankan harus naik turun kak Liamnya.
Zeline selama diperjalanan seperti biasa tak banyak berbicara hanya diam seperti biasanya, sampai juga dikampus dan mereka turun seperti biasa pula Liam mengantarkan sang kekasih kedalam kelasnya terlebih dahulu.
Zeline pun masuk dan Liam juga pergi keruangannya, hari ini Jo tak masuk kampus katanya ada keperluan keluar jadi sekarang dia sendiri deh dikelasnya, dan untuk Yuda juga sama tak masuk kuliah untung saja kan ga ada Yuda.
Sata istirahat Zeline pergi ke perpustakaan untuk mencari buku referensi untuk skripsinya, sebentar lagi Zeline akan lulus dan Zeline tak sabar nanti untuk bekerja.
Zeline terus saja mencari buku yang dibutuhkannya itu, namun buku yang ia mau sangat tinggi, Zeline tak bisa menggapainya, bahkan sudah berjingkit-jingkit namun tetap saja tak bisa sudah melopat pula gagal juga, namun tiba-tiba ada yang mengambilkan buku itu, dari tangannya sudah ketebak bahwa itu laki-laki.
Zeline membalikan badanya ternyata itu Liam kekasihnya, Liam malah mengurung Zeline dengan cara mengungkungnya dan perlahan di miringkan kepalanya itu dan tanpa kata Liam mencium bibir Zeline dan m********* dengan lembut, Zeline yang terbuai oleh ciuman Liam lalu mengalungkan tangannya dileher sang kekasih dan membalas setiap l****** serta kecupan dari Liam.
Untung saja Zeline sedang ada di lorong paling ujung dan memang perpustakan sedang sepi tak ada siapa-siapa hanya ada sedikit orang didepan yang sedang megerjakan tugas, dan tak akan mungkin pula sampai ke belakang lorong sini.
Liam pun merangkul pinggang Zeline dengan mengangkatnya sedikit agar dia tak menunduk terus dan ciuman itu masih berlanjut sampai Liam melepaskannya karna tau sang kekasih sudah kehabisan nafas.
Dipeluknya Zeline oleh Liam dan diusapnya punggung sang kekasih, Zeline masih terengah-engah dan merasa malu saat sudah terlepas, Zeline terus saja menyembunyikan kepalanya itu di dada Liam tak ingin melihat wajah Liam.
__ADS_1
Namun Liam melepaskan pelukan itu dan memegang bahu Zeline dengan perlahan tangan yang satunya lagi memegang dagu Zeline dan mendongakkannya, sekali lagi Liam mengecup bibir Zeline dengan cukup lama dan melepasnya kembali.
Sungguh bibir Zeline candu untuknya. "Kakak kenapa ada disini " tanya Zeline.
"Aku hanya ingin melihat buku saja, kenapa tak boleh " jawab Liam sambil tersenyum, karna memang tadi dia sangat bosan diam terus diruangannya, jadi lebih baik keperpustakaan saja melihat-lihat buku, eh ternyata malah bertemu dengan belahan jiwanya yang sedang berusaha mengapai buku yang dia inginkan dan terjadi lah hal yang tadi.
"Ya tidak aku kan hanya bertanya" ucap Zeline sambil memanyunkan bibirnya itu.
Liam hanya terkekeh saja dan memberikan buku yang Zeline tadi mau dan sempat terjatuh pula.
"Nanti saat pulang kamu langsung keruangan ku ya sayang "
"Iya kakak bawel, udah aku mau baca buku dulu, kakak sana balik keruangan kakak" usir Zeline.
"Ist kakak ni tak akan ada, semua yang ada di di kampus ini sudah tau aku ini pacarnya kakak. Jadi kakak jangan khawatir ya " ucap Zeline menenangkan.
Namun bukannya menurut malah memeluk Zeline lagi dan merengek seperti anak kecil, akhirnya Zeline membiarkannya saja, saat Zeline duduk anak-anak yang sedang membaca melihat kearah Zeline dan Liam, Liam yang memang tak suka langsung memelototi mereka.
Dan mereka pun menundukan kepalanya, Liam dengan perhatianya menggeser kursinya dan mendudukan Zeline.
Zeline hanya fokus saja terus membaca buku itu dan mencatat hal-hal yang diperlukan dan Liam sungguh tak ada kerjaan hanya menatap Zeline sambil memangku dagunya dan senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Pemandangan yang membuat orang yang melihatnya iri, karna Zeline sangat dicintai begitu besar oleh dosennya ini. Sungguh sangat beruntung, semua perempuan pasti mau ada di posisi Zeline.
Acara tatap-tatapan yang dilakukan Liam pun berakhir dan mereka berdua berpisah di dekat pintu perpustakanan, Zeline mempercepat langkahnya ingin segera sampai di kelasnya.
Pelajaran pun dimulai pak dosen mulai menjelaskan semuanya sangat jelas dan tidak membuat ngantuk, karna dosen itu belajarnya suka sambil bercanda tak serius saja kemateri.
Dan tak terasa pula jam pelajarannya sudah habis, Zeline pun bergegas memberesken barang-barangnya dan pergi dengan riangnya keruangan pacarnya itu, namun dari kejauhan dia melihat kak Liam nya sedang mengobrol dengan dosennya bu Novi yang suka ganjen dan Lihat sekarang memegang tangan kak Liam dan tak menolaknya sama sekali.
Zeline pun tak jadi keruangan kak Liam lebih baik dia menunggu saja di parkiran. Dia kesal sekali melihat pemandangan itu, kak Liam juga mau aja tanganya dipegang, Zeline menuju parkiran pun sambil menghentak-hentakan kakinya.
Namun kalau di fikir-fikir apa dia cemburu kak Liam sama perempuan lain namun entah lah Zeline binggung memikirkannya.
Zeline belum bisa menjabarkannya, apakah sebenarnya dia sudah menyukai Liam atau masih belum.
***
Sedangkan Liam, tadi yang akan memasuki ruangannya tiba-tiba dihentikan oleh bu Novi dengan so akrabnya membicarakan segala hal dengan Liam seperti sudah kenal lama saja so asik. Liam sudah sangat bosan mendengarkannya, namun kalau langsung ditingalkan ga sopan lagi.
Tampa Liam sadari bu Novi memegang tanganya, Liam yang menyadarinya melihat tangannya yang digenggam itu dengan kasanya menghentakannya sampai terlepas dan tanpa permisi Liam masuk keruangannya sambil menutup pintunya cukup keras dengan membantingnya.
Bu Novi sangat kaget dan pergi sambil gedumel "dasar tu ya laki-laki kasar, awas aja nanti kamu pak Liam, pasti akan tunduk padaku dan menuruti semua keinginanku "
__ADS_1
Liam terus saya menunggu kekasihnya itu namun tak kujung datang juga dan handphonenya tak aktif, Liam pun bergegas membereskan barang-barangnya untuk pergi kekelas Zeline, siapa tau ada jam tambahan namun tak ada kosong.
Kemana Zeline dia takut hal yang dulu pernah dialami oleh Zeline terulang lagi,dia tak mau sampai Zeline celaka lagi, dicarinya kesetiap tempat yang menurut Liam sepi, bahkan Liam sudah mengeceknya ke kamar mandi namun tak ada siapa-siapa kosong.